Bab 5

Setelah berbagi cerita dengan Tania, kini Zakia kembali lagi ke rumah Tony dengan perasaan yang sedikit tenang dari yang tadi. Karena menurut Zakia dirinya masuk ke keluarga ini dengan baik, maka keluar pun harus dengan baik.

Sebenarnya Zakia tak kuasa jika harus mengambil keputusan ini. Tapi dirinya juga tak mau di madu. Butuh berapa stok sabar lagi untuk Zakia keluarkan agar dia dianggap oleh keluarga ini.

Tapi Zakia adalah wanita berbeda. Meskipun emosinya sedang menggebu minta disalurkan dari dalam tubuhnya, namun yang tampak diluar hanyalah wajah tenang dia. Bahkan ketika dirinya di maki atau dihina, Zakia hanya memasang wajah tenang. Seperti makian dan hinaan itu bukan ditujukan untuk nya.

Kini Zakia sampai dipuncak kesabarannya, stok sabarnya sudah habis untuk keluarga ini. Cukup mereka menginjak harga dirinya. Cukup dirinya dianggap bodoh selama ini. Jika saja Tony tak mengajak Sari ke rumah ini, mungkin Zakia akan tetap bersikap seperti tak terjadi apa-apa. Namun, nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi tak bisa diulangi lagi.

Disini lah Zakia sekarang, didalam kamar, tempat dimana dia biasa menghabiskan waktu dengan suaminya. Tempat yang tahun pertama pernikahannya begitu indah. Hingga berubah menjadi hambar karena perubahan sikap Tony.

Zakia melihat Tony duduk bersandar pada sandaran kasur dengan mata terpejam. Sepertinya Tony tak sadar jika Zakia masuk ke dalam kamarnya. Tapi Zakia tau jika Tony masih terjaga.

"Kak? " Tony membuka mata mendengar sapaan Zakia.

"Zakia"

"Aku minta kakak siapin berkas perceraian kita, biar aku yang mengajukan ke pengadilan"

"Nggak, Kia. Kakak gak akan... "

Suara Tony terhenti ketika ponselnya bergetar, setelah membaca siapa yang memanggil dia tak langsung menggeser tombol hijau. Dirinya malah menatap ke arah Zakia.

"Angkatlah, aku juga ingin tahu apa yang akan dia bicarakan di larut malam seperti ini"

Sungguh wanita yang luar biasa bukan? Zakia membiarkan suaminya mengangkat telfon dari selingkuhannya di depan mata kepalanya sendiri. Bahkan dirinya yang mengijinkan.

Tony segera menggeser tombol hijau pada ponselnya.

"Yang" Sapa Sari diujung sana. Jika didengar dari nada suaranya, sepertinya wanita itu terlihat bahagia.

"Iya? " Jawab Tony kikuk, pasalnya Zakia tengah memperhatikan dirinya.

"Kamu tau kenapa aku telfon kamu tengah malam begini? "

"Kenapa? "

"Aku ada kabar bahagia"

"Kabar? Bahagia? Apa? " Sungguh Tony merutuki kebodohannya, dirinya bahkan gugup saat berbicara dengan Sari.

"Aku hamil, dan ini anak kamu. Anak kita"

DUAR...

Baik Zakia maupun Tony terdiam seketika. Mereka masih mencerna baik-baik apa yang barusan telinga mereka dengar. Otak mereka serasa berkerja dengan lambat setelah mendengar kalimat terakhir Sari.

"Kamu masih di sana kan? "

"Ah iya? "

"Kok kamu diem? Kamu gak bahagia ya sama kabar ini? "

"Eh nggak kok. Eh.. Anu. Nanti aku telfon lagi" Tony langsung mematikan panggilannya.

