Bab 7

Ini pagi pertama Zakia sebagai anak angkat di keluarga Tania. Namun karena kebiasaannya bangun subuh dan melakukan ibadah sholat subuh dan tak tidur kembali. Sekarang Zakia kebingungan akan melakukan apa. Dirinya berpikir ingin memasak saja.

Zakia lantas menuju dapur, meninggalkan Tania yang masih bergelut dengan selimutnya. Zakia mengecek bahan yang ada di kulkas, ternyata cukup banyak. Karena hanya berdua dengan Tania, Zakia berniat memasak yang simple saja.

Zakia tidak tahu Tania terbiasa sarapan apa ketika pagi. Jadi dirinya terpaksa menyediakan dua menu sekaligus. Zakia akan membuat nasi goreng dan roti bakar. Ya itu saja. Pikirnya.

Satu jam Zakia bergelut di dapur, terlihat dirinya sangat terampil memainkan peralatan dapur dan teman-temannya. Bahkan Zakia menyempatkan membuat brownis kukus saat melihat banyak bahan kue di rumah ini. Zakia tau ini lancang, tapi dirinya tak bisa menahan hasrat untuk mengolah bahan tersebut.

Tiga puluh menit setelah Zakia keluar dari kamarnya, Tania terbangun. Ketika membuka mata tak melihat Zakia disisinya tak membuat Tania pusing, mungkin Zakia sedang mandi atau keluar. Itu saja yang ada dipikiran Tania. Tania langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Dua puluh menit setelahnya Tania menyelesaikan ritual mandinya. Tania langsung berganti baju dan memoles make-up tipis diwajahnya. Karena dirinya ingat saat ini akan mengantar adiknya untuk berbelanja. Tania berjanji akan membuat Zakia berubah. Karena menurut Tania, Zakia itu cantik, tidak bahkan sangat cantik. Hanya saja itu tersembunyi dibalik penampilan sederhana Zakia. Maka dari itu Tania akan membuang sedikit kesederhanaan Zakia, karena bagaimanapun sekarang Zakia adalah nona muda kedua dari keluarga Wijaya.

Setelah selesai dengan urusannya Tania langsung mencari keberadaan Zakia dirumahnya. Belum juga mencari Zakia, indera penciuman Tania sudah disuguhkan dengan aroma yang lezat. Tanpa berpikir panjang lagi Tania langsung menuju arah dapur, dirinya yakin itu pasti Zakia. Pasalnya di rumah ini pembantu hanya datang saat sore hari untuk membersihkan rumah. Setelah itu kembali lagi ke rumah utama.

Saat sampai di meja makan, Tania melihat dua porsi nasi goreng dan tiga buah roti bakar. Meskipun hanya nasi goreng dan roti bakar, itu saja sudah membuat Tania meneguk ludahnya kasar. Bagaimana tidak, aroma yang menggoda ditambah dengan penampilan masakan yang begitu cantik sungguh menggugah selera. Tania jadi merasa akan makan di restoran. Ada-ada saja otaknya ini memang. Tapi Ngomong-ngomong Tania belum melihat Zakia, apa masih di dapur? Tanpa berpikir lagi Tania langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur. Benar saja Zakia masih di situ, tak menyadari kedatangan Tania karena posisi Zakia membelakangi Tania.

"Allah" Kaget Zakia saat berbalik mendapati Tania yang berdiri di belakangnya. "Mbak Nia bikin kaget aja" Tambahnya.

"Hehehe maaf lagian kamu serius banget sih, emang lagi ngapain? "

"Ini tadi Kia buat brownies kukus, gak papa kan Mbak? Kia pakai bahan yang ada" Zakia berucap sambil menunduk. Tania dibuat gemas dengan tingkah Zakia.

"Gak papa kok, itu bahan punya bunda. Bunda sering buat eksperimen" Jawab Tania sambil tertawa.

"Eksperimen? "

"Iya, bunda itu sering belajar gitu bikin kue. Ya meskipun hasil gagal terus tapi bunda terus mencoba" Jelas Tania.

"Kenapa bisa gitu? "

"Karena tante pinter bikin kue, sedang bunda nggak. Jadi bunda pengen kayak tante"

"Hahaha, ada-ada aja bunda. Padahal passion tiap orang kan beda, Mbak"

"Bunda susah dibilangin" Ucap Tania.

"Iya kayak kamu ya, Nia" Tania langsung terdiam mendengar suara lembut yang familiar di telinganya.

Mampus. Batinnya mengumpat.

Tania berbalik, terlihat di sana berdiri dua orang paruh baya berbeda gender dengan penuh karisma diusianya yang tak lagi muda.

Tania hanya menampilkan deretan gigi putihnya saat melihat kedua orang tuanya berdiri berdampingan.

"Eh ayah sama bunda kapan sampai? " Tanya Tania basa-basi.

Mendengar Tania menyebut dua orang itu dengan sebutan ayah dan bunda, Zakia langsung meletakkan brownies kukus yang ia pegang sejak tadi. Dirinya langsung maju, menyalami kedua orang yang akan menjadi orang tua angkatnya mulai saat ini.

