Rumah utama keluarga Wijaya dihias begitu mewah. Pasalnya putri mereka, Tania Wijaya akan menggelar acara pertunangannya malam ini dengan sang kekasih.
Para tamu undangan juga bergiliran hadir, keluarga besarnya juga hadir. Beberapa karyawan kepercayaan Arya Wijaya juga hadir. Salah satunya adalah Tony Prasetya, mantan suami anak angkatnya. Zakia.
Tony hadir bersama dengan istri dan putrinya. Selang tiga bulan perpisahannya dengan Zakia, Tony menikahi Sari. Hingga kini anak hasil hubungan gelap itu terlahir menjadi gadis cilik nan cantik.
Tiga tahun Zakia menghilang tanpa kabar. Bagaikan ditelan bumi, bahkan Tony juga tak bisa mencari jejaknya. Tak banyak yang ia minta dari Zakia, hanya ingin menyampaikan permohonan maafnya saja. Dirinya baru mengetahui kelakuan mama dan adiknya terhadap Zakia selama menjadi istrinya. Ada rasa menyesal di sudut hatinya.
Tony menatap Sari yang sedang menyuapi Riny, sang putri. Sejak menikah dengan Sari, entah mengapa perasaan Tony tak sama seperti masih berselingkuh dengannya. Tak ada rasa menggebu seperti biasanya. Tak ada bahagia yang berlebihan, bahkan terkadang dirinya masih terbayang wajah polos Zakia.
Tapi semenjak malam itu, Zakia bahkan tak menampakkan batang hidungnya lagi. Tony dibuat kaget saat surat gugatan dari pengadilan sampai padanya. Zakia benar-benar menggugat cerai dirinya. Namun, rasa itu dia mulai tepis perlahan. Kini ada anak dan istri yang harus dia bahagiakan. Mau tidak mau, tapi harus. Ini adalah jalan yang dia ambil sendiri saat masih menjalin hubungan pernikahan dengan Zakia.
Tania begitu cantik dibalut gaun malam berwarna baby pink, terkesan sangat imut. Senyumnya tak lepas dari wajahnya. Tapi, jika diperhatikan lagi, senyumnya seperti tertahan. Entah apa yang Tania pikirkan saat ini, yang jelas dirinya gelisah.
"Ada apa, Nia? " Tanya Albert. Calon tunangannya.
"Tidak, Kak"
"Kau tak pandai berbohong, Sayang" Tania menghela napas berat.
"Aku hanya merindukan adikku saja, Kak"
"Dia tak bisa pulang kah? " Tania hanya menggeleng pelan, wajannya sendu.
"Aku sudah menanyakannya, tapi memang tak bisa katanya"
"Nanti kita hubungi setelah selesai, kalau perlu besok kita langsung susul dia di luar negeri"
"Ish, Kakak mah ada-ada aja"
"Kakak tak ingin melihat wajah cemberut itu. Ini hari bahagia kita, sayang"
"Baiklah-baiklah" Tania melebarkan senyumnya.
"Nah gitu dong, ini baru tunangan aku"
Sederet rangkaian acara di mulai. Acara dimulai dengan sambutan Arya sebagai tuan rumah sekaligus ayah dari Tania. Hingga acara tukar cincin acara berjalan lancar tanpa hambatan.
Tania memilih mengikuti tunangannya menyapa beberapa rekan bisnisnya dan rekan bisnis ayahnya. Meskipun Tania sudah mulai jengah dengan pembahasannya namun dirinya tetap menahan senyum agar tak membuat tunangannya malu. Hingga bisikan lembut membuat matanya melotot.
"Happy engagement, sister"
Tania langsung menoleh ke belakang untuk memastikan suara yang ia kenali. Suara yang tiap kali ia rindukan, yang hanya bisa ia dengarkan melalui ponselnya karena jarak yang melintang.
Mata tania berkaca-kaca saat melihat wajah yang selama ini hanya disaksikan di layar ponsel. Senyum yang selama ini hanya bisa dilihat melalui panggilan video, kini hadir di depan matanya.
Grep...
"Kia? "
"Mbak Nia, Kia kangen"
Mereka berdua berpelukan erat. Melepaskan rindu yang selama ini hadir di hati masing-masing. Mereka berdua layaknya kakak adik kandung, saling merindu jika tak bertemu, saling khawatir jika salah satunya ada masalah atau sakit. Hubungan keduanya yang harmonis acapkali membuat Alesha iri pada Tania.
Para tamu yang hadir memfokuskan atensinya pada dua wanita yang sedang berpelukan itu. Wanita yang baru hadir di tengah-tengah acara. Dengan balutan pashmina berwarna mustard membuat Zakia terlihat segar.
"Aku kembali" Bisiknya Zakia di telinga Tania. Membuat senyum Tania kembali mengembang.
Tiga tahun lalu, tanpa memperdulikan hasil perceraiannya, Zakia langsung berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studinya yang tertunda. Melewati perdebatan alot nan panjang akhirnya Zakia mau berangkat kala itu. Zakia yang pesimis akan bisa bertahan di negara asing membuat Tania gemas sendiri. Bahkan Tania menemani Zakia selama seminggu di sana. Setelah merasa Zakia terbiasa dengan kehidupan barunya, barulah Tania kembali ke tanah air.
