Bab 19

Setelah menyelesaikan urusannya dengan pihak hotel, dan berjanji akan meninjau langsung selepas ashar nanti Zakia kembali ke dalam rumah. Zakia masih berdiri bingung akan kemana. Terlalu banyak kelompok menurutnya. Disudut lain Tania dan Albert masih asik bercengkrama dengan Zidan, ditambah beberapa orang lainnya yang mungkin saling mengenal. Karena Zakia tak mengenalnya. Disisi lainnya keluarga besar dari Arya dan Nita sedang berbincang-bincang diiringi gelak tawa yang mengundang rasa penasaran orang lain.

Hingga tepukan di pundaknya membuat Zakia berjingkat kaget.

"Astaghfirullah Bunda" Zakia mengelus dadanya.

"Eh, kaget ya? "

"Bunda sih tiba-tiba nyentuh bahu, Kia" Nita hanya tersenyum kecil melihat Zakia yang mengerucutkan bibirnya.

"Gemes banget Bunda sama anak bunda ini" Nita menarik pelan pipi Zakia.

"Bunda nanti melar loh pipi, Kia"

"Mana ada melar, gak bakalan"

Zakia mengelus pipinya yang ditarik oleh Nita. Memang sejak kepulangannya dari luar negeri, Zakia merasa berat badannya sedikit naik hingga membuat pipi chubby nya semakin mengembang. Tak heran, Zakia memiliki postur tubuh mungil dan sedikit berisi. Berisi bukan berarti gendut.

"Ayo sapa ibu-ibu komplek, mereka menanyakan mu tadi" Zakia mengangguk patuh dan mengikuti langkah Nita.

Sesampainya di kumpulan ibu-ibu komplek Zakia disambut dengan tatapan yang berbeda-beda. Ada tatapan tak percaya dan kagum melihat tampilan Zakia yang sekarang. Bagaimana tidak? Dulunya Zakia hanya memakai pakaian bekas dan lusuh. Meskipun cantik tanpa polesan make-up, namun Zakia yang dulu tak terawat. Sangat berbeda dengan Zakia yang saat ini berada di hadapannya.

"Assalamualaikum ibu-ibu. Masih ingat Kia kan? "

"Waalaikumsalam" Sahut mereka kompak.

"Masih lah, Kia. Kamu tambah cantik ya sekarang" puji Bu RT yang kagum saat melihat Zakia kembali untuk pertama kalinya.

"Bu RT bisa aja" Dipuji tak membuat Zakia harus tersipu malu atau sebagainya. Karena menurutnya setiap wanita yang ada di muka bumi ini cantik. Mereka cantik dengan pesonanya masing-masing. Mereka cantik dengan porsinya masing-masing. Kecantikan bukan ajang perlombaan. Kecantikan adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada setiap umatnya.

"Pantesan ibu lama banget gak liat Kia belanja sayuran lagi. Ternyata udah cerai, kita kelimpungan cari kamu loh, nak" Kata Bu Dina. Salah satu ibu-ibu yang menganggap Zakia putrinya, bahkan Bu Dina sempat akan mengadopsi Zakia karena tak memiliki anak perempuan.

"Iya Kia. Kita berulang kali tanya sama Bu Sarah, katanya kamu gak ada udah pergi" Bukan niat hati mengadu pada Zakia, namun mereka hanya meluapkan kerinduannya pada janda muda yang satu ini.

Zakia memang mampu mencuri hati siapa saja yang ada di dekatnya. Bahkan saat pertama kali kehadirannya di tengah-tengah komplek tersebut, Zakia mampu membuat ibu-ibu disana menumpahkan kasih sayangnya. Apalagi saat mengetahui Zakia hanyalah anak panti.

Ini yang sangat Zakia syukuri, ketika pernikahannya ditentang habis-habisan oleh keluarga besar Tony dan dirinya dikucilkan bahkan dihina oleh mertua dan adik iparnya. Ibu-ibu komplek itulah yang merangkulnya dan menguatkan layaknya seorang ibu pada umumnya.

"Kia langsung di culik sama Mbak Tania dan dibawa ke hadapan ayah sama bunda buat dieksekusi" Jawab Zakia diiringi kekehan khasnya. Nita juga terkekeh geli mendengar perkataan Zakia.

"Eksekusi-eksekusi dikira nanti kamu diapain sama Bunda loh, Kia"

"Hehehe, maksud Kia itu, Kia langsung diadopsi sama ayah sama Bunda" Jelasnya.

"Main-main dong ke komplek, Kia. Jangan mentang-mentang sudah tinggal di rumah gede malah gak inget komplek" kata Dania, salah satu ibu-ibu yang paling muda di sana.

"Rumah Bunda masih disana loh, Mbak Dan. Kia juga baru balik dari luar negeri hampir dua bulanan ini. Alhamdulillah Kia bisa melanjutkan pendidikan Kia" Jelasnya.

"Wah hebat, kamu kuliah di luar negeri? " tanya Bu RT dengan antusias.

"Iya Bu RT. Awalnya saya dan suami melarang, karena tau bagaimana polosnya Zakia ini. Kita khawatir bukan tak ingin membiayainya, eh dia malah ajukan beasiswa dan keterima. Siapa yang gak geleng-geleng kepala coba" Nita menjawab dengan ekspresi bangga di wajahnya.

