Setelah menyelesaikan urusannya dengan pihak hotel, dan berjanji akan meninjau langsung selepas ashar nanti Zakia kembali ke dalam rumah. Zakia masih berdiri bingung akan kemana. Terlalu banyak kelompok menurutnya. Disudut lain Tania dan Albert masih asik bercengkrama dengan Zidan, ditambah beberapa orang lainnya yang mungkin saling mengenal. Karena Zakia tak mengenalnya. Disisi lainnya keluarga besar dari Arya dan Nita sedang berbincang-bincang diiringi gelak tawa yang mengundang rasa penasaran orang lain.
Hingga tepukan di pundaknya membuat Zakia berjingkat kaget.
"Astaghfirullah Bunda" Zakia mengelus dadanya.
"Eh, kaget ya? "
"Bunda sih tiba-tiba nyentuh bahu, Kia" Nita hanya tersenyum kecil melihat Zakia yang mengerucutkan bibirnya.
"Gemes banget Bunda sama anak bunda ini" Nita menarik pelan pipi Zakia.
"Bunda nanti melar loh pipi, Kia"
"Mana ada melar, gak bakalan"
Zakia mengelus pipinya yang ditarik oleh Nita. Memang sejak kepulangannya dari luar negeri, Zakia merasa berat badannya sedikit naik hingga membuat pipi chubby nya semakin mengembang. Tak heran, Zakia memiliki postur tubuh mungil dan sedikit berisi. Berisi bukan berarti gendut.
"Ayo sapa ibu-ibu komplek, mereka menanyakan mu tadi" Zakia mengangguk patuh dan mengikuti langkah Nita.
Sesampainya di kumpulan ibu-ibu komplek Zakia disambut dengan tatapan yang berbeda-beda. Ada tatapan tak percaya dan kagum melihat tampilan Zakia yang sekarang. Bagaimana tidak? Dulunya Zakia hanya memakai pakaian bekas dan lusuh. Meskipun cantik tanpa polesan make-up, namun Zakia yang dulu tak terawat. Sangat berbeda dengan Zakia yang saat ini berada di hadapannya.
"Assalamualaikum ibu-ibu. Masih ingat Kia kan? "
"Waalaikumsalam" Sahut mereka kompak.
"Masih lah, Kia. Kamu tambah cantik ya sekarang" puji Bu RT yang kagum saat melihat Zakia kembali untuk pertama kalinya.
"Bu RT bisa aja" Dipuji tak membuat Zakia harus tersipu malu atau sebagainya. Karena menurutnya setiap wanita yang ada di muka bumi ini cantik. Mereka cantik dengan pesonanya masing-masing. Mereka cantik dengan porsinya masing-masing. Kecantikan bukan ajang perlombaan. Kecantikan adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada setiap umatnya.
"Pantesan ibu lama banget gak liat Kia belanja sayuran lagi. Ternyata udah cerai, kita kelimpungan cari kamu loh, nak" Kata Bu Dina. Salah satu ibu-ibu yang menganggap Zakia putrinya, bahkan Bu Dina sempat akan mengadopsi Zakia karena tak memiliki anak perempuan.
"Iya Kia. Kita berulang kali tanya sama Bu Sarah, katanya kamu gak ada udah pergi" Bukan niat hati mengadu pada Zakia, namun mereka hanya meluapkan kerinduannya pada janda muda yang satu ini.
Zakia memang mampu mencuri hati siapa saja yang ada di dekatnya. Bahkan saat pertama kali kehadirannya di tengah-tengah komplek tersebut, Zakia mampu membuat ibu-ibu disana menumpahkan kasih sayangnya. Apalagi saat mengetahui Zakia hanyalah anak panti.
Ini yang sangat Zakia syukuri, ketika pernikahannya ditentang habis-habisan oleh keluarga besar Tony dan dirinya dikucilkan bahkan dihina oleh mertua dan adik iparnya. Ibu-ibu komplek itulah yang merangkulnya dan menguatkan layaknya seorang ibu pada umumnya.
"Kia langsung di culik sama Mbak Tania dan dibawa ke hadapan ayah sama bunda buat dieksekusi" Jawab Zakia diiringi kekehan khasnya. Nita juga terkekeh geli mendengar perkataan Zakia.
"Eksekusi-eksekusi dikira nanti kamu diapain sama Bunda loh, Kia"
"Hehehe, maksud Kia itu, Kia langsung diadopsi sama ayah sama Bunda" Jelasnya.
"Main-main dong ke komplek, Kia. Jangan mentang-mentang sudah tinggal di rumah gede malah gak inget komplek" kata Dania, salah satu ibu-ibu yang paling muda di sana.
"Rumah Bunda masih disana loh, Mbak Dan. Kia juga baru balik dari luar negeri hampir dua bulanan ini. Alhamdulillah Kia bisa melanjutkan pendidikan Kia" Jelasnya.
"Wah hebat, kamu kuliah di luar negeri? " tanya Bu RT dengan antusias.
"Iya Bu RT. Awalnya saya dan suami melarang, karena tau bagaimana polosnya Zakia ini. Kita khawatir bukan tak ingin membiayainya, eh dia malah ajukan beasiswa dan keterima. Siapa yang gak geleng-geleng kepala coba" Nita menjawab dengan ekspresi bangga di wajahnya.