Siapa sangka seorang Zakia yang hanya anak panti memiliki otak yang jenius. Bahkan dirinya mampu menyelesaikan studinya dalam tiga tahun. Membuat bangga kedua orang tua angkatnya. Zakia yang terus bersembunyi dalam kegelapan meskipun keluarga Wijaya sudah mengumumkan jika dia adalah bagian dari keluarganya, namun Zakia tetaplah Zakia. Sikap sabar, pemalu dan rendah hati sudah mendarah daging. Namun ada sikap Zakia yang baru yang tak pernah ia tunjukkan. Biarlah mereka tahu seiring berjalannya waktu.
"Bohongin Mbak, hmm? " Tania menarik hidung adiknya hingga mengaduh kesakitan.
"Aduh aduh sakit Mbak ih, lepas dulu" Zakia mengelus hidungnya saat Tania melepas tarikan nya. "Kan biar surprise" Cengirnya.
"Ini adik kamu, Nia? " Tanya Albert.
"Ya. Ini adik aku, Kak. Namanya Zakia, Zakia kenalin ini tunangan Mbak, Albert"
"Assalamu'alaikum kakak ipar" Zakia menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil sedikit menunduk.
"Wa'alaikumussalam adik ipar" Jawab Albert sambil tersenyum.
"Zakia? " Zakia menoleh ke asal suara.
"Bunda, kangen" Zakia langsung menghambur memeluk Nita. Bahkan keduanya menitikkan air mata karena saking rindunya.
"Bunda aja, sama Ayah nggak kangen? " Celetuk Arya.
"Kangen juga" Zakia beralih memeluk Arya.
Arya mendekap erat Zakia. Baginya Zakia adalah sama dengan Tania. Tak ada perbedaan diantara keduanya. Tak peduli bahwa Zakia adalah putri angkat, tapi itu hanya sebuah status dalam hati mereka Zakia adalah adik Tania.
"Ayah makasih, tanpa Ayah Zakia gak bakal mengenyam pendidikan yang lebih tinggi" Lirih Zakia dalam dekapan Arya.
"Itu tugas Ayah, memastikan kamu mendapatkan pendidikan yang terbaik sama dengan Tania"
"Kia janji, akan menggunakan ilmu yang Kia dapat dengan baik"
"Kalian berdua memang anak kebanggaan Ayah dan Bunda. Tak salah Ayah menjadikan kamu anak Ayah"
"Makasih untuk semuanya Ayah"
"Berhenti mengucap kata itu, nak. Bunda bisa mengomel nanti. Kini kamu siap menyandang gelar nona bungsu keluarga Wijaya? " Tanya Arya, karena pasalnya Zakia tak ingin menggunakan nama keluarga Wijaya. Zakia lebih suka orang mengenalnya karena usahanya tanpa bantuan nama keluarga.
"Jika itu buat Ayah dan Bunda bahagia, maka lakukanlah. InsyaAllah Zakia ikhlas Ayah" Tutur Zakia begitu lembut. Membuat senyum Arya mengembang sempurna. Nita yang ada disampingnya juga ikut tersenyum.
"Baiklah. Para tamu yang terhormat. Malam ini selain acara pertunangan putri saya Tania Wijaya, saya juga mengadakan penyambutan untuk kembalinya putri bungsu saya. Dia baru kembali menyelesaikan studinya di luar negeri. Wajah yang selama ini membuat kalian penasaran. Ini putri saya, Zakia Al Wijaya"
Zakia tersenyum manis di samping Arya. Tania menghampirinya dan memeluk kembali adiknya itu. Zakia sengaja menggunakan nama Al ditengahnya. Karena itu adalah singkatan dari nama keluarganya, dirinya masih bertekad mencari keluarga kandungnya.
Di salah satu sudut ruangan itu, Tony mematung ditempat mendengar Arya memperkenalkan wanita disampingnya. Tony tak menyangka jika wanita cantik di samping Arya itu adalah mantan istrinya. Awalnya saat melihat Zakia, Tony ragu akan penglihatannya. Karena setahu dirinya Zakia adalah wanita polos yang tak tau apa itu fashion. Tapi saat melihat senyum hangat itu, Tony langsung tersadar. Itu benar Zakia, Zakia mantan istrinya. Senyumnya masih sama, tatap mata teduhnya pun sama.
Tak ada lagi Zakia yang begitu lusuh dan tak modis. Kini yang ada hanya Zakia yang begitu anggun dan berkelas. Caranya menerima sapaan begitu elegan, tak ada kesan angkuh diwajahnya, senyum hangat selalu menghiasi wajahnya. Tony dibuat tak percaya dengan penampilan Zakia kini.
Zakia yang hadir dengan baju santai namun terlihat anggun itu menjadi pusat perhatian setelah perkenalan yang dilakukan oleh Arya. Tak sedikitpun teman atau anak rekan bisnis Arya yang menyapanya dengan hangat. Zakia tak memperdulikan penampilannya yang tidak cocok dengan acara yang digelar. Toh, sebentar lagi acaranya juga akan usai. Itu pikirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Arin
ya iyalah cantik Krn cantik juga perlu duit Tony....emng dlu kmu modalin istri buat di bkin cantik,bro"yg ada mlh sllu di hina kelurg kmu dan di jdikan pembantu😡
2022-06-17
0
Leo Santiago
bagus.ceritanya thor, mantap
2022-04-09
1
Nova Lasari
awalan yg baik buat zakia
2022-04-06
2