Kini dirinya mendapati Zakia sedang tersenyum tipis di depannya. Namun, sorot matanya mengatakan kebalikannya. Banyak luka yang tersimpan rapi dalam sorot mata itu. Kekecewaan yang berlindung dibalik tatapan teduh itu. Amarah yang bersembunyi dalam pancaran mata bahagia itu. Kini Tony bisa melihat semuanya dalam mata istrinya. Walaupun diluar Zakia tampak tersenyum, tapi hatinya kini berteriak, menangis dengan pilu.

"Kia, kakak... "

"Ceraikan aku, Kak. Nikahi Mbak Sari"

"Tapi, Kia"

"Gak ada alasan kakak buat gak nikahin Mbak Sari"

"Tapi kakak sayang kamu Zakia" Lirih Tony.

"Jika seseorang memang benar-benar sayang dan mencintai pasangannya, dia tak akan tergoda oleh rumput tetangga meskipun rumput itu lebih segar. Justru sebaliknya dia akan berusaha bagaimana agar rumput miliknya bisa segar"

Tony terdiam, perkataan Zakia memukul titik lemahnya. Membela diri juga tak akan bisa karena dirinya memang salah. Tony melihat Zakia mengeluarkan koper dan mulai memasukkan satu per satu bajunya dari dalam lemari.

"Kakak siapkan saja berkasnya besok, Kia yang akan mengurusnya"

"Tak bisakah kita mencari jalan lain selain perceraian, Zakia? "

"Poligami maksud kakak? " Zakia menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap dalam mata Tony.

"Poligami dibolehkan jika kakak mampu dan bisa berbuat adil. Kakak mampu untuk menafkahi dua istri dengan pekerjaan kakak yang sekarang, Kia yakin itu. Meskipun selama menjadi istri kakak, Kia tak pernah menerima apa itu namanya nafkah dari seorang suami"

"Dan adil. Ini yang tak akan Zakia dapatkan kak. Jika kakak melakukan poligami, kakak akan melupakan Zakia"

"Kakak janji tidak akan Zakia"

"Laki-laki yang dipegang ucapannya kak, diawal hubungan kita dibentuk kakak berjanji akan bertanggungjawab penuh atas hidup Zakia, tapi sekarang apa? Kakak menghianati kepercayaan Zakia. Bukankah kakak juga sering menghabiskan waktu kakak dengan Mbak Sari daripada dengan Zakia, yang notabene nya adalah istri sah kakak" Zakia menekan kalimat terakhirnya.

"Ikhlaskan Zakia kak, Kia janji tak akan menganggu hubungan kakak lagi kedepannya"

"Tidak Zakia"

"Kakak tidak boleh egois. Ingat calon buah hati kakak sudah tumbuh di rahim Mbak Sari, bukan di rahim Kia. Jadi gak ada alasan kakak untuk menghindar dari masalah ini"

"Tapi, Kia"

"Jika kakak tetap ingin melakukan poligami, itu sama saja kakak membunuh Kia secara perlahan. Karena apa? Kia akan jadi bahan omongan tetangga sekitar. Akan timbul banyak sekali gosip diluar sana, itu akan memberatkan Kia, kak. Jadi Kia mohon ikhlaskan Kia. Jika suatu hari kita bertemu tanpa sengaja Kia janji akan berpura-pura tak kenal dengan kakak" Tony melotot tak percaya dengan ucapan Zakia.

"Segitu inginnya kamu lepas dari ku Zakia? " Ucap Tony dengan nada meremehkan.

"Kia masih muda, Kak. Kia ingin melanjutkan urusan Kia yang tertunda"

"Urusan? "

"Kia ingin mengejar mimpi Kia. Kia ingin melanjutkan kuliah, Kia"

"Aku bisa membiayai kuliah kamu asal kamu tetap jadi istri aku, Kia"

"Dua tahun kak" Ucap Zakia seraya tersenyum.

