Disini lah Zakia dan Tania berada sekarang. Salah satu mall terbesar di kotanya. Mereka tak langsung berbelanja karena menunggu kedatangan Alesha.
"Kia, kamu belum punya HP kan? "
"Belum Mbak. Kenapa? "
"Gak papa nanti kita beli" Zakia hanya mengangguk.
"Oh ya Kia. Setelah ini ada rencana apa kedepannya? "
"Kia belum tahu Mbak. Tapi kalau diizinkan Kia mau cari kerja"
"Cari kerja buat apa? "
"Biar Kia bisa lanjutin sekolah Kia Mbak"
"Kamu mau kuliah? "
"Zakia pengen melanjutkan pendidikan Kia Mbak"
"Baiklah Mbak akan bicarakan dengan ayah"
"Maksud Mbak? "
"Kia, kamu sekarang adalah keluarga Mbak. Kamu tak harus bekerja untuk melanjutkan pendidikan kamu. Cukup belajar yang rajin dan gak neko-neko ayah pasti seneng biayain kamu kuliah"
"Tapi Kia gak mau ngerepotin Mbak"
"Hei, kamu itu anak ayah dan bunda juga, jadi tak ada kata repot oke"
"Kenapa kalian begitu semangat saat akan mengadopsi ku? " Tanya Zakia tiba-tiba.
Tania diam, tak mungkin kan dirinya berkata kalau dia yang memaksa kedua orang tuanya untuk menjadikan Zakia sebagai adiknya. Tania juga tak memiliki alasan khusus, hanya saja wajah Zakia begitu familiar. Lagi saat bersama Zakia, dia merasa ada perasaan yang begitu ia kenali, semacam rasa kekeluargaan.
"Apa kamu tak suka menjadi bagian dari keluarga ku? "
"Bukan begitu Mbak, hanya saja Zakia bingung. Jika Mbak ingin ada yang menemani di rumah Zakia bisa kapan pun datang berkunjung. Jika alasan ingin memiliki adik kenapa tak ambil mereka yang masih kecil, bukankah lebih lucu dan menggemaskan"
"Tapi aku menginginkan kamu Zakia. Entahlah pertama kali bertemu dengan mu, aku merasa aku harus melindungi dalam hal apapun. Rasa sayang ku padamu muncul begitu saja Zakia, rasa sayang seorang kakak terhadap adiknya"
"Hanya itu? "
"Kau mirip Alesha. Entah sadar atau tidak banyak kemiripan diantara kalian, aku tak ingin menduga, makanya aku langsung meminta ayah dan bunda mengadopsi mu"
"Bagaimana jika dugaan Mbak ternyata salah? "
"Maka kau akan tetap menjadi adik ku, dan kau harus mau merubah marga mu menjadi marga ayah. Sekarang Mbak tanya lagi, kenapa kau tak mau memakai nama Wijaya dibelakang namamu? Alasanmu terlalu klise Zakia"
"Kia, hanya tak ingin orang menilai Zakia berlindung dibalik nama keluarga Wijaya Mbak. Zakia ingin orang mengenal Zakia karena diri Kia sendiri" Tania mengangguk puas mendengar jawaban Zakia
Tak selang berapa lama Alesha datang dengan tergesa.
"Sorry, telat ya ampun macet banget tau nggak"
"Gak papa kok Kak Al"
"Kamu mah gitu, kita udah lumutan kali disini"
"Bagi minum dong, Nia. Gue lari dari parkiran kesini tau nggak" Zakia langsung menyodorkan minumannya yang belum ia sentuh sama sekali.
"Nah sekarang kita mau belanja apa dulu? " Tanya Alesha langsung memotong Tania yang sudah siap berceramah.
"Kia ikut aja Kak, ini pertama kali Kia belanja di mall"
Alesha terkejut bukan main, ya ampun. Suami Zakia seorang manager masa Zakia gak pernah masuk mall ini. Bahkan karyawan biasa di kantornya saja keluar masuk mall ini hanya untuk jalan-jalan atau mengisi waktu luang.
"Sudah-sudah, sekarang kita cari baju huat Zakia dulu. Ayo" Tania langsung beranjak dari duduknya.
Mereka berjalan menuju butik langganan Alesha dan Tania.
"Pilih lah tanpa melihat harga Zakia. Mulai sekarang jika membeli sesuatu jangan lihat harganya, jika kau suka maka kau ambil" Titah Tania sebelum membiarkan Zakia memilih baju.
"Tapi, kalo harganya mahal nanti jatuh nya boros Mbak"
Alesha hanya bisa menahan tawa, Tania diceramahi oleh Zakia tentang boros. Tak taukah Zakia, jika Tania sudah berbelanja dirinya akan menggelontorkan setidaknya puluhan juta untuk belanjaan dengan total terendahnya.
