Tolong komen dan masukannya ya kakak sekalian, jangan lupa jika ada typo tolong diberitahu, agar author lebih baik lagi kedepannya.
happy Reading all
...****************...
"Assalamualaikum" seru Zakia dari luar.
"Wa'alaikumussalam"
Zakia masuk membawa kresek besar di tangannya. Apalagi jika bukan pesanan sang Bunda.
"Bunda minta belikan buah segitu banyak buat apaan? " tanya Arya yang melihat kresek yang dibawa Zakia.
"Buat stok aja, Yah. Kan kita akan disini sampai Tania menikah" jawab Nita.
"Oh iya Bunda, ini rumah siapa? " tanya Zakia, karena sejak kemarin sampai dirinya bingung saat sampai di rumah ini.
"Ini rumah kita Zakia. Ini rumah utama" jawab Arya.
"Terus yang di komplek itu rumah siapa? "
"Itu juga rumah kita, Bunda meminta pindah ke sana agar memiliki tetangga katanya. Lihat sendiri disini kita udah kayak orang terisolasi saja" jawaban Nita mengundang gelak tawa semuanya.
"Oh, iya besok temani Bunda ke rumah yang di komplek ya, Kia" ajak Nita.
"Nggih Bunda" jawab Zakia kalem.
"Mau apa Bun? "
"Nyebar undangan Tania Ayah, gimana sih"
"Masih lama Bunda. Tania nikah masih satu bulan lagi"
"Dilanjutkan ya, Kia ke belakang dulu. Mau bersihkan buah sama sekalian masak makan siang. Lele nya ada dimana Bunda? " tanya Zakia.
"Udah ah, Bunda ikut kamu aja ke belakang. Ayah gak asik" langsung menarik Zakia ke belakang.
Arya hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya. Terkadang Arya berpikir istrinya ini hanya nurut sama Zakia sejak kehadirannya di keluarganya. Ketika marah, dirinya dan Tania tak bisa meredam kemarahannya, namun Zakia dengan mudahnya menghilangkan emosinya yang menggebu.
Jika dipikir lagi, Zakia ini mirip adiknya, sabar, penyayang, ramah dan bersikap dewasa. Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Tania merasa dekat dengan Zakia.
Sedang di belakang, tepatnya di dapur Zakia sedang mencuci buah-buahan yang dibelinya tadi.
"Ini lele nya mau dimasak apa, non? " tanya salah satu ART di sana.
"Kia sih maunya di masak pedas manis sama di goreng aja dulu, bi. Tapi nanti bumbunya dari Kia. Ini buat tester sama Mbak Nia"
"Ada rencana dijual ya, non? "
"Alhamdulillah iya bi. Do'akan usaha Kia lancar sampai pembukaan restoran"
"Amin non amin. Semoga rame ya, non"
"Amin bi. Makanya nanti kalo Kia ajakin masak mau ya, bi"
"Siap non, nanti bibi bantu"
"Itu tolong di bersihkan dulu ya lele nya bi, Kia mau masukin buah dulu ke dalam kulkas. Bunda kemana? "
"Ibu ke taman belakang sebentar, non. Katanya mau ambil tomat" Zakia hanya mengangguk dan meneruskan langkahnya.
Begitulah Nita jika sedang berada di rumah utama. Meskipun gelar sosialita menempel pada kesehariannya. Namun itu tak membuat jiwa ibu rumah tangga nya hilang. Bahkan dirinya lebih senang belanja di pasar dari pada di supermarket yang sudah terjamin akan kualitasnya. Menurutnya, tawar menawar adalah hal yang menarik. Nita sering menawar barang hingga harga tertentu, meskipun nanti dirinya tetap akan membayar lebih dengan harga awal.
Selain itu, Nita juga senang dengan namanya kegiatan bercocok tanam. Buktinya halaman belakang rumahnya berisi dengan aneka sayur yang ditanam dengan cara hidroponik. Semua hasil kerja kerasnya. Meskipun tak banyak tapi cukup lah untuk memenuhi kebutuhan dapurnya untuk sehari-hari.
"Zakia mana bi? "
"Lagi menata buah di kulkas, bu"
"Itu lele mau dimasak apa katanya? "
"Pedas manis sama di goreng katanya, bu"
"Ya sudah saya buat bumbunya dulu"
"Eh maaf sebelumnya bu. Tapi tadi non Kia bilang mau buat bumbu sendiri"
"Oh iya sudah. Jangan lupa masak nasi ya, bi. Itu juga cumi di kulkas sekalian diolah. Saya mandi dulu, gerah habis panas-panasan"
"Siap bu"
Nita berlalu dari dapur langsung menuju kamarnya.
"Katanya masak Bunda? " tanya Arya setelah melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
"Awalnya iya, tapi tadi bibi bilang kalau Zakia yang mau buat bumbu olahan lele nya ya Bunda kesini aja, mau mandi gerah"
"Emang dari mana Bunda, belum masak juga kok udah gerah? "
"Habis dari kebun, metikin tomat sama kawan-kawannya" Arya hanya mengangguk mendengar penjelasan sang istri.
