Bab 3

"Dari mana saja kamu gadis kampung? "

Saat memasuki rumah Zakia langsung dihadapkan dengan ibu mertuanya yang berkacak pinggang.

"Itu, Ma. Kia dari... "

"Halah palingan jalan-jalan dia, Ma. Secara Abang kan pulang larut sekarang" adik iparnya menumpahkan minyak pada api yang berkobar.

"Berani kamu ya, mentang-mentang suami gak ada di rumah kamu malah seenaknya sendiri keluyuran. Rumah gak dibersihkan, makan malam gak ada. Mau kamu apa sih? Tiap hari kerjaannya keluyuran aja"

"Kia, gak kemana-mana kok Ma"

"Alasan aja kamu ini ya. Sudah sana cepat masak buat makan malam. Mama nungguin kamu mulai tadi buat masak" bentak ibu mertua Zakia.

"Aku ini menantu atau pembantu sih di rumah ini? " Tanyanya pada diri sendiri saat ia sampai di dapur.

Sedangkan di ruang tamu, adik ipar Zakia tertawa puas melihat kakak iparnya dibentak habis-habisan oleh mamanya. Dari awal Tina, adik ipar Zakia memang tak menyukai kehadirannya di keluarga itu. Bukan hanya karena Zakia tak memiliki keluarga yang jelas. Singkatnya anak panti. Tapi, karena paras Zakia yang memiliki kecantikan tersembunyi, bagaimana tidak? Tanpa polesan make-up saja Zakia sudah terlihat cantik. Apalagi jika dipoles sedikit saja, Tina pastikan bahwa Zakia akan menjadi incaran setiap laki-laki. Rasa iri hati membuat Tina melakukan apapun agar Zakia keluar dan diceraikan oleh kakak laki-laki nya itu. Tapi usahanya selalu gagal karena kakaknya begitu mencintai Zakia. Namun, satu tahun terakhir ini, Tina merasa aneh dengan sikap kakak laki-laki nya, biasanya dia akan marah jika Tina menghina Zakia, tapi kali ini tidak. Tony hanya memperhatikan dalam diamnya. Tak berniat membela atau apapun.

Tina juga berhasil menghasut ibunya untuk membenci Zakia, awalnya Sarah tak terpengaruh dengan ucapan Tina, anaknya. Tapi, lama kelamaan dia juga percaya dengan rumor yang Tina buat untuk mendepak Zakia dari rumah ini. Bahkan Sarah tak segan untuk menjadikan Zakia sebagai menantu layaknya pembantu dirumahnya itu. Sarah juga dengan sengaja memecat asisten rumah tangga nya yang lama. Karena menurutnya sudah ada Zakia yang akan mengurus semuanya.

Lamunan Sarah terhenti berganti dengan kerutan di dahinya. Sarah melihat putranya memasuki rumah itu, tapi siapa wanita yang dirangkul nya itu.

"Ma, kenalin ini Sari" Tony langsung menyapa mamanya dan memperkenalkan wanita yang sedang ia rangkul.

"Sari tante" ucap wanita itu sambil tersenyum.

"Ma? " Tony kembali memanggil mamanya, saat melihat respon Sarah yang hanya diam.

"Ah, iya silahkan duduk"

"Makasih tante" Sarah hanya tersenyum menanggapi ucapan dari wanita bernama Sari itu.

"Jadi? "

"Sari ini pacar sekaligus partner kerja aku, Ma"

Mendengar penuturan putranya Sarah menaikkan sebelah alisnya, tapi sedetik kemudian bibirnya menampilkan senyum lebar.

"Zakia" Sarah sedikit berteriak memanggil Zakia yang sedang berada di dapur.

Zakia yang mendengar ibu mertuanya memanggil langsung tergesa-gesa meninggalkan pekerjaannya. Namun langkahnya terhenti saat melihat suaminya merangkul mesra wanita lain. Wanita yang sama yang dirinya lihat tadi sedang bersatu dengan suaminya. Zakia menatap nyalang pada dua manusia berbeda gender itu. Saat Zakia hendak meluapkan emosinya, seketika diam membatu sebelum mengucapkan satu kata apapun saat mendengar perkataan Sarah.

"Sari kenalin ini Zakia, pembantu di rumah ini"

Zakia sontak menundukkan kepalanya mendengar ucapan Sarah yang mengatakan kalau dia pembantu. Sebegitu memalukannya kah dirinya? Hingga mereka enggan mengakui dirinya sebagai seorang istri dan menantu di rumah ini. Saat dirinya akan membantah, Sarah langsung melotot ke arahnya. Zakia hanya bisa menunduk lagi, menahan tangis.

"Zakia, buatkan minum. Ada tamu ini, kamu ngapain bengong disitu"

Sakit.

