Bab 12

"Bunda, Kia jahil sama Nia" teriak Tania subuh itu.

Karena kagetnya semuanya langsung berkumpul di depan kamar Tania. Mereka hanya berdiri bingung karena nyawanya belum terkumpul semuanya.

Tania membuka pintu dengan kasar hendak menghampiri kamar adiknya itu. Tapi dikagetkan dengan keberadaan kedua orang tuanya di depan pintu kamarnya.

"Eh, Ayah sama Bunda ngapain? "

"Kamu yang ngapain teriak-teriak subuh-subuh begini, untung kita lagi di rumah utama Nia, apa jadinya kalo kita ada komplek? "

"Ya maaf, Kia sih"

"Kenapa adik kamu yang disalahin, kan kamu yang teriak? " tanya Arya.

"Nia ngantuk banget Ayah, tapi Kia telfonin Nia terus dari tadi. Ganggu tau" gerutu Tania.

"Dialihkan ke mode silent toh nduk"

"Tau ah, mau tak samperin dulu anaknya"

Belum juga mereka sampai di kamar Zakia, lantunan ayat suci sudah menyapa indera pendengaran mereka. Mereka terdiam hanyut dalam alunan merdu yang Zakia keluarkan. Mereka berjalan pelan menuju kamar Zakia, membuka sedikit pintu kamar Zakia. Tampak Zakia sedang duduk menghadap kiblat dengan memangku Al-Quran bersampul biru langit itu.

Hati mereka berdesir mendengar lantunan ayat suci yang begitu merdu, Zakia benar-benar paket komplit. Tak hanya cantik parasnya namun juga akhlaknya. Arya dan Nita bangga memiliki anak sepertinya, bukan berarti Tania tak membanggakan. Namun, setiap anak memiliki cara mereka sendiri untuk membuat orang tua mereka merasa bangga atas apa yang mereka lakukan.

"Dia nelfonin kamu suruh sholat, Nia"

"Tapi kenapa Ayah sama Bunda gak dibangunin? "

"Kia, sudah membangunkan kami terlebih dahulu, lalu kamu berteriak membuat kita kaget" Tania hanya nyengir mendengar penjelasan ayahnya.

"Ya sudah, ayo kita sholat dulu. Sepertinya Zakia sudah sholat duluan"

Begitulah sifat Zakia, dia akan menjadi orang yang usil bila di dekat orang yang disayanginya. Bahkan Zakia tak tanggung-tanggung untuk menjahili kakak angkatnya itu. Pembawaan dirinya yang ceria membuat kehangatan yang diciptakan olehnya menular pada orang-orang sekitarnya.

Paginya mereka duduk di meja makan dengan keadaan hening. Ritual sarapan berjalan dengan lancar, tanpa ada suara sedikitpun selain dentingan sendok, garpu dan piring yang saling beradu. Setelahnya mereka berkumpul di ruang tengah sebelum melakukan aktivitas masing-masing.

"Setelah ini Kia ada rencana apa, nduk? " tanya Arya lembut.

"Kerja mungkin, Yah. Nanti tak nulis surat lamaran dulu" jawabnya.

"Langsung masuk perusahaan Ayah atau Mbak mu, Ki. Kayak orang lain aja kamu, nak"

"Bukan begitu Bunda ku sayang. Kia mau menikmati prosesnya, kalau Kia langsung gabung di perusahaan Ayah atau Mbak Nia yang ada Kia malah langsung dapat jabatan enak. Kan gak asik tuh"

"Sak karep mu, nduk"

"Kia, gantiin Mbak dulu di perusahaan ya. Mbak kan masih sibuk sama urusan nikahan"

"Nikahane sopo? "

"Ah, cantikku bisa bahasa jawa. Ayah Kia ngomong jowo Yah" teriak Tania.

"Ayah krungu loh Nia" Tania hanya nyengir.

"Nikahan sopo, Mbak Nia? "

"Nikahan ku lah dek"

"Kapan? Sek, semalem tunangan memangnya langsung rembuk tanggal nikah, Yah? " tanya Zakia penasaran.

"Makanya jangan telat datengnya, gak tau kan"

"Bukan gitu, Mbak. Niatnya gak telat, cuma pesawat Kia delay. Mana Kia tahu bakal telat, kan? "

"Sudah, kalian kalau berdebat memang gak ada ujungnya. Kalau jauh nangis-nangis kangen, deket gini berantem terus" lerai Nita. Tania dan Zakia hanya nyengir.

"Mbak mu bakalan nikah sebulan lagi, Kia. Karena Mbak mu ini orangnya gak percayaan sama orang lain, alhasil dia sendiri yang turun tangan buat ngawasin persiapan nikahnya"

"Kia bantu, purun? "

"Bantu urus perusahaan aja, Mbak udah seneng kok"

"Mbok kasih istirahat lah, Kia baru sampai semalem langsung pulang loh"

"Ada rencana kemana? "

"Nginep di hotel, capek Ayah. Kia habis wisuda langsung balik" Zakia nyengir.

Harusnya baru tahun depan dirinya akan di wisuda, namun siapa yang akan menyangka jika seorang Zakia yang dianggap sebelah mata dulunya memiliki otak yang jenius.

"Salah sendiri, ditanyain ra tau bener jawabane"

"Maaf Ayah"

"Kenapa Kia sembunyikan ini, ini kabar bahagia loh nak? " tanya Nita dengan lembut sambil mengelus kepala Zakia yang terbalut hijab.

"Niatnya tak bikin surprise, malah pake acara delay segala" jawabnya cemberut.

