Tony sadar dari lamunannya setelah cukup lama. Dia menelisik seluruh kamar, berharap istrinya masih disini. Merasa tak ada tanda-tanda adanya Zakia, Tony bangkit untuk mencari Zakia ke setiap sudut di rumah ini. Namun lagi-lagi hasilnya nihil, Tony tak mendapatkan adanya Zakia.
Tony melihat jam yang terpasang si ruang tengah. Ini hampir dini hari, kemana Zakia. Tony berlari keluar rumahnya, juga tak mendapati Zakia di sana.
Ya Tuhan kemana kamu Zakia. Batinnya.
Dengan lunglai Tony masuk kedalam rumahnya, semangatnya hilang. Kepergian Zakia ternyata memberi pukulan telak pada dirinya, kenapa baru sekarang dirinya sadar jika ia tak bisa melakukan apapun tanpa Zakia.
Sedangkan disisi lain, Zakia sedang terisak dalam dekapan Tania. Memang sejak keluar dari gerbang rumah keluarga Prasetya, Zakia langsung dijemput Tania. Dibawanya Zakia ke rumahnya.
Rupanya Tania sudah memberitahukan kedua orang tuanya pasal ingin menjadikan Zakia adik angkatnya. Namun siapa sangka Zakia disambut dengan hangat dalam keluarga itu. Awalnya Zakia tak berharap lebih, tapi saat melihat tatapan teduh Bunda Tania dirinya merasa yakin. Meskipun hanya bersua melalui panggilan video, tapi Bunda Tania berjanji akan kembali esok untuk melihat anak angkatnya.
Tania hanya bisa tersenyum saat keluarganya menerima Zakia dengan tangan terbuka. Entahlah, Tania merasa ada perasaan akrab dengan Zakia. Tania akan merasa marah jika melihat Zakia menangis. Aneh bukan? Bukankah mereka baru bertemu beberapa jam yang lalu. Tapi, seorang Zakia mampu membuat Tania yang tak peduli pada siapapun tergerak hatinya. Bahkan menjadikan Zakia orang terdekatnya.
"Istirahat lah nak, Nia antar Zakia ke kamarmu dulu. Malam ini tak apa kan jika kalian tidur berdua? " Tanya Nita diujung sana.
"Tak apa Bunda" Jawab Tania.
"Besok Bunda akan kembali. Zakia jangan sungkan, kami keluarga mu nak. Setelah ini Bunda akan meminta ayah meresmikan surat adopsi mu nak" Air mata Zakia semakin deras mengalir saat mendengar penuturan Nita.
"Jangan menangis Zakia, Bunda tak mau melihat air mata kamu lagi nak"
"Makasih Bunda" Zakia tersenyum.
"Nah seperti itu. Kamu cantik saat tersenyum, nak" Zakia tersipu malu saat Nita memujinya.
"Baiklah Bunda. Nia akhiri, Bunda hati-hati jika ingin kembali ke sini. Assalamu'alaikum" Setelah mendengar jawaban salam dari Nita, Tania langsung mematikan panggilannya.
"Ayo Zakia kita istirahat. Tapi, terlebih dahulu kamu harus membersihkan diri dulu"
"Baiklah Mbak. Kia permisi ke kamar mandi dulu"
"Jangan terlalu kaku Zakia, kamu adik aku mulai sekarang" Zakia hanya menjawab dengan senyuman.
Tania membereskan tempat tidurnya yang cukup berantakan, karena sebelum ke taman dan bertemu Zakia dirinya mengerjakan tugas di atas tempat tidur. Alhasil, tempat tidurnya layaknya kapal pecah.
Lima belas menit kemudian Zakia keluar dengan wajah segarnya, meskipun masih terlihat jika matanya sembab. Namun, Zakia terlihat lebih segar saat ini.
Tania melihat pakaian yang Zakia kenakan hanya bisa menggeleng pelan. Bagaimana mungkin istri dari seorang manager bisa berpakaian kusut seperti ini, bukankah gaji seorang manager itu cukup besar.
"Zakia besok kita akan belanja"
"Maksud Mbak Nia? "
"Jangan lagi kenakan baju itu, Kia"
"Tapi ini masih nyaman dipakai kok, Mbak"
"Tidak, sebagai adik dari seorang Tania Wijaya kamu tak boleh berpakaian lusuh lagi. Bisa diomelin Bunda aku, Kia" Ucap Tania dengan gaya dramatis nya. Zakia hanya tertawa menanggapi ucapan kakak angkatnya itu.
