Hari ini bahagia untuk Tania. Sejak subuh tadi dirinya sudah dipaksa bangun untuk dirias untuk acara akad jam delapan nanti. Bahkan sejak semalam Tania tak diijinkan turun dari kamarnya karena permintaan adiknya itu. Bukan karena apa Zakia melarang Tania turun, karena dirinya sedang mendekor ruangan yang akan digunakan untuk prosesi ijab kabul nanti.
Zakia turun tangan secara langsung dalam acara kali ini, bahkan saat sanak saudaranya datang dirinya tak begitu menghiraukan karena harus kesana kemari mengecek persiapan acara.
Karena akad dan resepsi diadakan di tempat yang berbeda membuat Zakia begitu sibuk. Mulai dari gedung, catering hingga busana yang akan dipakai untuk acara nanti semua Zakia yang mengecek secara langsung. Memastikan berulang-ulang agar tidak ada kesalahan. Dirinya berangkat pagi pulang malam, langsung masuk begitu saja ke dalam kamarnya karena kelelahan.
Karena di samping mempersiapkan pernikahan Tania, usaha restoran Zakia juga sudah mulai beroperasi. Jadi dirinya benar-benar sibuk mengurusi ini itu. Bahkan Zakia turun langsung ke dapur untuk mempersiapkan menu yang akan dijual di restorannya.
Bahkan pagi ini saja Zakia harus dibangunkan oleh Nita untuk bersiap. Karena selepas sholat subuh tadi Zakia memilih untuk memejamkan matanya sebentar. Zakia yang kaget dibangunkan langsung berlari ke arah kamar mandi guna mempersiapkan diri. Karena dirinya yang akan menemani Tania di kamar nanti.
Dibawah tampak para anggota keluarga juga sudah berkumpul, besan pun sudah datang. Tinggal menunggu pak penghulu dan petugas dari KUA datang acara akan dimulai.
Undangan kali ini cukup banyak karena Nita juga mengundang tetangga di kompleknya. Jangan lupakan kehadiran Tony dan seluruh anggota keluarganya, karena bagaimanapun mereka masih termasuk tetangga di rumah Tania yang di komplek.
Kakek dan nenek Tania juga hadir di sana, duduk bersama dengan orang tua Alesha. Alesha sendiri sedang berada di kamar tempat Tania di rias. Menemani mempelai wanita yang sedang di landa gugup setengah mati itu.
"Gugup ya, Nia? "
"Banget, Al. Liat aja sampek keringetan gini, aduh" ucap Tania yang sejak tadi mondar-mandir di depan Alesha.
"Duduk deh, Nia. Pusing aku liatnya"
"Namanya juga gugup, Al. Mana bisa diam sih? "
"Oh, Zakia mana? "
"Tar lagi paling kesini. Masih bersiap mungkin"
Tania begitu anggun menggunakan kebaya modern berwarna putih pilihan adiknya itu. Karena Tania ingin acara ini sakral dan romantis sengaja Zakia mengambil tema berwarna putih dengan sedikit sentuhan baby pink. Mengingat Tania yang begitu feminim.
Alesha juga tak kalah cantik menggunakan seragam keluarga inti yang sebelumnya sudah di tentukan. Alesha menggunakan kebaya berwarna peach dengan dipadukan batik yang yang Tania pilih dari pabrik tekstil milik Zakia.
Tak lama setelahnya Zakia masuk juga dengan pakaian yang senada dengan Alesha. Bedanya Zakia tak memakai kebaya, namun memakai gaun semi kebaya yang dirinya minta temannya untuk mendesain sekaligus menjahit nya.
Zakia begitu anggun dengan balutan hijab yang dibuat formal, hijab polos berwarna senada dengan pakaian yang dikenakan. Bahkan Alesha dan Tania terpesona dengan kecantikan seorang Zakia, meskipun hanya tersapu make-up tipis yang membalut wajahnya. Namun, kecantikan seorang Zakia tak terbantahkan. Apalagi seiring bertambahnya usia, Zakia terlihat semakin cantik dan imut secara bersamaan. Pembawaannya diri yang tenang dan lemah lembut membuat siapa saja nyaman berasa didekatnya.