"Tante Sarah" Tiba-tiba Zakia menyapa Sarah yang baru bergabung dengan kelompoknya lagi setelah selesai dengan urusan kamar mandinya.
Sarah yang di sapa Zakia hanya diam, dia bingung harus bersikap seperti untuk menghadapi Zakia. Sarah tak menyangka jika Zakia akan berubah menjadi menakjubkan seperti saat ini.
"Tante apa kabar? " Zakia masih dengan senyum hangatnya menanyakan kabar Sarah.
Jika ditanya apakah dirinya tak sakit hati? Jawabannya tidak. Zakia ikhlas dengan apa yang terjadi di masa lalunya. Zakia menganggap itu adalah bagian dari takdir dirinya untuk berproses menjadi lebih baik ke depannya. Zakia menganggap itu bentuk pendewasaan dirinya dengan menghadapi setiap masalah yang menimpanya. Setidaknya Zakia bersyukur, memiliki mertua seperti Sarah membuatnya paham arti sabar. Dimana ketika kamu di maki kamu hanya akan terdiam tanpa membalas. Karena ketika kita membalas dengan memakinya, lalu apa bedanya kita dengannya.
"Bu Sarah ditanyain Zakia tuh, sudahlah Bu Sarah yang lalu biarlah berlalu. Toh Zakia juga tak mempermasalahkan hal itu. Lagian Si Tony juga udah nikah dan punya anak kan? " ucap Bu Dina.
Sarah hanya tersenyum canggung. Dia bingung harus bersikap seperti apa. Sungguh kejadian seperti ini tak pernah terlintas di kepalanya. Sarah juga merasa malu saat Zakia masih menyapanya dengan hangat. Bukankah seharusnya Zakia balas menghinanya karena sekarang posisinya menjadi putri angkat orang kaya, seperti yang dia lakukan dulu.
Mendapati sapaannya yang tak terjawab Zakia hanya tersenyum tipis. Zakia bisa mengira jika mantan ibu mertuanya ini shock saat melihat dirinya kembali. Bagaimana tidak, Zakia yang dulu dihina dan dicaci maki. Kini kembali dengan sejuta pesona dalam dirinya.
"Iya Bu Sarah, yang lalu gak usah dipikirin lagi. Saya yakin Zakia sudah memaafkan Bu Sarah jika ada salah kata selama menjadi mertuanya. Saya yakin Zakia bukan orang yang pendendam" Tambah Bu Heny yang secara tak langsung menancap tepat di perasaan Sarah.
Bu Heny adalah tetangga komplek yang paling dekat. Karena rumahnya berdampingan dengan rumah keluarga Tony. Dirinya acapkali dibuat kaget dengan teriakan dan makian yang Sarah layangkan pada Zakia. Belum lagi suara hinaan dan cercaan dari Tina, mantan adik ipar Zakia. Namun dengan ikhlas Zakia meminta agar Heny tutup mulut jika mendengar atau tak sengaja melihat kejadian yang tak seharusnya dirinya tahu.
"Bu Heny sudah" Ucap Zakia pelan saat menyadari suasana sedikit canggung saat Bu Heny menyelesaikan perkataannya. Zakia yakin jika mantan ibu mertuanya saat ini sedang menahan malu karena mengingat perbuatannya dulu pada dirinya.
Sedangkan di sebelah kumpulan ibu-ibu komplek itu, tampak seorang laki-laki mematung tal percaya setelah mendengar pembicaraan yang terjadi.
Jadi dia Zakia mantan istriku. Batinnya.
Laki-laki itu adalah Tony, mantan suami Zakia. Rasa penyesalan masih hinggap di hatinya sampai saat ini. Dirinya masih ingat bagaimana dengan curangnya dirinya berselingkuh dengan Zakia. Padahal jika diingat lagi, Zakia adalah sosok istri terbaik. Hanya dirinya yang tak bisa mengendalikan na*su sesaat nya. Hanya karena Zakia tak pandai memoles wajahnya menggunakan make-up, hanya karena Zakia tak modis dalam berpakaian.
Ingin rasanya Tony meminta maaf pada Zakia, namun dirinya terlalu malu. Apalagi mengingat ucapan terakhir Zakia yang berisi pesan-pesannya. Tony baru menyadari jika perkataan Zakia yang terakhir adalah rangkuman dari kejadian tak mengenakkan yang terjadi selama menjadi istrinya. Namun dengan hati ikhlas Zakia masih bertahan dalam rumah tangganya.
Apalagi saat Zakia menyerah dan memilih mundur karena mengasihani Riny yang masih dalam kandungan saat itu. Ditambah Tony dibuat shock dengan surat gugatan cerai yang Zakia layangkan padanya. Yang lebih membuatnya dan keluarganya kaget, saat melihat bukti-bukti perselingkuhannya saat sidang berlangsung. Tony sendiri tak habis pikir bagaimana Zakia memilikinya. Apa selama ini Zakia mengikutinya? Tapi bagaimana mungkin, sedangkan Zakia tak pernah memegang ponsel selama menjadi istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Nova Lasari
penyesalan selalu datang terlambat bro
2022-04-06
2
Sinta Darmawati
hah bingung kan tony,,jawaban nya karna Zakia itu istimewa..
2022-04-06
2
Halima
Zakia itu cerdas Tony.. apa kamu lupa.????
2022-04-04
1