Bab 14

Tolong komen dan masukannya ya kakak sekalian, jangan lupa jika ada typo tolong diberitahu, agar author lebih baik lagi kedepannya.

happy Reading all

...****************...

"Assalamualaikum" seru Zakia dari luar.

"Wa'alaikumussalam"

Zakia masuk membawa kresek besar di tangannya. Apalagi jika bukan pesanan sang Bunda.

"Bunda minta belikan buah segitu banyak buat apaan? " tanya Arya yang melihat kresek yang dibawa Zakia.

"Buat stok aja, Yah. Kan kita akan disini sampai Tania menikah" jawab Nita.

"Oh iya Bunda, ini rumah siapa? " tanya Zakia, karena sejak kemarin sampai dirinya bingung saat sampai di rumah ini.

"Ini rumah kita Zakia. Ini rumah utama" jawab Arya.

"Terus yang di komplek itu rumah siapa? "

"Itu juga rumah kita, Bunda meminta pindah ke sana agar memiliki tetangga katanya. Lihat sendiri disini kita udah kayak orang terisolasi saja" jawaban Nita mengundang gelak tawa semuanya.

"Oh, iya besok temani Bunda ke rumah yang di komplek ya, Kia" ajak Nita.

"Nggih Bunda" jawab Zakia kalem.

"Mau apa Bun? "

"Nyebar undangan Tania Ayah, gimana sih"

"Masih lama Bunda. Tania nikah masih satu bulan lagi"

"Dilanjutkan ya, Kia ke belakang dulu. Mau bersihkan buah sama sekalian masak makan siang. Lele nya ada dimana Bunda? " tanya Zakia.

"Udah ah, Bunda ikut kamu aja ke belakang. Ayah gak asik" langsung menarik Zakia ke belakang.

Arya hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya. Terkadang Arya berpikir istrinya ini hanya nurut sama Zakia sejak kehadirannya di keluarganya. Ketika marah, dirinya dan Tania tak bisa meredam kemarahannya, namun Zakia dengan mudahnya menghilangkan emosinya yang menggebu.

Jika dipikir lagi, Zakia ini mirip adiknya, sabar, penyayang, ramah dan bersikap dewasa. Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Tania merasa dekat dengan Zakia.

Sedang di belakang, tepatnya di dapur Zakia sedang mencuci buah-buahan yang dibelinya tadi.

"Ini lele nya mau dimasak apa, non? " tanya salah satu ART di sana.

"Kia sih maunya di masak pedas manis sama di goreng aja dulu, bi. Tapi nanti bumbunya dari Kia. Ini buat tester sama Mbak Nia"

"Ada rencana dijual ya, non? "

"Alhamdulillah iya bi. Do'akan usaha Kia lancar sampai pembukaan restoran"

"Amin non amin. Semoga rame ya, non"

"Amin bi. Makanya nanti kalo Kia ajakin masak mau ya, bi"

"Siap non, nanti bibi bantu"

"Itu tolong di bersihkan dulu ya lele nya bi, Kia mau masukin buah dulu ke dalam kulkas. Bunda kemana? "

"Ibu ke taman belakang sebentar, non. Katanya mau ambil tomat" Zakia hanya mengangguk dan meneruskan langkahnya.

Begitulah Nita jika sedang berada di rumah utama. Meskipun gelar sosialita menempel pada kesehariannya. Namun itu tak membuat jiwa ibu rumah tangga nya hilang. Bahkan dirinya lebih senang belanja di pasar dari pada di supermarket yang sudah terjamin akan kualitasnya. Menurutnya, tawar menawar adalah hal yang menarik. Nita sering menawar barang hingga harga tertentu, meskipun nanti dirinya tetap akan membayar lebih dengan harga awal.

Selain itu, Nita juga senang dengan namanya kegiatan bercocok tanam. Buktinya halaman belakang rumahnya berisi dengan aneka sayur yang ditanam dengan cara hidroponik. Semua hasil kerja kerasnya. Meskipun tak banyak tapi cukup lah untuk memenuhi kebutuhan dapurnya untuk sehari-hari.

"Zakia mana bi? "

"Lagi menata buah di kulkas, bu"

"Itu lele mau dimasak apa katanya? "

"Pedas manis sama di goreng katanya, bu"

"Ya sudah saya buat bumbunya dulu"

"Eh maaf sebelumnya bu. Tapi tadi non Kia bilang mau buat bumbu sendiri"

"Oh iya sudah. Jangan lupa masak nasi ya, bi. Itu juga cumi di kulkas sekalian diolah. Saya mandi dulu, gerah habis panas-panasan"

"Siap bu"

Nita berlalu dari dapur langsung menuju kamarnya.

"Katanya masak Bunda? " tanya Arya setelah melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.

"Awalnya iya, tapi tadi bibi bilang kalau Zakia yang mau buat bumbu olahan lele nya ya Bunda kesini aja, mau mandi gerah"

"Emang dari mana Bunda, belum masak juga kok udah gerah? "

"Habis dari kebun, metikin tomat sama kawan-kawannya" Arya hanya mengangguk mendengar penjelasan sang istri.

Tak dipungkiri Arya bangga pada istrinya, Nita berbeda dengan kebanyakan sosialita yang lainnya. Jika kebanyakan sosialita lainnya lebih memilih berkumpul di suatu tempat hanya untuk nongkrong, Nita lebih memilih berdiam diri di rumah dan menyibukkan dirinya. Karena menurutnya, hal seperti itu tak berguna. Karena selain bergosip pasti tak akan ada bahasan bermutu ditengahnya.

