"Ayah" Panggil Tania manja pada Arya.
"Mau apa? "
"Ish, ayah pura-pura gak tau dulu gitu kek, jangan langsung to the point" Sungut Tania dengan kesal.
Mereka kini beralih ke ruang keluarga setelah menyelesaikan acara sarapan mereka. Kebetulan hari ini weekend jadi biasanya mereka hanya akan beraktivitas di rumah atau bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
"Ya udah, apa nak? "
"Gak asik ah"
"Lah terus maunya gimana? "
"Bagi uang dong, Yah" Kata Tania tanpa rasa bersalah.
"Uang bulanan kamu kurang? " Arya malah mengernyit bingung.
"Bukan buat aku Ayah, tapi buat Kia. Kan Kia udah jadi anak Ayah sama Bunda" Tania benar-benar kesal dengan sikap kedua orang tuanya yang suka menggoda dirinya.
Arya dan Nita menggoda Tania karena semata-mata tak memiliki anak lagi, Tania adalah putri tunggal mereka berdua. Jadi tak heran jika Tania diperlakukan layaknya tuan putri. Namun, keduanya merasa bangga pada Tania, meskipun diperlakukan begitu spesial tak membuat Tania besar kepala. Bahkan dirinya dengan rela akan menyisihkan uang bulanannya untuk disumbangkan ke panti asuhan atau dirinya akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberi bantuan.
"Eh, nggak usah Ayah. Kia juga gak butuh uang kok" Tolak Zakia halus.
"No, dengerin Mbak Zakia. Kamu harus merubah penampilan kamu, masa nona muda keluarga Wijaya pakai baju begini. Nanti dibilang Ayah gak bisa beliin kamu baju bagus"
"Tapi ini masih bagus, Mbak. Kia bisa pakai baju apa aja selama itu nyaman Kia pakai dan tidak terbuka" Jelas Zakia dengan lembut.
Arya dan Nita tersenyum melihat perdebatan Tania dan Zakia. Sungguh suasananya kini terasa hidup dengan hadirnya Zakia. Tania yang terkadang meledak-ledak dipertemukan dengan Zakia yang lembut dan begitu sabar, pasti akan lucu kedepannya.
"Sudah-sudah. Nia jangan paksa adik kamu jika dia tak ingin" Lerai Nita, itu sukses membuat wajah Tania tertekuk sempurna.
"Ya udah Kia ikutin saran Mbak Nia, tapi gak boleh boros ya" Ucap Zakia karena tak enak hati melihat perubahan ekspresi di wajah Tania.
"Gitu kek dari tadi. Kan gak harus drama pura-pura ngambek dulu"
"Jadi Mbak Nia ngerjain Kia? "
"Eits, gak boleh marah"
"Kia gak marah kok Mbak" Ucap Zakia dengan senyum cantiknya.
"Ini Zakia" Arya menyodorkan kartu kredit pada Zakia.
"Ini untuk apa Ayah? "
"Untuk memenuhi keperluan kamu"
"Bisakah Kia diberi uang cash saja Ayah"
"Kamu tak suka jika Ayah beri kartu ini, bukankah dengan kartu ini kamu bisa belanja apa yang kamu mau dan ayah yang akan membayar tagihannya"
"Bukan begitu maksud Kia Ayah, maaf jika penolakan Kia menyinggung perasaan Ayah. Kia hanya merasa tak pantas jika harus diberi kartu itu, Ayah hanya cukup memberi Kia uang jika Kia ingin membeli sesuatu"
Nita tersenyum bangga pada Zakia. Nita seakan terjerat dengan kelembutan Zakia. Bagaimana dia menjelaskan dengan lembut pada Arya tentang penolakannya. Bagaimana dirinya merendah tak ingin menerima kartu.
"Ambillah nak. Tania juga memilikinya"
"Tapi Bunda, Kia juga tak memiliki sesuatu yang diinginkan jadi kartu itu menurut Kia hanya akan jadi pajangan dompet" Nita terkekeh melihat kepolosan Zakia.
"Ya sudah, buat ini sebagai teman KTP dalam dompet kamu Zakia" Ucap Arya. "Jangan ragu untuk menggunakan itu untuk kebutuhan kamu Zakia. Mulai sekarang kamu anak Ayah dan Bunda, jadi kamu juga berhak mendapat fasilitas apa yang Nia dapatkan" Putusnya mutlak.
Mau tak mau Zakia hanya bisa mengangguk, mendebat juga tak akan ada gunanya. Zakia pikir keluarga ini kerasa kepala.
"Jam sepuluh nanti antarkan kami ke panti asuhan yang merawat mu Kia"
"Untuk apa Ayah? "
"Kita akan mengurus surat adopsi mu, nak"
Mata Zakia berkaca-kaca mendengar penuturan Arya, dirinya masih tak menyangka akan menikmati rasa hangat sebuah keluarga. Bahkan dirinya terisak sekarang.
"Hei hei anak Bunda kenapa menangis hmm? " Tanya Nita dengan memeluk Zakia dari samping.
"Kia tidak apa-apa Bunda. Hanya Kia masih tak percaya, jika Kia akan memiliki sebuah keluarga seperti apa yang Kia bayangkan selama ini" Tutur Kia.
"Mulai sekarang kita adalah keluarga Kia. Jangan sungkan untuk bercerita padaku, Kia. Ingat mulai sekarang aku adalah kakak mu dan namamu adalah... "
"Bisakah tak merubah nama ku? " Tanya Zakia takut-takut.