"Hah? "

"Dua tahun pernikahan kita, Kia selalu menunggu kakak mendaftarkan Kia kuliah seperti yang kakak ucapkan diawal. Kakak akan membiayai Kia kuliah saat menikah nanti. Karena apa? Kakak tak ingin fokus Kia terbagi jika harus berkuliah sambil bekerja. Itu yang kakak ucapkan dulu bukan? Lalu sekarang apa? Perkataan yang sama lagi? "

Tony bungkam, benar kata Zakia. Sebelum menikahi Zakia dirinya telah berjanji akan membiayai kuliahnya. Namun, sampai sekarang bahkan dirinya lupa untuk mendaftarkan Zakia untuk kuliah.

Zakia melanjutkan kegiatannya karena melihat Tony yang terdiam karena ucapannya. Mereka masih larut dengan kegiatan masing-masing. Tony dengan pikirannya, Zakia dengan pakaiannya.

Zakia duduk disisi ranjang setelah selesai memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper yang tadi ka ambil.

"Kak? " Tony hanya diam tak menjawab, namun dirinya mendengar saat Zakia memanggilnya.

"Jika kakak nanti menikah dengan Mbak Sari. Usahakan untuk tidak berkumpul satu rumah dengan mama"

"Rumah tangga itu dibangun dengan diskusi impian dua orang yang saling melengkapi. Apa jadinya jika ada orang lain hadir ikut masuk dalam diskusi. Semua tergantung bagaimana dua orang dalam bersikap sih, karena diskusi tersebut bisa membawa kearah bahagia bisa pula ke arah kehancuran"

"Kak, sesungguhnya tak semua menantu itu nyaman tinggal satu atap dengan mertuanya. Bukan hanya canggung, tapi mereka akan merasa seperti diawasi. Mereka akan takut melakukan kesalahan, padahal takut adalah hal yang memicu terjadinya sebuah kesalahan"

"Kak dalam hubungan pernikahan, mertua tak dianjurkan ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya. Boleh orang tua menasehati namun sebatas menasehati, tak lebih jauh. Orang tua yang baik akan membiarkan dua insan dalam ikatan rumah tangga mengambil keputusan sendiri, mereka hanya akan mengingatkan jika dua insan mulai menyimpang atau salah jalan. Tugas mertua hanya menasehati bukan mencampuri"

"Kak, jika kau menikah dengan Mbak Sari nanti. Diskusikan semuanya dengan istrimu, bukan dengan ibumu. Karena apa? Dia pendamping mu saat ini. Dia yang akan melayani dari kau bangun tidur hingga tidur lagi. Minta lah pendapatnya agar dia merasa dihargai dan dihormati"

"Kak, jika kau menikah nanti. Tanyakanlah keadaan istrimu, bagaimana perasaannya. Karena tak semua wanita dapat mengungkapkan isi hatinya dengan mudah. Sebagian dari mereka akan memilih memendam seluruh keluh dan kesahnya daripada berbagi. Jika itu terjadi hubungan rumah tangga tak akan sehat, karena tak adanya keterbukaan keduanya"

"Kak, jadilah ayah yang baik untuk anak-anak mu kelak. Bimbing mereka dengan lembut, kak. Ingatkan mereka jika salah, giring kembali mereka ke jalan yang seharusnya"

"Kamu laki-laki baik, kak. Cuma kamu sedang khilaf saja saat melakukan itu. Aku memaafkan mu. Selamat tinggal calon ayah, semoga bahagia"

Tanpa menunggu respon dari Tony, Zakia langsung menyeret kopernya keluar dari kamar itu.

Terpopuler

Comments

Nery Wigati

Nery Wigati

Zaskia kamu luar bisa👍

2022-11-14

0

Noni Kartika Wati

Noni Kartika Wati

suka sama karakter Zakia yg ga cengeng 👍

2022-10-14

0

Arin

Arin

bgus Kia ini yg sy suka,wnita klo udh di khianti aplgi sampe si cweny hamil sbge istri yg udh di khianti ya mnding Kya gtu,mundur itu lbih baik....smngt KIA smga nanti kmu jdi orng sukses biar ngga di remehin orng 👍💪

2022-06-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!