Mereka bahagia, Zakia tak lagi kaku dalam menyampaikan ekspresinya. Tak seperti saat pertama yang serba kaku.

"Oleh-oleh kek dek, dari luar negeri masa gak ada oleh-oleh"

"Mbak ih, mana ada begituan. Kia baliknya buru-buru biar bisa hadir di acara spesial Mbak. Malah ditodong oleh-oleh, Bunda Mbak Nia jahat"

"Heleh, gayamu dek"

"Sudah-sudah kalian ini. Coba gitu akur kayak waktu video call kan adem Bunda liatnya, ini kenapa jadi kayak tom and Jerry sih"

"Mbak Nia, Bunda godain Kia mulu"

Obrolan pagi mereka terhenti dengan kedatangan Albert, Albert datang langsung menyalami kedua orang tua Tania dan Zakia. Lalu duduk di samping Tania.

"Duh senenge, isuk-isuk wes diapeli calon" goda Zakia pada Tania.

"Bunda, Kia nih" Tania merengek pada Nita karena digoda adiknya. Bahkan tunangannya kaget melihat sikap Tania jika bersama adiknya.

"Nia, ada Albert loh masa kayak anak kecil gini sikapnya? "

"Kia, Ayah. Kan malu atuh digoda didepan orangnya ini loh" jawab Tania cemberut karena ditegur ayahnya.

"Mau minum apa kakak ipar? "

"Panggil Albert aja, dek. Masa iya dipanggil kakak ipar mulu, berasa aneh"

"Fine, Kak Albert. Mau minum apa, Kia buatkan dulu, calonnya masih dalam mode malu"

"Kia" geram Tania, Zakia hanya cekikikan.

Arya dan Nita hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena Zakia tak henti-hentinya menggoda Tania. Bahkan saat ini muka Tania sudah memerah malu.

"Mbuh lah dek, sak karep mu"

"Udah ah, Kia siapin minum dulu" Zakia beranjak dari tempat duduknya menuju dapur.

"Empang aman, nak? "

"Alhamdulillah, Yah. Lancar"

Albert adalah petani lele. Awalnya dirinya hanya iseng membuat empang lele dan memeliharanya, hingga celetukan Tania untuk menjadikannya bisnis membuat Albert mencobanya. Meskipun ada perusahaan orang tuanya, namun empang lele ini adalah murni dari hasil kerja kerasnya bersama Tania. Karena tangan dingin Tania lah dibalik suksesnya usaha lele milik Albert.

"Oh jadi Kak Albert ini ternak lele? Dijual opo ora? "

"Hehehe iya dek, awalnya iseng aja bikin empang lele gitu, pas siap panen kata mbak mu ini kenapa gak dijual aja kan lumayan untungnya. Tak coba, eh keterusan sampai sekarang"

"Dipikirane Mbak Nia yo mung gur duwek tok"

"Hidup tak bisa tanpa uang"

"Kia, ada rencana buka resto. Kecil-kecilan sih, bawain lah Kak kalo main kesini lagi. Sekilo dulu, Kia coba buat berbagai olahan dari lele ntar"

"Wah, bener-bener Kia otaknya bisnis mulu"

"Katanya mau lamar kerja. Kalo mau buka resto Ayah bantu, nduk? "

"Tabungan Kia alhamdulillah cukup, Ayah. Kia ingin usaha Kia ini murni dari jerih payah Kia sendiri. Kalo masalah ngelamar kerjaan, Kia dapet info ada lowongan sekertaris disalah satu perusahaan besar di sini" jelas Zakia.

"Kalau kurang dananya ngomong sama Ayah, jangan cari pinjaman sana sini, paham Zakia? "

"Nggih Ayah ku sayang"

"Mau dikirim sekarang, dek. Biar orang kakak yang anter lele nya kesini? "

"Kalau tidak merepotkan gak papa, Kak. Mumpung ada Bunda biar bisa masak bareng, nanti makan siang balik, makan siang disini"

"Yakin cukup sekilo aja? "

"Segitu aja dulu, nanti tak buat beberapa macem. Mbak Nia kan foodies tugasnya icip-icip" Tania mengangkat jempolnya tanda setuju.

"Jadi rencana kalian mau kemana hari ini? "

"Cari cincin untuk nikahan dulu, Yah. Habis itu langsung ketemu sama bagian WO"

"Sayang besok aku gak bisa temenin. Aku ada rapat sama bagian pemasaran di perusahaan"

"Ada, Kia tenang aja"

"Iyolah, nanti Kia bantu. Mbak Nia koyo wong mlarat ae. Padahal ya bisa kan bagian WO dipanggil kesini tinggal pilih-pilih. Repot mah kalo bareng miss perfect"

"Sudah-sudah sana berangkat, Nia. Kamu kalau disini terus gak bakal berhenti berantem sama adiknya. Zakia sudah nduk mbaknya jangan digoda mulu" seperti biasa Nita dengan sabar melerai kedua putrinya itu.

"Jangan heran Albert, mereka kalau jauh nangis-nangis karena kangen, deket ya gini, kayak tom and jerry" Albert hanya tersenyum maklum.

Terpopuler

Comments

Hamida Hamida

Hamida Hamida

lanjut thorrrr gaksabar nunggu

2022-05-24

0

Nunuy Unuy

Nunuy Unuy

author boleh protes nih..nama albert tp profesi kok ternak lele..yg keren dikit napa sih..profesi dokter gitu atau pengacara 🤷‍♀️😅🤭

2022-05-09

1

Mogu

Mogu

ak di jkilingi org jwa tpi ga bsa bhsa jwa
jdi aku ad bbrpa dialog ga pham😥😥😥😥

2022-04-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!