Zakia bingung harus melakukan apa, ingin melabrak dua sejoli yang sedang memadu kasih itu? Tapi dia tak tau bagaimana caranya. Sungguh Zakia adalah gadis yang sangat polos.
Hati Zakia sakit melihat kelakuan suaminya itu, tanpa berpikir panjang Zakia membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar itu. Beberapa orang yang berpapasan memperhatikan dirinya yang sedang menangis sepanjang jalan. Bahkan tak segan beberapa dari mereka menghina penampilan dirinya yang kusut, pakaian yang lusuh.
Zakia hancur melihat pengkhianatan suaminya, apa salah dirinya? Tanyanya dalam hati. Bukankah selama ini dirinya sudah mengabdikan hidupnya untuk keluarga Prasetya.
Zakia berhenti di taman yang ia lewati tadi, duduk di kursi yang cukup sepi. Zakia kembali menumpahkan tangisnya kali ini. Sungguh dirinya tak bisa jika tak menangis mengingat apa yang ia lihat tadi.
"Ayah, ibu kalian dimana? " Lirih nya sambil memegang kalung yang melingkar manis di lehernya. Kalung yang selama ini ia sembunyikan.
"Apa kalian sengaja membuang, Kia. Atau karena hal lain, atau kalian telah berpulang terlebih dahulu"
"Ayah, ibu, Kia harus apa? Suami yang Kia banggakan selama ini ternyata tak sebaik yang Kia kira. Kia pikir, Kak Tony adalah pria yang setia tapi malah sebaliknya"
"Ayah, ibu, Kia bingung harus mengambil langkah apa. Di satu sisi Kia gak mau disakiti, tapi disisi lain Kia masih mencintai Kak Tony"
Begitulah cara Zakia meluapkan keluh kesahnya, segala beban hidupnya akan ia ceritakan entah pada siapa. Dengan memegang bandul kalungnya ia akan mulai bercerita. Itu akan memberi rasa tenang pada dirinya.
Tak lama setelahnya menangis dan menenangkan diri Zakia mendengar adzan berkumandang, rupanya sudah hampir masuk waktu maghrib. Zakia bahkan sampai tak sadar akan hal ini. Pantas saja sejak tadi dirinya mulai digigit nyamuk, rupanya hari sudah mulai gelap.
Zakia melangkahkan kakinya pada masjid yang terletak di seberang taman. Untuk melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Zakia termasuk salah satu wanita yang akan menghentikan aktivitas apapun yang sedang di kerjakannya jika sudah mendengar seruan untuk seluruh umat muslim ini.
Zakia memasuki pelataran masjid tersebut, dirinya langsung mengambil air wudhu. Karena ia berniat akan berjamaah. Setelah selesai, Zakia langsung mengambil satu mukenah yang ada di dalam lemari. Memang setiap masjid atau mushola akan ada beberapa mukenah. Ditujukan untuk para wanita yang singgah dan akan melakukan kewajiban nya itu.
Awalnya Zakia pikir dirinya akan menjadi makmum wanita seorang diri, namun siapa sangka ada dua gadis lainnya datang, bahkan menyapa dirinya dengan senyum hangat sebelum menjajarkan tubuhnya.
Selesai sholat mereka berkenalan. Zakia yang pada dasarnya memang orang yang ramah jadi tidak sulit untuk berinteraksi dengan orang baru. Bahkan perkenalan mereka mengalir begitu saja.
Dari perkenalan yang Zakia dapat, dua teman barunya bernama Alesha dan Tania, mereka berdua ternyata seorang mahasiswa fakultas ekonomi.
"Zakia tinggal dimana, ayo kita antar"
"Tidak usah Kak Al, Kia nanti ngerepotin"
"Repot apaan sih, sudah ayo kami antar. Mobil kami ada di taman" Jelas Alesha.
"Tidak usah, Kak. Beneran Kia bisa pulang sendiri" Tolak Zakia, dirinya merasa tak enak jika harus merepotkan teman barunya itu.
