Bab 18

Beberapa tamu sudah tampak meninggalkan kediaman megah milik Arya Wijaya itu. Hanya tinggal beberapa tetangga komplek yang masih asik bercengkrama dengan Nita, karena memang Nita orang yang mudah bersosialisasi dengan tetangga. Jadi tak heran jika ibu-ibu komplek itu betah sekali berbincang dengan Nita.

"Itu neng Zakia beneran kan Bu Nita? " tanya Bu Zaenab yang kebetulan menjadi Bu RT di komplek tempatnya tinggal.

"Iya, Bu RT"

"Mantunya Bu Sarah dulu? " Nita hanya mengangguk pelan dengan senyum bangganya.

"Bu Nita jangan mengada-ngada, mantan menantu saya itu udik, kampungan, enggak banget deh pokoknya. Jadi Bu Nita mungkin salah, mungkin anak ibu itu Zakia yang lain" sangkal Sarah tak terima jika wanita cantik yang menjadi topik kali ini adalah mantan menantu yang sering dia kucil kan dulu.

"Itu memang faktanya Bu Sarah, bahkan malam saat Zakia keluar dari rumah itu, Tania sendiri yang menjemputnya didepan gerbang rumah Ibu" jelas Nita masih dengan senyum di bibirnya.

"Hah? " Sarah hanya melongo tak percaya.

"Semakin cantik saja anak itu. Saya sudah feeling kalau Zakia akan menjadi sesuatu jika berada ditangan orang yang tepat" sambung Bu Samsul.

"Jadi menurut Bu Samsul saya gak tepat gitu? "

"Saya tak mengatakan Bu Sarah tak tepat loh ya? "

"Sudah-sudah tidak enak, ini acara orang" Bu Zaenab menengahi dua ibu-ibu yang siap adu mulut itu.

Di sisi lain tampak Zakia baru masuk kembali ke dalam rumah setelah memberitahu satpam akan kedatangan pihak hotel nantinya. Namun netranya menatap seseorang yang tak asing dalam penglihatannya. Hingga sudut bibirnya sedikit terangkat menerbitkan senyum kecil di wajah mungilnya.

"Assalamualaikum Mas Zidan"

"Waalaikumussalam"

Zakia tampak berdiri dengan senyum manis dengan dua lubang madu di pipinya.

"Astaghfirullah Zakia bikin kaget saja"

"Hehehe. Maaf kalau Kia buat kaget"

"Ada apa nih, bos besar menyapa? "

"Ish jangan gitu lah, Mas. Belum ada yang tau Kia punya perusahaan loh. Mas udah janji jaga rahasia Kia" Zidan tersenyum saat Zakia mulai merajuk.

"Iya iya maaf"

"Pak bos hanya datang ke acara Mbak Nia atau apa nih? " selidik Zakia. Zidan terkekeh melihat ekspresi Zakia yang menurutnya menggemaskan.

Zidan. Pemuda berusia hampir 27 tahun ini lumayan dekat dengan Zakia. Sama-sama orang asing di negara orang membuatnya cukup dekat. Tak hanya dengan Zidan, ada beberapa orang lagi yang dekat dengan mereka berdua. Kebetulan Zidan juga teman dari Tania, jadi Tania lega saat menitipkan Zakia pada Zidan.

Zidan, laki-laki yang mengejar karirnya di negeri orang untuk menikahi sang kekasih. Usaha tak mengkhianati hasil. Dalam tiga tahun dirinya mampu mendirikan perusahaannya sendiri. Yang pasti dengan campur tangan beberapa teman-teman baik dari dalam maupun luar negeri. Ditambah dengan kecepatan IT yang dikembangkan Zakia, membuat usahanya melejit dengan pesat. Namun itu semua tak membuat dirinya berpuas diri. Mendirikan usaha adalah salah satu keinginannya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya agar dapat membantu para pengangguran di negaranya.

Zidan juga orang yang telah mendukung Zakia untuk bekerja di balik layar saat Zakia memutuskan membeli pabrik tekstil yang saat ini beroperasi dengan pesat dibawah pimpinannya.

"Hadiri acara pertunangan Rosa" jawabnya sambil tersenyum lembut pada Zakia.

"Hah? Mbak Rosa? Mas Zidan mau tunangan? Wah kacau nih gak kasih kabar sama Kia"

"Dengar dulu, Kia"

"Apalagi? "

"Emang kamu gak dapat undangan dari Rosa? "

"Eh bentar Kia cek dulu" Zakia langsung membuka ponsel pintarnya untuk mengecek undangan Rosa.

Zakia kenal baik dengan Rosa. Selain sebagai kekasih Zidan, Rosa juga sering bertamu ke kediaman Wijaya. Karena Rosa termasuk teman dekat Tania. Jadi tak heran jika dirinya sedang melepas rindu dengan sang kakak, wajah Rosa tiap kali menghiasi layar ponselnya ketika sedang melakukan panggilan video.

"Loh kok nama laki-laki nya bukan nama Mas Zidan? " tanya Zakia bingung.

"Rosa dijodohkan" ini suara Tania.

Zakia mendongak menghadap Tania.

"Beneran Mas? " menoleh ke arah Zidan.

"Benar, ini buktinya mau tunangan" jawab Zidan.

"Terus Mas Zidan gimana? "

"Gimana apanya? "

"Ya ditinggal tunangan"

"Mungkin belum jodoh"

"Dan, kamu diundang juga? " tanya Tania.