Di dapur Zakia mulai bertempur dengan bumbu-bumbu dapur yang akan ia gunakan untuk eksekusi masakannya kali ini. Bahkan para ART hanya diperkenankan menonton dan memberitahu Zakia jika Zakia salah. Awalnya mereka menolak, namun karena keras kepala seorang Zakia akhirnya mereka menyerah.

Zakia dihadapkan dengan dua menu masakan yang berbeda. Di sisi lain ada cumi, disisi satunya ada Lele. Baiklah mungkin dirinya akan butuh bantuan.

"Bi, ini cumi nya sudah dibersihkan? " tanya Zakia.

"Sudah, non"

"Tolong dipotong dan ditusuk pakai tusuk sate ya, Kia mau buat cumi bakar"

"Kenapa gak langsung aja non? "

"Kia mau buat sate cumi bibi cantik, nah ditengahnya kan bolong tuh. Ada stok bakso tidak? " tanya Zakia lagi.

"Ada di kulkas, non"

"Nah, tolong ambilkan ya bi, kalau beku tolong juga dihilangkan es nya"

"Terus habis itu non" rupanya para ART di sana begitu semangat membantu Zakia memasak.

"Itu saja dulu nanti kalau sudah baru kasih tau Kia"

"Itu kenapa gak diblender aja, non" tanya salah satunya karena melihat Zakia mulai mengulek bumbu di atas cobek.

"Karena menurut Kia. Hasil yang diblender dengan yang diulek itu beda bi. Yang diulek lebih kaya rasa dan aromanya kuat"

"Terus kalau buat banyak, masa iya bumbunya diulek semua, non? "

"Kalau bibi mau bantu buat ngulek Kia mah ayo ayo aja" jawab Kia terkekeh.

"Non ih, seneng bener ngerjain bibi"

"Non, ini cuminya sudah dipotong-potong"

"Sini Kia kasih contoh dulu. Yang lain tolong siapin panggangan ya" mereka hanya mengangguk, beberapa dari mereka mengerubungi Zakia.

Mereka tak menyangka jika anak angkat dari majikannya ini begitu baik, tak sombong seperti kebanyakan anak kaya lainnya. Bedanya Zakia dan Tania adalah, jika Zakia begitu semangat dalam memasak, maka Tania dari dulu begitu bersemangat dalam hal mencicipi makanan. Bahkan para ART yang memasak dibuat pusing dengan tingkah Tania jika sudah di dapur.

"Jadi, ini baksonya di masukin ke tengah lubang daging cuminya ini. Nah posisinya gini baru ditusuk. Isi sekitar tiga sampai empat saja dalam satu tusuk ya, bi" ART yang melihat instruksi dari Zakia mengangguk paham. Setelahnya melanjutkan pekerjaan Zakia.

Sedangkan Zakia sendiri berkutat kembali dengan bumbu yang belum selesai ia racik.

"Ini bumbu buat lele pedas manisnya, bi" ucap Zakia setelah menyelesaikan satu bumbu lelenya.

"Yang digoreng mau langsung digoreng atau gimana non? "

"Kia buat lele krispi kayaknya asik tuh bi, daripada digoreng begitu aja"

"Enak kayaknya itu non"

"Berarti dipisah ya bi, yang separuh buat di goreng separuhnya lagi dibuat pedas manis"

"Asiap non"

"Aish, si bibi gak ketinggalan jaman rupanya" yang lain tertawa mendengar seloroh Zakia.

Mereka mulai berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Namun masih Zakia semua yang menghandle. Mulai dari menyiapkan bumbu hingga mengoreksi rasa semua Zakia yang melakukan.

"Nasinya udah, bi? "

"Sampun non"

"Langsung ditata di meja makan, Kia buat sambalnya dulu. Tolong cucikan cabe rawit dan tomat nya ya bi"

"Siap non cantik"

Zakia mulai membuat tiga macam sambal. Menurutnya ini cukup, dirinya masih ingin bereksperimen dengan sambal, bukankah Indonesia memiliki aneka macam sambal. Mungkin, itu nanti akan dirinya coba.

Zakia menghidangkan tiga macam sambal, sambal bawang, sambal matah, dan sambal tomat. Harusnya cocok untuk teman lele krispi buatannya. Untuk lele pedas manisnya Zakia rasa ditambah lalap timun atau kubis sudah menjadi paduan yang sempurna. Untuk cuminya tak usah ditambah apapun karena Zakia sudah membuat cumi itu kaya rasa. Zakia tak ingin membuat makanan yang mewah, maunya itu sederhana namun kaya rasa. Karena tak semua orang bisa makan makanan mewah.

Setelah dirasa semuanya selesai, Zakia meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk mandi. Selain karena gerah, sebentar lagi juga masuk waktu dzuhur jadi sekalian menurutnya.

Terpopuler

Comments

Mira Erlan Sopi Erlan

Mira Erlan Sopi Erlan

enak lele dimasak gitu aku suka tor

2023-05-27

0

Evi 060989

Evi 060989

jangan konflik melulu thor

2023-04-07

0

Arin

Arin

bacanya aja udh ngiler,Krn ikan lele itu kesukaan sy Thor....🤤

2022-06-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!