Tak dipungkiri Arya bangga pada istrinya, Nita berbeda dengan kebanyakan sosialita yang lainnya. Jika kebanyakan sosialita lainnya lebih memilih berkumpul di suatu tempat hanya untuk nongkrong, Nita lebih memilih berdiam diri di rumah dan menyibukkan dirinya. Karena menurutnya, hal seperti itu tak berguna. Karena selain bergosip pasti tak akan ada bahasan bermutu ditengahnya.
Di dapur Zakia mulai bertempur dengan bumbu-bumbu dapur yang akan ia gunakan untuk eksekusi masakannya kali ini. Bahkan para ART hanya diperkenankan menonton dan memberitahu Zakia jika Zakia salah. Awalnya mereka menolak, namun karena keras kepala seorang Zakia akhirnya mereka menyerah.
Zakia dihadapkan dengan dua menu masakan yang berbeda. Di sisi lain ada cumi, disisi satunya ada Lele. Baiklah mungkin dirinya akan butuh bantuan.
"Bi, ini cumi nya sudah dibersihkan? " tanya Zakia.
"Sudah, non"
"Tolong dipotong dan ditusuk pakai tusuk sate ya, Kia mau buat cumi bakar"
"Kenapa gak langsung aja non? "
"Kia mau buat sate cumi bibi cantik, nah ditengahnya kan bolong tuh. Ada stok bakso tidak? " tanya Zakia lagi.
"Ada di kulkas, non"
"Nah, tolong ambilkan ya bi, kalau beku tolong juga dihilangkan es nya"
"Terus habis itu non" rupanya para ART di sana begitu semangat membantu Zakia memasak.
"Itu saja dulu nanti kalau sudah baru kasih tau Kia"
"Itu kenapa gak diblender aja, non" tanya salah satunya karena melihat Zakia mulai mengulek bumbu di atas cobek.
"Karena menurut Kia. Hasil yang diblender dengan yang diulek itu beda bi. Yang diulek lebih kaya rasa dan aromanya kuat"
"Terus kalau buat banyak, masa iya bumbunya diulek semua, non? "
"Kalau bibi mau bantu buat ngulek Kia mah ayo ayo aja" jawab Kia terkekeh.
"Non ih, seneng bener ngerjain bibi"
"Non, ini cuminya sudah dipotong-potong"
"Sini Kia kasih contoh dulu. Yang lain tolong siapin panggangan ya" mereka hanya mengangguk, beberapa dari mereka mengerubungi Zakia.
Mereka tak menyangka jika anak angkat dari majikannya ini begitu baik, tak sombong seperti kebanyakan anak kaya lainnya. Bedanya Zakia dan Tania adalah, jika Zakia begitu semangat dalam memasak, maka Tania dari dulu begitu bersemangat dalam hal mencicipi makanan. Bahkan para ART yang memasak dibuat pusing dengan tingkah Tania jika sudah di dapur.
"Jadi, ini baksonya di masukin ke tengah lubang daging cuminya ini. Nah posisinya gini baru ditusuk. Isi sekitar tiga sampai empat saja dalam satu tusuk ya, bi" ART yang melihat instruksi dari Zakia mengangguk paham. Setelahnya melanjutkan pekerjaan Zakia.
Sedangkan Zakia sendiri berkutat kembali dengan bumbu yang belum selesai ia racik.
"Ini bumbu buat lele pedas manisnya, bi" ucap Zakia setelah menyelesaikan satu bumbu lelenya.
"Yang digoreng mau langsung digoreng atau gimana non? "
"Kia buat lele krispi kayaknya asik tuh bi, daripada digoreng begitu aja"
"Enak kayaknya itu non"
"Berarti dipisah ya bi, yang separuh buat di goreng separuhnya lagi dibuat pedas manis"
"Asiap non"
"Aish, si bibi gak ketinggalan jaman rupanya" yang lain tertawa mendengar seloroh Zakia.
Mereka mulai berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Namun masih Zakia semua yang menghandle. Mulai dari menyiapkan bumbu hingga mengoreksi rasa semua Zakia yang melakukan.
"Nasinya udah, bi? "
"Sampun non"
"Langsung ditata di meja makan, Kia buat sambalnya dulu. Tolong cucikan cabe rawit dan tomat nya ya bi"
"Siap non cantik"
Zakia mulai membuat tiga macam sambal. Menurutnya ini cukup, dirinya masih ingin bereksperimen dengan sambal, bukankah Indonesia memiliki aneka macam sambal. Mungkin, itu nanti akan dirinya coba.
Zakia menghidangkan tiga macam sambal, sambal bawang, sambal matah, dan sambal tomat. Harusnya cocok untuk teman lele krispi buatannya. Untuk lele pedas manisnya Zakia rasa ditambah lalap timun atau kubis sudah menjadi paduan yang sempurna. Untuk cuminya tak usah ditambah apapun karena Zakia sudah membuat cumi itu kaya rasa. Zakia tak ingin membuat makanan yang mewah, maunya itu sederhana namun kaya rasa. Karena tak semua orang bisa makan makanan mewah.
Setelah dirasa semuanya selesai, Zakia meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk mandi. Selain karena gerah, sebentar lagi juga masuk waktu dzuhur jadi sekalian menurutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Mira Erlan Sopi Erlan
enak lele dimasak gitu aku suka tor
2023-05-27
0
Evi 060989
jangan konflik melulu thor
2023-04-07
0
Arin
bacanya aja udh ngiler,Krn ikan lele itu kesukaan sy Thor....🤤
2022-06-17
0