"Ikuti saja perintah Mbak Zakia"
"Baiklah"
Zakia mulai melangkah kan kakinya menelusuri butik itu. Mengikuti kata Tania memilih tanpa melihat harga, tapi setelah lima belas menit berkeliling tak satu pun menarik perhatiannya.
Kini Zakia melangkahkan kakinya ke bagian gamis yang terpajang dengan rapi. Seperti ada getaran tersendiri saat melihat baju-baju itu. Tanpa sadar Zakia memilih beberapa baju itu lengkap dengan hijabnya.
"Sudah, Kia? " Seru Tania.
"Eh, udah kayaknya Mbak"
"Coba lihat. Kamu gak pilih gaun? "
"Nggak Mbak. Gaunnya terlalu terbuka"
"Lah cemana coba nih anak"
"Kia, pengen pakai hijab Mbak"
"Subhanallah"
Zakia tersipu malu saat melihat binar bahagia di mata Tania. Alesha hanya tersenyum menanggapi keinginan Zakia, jika adiknya masih ada mungkin dia seumuran Zakia sekarang. Betapa beruntungnya Tania bisa menjadikannya adik.
"Coba ganti coba ganti" Tania dengan semangat menuntun Zakia ke ruang ganti.
Zakia memilih satu buah gamis berwarna baby pink lengkap dengan hijab berwarna magenta. Alesha dan Tania dengan sabar menunggu Zakia diluar, namun mata Tania begitu tajam memperhatikan sekitar.
"Sha? "
"Apa, Nia? "
"Aku mau ngomong penting"
"Apaan? "
"Aku butuh bantuan kamu"
"Bantuan apaan? "
"Kamu bisa gak nyadap ponsel seseorang? "
"Siapa? Pacar kamu? "
"Ish, kamu ini dengerin dulu penjelasan aku? " Tania malah cemberut mendengar pertanyaan Alesha.
"Ya udah ya udah, apa? "
"Aku mau kamu sadap ponsel calon mantan suami Zakia"
"Hah?"
"Bisa kan? "
"Maksudnya gimana dulu? "
"Aku mau kamu sadap ponsel suami Zakia. Cari bukti chat atau apapun itu yang bisa buat bukti"
"Bukti? "
"Persidangan cerai Zakia, setelah dari sini aku sama Zakia langsung ketemu sama om. Buat ngurusin berkas yang dibutuhkan" Alesha mengangguk paham. "Aku tau ini gak bener, tapi entah kenapa aku malah seakan menuntut Zakia untuk bercerai dari suaminya. Padahal aku sendiri gak tau rupa suaminya kayak apa, kan? "
"Cari nomor ponselnya, tiga hari. Aku janji tiga hari hasilnya aku kasih ke kamu"
"Jangan kasih tau Zakia, dia gak tau. Karena aku bertekad kirim dia ke luar negeri"
"Kenapa? "
"Entahlah, anak itu terlalu pintar menyembunyikan kesedihannya. Dia berkata ikhlas berpisah dengan suaminya, tapi dalam sholatnya dia menangis"
"Mungkin dia masih mencintai suaminya? "
"Aku tak menampik hal itu, Sha. Bagaimanapun Zakia menikah karena cinta bukan perjodohan"
"Kenapa tak kita satukan saja? "
"Hello, suaminya itu selingkuh. Mana selingkuhannya hamil pula"
"Serius? "
"Buat apa juga aku becanda sama kamu. Dari semalem aku udah kesel, ini butuh pelampiasan"
"Sabar dong, Nia. Oke aku bantu ntar"
"Sipp, gitu dong"
Cklek..
Pintu ruang ganti terbuka, menampilkan sosok manis Zakia dalam balutan hijab yang menambah keanggunannya. Sosok Zakia yang begitu polos terlihat imut mengenakan gamis panjang. Bahkan Alesha dan Tania tak berhenti berdecak kagum melihat penampilan Zakia saat ini.
"Kalo gini ceritanya, Mbak yakin mantan suami kamu itu bakal nyesel selingkuh dari kamu" Zakia hanya meringis saat mendengar perkataan Tania yang begitu ceplas-ceplos.
"Setelah ini pokoknya langsung urus berkas perpisahan kamu, Mbak takut kamu goyah dan gak jadi pisah nantinya. Mbak gak mau kami sakit hati lagi"
Dari sudut manapun memang membingungkan, ketika Tania seolah mengetahui segalanya. Entahlah itu hanya Tania yang tahu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Nova Lasari
semangkin penasaran sama cerita ny
2022-04-06
2
Sinta Darmawati
apakah azkia adik nya alesha,penasaran nih
2022-04-05
1
Rohmat Aziz
jangan bilang si zakia ad3x nya tania/alesha thorr😱😱😱😱😱
2021-12-11
2