"Ini sudah gelap, Kia. Tak apa kita antar saja" Desak Tania.
"Iya Kia, ini juga jam pulang kantor, kamu akan kesulitan mencari taksi"
"Emmm... "
"Gak usah kebanyakan mikir, ayo" Tania langsung menarik tangan Zakia begitu saja.
Setelah sampai di dalam mobil, Alesha langsung menanyakan alamat rumah Zakia.
"Rumah mu searah dengan arah rumah Tania, Zakia. Atau jangan-jangan kalian malah tetangga lagi? "
"Kia gak tau Kak Al. Kia jarang jalan-jalan keluar rumah"
"Loh emang kamu kenapa gak keluar rumah? " Tanya Tania heran.
"Gak dibolehin sama mama mertua" Zakia berkata dengan jujur.
"Kamu udah nikah? " Kompak Alesha dan Tania pada Zakia.
"Iya" Zakia menjawab sambil menganggukkan kepalanya.
"Kamu masih muda, Zakia. Kenapa memilih menikah? " Tanya Alesha.
"Iya. Kenapa kamu tak melanjutkan pendidikan kamu dulu? " Tambah Tania.
"Kia gak ada biaya, Kak. Kia hanya anak panti, jika nanti Kia kuliah cuma bisa ngerepotin ibu panti" Jujurnya.
Sungguh Zakia adalah gadis yang begitu polos. Bahkan dirinya tak sungkan untuk menceritakan kehidupannya selama ini pada kedua teman barunya itu. Bagaimana dirinya menjalani hidup sejak kecil. Bagaimana dirinya tetap tersenyum meskipun tiap kali teman sekolahnya mengejeknya dengan ini itu. Bahkan dirinya tak melapor pada guru saat dibully oleh teman-temannya.
"Zakia ini kita udah hampir sampai, rumah mertua kamu yang mana" Tania buru-buru mengalihkan pembicaraan, karena merasa tak enak pada Zakia.
"Itu, Kak. Pagar warna hitam rumah mertua Zakia"
"Wah kita beneran tetanggaan, Kia. Rumah aku diujung sana" Tania menunjuk ke arah rumahnya.
"Kapan-kapan main kerumah aku ya, Kia"
"Ah, baiklah. Jika Kia ada waktu Kia sempatkan main"
"Baiklah-baiklah. Mari kita bertukar nomor HP. Zakia kamu teman yang menyenangkan" Ucap Alesha bersemangat.
"Zakia gak punya HP, Kak" Cicitnya.
"What? " Teriak keduanya, memaksa Zakia untuk menutup telinganya saat ini.
"Ya ampun Zakia ini udah tahun berapa, kamu masih belum pegang salah satu alat elektronik ini" Ucapan Alesha hanya ditanggapi anggukan oleh Zakia.
"Kamu gak minta belikan suami kamu? " Zakia menggeleng pelan.
"Kata suami Kia, Kia gak usah pegang itu. Kan Kia cuma dirumah aja" Jawabnya polos.
Kedua wanita yang duduk didepan Zakia hanya menggelengkan kepalanya pelan. Miris sekali hidup teman barunya ini.
"Ya sudah, Kia turun dulu ya Kak. Kakak mau mampir dulu? " Tanya Zakia sopan.
"Gak usah, Kia. Kapan-kapan aja"
"Ya udah, makasih ya Kak sudah mau mengantar Kia"
"Sama-sama, Kia. Gak usah sungkan gitu"
Setelah melihat mobil yang dikemudikan oleh Alesha tak terlihat lagi, Zakia baru melangkahkan kakinya memasuki neraka berkedok rumah itu.
"Darimana saja kamu gadis kampung? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Aliya Jazila
lanjut..
2022-11-29
0
Queen Aisy
gak heran sama si nuy🤣
2022-10-09
1
Risky Khikmawati
kiaaa ayook main kedesaku banyak cowok baik dan royal nanti aku kenalin, pegat Bae peegaat tonyy sekyaa!
2022-05-30
1