Hati Zakia sakit menerima kenyataan ini. Awalnya Zakia berniat berpura-pura tak mengetahui apapun tentang hubungan gelap Tony, agar rumah tangga nya tetap utuh. Namun, siapa sangka Tony bahkan dengan berani membawa selingkuhannya ke rumah dan mengenalkan pada mamanya. Yang tak habis pikir lagi, bahkan Sarah seperti begitu antusias melihat kedatangan Sari.

Zakia akui wanita yang menjadi selingkuhan suaminya itu adalah wanita modis berkarir. Beda dengan dirinya, hanya ibu rumah tangga dengan pakaian kumal dan lusuh.

Setelah memenangkan hatinya dirinya bergegas membuatkan minum untuk tamunya, calon madunya pikirnya. Zakia tak ingin di maki atau dihina di depan wanita itu karena pekerjaannya yang tak becus. Cukup harga dirinya tercoreng karena tak dianggap sebagai menantu di keluarga ini. Jangan lagi dihina didepan wanita yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya.

"Makan malam sudah siap, Zakia? " tanya Sarah setelah Zakia meletakkan minuman di meja.

"Sebentar lagi akan saya hidangkan di meja, saya permisi ke belakang dulu" Zakia langsung undur diri, dirinya tak kuat jika harus melihat suaminya yang bertingkah mesra dengan wanita lain didepan matanya.

"Kita makan malam sebentar lagi, Sari sekalian makan malam disini saja ya"

"Gak usah tante, nanti merepotkan"

"Tak ada yang direpotkan untuk calon mantu" Sari tersipu malu saat mendengar kata 'calon mantu' dari mulut Sarah.

Samar-samar Zakia mendengar pembicaraan mereka yang ada di ruang tamu, hatinya semakin sakit. Lalu Tony menganggap siapa dirinya. Zakia tak mengerti lagi harus berbuat apa sekarang. Hanya penyesalan yang ia rasakan. Andai dulu dirinya mengikuti kata ibu panti, mungkin Zakia tak akan mengalami yang namanya sakit hati seperti ini.

Tak terasa air matanya menetes saat menata makanan di meja makan. Kenyataan pahit selalu Zakia terima sejak kecil. Hingga Zakia remaja memutuskan untuk mencari kebahagiannya sendiri. Hadirlah Tony yang menyayangi Zakia, layaknya malaikat. Kelembutan dan perhatian Tony, membuat Zakia luluh dan akhirnya mau menikah muda.

Namun siapa sangka, jika pernikahannya ternyata di bumbui dengan perselingkuhan Tony. Zakia cukup naif masih berharap Tony akan mempertahankan dirinya sebagai istrinya. Melihat dari cara Tony memandang Sari, membuat hati Zakia kian nyeri. Pasalnya, tatapan mata Tony sama seperti awal pernikahan mereka.

Setelah semuanya tertata rapi di meja makan. Zakia memanggil Sarah dan lainnya, tak lupa dirinya juga mengetuk kamar Tina. Untuk bergabung di meja makan.

"Kamu mau kemana Zakia? " Tanya Tony setelah duduk di meja makan.

"Ke belakang"

"Bergabunglah" Hati Zakia menjerit, bagaimana Zakia akan bergabung untuk makan, jika tempat duduknya saja ditempati oleh Sari.

"Kamu baik sih, Mas. Beruntung deh aku dapet kamu" Ucap Sari sambil mengelus pipi Tony.

"Sini Zakia kita makan bareng, jarang-jarang loh ada majikan baiknya kayak Mas Tony" Pinta Sari. Zakia hanya menampilkan senyum terpaksa nya.

"Saya ke belakang aja, Mbak" Zakia langsung meninggalkan meja makan dengan perasaan yang campur aduk.

Di meja makan Sarah dan Tina saling melirik, kemudian tersenyum penuh kemenangan.

Dibelakang, Zakia menangis dalam diam. Tak terisak sedikitpun. Sungguh kepalanya pening, sejak tadi dirinya menangis. Ini kali pertama Zakia nangis sebanyak ini. Selama di panti Zakia jarang sekali menangis. Dia akan menangis hanya jika rindu kepada orang tuanya.

Beginikah rasanya sakit hati?

Sungguh Zakia tak bisa mengucapkan dengan kata-kata. Dia rela mengorbankan masa mudanya untuk membangun rumah tangga, namun dirinya juga harus rela suaminya berlabuh ke pelukan wanita lain. Miris bukan.

Terpopuler

Comments

Nery Wigati

Nery Wigati

itu Zaskia nya beneran polos apa bodoh ya🤭

2022-11-14

1

ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒

ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒

nyesek

2022-04-15

1

siti hapsah

siti hapsah

thour,moga isi ceritavje depannya ,membuat karakter kia semakin kuat dan berani.

2022-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!