Bab 8

"Ayah" Panggil Tania manja pada Arya.

"Mau apa? "

"Ish, ayah pura-pura gak tau dulu gitu kek, jangan langsung to the point" Sungut Tania dengan kesal.

Mereka kini beralih ke ruang keluarga setelah menyelesaikan acara sarapan mereka. Kebetulan hari ini weekend jadi biasanya mereka hanya akan beraktivitas di rumah atau bersosialisasi dengan tetangga sekitar.

"Ya udah, apa nak? "

"Gak asik ah"

"Lah terus maunya gimana? "

"Bagi uang dong, Yah" Kata Tania tanpa rasa bersalah.

"Uang bulanan kamu kurang? " Arya malah mengernyit bingung.

"Bukan buat aku Ayah, tapi buat Kia. Kan Kia udah jadi anak Ayah sama Bunda" Tania benar-benar kesal dengan sikap kedua orang tuanya yang suka menggoda dirinya.

Arya dan Nita menggoda Tania karena semata-mata tak memiliki anak lagi, Tania adalah putri tunggal mereka berdua. Jadi tak heran jika Tania diperlakukan layaknya tuan putri. Namun, keduanya merasa bangga pada Tania, meskipun diperlakukan begitu spesial tak membuat Tania besar kepala. Bahkan dirinya dengan rela akan menyisihkan uang bulanannya untuk disumbangkan ke panti asuhan atau dirinya akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberi bantuan.

"Eh, nggak usah Ayah. Kia juga gak butuh uang kok" Tolak Zakia halus.

"No, dengerin Mbak Zakia. Kamu harus merubah penampilan kamu, masa nona muda keluarga Wijaya pakai baju begini. Nanti dibilang Ayah gak bisa beliin kamu baju bagus"

"Tapi ini masih bagus, Mbak. Kia bisa pakai baju apa aja selama itu nyaman Kia pakai dan tidak terbuka" Jelas Zakia dengan lembut.

Arya dan Nita tersenyum melihat perdebatan Tania dan Zakia. Sungguh suasananya kini terasa hidup dengan hadirnya Zakia. Tania yang terkadang meledak-ledak dipertemukan dengan Zakia yang lembut dan begitu sabar, pasti akan lucu kedepannya.

"Sudah-sudah. Nia jangan paksa adik kamu jika dia tak ingin" Lerai Nita, itu sukses membuat wajah Tania tertekuk sempurna.

"Ya udah Kia ikutin saran Mbak Nia, tapi gak boleh boros ya" Ucap Zakia karena tak enak hati melihat perubahan ekspresi di wajah Tania.

"Gitu kek dari tadi. Kan gak harus drama pura-pura ngambek dulu"

"Jadi Mbak Nia ngerjain Kia? "

"Eits, gak boleh marah"

"Kia gak marah kok Mbak" Ucap Zakia dengan senyum cantiknya.

"Ini Zakia" Arya menyodorkan kartu kredit pada Zakia.

"Ini untuk apa Ayah? "

"Untuk memenuhi keperluan kamu"

"Bisakah Kia diberi uang cash saja Ayah"

"Kamu tak suka jika Ayah beri kartu ini, bukankah dengan kartu ini kamu bisa belanja apa yang kamu mau dan ayah yang akan membayar tagihannya"

"Bukan begitu maksud Kia Ayah, maaf jika penolakan Kia menyinggung perasaan Ayah. Kia hanya merasa tak pantas jika harus diberi kartu itu, Ayah hanya cukup memberi Kia uang jika Kia ingin membeli sesuatu"

Nita tersenyum bangga pada Zakia. Nita seakan terjerat dengan kelembutan Zakia. Bagaimana dia menjelaskan dengan lembut pada Arya tentang penolakannya. Bagaimana dirinya merendah tak ingin menerima kartu.

"Ambillah nak. Tania juga memilikinya"

"Tapi Bunda, Kia juga tak memiliki sesuatu yang diinginkan jadi kartu itu menurut Kia hanya akan jadi pajangan dompet" Nita terkekeh melihat kepolosan Zakia.

"Ya sudah, buat ini sebagai teman KTP dalam dompet kamu Zakia" Ucap Arya. "Jangan ragu untuk menggunakan itu untuk kebutuhan kamu Zakia. Mulai sekarang kamu anak Ayah dan Bunda, jadi kamu juga berhak mendapat fasilitas apa yang Nia dapatkan" Putusnya mutlak.

Mau tak mau Zakia hanya bisa mengangguk, mendebat juga tak akan ada gunanya. Zakia pikir keluarga ini kerasa kepala.

"Jam sepuluh nanti antarkan kami ke panti asuhan yang merawat mu Kia"

"Untuk apa Ayah? "

"Kita akan mengurus surat adopsi mu, nak"

Mata Zakia berkaca-kaca mendengar penuturan Arya, dirinya masih tak menyangka akan menikmati rasa hangat sebuah keluarga. Bahkan dirinya terisak sekarang.

"Hei hei anak Bunda kenapa menangis hmm? " Tanya Nita dengan memeluk Zakia dari samping.

"Kia tidak apa-apa Bunda. Hanya Kia masih tak percaya, jika Kia akan memiliki sebuah keluarga seperti apa yang Kia bayangkan selama ini" Tutur Kia.

"Mulai sekarang kita adalah keluarga Kia. Jangan sungkan untuk bercerita padaku, Kia. Ingat mulai sekarang aku adalah kakak mu dan namamu adalah... "

"Bisakah tak merubah nama ku? " Tanya Zakia takut-takut.