"Tante Sarah" Tiba-tiba Zakia menyapa Sarah yang baru bergabung dengan kelompoknya lagi setelah selesai dengan urusan kamar mandinya.

Sarah yang di sapa Zakia hanya diam, dia bingung harus bersikap seperti untuk menghadapi Zakia. Sarah tak menyangka jika Zakia akan berubah menjadi menakjubkan seperti saat ini.

"Tante apa kabar? " Zakia masih dengan senyum hangatnya menanyakan kabar Sarah.

Jika ditanya apakah dirinya tak sakit hati? Jawabannya tidak. Zakia ikhlas dengan apa yang terjadi di masa lalunya. Zakia menganggap itu adalah bagian dari takdir dirinya untuk berproses menjadi lebih baik ke depannya. Zakia menganggap itu bentuk pendewasaan dirinya dengan menghadapi setiap masalah yang menimpanya. Setidaknya Zakia bersyukur, memiliki mertua seperti Sarah membuatnya paham arti sabar. Dimana ketika kamu di maki kamu hanya akan terdiam tanpa membalas. Karena ketika kita membalas dengan memakinya, lalu apa bedanya kita dengannya.

"Bu Sarah ditanyain Zakia tuh, sudahlah Bu Sarah yang lalu biarlah berlalu. Toh Zakia juga tak mempermasalahkan hal itu. Lagian Si Tony juga udah nikah dan punya anak kan? " ucap Bu Dina.

Sarah hanya tersenyum canggung. Dia bingung harus bersikap seperti apa. Sungguh kejadian seperti ini tak pernah terlintas di kepalanya. Sarah juga merasa malu saat Zakia masih menyapanya dengan hangat. Bukankah seharusnya Zakia balas menghinanya karena sekarang posisinya menjadi putri angkat orang kaya, seperti yang dia lakukan dulu.

Mendapati sapaannya yang tak terjawab Zakia hanya tersenyum tipis. Zakia bisa mengira jika mantan ibu mertuanya ini shock saat melihat dirinya kembali. Bagaimana tidak, Zakia yang dulu dihina dan dicaci maki. Kini kembali dengan sejuta pesona dalam dirinya.

"Iya Bu Sarah, yang lalu gak usah dipikirin lagi. Saya yakin Zakia sudah memaafkan Bu Sarah jika ada salah kata selama menjadi mertuanya. Saya yakin Zakia bukan orang yang pendendam" Tambah Bu Heny yang secara tak langsung menancap tepat di perasaan Sarah.

Bu Heny adalah tetangga komplek yang paling dekat. Karena rumahnya berdampingan dengan rumah keluarga Tony. Dirinya acapkali dibuat kaget dengan teriakan dan makian yang Sarah layangkan pada Zakia. Belum lagi suara hinaan dan cercaan dari Tina, mantan adik ipar Zakia. Namun dengan ikhlas Zakia meminta agar Heny tutup mulut jika mendengar atau tak sengaja melihat kejadian yang tak seharusnya dirinya tahu.

"Bu Heny sudah" Ucap Zakia pelan saat menyadari suasana sedikit canggung saat Bu Heny menyelesaikan perkataannya. Zakia yakin jika mantan ibu mertuanya saat ini sedang menahan malu karena mengingat perbuatannya dulu pada dirinya.

Sedangkan di sebelah kumpulan ibu-ibu komplek itu, tampak seorang laki-laki mematung tal percaya setelah mendengar pembicaraan yang terjadi.

Jadi dia Zakia mantan istriku. Batinnya.

Laki-laki itu adalah Tony, mantan suami Zakia. Rasa penyesalan masih hinggap di hatinya sampai saat ini. Dirinya masih ingat bagaimana dengan curangnya dirinya berselingkuh dengan Zakia. Padahal jika diingat lagi, Zakia adalah sosok istri terbaik. Hanya dirinya yang tak bisa mengendalikan na*su sesaat nya. Hanya karena Zakia tak pandai memoles wajahnya menggunakan make-up, hanya karena Zakia tak modis dalam berpakaian.

Ingin rasanya Tony meminta maaf pada Zakia, namun dirinya terlalu malu. Apalagi mengingat ucapan terakhir Zakia yang berisi pesan-pesannya. Tony baru menyadari jika perkataan Zakia yang terakhir adalah rangkuman dari kejadian tak mengenakkan yang terjadi selama menjadi istrinya. Namun dengan hati ikhlas Zakia masih bertahan dalam rumah tangganya.

Apalagi saat Zakia menyerah dan memilih mundur karena mengasihani Riny yang masih dalam kandungan saat itu. Ditambah Tony dibuat shock dengan surat gugatan cerai yang Zakia layangkan padanya. Yang lebih membuatnya dan keluarganya kaget, saat melihat bukti-bukti perselingkuhannya saat sidang berlangsung. Tony sendiri tak habis pikir bagaimana Zakia memilikinya. Apa selama ini Zakia mengikutinya? Tapi bagaimana mungkin, sedangkan Zakia tak pernah memegang ponsel selama menjadi istrinya.

Terpopuler

Comments

Nova Lasari

Nova Lasari

penyesalan selalu datang terlambat bro

2022-04-06

2

Sinta Darmawati

Sinta Darmawati

hah bingung kan tony,,jawaban nya karna Zakia itu istimewa..

2022-04-06

2

Halima

Halima

Zakia itu cerdas Tony.. apa kamu lupa.????

2022-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!