Tak ada yang menyadari atau belum sadar saja, jika wajah Alesha dan Zakia kian mirip, apa karena tersapu oleh polesan make-up atau hal lain?
Bedanya hanya saja, Alesha tak memakai hijab sedangkan Zakia mengenakan hijab. Jika mereka berjalan beriringan pasti mereka akan dikira saudara kembar. Meskipun bukan.
Sampai di kamar Tania, Zakia langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Melanjutkan tidurnya.
"Kia? " panggil Tania.
"Bentar Mbak, Kia pusing. Lima menit lagi bangunin Zakia"
Tania diam, enggan menganggu Zakia lagi. Pernah sekali dirinya menganggu adiknya yang sedang ngantuk berat, berakhir dengan Zakia yang ngambek dan enggan membuka pintu kamarnya. Hal itu membuat Tania mendapat omelan dari Nita sepanjang hari.
Sepuluh menit berlalu acara di bawah juga sudah di mulai, Tania mencoba membangunkan Zakia.
"Kia, bangun"
"Iya Kia udah bangun Mbak"
Zakia mulai membuka matanya, melihat sekelilingnya dan duduk.
"Acara udah mulai? " tanya Zakia.
"Baru di mulai" Tania menunjuk ke arah layar yang menghubungkan dengan kejadian yang berlangsung di lantai bawah.
Zakia menoleh ke arah layar yang terpampang di sudut kamar Tania.
"Kia" panggil Alesha dengan suara kecil.
Zakia menoleh melihat siapa yang memanggil dirinya.
"Kak Al" teriak Zakia langsung memeluk Alesha erat.
"Kakak kangen" ucap Alesha seraya membalas pelukan Zakia tak kalah eratnya. Entahlah dirinya begitu merindukan wanita mungil di pelukannya ini.
"Kia juga kangen, baru jumpa sekarang. Kakak kapan balik dari luar negeri? "
"Satu minggu yang lalu, tapi kakak kesini kamu lagi sibuk kata Bu De"
Zakia melepaskan pelukannya, "hehehe biasa lah, lagi coba buka usaha, Kak. Kakak wajib mampir pokoknya"
"Gampang itu, nanti kakak bantu promosiin deh"
"Wah rejeki nih"
"Khem.. Aku dilupain nih" ucap Tania cemberut.
"Ceila, gitu aja ngambek" Zakia dan Alesha memeluk Tania secara bersamaan
*
Di lantai bawah acara sudah berlangsung. Albert berhadapan langsung dengan Arya selaku ayah dari wanita yang akan dinikahinya.
Acara pengucapan ijab kabul berjalan lancar. Dalam satu tarikan nafas Albert berhasil menjadikan Tania menjadi istrinya. Banyak air mata yang menetes karena hari, di dukung dengan suasana yang begitu sakral dan romantis. Bahkan beberapa tamu undangan berdecak kagum melihat dekorasi yang Zakia buat.
Saat nya mempelai wanita turun untuk menemui suaminya. Tania turun digandeng oleh Zakia dan Alesha kanan dan kirinya.
Melihat rombongan itu turun para tamu undangan menahan nafas sejenak, bagaimana tidak. Kecantikan mereka tak lazim, kecantikan khas keturunan keluarga Wijaya.
Kakek dan nenek Tania bahkan terdiam melihat Zakia yang tersenyum saat menuntun Tania turun. Tanpa sadar air mata mereka menetes.
Bahkan mama Alesha sudah menangis saat melihat Zakia pertama kali keluar, mengharuskan dirinya memeluk suaminya agar tak menjadi pusat perhatian.
"Mbak Nita, siapa gadis yang ada di samping Tania? "
"Alesha kan"
"Bukan, satunya"
"Putri ku, Zakia"
Deg...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Arin
waduh kebnaran mulai terungkap nich...😍
2022-06-17
0
Diianna
Zakia adik kandung nya alesha ya kannnn
2022-04-12
1
Nova Lasari
kebenaran mulai terungkap
2022-04-06
3