Nita dan Arya kaget melihat tingkah Zakia, namun beberapa derik setelahnya mereka tersenyum hangat. Betapa sopan nya calon anak angkatnya ini. Bahkan Arya langsung memeluk Zakia. Zakia yang mendapat pelukan tiba-tiba langsung kaget dan mematung ditempat. Dirinya bingung harus berbuat apa. Namun, Zakia memberanikan diri untuk membalas pelukan Arya. Zakia memeluk Arya dengan lembut sambil memejamkan matanya. Hangat. Sehangat inikah pelukan seorang ayah? Tak terasa air matanya menetes membasahi kemeja yang Arya pakai.

"Ya ampun kenapa menangis, nak. Apa Ayah memelukmu terlalu erat? " Zakia tersenyum sambil menggeleng.

"Ayah kau apakan putriku? "

"Ayah apakan adikku? " Nita dan Tania bertanya bersamaan.

Hening.

Hingga mereka tersadar saat mendengar Zakia terkekeh. Mereka takjub, Zakia begitu manis saat tertawa seperti itu.

"Bunda, Mbak Nia, Kia gak papa kok. Cuma Zakia baru tau rasanya jika dipeluk seorang Ayah sehangat dan setenang ini" Ucap Zakia dengan senyum yang tetap terpatri di wajahnya. Meskipun sorot matanya berkata lain. Sungguh Zakia wanita yang luar biasa, bisa menutupi segala luka yang ada dalam jiwanya.

Mendengar ucapan Zakia mereka langsung memeluk Zakia secara bersamaan. Entah mengapa setiap kali melihat Zakia, Nita merasa ada perasaan familiar, namun entah apa itu. Nita tak ingin menebaknya, biarkan takdir mengatur bagaimana baiknya saja.

"Kia sesak" Cicit Zakia karena dipeluk tiga orang sekaligus.

Mereka langsung melepas pelukannya dan tertawa bersama. Nita tak sengaja menangkap wangi kue di sekitarnya langsung mengedarkan pandangannya. Hingga fokusnya terjatuh pada brownies yang yang masih mengepulkan asap tipis.

"Ini siapa yang buat? " Tanya Nita entah pada siapa karena dirinya tak melihat lawan bicaranya.

"Ah, maaf Bunda tadi Kia buat itu pakai bahan kue Bunda"

"Tak apa Kia. Kamu membuatnya sendiri? "

"Ya hanya berbekal insting saja Bunda" Jawab Zakia malu.

"Berapa kali mencoba? "

"Satu kali"

"Langsung jadi? " Zakia hanya mengangguk.

"Wah hebat kamu Zakia" Zakia menaikkan sebelah alisnya mendengar pujian Arya.

"Hebat kenapa? "

"Dalam satu kali percobaan kamu langsung berhasil, kalau Bunda berkali-kali belum tentu jadi meskipun mengikuti resep"

"Passion Bunda bukan di kue kali, makanya gagal terus" Celetuk Zakia. "Tapi Zakia juga belum cicipi, tampilan boleh mulus kalau rasa cacat sama aja gagal Ayah"

"Pengetahuan kamu tentang kue cukup baik juga Zakia"

"Ah tidak juga Bunda, Kia hanya sering menonton acara masak saat di rumah suami"

"Suami? " Arya mengernyit bingung. Apa maksudnya Zakia mengatakan suami? Apakah Zakia ini sudah menikah? Bukankah umurnya baru akan memasuki dua puluh tahun?

"Mending Ayah tanyanya nanti aja, sekarang Nia laper. Kia udah masak juga" Keluhan Nia.

"Kamu masak Zakia? " Tanya Nita terkejut. Zakia hanya mengangguk sopan.

"Ah, biar Zakia kembali membuat nasi goreng. Kia hanya membuat dua porsi, karena Kia kira hanya berdua dengan Mbak Nia"

"Tak perlu Kia, biarkan nasi gorengnya dimakan ayah dan bunda. Kamu dan aku makan roti bakarnya saja tak apa kan? " Tania meminta persetujuan.

"Apa akan kenyang? " Zakia tak yakin.

"Nia hanya terbiasa makan selembar roti jika pagi, Kia. Jadi itu pasti cukup. Tapi kalau kamu kurang kamu bisa membuatnya lagi, atau biarkan bunda yang memakan itu. Kamu bisa makan nasi gorengnya biar kenyang"

"Ah tak perlu Bunda, Kia akan makan rotinya saja. Sebentar Kia buatkan teh buat Ayah dan Bunda. Mbak Nia mau juga? "

"Tolong buatkan aku susu saja Zakia"

"Baiklah"

Zakia bergegas ke dapur lagi untuk membuat minuman.

Terpopuler

Comments

Shuhairi Nafsir

Shuhairi Nafsir

Thor muga benar Zakia itu anaknya Arya sama Nita. adiknya Tania

2022-04-10

1

Nova Lasari

Nova Lasari

moga ini jalan kebahagian buat zakia

2022-04-06

2

Sinta Darmawati

Sinta Darmawati

awal bahagiamu Zakia.

2022-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!