Bab 13

Hari ini Zakia berniat keluar guna mencari bangunan yang akan dirinya sewa untuk restorannya, karena untuk memasak makan siang masih terlalu pagi. Setelah Tania pergi bersama tunangannya, disusul Zakia juga keluar menggunakan mobilnya.

Jangan salah jika Zakia tak bisa mengendarai mobil, berhijab bukan halangan untuk menghalangi kebebasannya. Bahkan Zakia menjalin pertemanan dengan siapa saja, meskipun di luar negeri terkenal dengan pergaulan bebasnya, itu tak membuat seorang Zakia ikut terseret arus tersebut. Pertemanannya memang bebas, namun Zakia mampu menjaga batasannya sebagai seorang perempuan. Mungkin pada awalnya dirinya bergabung dengan temannya dianggap aneh, karena hanya dirinya yang menggunakan hijab namun itu tak membuat semangatnya surut untuk menjalin pertemanan. Terbukti, dirinya memiliki banyak teman dengan kalangan yang berbeda-beda.

Zakia berputar mengelilingi jalanan pusat kota saat ini. Berjalan tanpa arah karena memang selain mencari bangunan dirinya juga mencari lokasi yang strategis untuk restorannya. Karena Zakia mau restorannya dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Akhirnya Zakia berhenti di salah satu gedung bertuliskan di sewakan. Zakia menarik sudut bibirnya, akhirnya setelah dua jam berkeliling dirinya menemukan juga tempat untuk usaha barunya. Zakia turun untuk melihat informasi yang dipasang di depan gedung tersebut. Mencacat nomor yang bisa dihubungi lalu menoleh melihat sekitarnya.

Gedung ini berada di areal yang cukup ramai, samping kirinya toko yang cukup besar. Mungkin tempat toko-toko kecil mengambil barang untuk dijual kembali. Samping kanannya adalah tanah lapang yang cukup luas. Melihat ini senyum Zakia kembali terbit, dia berniat menyewa lahan tersebut juga, karena gedung didepannya hanya memiliki sedikit tempat parkir, maka jika Zakia juga menyewa lahan tersebut maka restoran miliknya akan memiliki area parkir yang cukup luas. Gedung ini bersebrangan langsung dengan sekolahan yang berjejer dari sekolah dasar hingga tingkat kuliah. Jadi menurut Zakia tempat ini sangat cocok untuk dijadikan restoran.

Zakia menancapkan paku keyakinan di dalam hatinya, dia bertekad untuk membesarkan usahanya jika berhasil nanti. Agar nantinya dirinya tak perlu merepotkan orang tua angkatnya, karena sampai sekarang Zakia masih sungkan untuk meminta uang pada orangtuanya.

"Assalamualaikum Bunda? " panggilan dari Nita memecah lamunan Zakia.

" ... "

"Baiklah, nanti Kia akan mampir dulu. Ada lagi, Bunda? "

" ... "

"Lelenya sudah diantar ke rumah Bunda? "

" ... "

"Baiklah, ini Kia sudah dalam perjalanan pulang. Assalamualaikum Bunda cantikku"

Zakia langsung memasuki mobilnya dan mulai melajukan kendaraannya membelah jalanan. Mencari supermarket karena Nita memintanya untuk membeli buah segar. Setelah mendapat tempat parkir, Zakia langsung bergegas turun dan masuk. Memulai perjalanannya didalam supermarket. Dalam hati Zakia berdoa semoga tidak kalap kali ini. Karena dirinya pernah berbelanja berlebihan saat di luar negeri. Apalagi saat melihat sayuran segar otak Zakia seakan langsung memiliki ide untuk diolah seperti apa.

"Kan kan ayo loh jangan macet sekarang" gumam Zakia sambil menepuk kepalanya pelan. "Kebiasaan ih ini otak, suka gak tau tempat kalau macet mikir"

Zakia melangkahkan kakinya menuju stand buah-buahan, dirinya lupa Nita meminta dibelikan buah apa saja saat di telfon tadi.

"Apel, jeruk, alpukat, anggur, melon, apalagi ya? " Zakia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Dihadapkan dengan buah-buahan segar membuat otaknya kembali bekerja dengan cepat. Lalu dirinya tersenyum. Sepertinya dia harus mempercepat mengurus pembukaan restorannya, jangan biarkan ide ini menguap.

Karena saking fokusnya memilih buah, Zakia berjalan tanpa melihat ke depan.

Brugh...

"Astagfirullah" pekik Zakia kaget saat melihat buah yang dipilihnya berceceran di lantai, terlebih ada anak kecil yang duduk. Zakia yakin anak ini yang ditabrak nya tanpa sengaja tadi.

