"Dari mana saja kamu gadis kampung? "
Saat memasuki rumah Zakia langsung dihadapkan dengan ibu mertuanya yang berkacak pinggang.
"Itu, Ma. Kia dari... "
"Halah palingan jalan-jalan dia, Ma. Secara Abang kan pulang larut sekarang" adik iparnya menumpahkan minyak pada api yang berkobar.
"Berani kamu ya, mentang-mentang suami gak ada di rumah kamu malah seenaknya sendiri keluyuran. Rumah gak dibersihkan, makan malam gak ada. Mau kamu apa sih? Tiap hari kerjaannya keluyuran aja"
"Kia, gak kemana-mana kok Ma"
"Alasan aja kamu ini ya. Sudah sana cepat masak buat makan malam. Mama nungguin kamu mulai tadi buat masak" bentak ibu mertua Zakia.
"Aku ini menantu atau pembantu sih di rumah ini? " Tanyanya pada diri sendiri saat ia sampai di dapur.
Sedangkan di ruang tamu, adik ipar Zakia tertawa puas melihat kakak iparnya dibentak habis-habisan oleh mamanya. Dari awal Tina, adik ipar Zakia memang tak menyukai kehadirannya di keluarga itu. Bukan hanya karena Zakia tak memiliki keluarga yang jelas. Singkatnya anak panti. Tapi, karena paras Zakia yang memiliki kecantikan tersembunyi, bagaimana tidak? Tanpa polesan make-up saja Zakia sudah terlihat cantik. Apalagi jika dipoles sedikit saja, Tina pastikan bahwa Zakia akan menjadi incaran setiap laki-laki. Rasa iri hati membuat Tina melakukan apapun agar Zakia keluar dan diceraikan oleh kakak laki-laki nya itu. Tapi usahanya selalu gagal karena kakaknya begitu mencintai Zakia. Namun, satu tahun terakhir ini, Tina merasa aneh dengan sikap kakak laki-laki nya, biasanya dia akan marah jika Tina menghina Zakia, tapi kali ini tidak. Tony hanya memperhatikan dalam diamnya. Tak berniat membela atau apapun.
Tina juga berhasil menghasut ibunya untuk membenci Zakia, awalnya Sarah tak terpengaruh dengan ucapan Tina, anaknya. Tapi, lama kelamaan dia juga percaya dengan rumor yang Tina buat untuk mendepak Zakia dari rumah ini. Bahkan Sarah tak segan untuk menjadikan Zakia sebagai menantu layaknya pembantu dirumahnya itu. Sarah juga dengan sengaja memecat asisten rumah tangga nya yang lama. Karena menurutnya sudah ada Zakia yang akan mengurus semuanya.
Lamunan Sarah terhenti berganti dengan kerutan di dahinya. Sarah melihat putranya memasuki rumah itu, tapi siapa wanita yang dirangkul nya itu.
"Ma, kenalin ini Sari" Tony langsung menyapa mamanya dan memperkenalkan wanita yang sedang ia rangkul.
"Sari tante" ucap wanita itu sambil tersenyum.
"Ma? " Tony kembali memanggil mamanya, saat melihat respon Sarah yang hanya diam.
"Ah, iya silahkan duduk"
"Makasih tante" Sarah hanya tersenyum menanggapi ucapan dari wanita bernama Sari itu.
"Jadi? "
"Sari ini pacar sekaligus partner kerja aku, Ma"
Mendengar penuturan putranya Sarah menaikkan sebelah alisnya, tapi sedetik kemudian bibirnya menampilkan senyum lebar.
"Zakia" Sarah sedikit berteriak memanggil Zakia yang sedang berada di dapur.
Zakia yang mendengar ibu mertuanya memanggil langsung tergesa-gesa meninggalkan pekerjaannya. Namun langkahnya terhenti saat melihat suaminya merangkul mesra wanita lain. Wanita yang sama yang dirinya lihat tadi sedang bersatu dengan suaminya. Zakia menatap nyalang pada dua manusia berbeda gender itu. Saat Zakia hendak meluapkan emosinya, seketika diam membatu sebelum mengucapkan satu kata apapun saat mendengar perkataan Sarah.
"Sari kenalin ini Zakia, pembantu di rumah ini"
Zakia sontak menundukkan kepalanya mendengar ucapan Sarah yang mengatakan kalau dia pembantu. Sebegitu memalukannya kah dirinya? Hingga mereka enggan mengakui dirinya sebagai seorang istri dan menantu di rumah ini. Saat dirinya akan membantah, Sarah langsung melotot ke arahnya. Zakia hanya bisa menunduk lagi, menahan tangis.
"Zakia, buatkan minum. Ada tamu ini, kamu ngapain bengong disitu"
Sakit.