"Kenapa, nak? "

"Kia masih ingin mengetahui orang tua kandung Kia"

"Baiklah bicarakan itu nanti saja. Sekarang Ayah dan Bunda akan beristirahat sebentar sebelum kita berangkat ke panti nanti"

Arya dan Nita meninggalkan Tania dan Zakia diruang keluarga.

"Mandi saja Kia kamu bau" Goda Tania pada adik barunya itu.

"Enak aja, subuh tadi Kia mandi ya"

"Bau dapur ih"

"Ih Mbak Nia ada-ada aja"

"Udah sana mandi, sekarang pakai baju Mbak. Setelah dari panti kita langsung berangkat beli barang-barang yang kamu butuhkan"

"Baiklah"

Zakia bergegas masuk kembali ke kamar Tania. Setelah cukup lama membersihkan diri Zakia sudah melihat sebuah gaun berwarna tosca di atas kasur, tanpa pikir panjang Zakia langsung memakai gaun tersebut. Berputar sebentar didepan cermin, setelah memastikan semuanya rapi Zakia berniat untuk mencari Tania di bawah. Zakia memang tak memoles wajah dengan make-up, jujur karena dirinya tak tau cara mengaplikasikan make-up.

Zakia menemukan Tania asik bermain dengan ponselnya di ruang keluarga.

"Mbak Nia? " Sapa Zakia membuat Tania langsung menoleh ke arahnya.

"MasyaAllah cantik banget adik Mbak ini"

"Malu Mbak" Wajah Zakia memerah karena malu mendengar pujian Tania.

"Sungguh kamu cantik banget Zakia, tanpa make-up pun kamu udah cantik apalagi pake make-up. Bodoh banget suami kamu itu ninggalin kamu"

"Udah Mbak gak usah bahas itu lagi, Zakia udah ikhlas kok"

"Zakia, ingat Mbak sekarang adalah keluarga kamu, jangan kamu tutupi lagi apapun dari kita ya"

Zakia terharu melihat ketulusan yang terpancar di mata Tania, Zakia hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Tania. Entah keberuntungan apa yang Zakia dapatkan kali ini.

Akhirnya mereka berbincang ringan sambil menunggu Arya dan Nita keluar dari kamarnya. Tak lupa juga mereka memberitahu Alesha bahwa Zakia bersamanya. Itu sukses membuat Alesha kesal terhadap Tania, karena Tania memamerkan Zakia sebagai adiknya. Alesha hanya bisa cemberut melihat Tania yang tertawa puas di balik layar ponsel itu.

"Udah deh Al ngambeknya. Gimana kalo nanti lo ikut aja"

"Kemana? "

"Beli barang-barang Zakia, kamar dia kan masih kosong. Jadi gue mau ajak dia belanja kebutuhan pribadinya"

"Oke siap, jam berapa. Gue pamit Mama dulu"

"Nanti gue kabari lagi, kami akan ke panti dulu"

"Oke gue tunggu"

Zakia baru kembali dari toilet bertepatan dengan Tania mengakhiri sambungannya dengan Alesha.

"Zakia sini Mbak mau bicara"

"Ada apa Mbak? "

"Kamu yakin mau bercerai? "

Zakia terdiam sejenak, memejamkan matanya untuk memantapkan hatinya mengambil keputusan ini dalam hidupnya.

Ingat Zakia, jangan egois. Ada bayi yang harus kamu pikirkan. Batinnya bergejolak.

"InsyaAllah Mbak"

"Baiklah kita bisa siapkan berkas-berkasnya besok, Mbak akan hubungi om nanti untuk membantu mengajukan berkas kamu ke pengadilan"

"Tapi gimana jika Kak Tony tak ingin melepas Zakia? "

Tania terdiam sejenak, ini juga jadi bahan pertimbangannya, dengan tak adanya bukti untuk menuduh Tony selingkuh juga susah.

"Kamu mau di madu? " Tanya Tania tiba-tiba, sontak Zakia menggeleng. "Tenang saja, Mbak pastikan ini akan berjalan dengan mulus"

"Tapi Mbak"

"Tak ada tapi, Kia. Mulai sekarang gapailah apa yang ingin kamu gapai. Carilah kebahagiaan kamu sendiri, ingat sekarang kamu nona muda keluarga Wijaya. Harta, tahta dan keluarga sudah kamu miliki semuanya. Jangan lagi menunduk jika ada yang menghina mu. Kamu paham"

"Maksudnya? "

"Mbak tau jika kamu sering dihina dan dimaki di keluarga mu itu, Kia. Tina yang notabenenya adalah adik ipar kamu itu adalah temen kuliah Mbak, jadi Mbak sudah tau apa yang terjadi di rumah itu"

"Kok bisa? "

"Karena Tina juga tak pernah absen untuk membicarakan kamu dengan teman gosipnya"

"Astaghfirullah, segitu bencinya kah? "

"Sudah tak usah dipikirkan"

Terpopuler

Comments

Mogu

Mogu

ak mau tnya thor kuliah mmg ad matkul olahraga ya🙏🏻tdi ade nya tony kn mnta srpn ktnya hri ni ad matkul olahraga ak yg slh bca ap othor yg slh ketik maaf klu slh🤭🤭🤭

2022-04-12

2

Nova Lasari

Nova Lasari

yang sabar zakia

2022-04-06

1

Sinta Darmawati

Sinta Darmawati

wow wow begitu asyik nya cerita Zakia Tania.

2022-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!