"Baiklah itu terserah Mbak saja. Kia ngikut, tapi Kia gak ada uang Mbak" Tania tersenyum melihat Zakia yang mulai terbuka padanya.
"Masalah uang gampang, besok kita bertemu bos besar. Kita akan palak dia bersama" Setelah mengatakan itu Tania tertawa terbahak-bahak. Zakia heran dibuatnya.
"Bos besar itu siapa? Bosnya Mbak Nia? "
Tania hanya bisa menepuk jidatnya, ya ampun polos sekali adik angkatnya ini.
"Kau akan tau besok Zakia. Lebih baik sekarang tidur"
"Baiklah" Zakia merebahkan tubuhnya di samping Tania yang terlentang.
"Selamat malam Mbak Nia, jangan lupa mimpi indah" Ucap Zakia.
Mendengar itu Tania hanya bisa tersenyum lebar, sungguh menggemaskan Zakia ini.
...****************...
Pagi ini di keluarga Prasetya terjadi keributan kecil. Bagaimana tidak mereka sudah berkumpul di meja makan. Namun, tak ada satu pun makanan yang tersaji. Sarah dan Tina heran tak biasanya Zakia telat menyajikan sarapan. Kemudian Sarah mencari Zakia ke dapur, namun tak ada.
Apa mungkin Zakia masih tidur?. Pikirnya.
Hingga tak lama setelahnya Tony menghampiri meja makan berniat untuk memulai sarapan juga. Dirinya melupakan jika istrinya telah meninggalkan dirinya.
"Ma sarapannya mana? "
"Mama yang harusnya bertanya, kemana Zakia. Kenapa sarapannya belum siap"
"Iya Kak. Biasanya jam segini udah terhidang di meja makan" Heran Tina.
"Loh, tapi Zakia gak ada di kamar"
"Hah? " Kompak Sarah dan Tina.
"Kelayapan kemana sih wanita itu, pagi-pagi bukannya siapin sarapan malah keluar gak jelas" Sarah memulai ceramah pagi itu.
"Iya, istri Kakak itu gak becus tau nggak. Masa ngurusin rumah aja gak bisa. Mana aku ada kelas pagi sekarang, masa gak sarapan" Gerutu Tina.
"Lihat itu Tony, istri kamu itu tampang doang polos, aslinya mah liar"
Tony terdiam mendengar mama dan adiknya mengoceh menjelekkan Zakia.
"Zakia" Lirih Tony dengan menahan air matanya.
"Ada apa Tony, dimana Zakia? " Tanya Sarah sambil clingak-clinguk mencari keberadaan Zakia.
"Zakia udah pergi, Ma"
"Hah? Apa? Coba ulangi? "
"Zakia udah pergi, Ma" Ulang Tony.
"Maksud kamu apa, bicara yang jelas sama orang tua Tony"
"Zakia pergi semalam, Zakia menggugat cerai aku Ma" Tangisnya pecah, Sarah kaget melihat putranya menangis.
"Bagus dong, jadi kamu bisa menikah dengan Sari bukan? "
"Iya, Kak. Lagian Mbak Kia juga cantikan Mbak Sari, lebih modis Mbak Sari"
Tony hanya diam, tak menanggapi ocehan mama dan adiknya. Dirinya masih terpikirkan kata-kata Zakia semalam. Benarkah Zakia akan menggugat cerai dirinya, Tony seakan tak percaya. Zakia wanita lemah lembut itu, wanita sabar itu menyerah untuk rumah tangga nya. Tony masih bimbang dengan hatinya, haruskah melepas Zakia? Atau menikahi Sari yang sedang mengandung? Benarkah Sari mengandung anaknya?
Pikiran Tony berkecamuk, bahkan mamanya yang sejak tadi mengomentari sikap Zakia bersama sang adik tak ia hiraukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
4RB14 B14
suka bangat ceritanya thor 👍👍👍
2022-06-11
0
Magello🌷
up
2022-04-12
1
Lia liana
kalau sdah tiada baru terasa,
bahwa kehadiran ny sungguh berharga
lanjut 🎶🎶🎶
2022-04-10
2