Hati Zakia sakit menerima kenyataan ini. Awalnya Zakia berniat berpura-pura tak mengetahui apapun tentang hubungan gelap Tony, agar rumah tangga nya tetap utuh. Namun, siapa sangka Tony bahkan dengan berani membawa selingkuhannya ke rumah dan mengenalkan pada mamanya. Yang tak habis pikir lagi, bahkan Sarah seperti begitu antusias melihat kedatangan Sari.
Zakia akui wanita yang menjadi selingkuhan suaminya itu adalah wanita modis berkarir. Beda dengan dirinya, hanya ibu rumah tangga dengan pakaian kumal dan lusuh.
Setelah memenangkan hatinya dirinya bergegas membuatkan minum untuk tamunya, calon madunya pikirnya. Zakia tak ingin di maki atau dihina di depan wanita itu karena pekerjaannya yang tak becus. Cukup harga dirinya tercoreng karena tak dianggap sebagai menantu di keluarga ini. Jangan lagi dihina didepan wanita yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya.
"Makan malam sudah siap, Zakia? " tanya Sarah setelah Zakia meletakkan minuman di meja.
"Sebentar lagi akan saya hidangkan di meja, saya permisi ke belakang dulu" Zakia langsung undur diri, dirinya tak kuat jika harus melihat suaminya yang bertingkah mesra dengan wanita lain didepan matanya.
"Kita makan malam sebentar lagi, Sari sekalian makan malam disini saja ya"
"Gak usah tante, nanti merepotkan"
"Tak ada yang direpotkan untuk calon mantu" Sari tersipu malu saat mendengar kata 'calon mantu' dari mulut Sarah.
Samar-samar Zakia mendengar pembicaraan mereka yang ada di ruang tamu, hatinya semakin sakit. Lalu Tony menganggap siapa dirinya. Zakia tak mengerti lagi harus berbuat apa sekarang. Hanya penyesalan yang ia rasakan. Andai dulu dirinya mengikuti kata ibu panti, mungkin Zakia tak akan mengalami yang namanya sakit hati seperti ini.
Tak terasa air matanya menetes saat menata makanan di meja makan. Kenyataan pahit selalu Zakia terima sejak kecil. Hingga Zakia remaja memutuskan untuk mencari kebahagiannya sendiri. Hadirlah Tony yang menyayangi Zakia, layaknya malaikat. Kelembutan dan perhatian Tony, membuat Zakia luluh dan akhirnya mau menikah muda.
Namun siapa sangka, jika pernikahannya ternyata di bumbui dengan perselingkuhan Tony. Zakia cukup naif masih berharap Tony akan mempertahankan dirinya sebagai istrinya. Melihat dari cara Tony memandang Sari, membuat hati Zakia kian nyeri. Pasalnya, tatapan mata Tony sama seperti awal pernikahan mereka.
Setelah semuanya tertata rapi di meja makan. Zakia memanggil Sarah dan lainnya, tak lupa dirinya juga mengetuk kamar Tina. Untuk bergabung di meja makan.
"Kamu mau kemana Zakia? " Tanya Tony setelah duduk di meja makan.
"Ke belakang"
"Bergabunglah" Hati Zakia menjerit, bagaimana Zakia akan bergabung untuk makan, jika tempat duduknya saja ditempati oleh Sari.
"Kamu baik sih, Mas. Beruntung deh aku dapet kamu" Ucap Sari sambil mengelus pipi Tony.
"Sini Zakia kita makan bareng, jarang-jarang loh ada majikan baiknya kayak Mas Tony" Pinta Sari. Zakia hanya menampilkan senyum terpaksa nya.
"Saya ke belakang aja, Mbak" Zakia langsung meninggalkan meja makan dengan perasaan yang campur aduk.
Di meja makan Sarah dan Tina saling melirik, kemudian tersenyum penuh kemenangan.
Dibelakang, Zakia menangis dalam diam. Tak terisak sedikitpun. Sungguh kepalanya pening, sejak tadi dirinya menangis. Ini kali pertama Zakia nangis sebanyak ini. Selama di panti Zakia jarang sekali menangis. Dia akan menangis hanya jika rindu kepada orang tuanya.
Beginikah rasanya sakit hati?
Sungguh Zakia tak bisa mengucapkan dengan kata-kata. Dia rela mengorbankan masa mudanya untuk membangun rumah tangga, namun dirinya juga harus rela suaminya berlabuh ke pelukan wanita lain. Miris bukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Nery Wigati
itu Zaskia nya beneran polos apa bodoh ya🤭
2022-11-14
1
ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒
nyesek
2022-04-15
1
siti hapsah
thour,moga isi ceritavje depannya ,membuat karakter kia semakin kuat dan berani.
2022-04-09
1