"Adek gak papa? " tanya Zakia panik melihat anak laki-laki yang menatapnya intens.

"Emm, Rich gak papa tante"

Zakia membantu anak itu berdiri, memeriksa keadaannya sebentar setelah memastikan tak ada luka atau yang lainnya, Zakia bernapas lega. Dirinya takut anak kecil ini terluka, karena benturan tadi cukup kuat.

"Kamu dengan siapa disini? "

"Rich bersama Papa dan bibi. Tapi Rich nyasar" jawab bocah itu dengan senyum tampannya.

"Baiklah, tante akan mengambil buah dulu, setelah itu baru antar kamu ke Papa kamu. Ganteng bisa tunggu disini? " anak laki-laki yang menyebut dirinya Rich itu mengangguk patuh.

Mata anak itu berbinar cerah saat melihat kelembutan Zakia. Bagaimana rasa khawatir Zakia padanya, membuat bocah laki-laki berusia lima tahun itu menancapkan paku keyakinan di hatinya. Dirinya tersenyum-senyum sendiri saat membayangkan apa yang ada di otaknya.

"Hei ganteng kenapa tersenyum? " tanya Zakia membuat Rich kaget.

"Tak apa, tante"

"Baiklah, ayo tante temani mencari papa dan bibi mu"

Rich hanya mengangguk dan melingkarkan tangan mungilnya pada tangan Zakia. Melihat itu Zakia hanya tersenyum lembut menatap bocah kecil tampan ini.

"Dimana tadi Rich berpisah dengan papa? " tanya Zakia lembut.

"Di sana" Rich menunjuk ke arah kiri, tempat dimana barang-barang anak kecil dijual.

"Baiklah, coba kita cek siapa tau papa Rich masih di sana" Zakia menuntun langkah kecil Rich menuju tempat yang ditunjuk.

Samar-samar Zakia mendengar suara seorang laki-laki seperti sedang menegur bawahannya karena lalai. Setelah sampai Zakia mendapati punggung kokoh yang sedang menegur wanita paruh baya yang tampak menunduk ketakutan.

"Papa" seru Rich.

"Baby. Ya Tuhan nak, Papa khawatir. Kamu dari mana saja? " laki-laki itu langsung merengkuh Rich kedalam pelukannya, tampak kelegaan terpancar di wajah tampannya.

"Rich bosan. Jadi Rich jalan-jalan"

"Lain kali ijin Papa dulu, kalau kamu hilang bagaimana? "

"Maafin Rich, Papa" cicit Rich dengan mata berkaca-kaca.

"Jangan menangis, Papa tidak marah hanya khawatir saja. Jadi jangan menangis, oke? " Rich hanya mengangguk mendengar bujukan ayahnya.

Zakia masih terdiam di tempatnya menyaksikan drama anak dan ayah ini. Sungguh keluarga yang harmonis.

"Papa, tante ini yang mengantar Rich kesini" ucap Rich sambil menatap Zakia.

"Terimakasih nona, maaf jika anak saya merepotkan"

"Tidak Tuan, sudah sepatutnya kita untuk saling tolong menolong"

"Papa ajak tante makan siang" bisik Rich pada ayahnya.

"Eh" Papa Rich menatap putranya dengan tatapan tak percaya, sedangkan Rich memasang wajah imut andalannya.

"Rich tante duluan ya, mari tuan. Assalamu'alaikum" Zakia hendak berbalik namun diurungkan karena panggilan dari pria didepannya

"Eh, nona? "

"Ya Tuan? "

"Bisakah kita makan siang bersama, anggap saja sebagai tanda terimakasih saya pada anda"

"Terimakasih untuk ajakannya, namun maaf saya sudah ditunggu oleh bunda saya di rumah. Mari, Assalamu'alaikum" Zakia langsung pergi begitu saja, tak menghiraukan salamnya dijawab apa tidak. Karena dirinya sudah telat untuk pulang.

Pria itu mematung saat Zakia menyunggingkan senyum tipis sebelum pergi, sungguh ciptaan Tuhan begitu indah.

"Papa" suara Rich menyadarkan lamunannya.

"Ya, ada apa? "

"Rich lapar"

"Baiklah boy. Mari kita berburu makanan"

Terpopuler

Comments

Rohiyah

Rohiyah

bagus ceritanya

2023-09-10

0

Siti Aniah

Siti Aniah

mudah² jodoh nya kia

2023-05-09

0

Ipung Suwarni

Ipung Suwarni

lanjut tor

2022-11-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!