"Kenapa, nak? "
"Kia masih ingin mengetahui orang tua kandung Kia"
"Baiklah bicarakan itu nanti saja. Sekarang Ayah dan Bunda akan beristirahat sebentar sebelum kita berangkat ke panti nanti"
Arya dan Nita meninggalkan Tania dan Zakia diruang keluarga.
"Mandi saja Kia kamu bau" Goda Tania pada adik barunya itu.
"Enak aja, subuh tadi Kia mandi ya"
"Bau dapur ih"
"Ih Mbak Nia ada-ada aja"
"Udah sana mandi, sekarang pakai baju Mbak. Setelah dari panti kita langsung berangkat beli barang-barang yang kamu butuhkan"
"Baiklah"
Zakia bergegas masuk kembali ke kamar Tania. Setelah cukup lama membersihkan diri Zakia sudah melihat sebuah gaun berwarna tosca di atas kasur, tanpa pikir panjang Zakia langsung memakai gaun tersebut. Berputar sebentar didepan cermin, setelah memastikan semuanya rapi Zakia berniat untuk mencari Tania di bawah. Zakia memang tak memoles wajah dengan make-up, jujur karena dirinya tak tau cara mengaplikasikan make-up.
Zakia menemukan Tania asik bermain dengan ponselnya di ruang keluarga.
"Mbak Nia? " Sapa Zakia membuat Tania langsung menoleh ke arahnya.
"MasyaAllah cantik banget adik Mbak ini"
"Malu Mbak" Wajah Zakia memerah karena malu mendengar pujian Tania.
"Sungguh kamu cantik banget Zakia, tanpa make-up pun kamu udah cantik apalagi pake make-up. Bodoh banget suami kamu itu ninggalin kamu"
"Udah Mbak gak usah bahas itu lagi, Zakia udah ikhlas kok"
"Zakia, ingat Mbak sekarang adalah keluarga kamu, jangan kamu tutupi lagi apapun dari kita ya"
Zakia terharu melihat ketulusan yang terpancar di mata Tania, Zakia hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Tania. Entah keberuntungan apa yang Zakia dapatkan kali ini.
Akhirnya mereka berbincang ringan sambil menunggu Arya dan Nita keluar dari kamarnya. Tak lupa juga mereka memberitahu Alesha bahwa Zakia bersamanya. Itu sukses membuat Alesha kesal terhadap Tania, karena Tania memamerkan Zakia sebagai adiknya. Alesha hanya bisa cemberut melihat Tania yang tertawa puas di balik layar ponsel itu.
"Udah deh Al ngambeknya. Gimana kalo nanti lo ikut aja"
"Kemana? "
"Beli barang-barang Zakia, kamar dia kan masih kosong. Jadi gue mau ajak dia belanja kebutuhan pribadinya"
"Oke siap, jam berapa. Gue pamit Mama dulu"
"Nanti gue kabari lagi, kami akan ke panti dulu"
"Oke gue tunggu"
Zakia baru kembali dari toilet bertepatan dengan Tania mengakhiri sambungannya dengan Alesha.
"Zakia sini Mbak mau bicara"
"Ada apa Mbak? "
"Kamu yakin mau bercerai? "
Zakia terdiam sejenak, memejamkan matanya untuk memantapkan hatinya mengambil keputusan ini dalam hidupnya.
Ingat Zakia, jangan egois. Ada bayi yang harus kamu pikirkan. Batinnya bergejolak.
"InsyaAllah Mbak"
"Baiklah kita bisa siapkan berkas-berkasnya besok, Mbak akan hubungi om nanti untuk membantu mengajukan berkas kamu ke pengadilan"
"Tapi gimana jika Kak Tony tak ingin melepas Zakia? "
Tania terdiam sejenak, ini juga jadi bahan pertimbangannya, dengan tak adanya bukti untuk menuduh Tony selingkuh juga susah.
"Kamu mau di madu? " Tanya Tania tiba-tiba, sontak Zakia menggeleng. "Tenang saja, Mbak pastikan ini akan berjalan dengan mulus"
"Tapi Mbak"
"Tak ada tapi, Kia. Mulai sekarang gapailah apa yang ingin kamu gapai. Carilah kebahagiaan kamu sendiri, ingat sekarang kamu nona muda keluarga Wijaya. Harta, tahta dan keluarga sudah kamu miliki semuanya. Jangan lagi menunduk jika ada yang menghina mu. Kamu paham"
"Maksudnya? "
"Mbak tau jika kamu sering dihina dan dimaki di keluarga mu itu, Kia. Tina yang notabenenya adalah adik ipar kamu itu adalah temen kuliah Mbak, jadi Mbak sudah tau apa yang terjadi di rumah itu"
"Kok bisa? "
"Karena Tina juga tak pernah absen untuk membicarakan kamu dengan teman gosipnya"
"Astaghfirullah, segitu bencinya kah? "
"Sudah tak usah dipikirkan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Mogu
ak mau tnya thor kuliah mmg ad matkul olahraga ya🙏🏻tdi ade nya tony kn mnta srpn ktnya hri ni ad matkul olahraga ak yg slh bca ap othor yg slh ketik maaf klu slh🤭🤭🤭
2022-04-12
2
Nova Lasari
yang sabar zakia
2022-04-06
1
Sinta Darmawati
wow wow begitu asyik nya cerita Zakia Tania.
2022-04-05
1