Beberapa tamu sudah tampak meninggalkan kediaman megah milik Arya Wijaya itu. Hanya tinggal beberapa tetangga komplek yang masih asik bercengkrama dengan Nita, karena memang Nita orang yang mudah bersosialisasi dengan tetangga. Jadi tak heran jika ibu-ibu komplek itu betah sekali berbincang dengan Nita.
"Itu neng Zakia beneran kan Bu Nita? " tanya Bu Zaenab yang kebetulan menjadi Bu RT di komplek tempatnya tinggal.
"Iya, Bu RT"
"Mantunya Bu Sarah dulu? " Nita hanya mengangguk pelan dengan senyum bangganya.
"Bu Nita jangan mengada-ngada, mantan menantu saya itu udik, kampungan, enggak banget deh pokoknya. Jadi Bu Nita mungkin salah, mungkin anak ibu itu Zakia yang lain" sangkal Sarah tak terima jika wanita cantik yang menjadi topik kali ini adalah mantan menantu yang sering dia kucil kan dulu.
"Itu memang faktanya Bu Sarah, bahkan malam saat Zakia keluar dari rumah itu, Tania sendiri yang menjemputnya didepan gerbang rumah Ibu" jelas Nita masih dengan senyum di bibirnya.
"Hah? " Sarah hanya melongo tak percaya.
"Semakin cantik saja anak itu. Saya sudah feeling kalau Zakia akan menjadi sesuatu jika berada ditangan orang yang tepat" sambung Bu Samsul.
"Jadi menurut Bu Samsul saya gak tepat gitu? "
"Saya tak mengatakan Bu Sarah tak tepat loh ya? "
"Sudah-sudah tidak enak, ini acara orang" Bu Zaenab menengahi dua ibu-ibu yang siap adu mulut itu.
Di sisi lain tampak Zakia baru masuk kembali ke dalam rumah setelah memberitahu satpam akan kedatangan pihak hotel nantinya. Namun netranya menatap seseorang yang tak asing dalam penglihatannya. Hingga sudut bibirnya sedikit terangkat menerbitkan senyum kecil di wajah mungilnya.
"Assalamualaikum Mas Zidan"
"Waalaikumussalam"
Zakia tampak berdiri dengan senyum manis dengan dua lubang madu di pipinya.
"Astaghfirullah Zakia bikin kaget saja"
"Hehehe. Maaf kalau Kia buat kaget"
"Ada apa nih, bos besar menyapa? "
"Ish jangan gitu lah, Mas. Belum ada yang tau Kia punya perusahaan loh. Mas udah janji jaga rahasia Kia" Zidan tersenyum saat Zakia mulai merajuk.
"Iya iya maaf"
"Pak bos hanya datang ke acara Mbak Nia atau apa nih? " selidik Zakia. Zidan terkekeh melihat ekspresi Zakia yang menurutnya menggemaskan.
Zidan. Pemuda berusia hampir 27 tahun ini lumayan dekat dengan Zakia. Sama-sama orang asing di negara orang membuatnya cukup dekat. Tak hanya dengan Zidan, ada beberapa orang lagi yang dekat dengan mereka berdua. Kebetulan Zidan juga teman dari Tania, jadi Tania lega saat menitipkan Zakia pada Zidan.
Zidan, laki-laki yang mengejar karirnya di negeri orang untuk menikahi sang kekasih. Usaha tak mengkhianati hasil. Dalam tiga tahun dirinya mampu mendirikan perusahaannya sendiri. Yang pasti dengan campur tangan beberapa teman-teman baik dari dalam maupun luar negeri. Ditambah dengan kecepatan IT yang dikembangkan Zakia, membuat usahanya melejit dengan pesat. Namun itu semua tak membuat dirinya berpuas diri. Mendirikan usaha adalah salah satu keinginannya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya agar dapat membantu para pengangguran di negaranya.
Zidan juga orang yang telah mendukung Zakia untuk bekerja di balik layar saat Zakia memutuskan membeli pabrik tekstil yang saat ini beroperasi dengan pesat dibawah pimpinannya.
"Hadiri acara pertunangan Rosa" jawabnya sambil tersenyum lembut pada Zakia.
"Hah? Mbak Rosa? Mas Zidan mau tunangan? Wah kacau nih gak kasih kabar sama Kia"
"Dengar dulu, Kia"
"Apalagi? "
"Emang kamu gak dapat undangan dari Rosa? "
"Eh bentar Kia cek dulu" Zakia langsung membuka ponsel pintarnya untuk mengecek undangan Rosa.
Zakia kenal baik dengan Rosa. Selain sebagai kekasih Zidan, Rosa juga sering bertamu ke kediaman Wijaya. Karena Rosa termasuk teman dekat Tania. Jadi tak heran jika dirinya sedang melepas rindu dengan sang kakak, wajah Rosa tiap kali menghiasi layar ponselnya ketika sedang melakukan panggilan video.
"Loh kok nama laki-laki nya bukan nama Mas Zidan? " tanya Zakia bingung.
"Rosa dijodohkan" ini suara Tania.
Zakia mendongak menghadap Tania.
"Beneran Mas? " menoleh ke arah Zidan.
"Benar, ini buktinya mau tunangan" jawab Zidan.