"Iya, baru dapet dua hari yang lalu. Makanya aku langsung terbang ke sini"

"Sabar bro" Albert menepuk pundak Zidan pelan.

"Jodoh sudah ada yang mengatur. Kita hanya bisa pasrah saja. Aku ikhlas berarti aku bukan jodohnya"

"Judul lagu dong" celetuk Zakia.

"Sia-sia dong lo berjuang sampek ke negeri orang buat modal nikah" ucap Tania.

"Gak ada yang sia-sia, Nia. Mungkin dengan diawali niat baik untuk menghalalkan Rosa menjadi wadah semangat agar aku bisa mandiri mencari rezeki halal milikku"

"Judul lagi dong, sia-sia ku berjuang" celetuk Zakia lagi. Lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh ketiganya.

"Sabar bro, gue yakin jodoh terbaik lo masih di persiapkan"

"Gue harap seperti. Gak nyangka aja, gue kira mimpi atau di prank sama Rosa, eh ternyata beneran"

"Korbankan diri dalam ilusi. Judul lagu lagi"

"Kia ini apa sih. Mulai tadi" Tania mulai mengeluarkan kekesalannya.

"Hehehehe" Zakia nyengir tanpa dosa.

"Diem Kia. Mbak ini lagi ngomong serius sama Zidan"

"Kayak anak TK yang dimarahi emaknya gak sih aku? " tanya Zakia entah pada siapa dengan ekspresi melas miliknya.

"Kamu gak coba berjuang buat hubungan kalian, Dan? " tanya Tania.

"Sudah, namun aku tak selevel lah Nia sama mereka"

"Belum tau kali orang tua Mbak Rosa sama Mas Zidan" celetuk Zakia lagi.

"Belum tau gimana maksudnya? " tanya Albert bingung.

"Gini nih loh, Yang. Zidan ini dianggap tak sebanding dengan Rosa karena bukan dari keluarga kalangan atas" jelas Tania. Zidan hanya tersenyum ringan menanggapinya.

"Orang kaya nanggung aku rasa itu orang tua si Rosa" jawab Albert.

"Kok bisa? " tanya Zakia.

"Kalau mereka memang orang kaya asli sekaya-kayanya. Mereka gak bakal memandang apa itu kasta. Karena apa? Mereka tau bagaimana rasanya berada di titik terendah. Harusnya mereka mensupport untuk bangkit bukan meninggalkan" jelas Albert.

"Kembali pada setiap orang masing-masing Kak Albert. Karena tak semua orang memiliki pemikiran seperti itu. Terkadang kemewahan dunia bisa menutup hati manusia dari kebaikan" sambung Zakia.

"Kia benar. Tapi yang aku tak habis pikir, si Rosa gak ada nolak-nolaknya dijodohkan. Bukannya dia bucin banget sama kamu ya, Dan? "

"Hati manusia bisa berubah-ubah, Nia. Jadi aku tak heran jika Rosa bisa berpaling. Apalagi kita menjalani hubungan jarak jauh"

"Itu semua tergantung niat dan keteguhan hati, Mas. Jika dia berpikiran serius dalam menjalani suatu hubungan, apapun rintangannya tak akan menggoyahkan hatinya untuk mantap pada tonggak awal komitmen dibentuk"

"Kamu benar Kia. Mungkin disini hanya aku yang menancapkan paku keyakinan terlalu dalam pada Rosa" ujar Zidan.

"Itu belum paku keyakinan yang Kia lihat. Mas Zidan hanya menancapkan paku harapan. Karena jika Mas Zidan menancapkan paku keyakinan, apapun rintangannya Mas Zidan akan mengejar Mbak Rosa. Ini setelah ditolak beberapa kali, Mas Zidan memilih mundur dan membiarkan Mbak Rosa bertunangan dengan orang lain" sambung Zakia. Zidan hanya tersenyum mendengar ucapan Zakia.

Wanita yang cerdas. Batin Zidan memuji Zakia.

"Jadi kamu akan hadir di acara itu, Dan? " tanya Tania.

"Tak ada alasan aku untuk tak hadir, Nia. Jika kita tak berjodoh bisa setidaknya kita menjadi teman" jawab Zidan tenang.

"Kau laki-laki hebat, bro" puji Albert.

"Dan kau juga luar biasa. Bisa menaklukkan macam betina keluarga Wijaya ini"

"Kau mengatai ku, Dan? "

"Itu kenyataannya Nia"

"Kau belum tahu seganas apa adikku ini" ucap Tania sambil melirik ke arah Zakia.

"Kenapa pula Kia dibawa-bawa? "

"Aku tau dia, Nia. Kau lupa, aku tiga tahun berada di sisinya"

"Ah iya. Aku lupa jika menitipkan anak ini pada mu"

"Tamu Kia sepertinya sudah datang. Kia kedepan dulu" Kia langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil ke menuju halaman depan.

"Anak itu tak berubah rupanya" gumam Zidan.

"Kau mengatakan sesuatu, Dan? "

"Tidak"

Terpopuler

Comments

Indah Rabani

Indah Rabani

zaskia sama papax Rich aja thor

2023-08-22

0

Affden

Affden

cerita nya enak,,tp kurang greget,,

2023-03-30

0

ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒

ᵉᶜ✿ 𝕜𝕙𝕠𝕚𝕣𝕦𝕟 𝕟𝕚𝕤𝕒

terus semangat 💪💪💪

2022-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!