"Terus Mas Zidan gimana? "
"Gimana apanya? "
"Ya ditinggal tunangan"
"Mungkin belum jodoh"
"Dan, kamu diundang juga? " tanya Tania.
"Iya, baru dapet dua hari yang lalu. Makanya aku langsung terbang ke sini"
"Sabar bro" Albert menepuk pundak Zidan pelan.
"Jodoh sudah ada yang mengatur. Kita hanya bisa pasrah saja. Aku ikhlas berarti aku bukan jodohnya"
"Judul lagu dong" celetuk Zakia.
"Sia-sia dong lo berjuang sampek ke negeri orang buat modal nikah" ucap Tania.
"Gak ada yang sia-sia, Nia. Mungkin dengan diawali niat baik untuk menghalalkan Rosa menjadi wadah semangat agar aku bisa mandiri mencari rezeki halal milikku"
"Judul lagi dong, sia-sia ku berjuang" celetuk Zakia lagi. Lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh ketiganya.
"Sabar bro, gue yakin jodoh terbaik lo masih di persiapkan"
"Gue harap seperti. Gak nyangka aja, gue kira mimpi atau di prank sama Rosa, eh ternyata beneran"
"Korbankan diri dalam ilusi. Judul lagu lagi"
"Kia ini apa sih. Mulai tadi" Tania mulai mengeluarkan kekesalannya.
"Hehehehe" Zakia nyengir tanpa dosa.
"Diem Kia. Mbak ini lagi ngomong serius sama Zidan"
"Kayak anak TK yang dimarahi emaknya gak sih aku? " tanya Zakia entah pada siapa dengan ekspresi melas miliknya.
"Kamu gak coba berjuang buat hubungan kalian, Dan? " tanya Tania.
"Sudah, namun aku tak selevel lah Nia sama mereka"
"Belum tau kali orang tua Mbak Rosa sama Mas Zidan" celetuk Zakia lagi.
"Belum tau gimana maksudnya? " tanya Albert bingung.
"Gini nih loh, Yang. Zidan ini dianggap tak sebanding dengan Rosa karena bukan dari keluarga kalangan atas" jelas Tania. Zidan hanya tersenyum ringan menanggapinya.
"Orang kaya nanggung aku rasa itu orang tua si Rosa" jawab Albert.
"Kok bisa? " tanya Zakia.
"Kalau mereka memang orang kaya asli sekaya-kayanya. Mereka gak bakal memandang apa itu kasta. Karena apa? Mereka tau bagaimana rasanya berada di titik terendah. Harusnya mereka mensupport untuk bangkit bukan meninggalkan" jelas Albert.
"Kembali pada setiap orang masing-masing Kak Albert. Karena tak semua orang memiliki pemikiran seperti itu. Terkadang kemewahan dunia bisa menutup hati manusia dari kebaikan" sambung Zakia.
"Kia benar. Tapi yang aku tak habis pikir, si Rosa gak ada nolak-nolaknya dijodohkan. Bukannya dia bucin banget sama kamu ya, Dan? "
"Hati manusia bisa berubah-ubah, Nia. Jadi aku tak heran jika Rosa bisa berpaling. Apalagi kita menjalani hubungan jarak jauh"
"Itu semua tergantung niat dan keteguhan hati, Mas. Jika dia berpikiran serius dalam menjalani suatu hubungan, apapun rintangannya tak akan menggoyahkan hatinya untuk mantap pada tonggak awal komitmen dibentuk"
"Kamu benar Kia. Mungkin disini hanya aku yang menancapkan paku keyakinan terlalu dalam pada Rosa" ujar Zidan.
"Itu belum paku keyakinan yang Kia lihat. Mas Zidan hanya menancapkan paku harapan. Karena jika Mas Zidan menancapkan paku keyakinan, apapun rintangannya Mas Zidan akan mengejar Mbak Rosa. Ini setelah ditolak beberapa kali, Mas Zidan memilih mundur dan membiarkan Mbak Rosa bertunangan dengan orang lain" sambung Zakia. Zidan hanya tersenyum mendengar ucapan Zakia.
Wanita yang cerdas. Batin Zidan memuji Zakia.
"Jadi kamu akan hadir di acara itu, Dan? " tanya Tania.
"Tak ada alasan aku untuk tak hadir, Nia. Jika kita tak berjodoh bisa setidaknya kita menjadi teman" jawab Zidan tenang.
"Kau laki-laki hebat, bro" puji Albert.
"Dan kau juga luar biasa. Bisa menaklukkan macam betina keluarga Wijaya ini"
"Kau mengatai ku, Dan? "
"Itu kenyataannya Nia"
"Kau belum tahu seganas apa adikku ini" ucap Tania sambil melirik ke arah Zakia.
"Kenapa pula Kia dibawa-bawa? "
"Aku tau dia, Nia. Kau lupa, aku tiga tahun berada di sisinya"
"Ah iya. Aku lupa jika menitipkan anak ini pada mu"
"Tamu Kia sepertinya sudah datang. Kia kedepan dulu" Kia langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil ke menuju halaman depan.
"Anak itu tak berubah rupanya" gumam Zidan.
"Kau mengatakan sesuatu, Dan? "
"Tidak"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Indah Rabani
zaskia sama papax Rich aja thor
2023-08-22
0
Affden
cerita nya enak,,tp kurang greget,,
2023-03-30
0
ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒
terus semangat 💪💪💪
2022-04-15
1