Bab 11

"Gimana acaranya? Meriah nggak Kak? " Tanya Tina tak sabar setelah melihat kakak dan kakak iparnya sampai di rumah mereka.

"Kalau penasaran kenapa gak ikut aja sih tadi? " Tanya Sari sambil duduk di sofa, mengistirahatkan diri sejenak. Sedangkan Tony langsung masuk ke kamar sang putri.

"Ish, kalo bukan karena Kak Seno yang ada pasien mendadak mana mungkin aku gak datang" Jawab Tina cemberut.

"Namanya kamu pacaran sama dokter ya harus tanggung resikonya dong"

"Tapi dia itu kayak gak sayang sama aku, Mbak Sari" Rengeknya.

"Kamu kapan dewasa sih, Tin? Kalau apa-apa kamu ngadu, kapan kamu dewasanya? "

"Ish, aku tuh males mikir, Mbak. Eh, Kak Tony nanti pas acara tunangan aku kita sewa gedung ya" mohon Tina pada Tony.

"Rumah ini cukup besar loh, Tin" tekan Sari.

Sebenarnya Sari tak terlalu menyukai sikap adik iparnya yang terlalu manja dan semena-mena ini. Belum lagi ibu mertua nya, yang seakan memperlakukan Tina layaknya tuan putri. Tak boleh melakukan ini lah, tak boleh itu lah, takut ini lah, takut itu lah. Kapan dia akan mandiri? Pikir Sari.

"Bawa dulu calonnya ke sini, suruh juga orang tuanya menemui kakak dan mama, baru kamu bisa tunangan. Jangan seenaknya saja Tina" Tina hanya cemberut mendengar ucapan Tony.

"Kak Seno itu sibuk, Kak. Dia itu dokter. Kakak kira dia gak ada kerjaan apa? "

"Sesibuk apapun dia, kalau kamu memang penting dia akan meluangkan waktunya untuk kamu" ucap Sari.

"Bener kata Mbak kamu itu Tina. Atur waktu kalau memang dia serius, umur kamu sudah cukup untuk menikah" Tina hanya mengerucutkan bibirnya kesal.

"Oh iya Mas. Itu tadi Zakia mantan pembantu kamu bukan, sih? " tanya Sari penasaran setelah cukup lama hening.

"Mbak Sari ketemu Zakia? Dimana? " Sari hanya mengangguk.

"Tadi di acara tunangan anaknya atasan kakak kamu. Mbak cuma heran"

"Heran kenapa? "

"Kalau dia anaknya orang berada kenapa mau jadi pembantu di rumah ini? "

"Zakia? Anak orang berada? Mbak Sari ngaco deh, dia itu cuma anak panti yang gak punya apa-apa"

"Tapi beneran Tina, tadi itu dia dikenalkan sebagai putri bungsu keluarga Wijaya. Mbak awalnya pangling, tapi melihat sorot matanya Mbak baru yakin kalau dia Zakia yang sama. Gila ih, sekarang dia makin cantik, mana modis lagi" puji Sari tanpa menyadari perubahan ekspresi suaminya.

"Zakia yang lain kali, Mbak. Gak mungkin kalau Zakia mantan pembantu kita itu anak keluarga terpandang semacam keluarga Wijaya"

"Jangan meragukan Mbak, Tina. Mbak tak pernah salah mengenali orang"

"Tapi mana mungkin, aku tau banget siapa Zakia, si miskin dari panti itu"

"Cukup Tina, jangan lagi menghina seseorang sembarangan. Kamu ini terlalu dimanja sama mama, akhirnya ya begini mulut gak ada filternya" sergah Tony.

"Kok kakak gitu sih sama aku? "

"Apa Tina? Benar bukan? Selama ini jangan kira kakak gak tau kelakuan kamu diluar sana. Kamu kelamaan dimanja jadi seenaknya dalam bersikap dan berbicara"

"Aku kan bicara fakta, kenapa kakak marah? " ucap Tina meninggikan suaranya.

"Jangan meninggikan suara kamu ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dari kamu Tina" bentak Tony.

"Kenapa kakak jadi bentak aku sih? " setelah mengatakan itu, Tina langsung berlari ke kamarnya.

"Mas, sudah. Nanti Riny terbangun" Sari mengelus pelan baju suaminya itu.

"Tapi sekali-sekali Tina harus dikerasin biar gak ngelunjak. Gimana jadinya nanti kalau dia bersikap seenaknya terus? Gimana nanti kalau dia ikut di rumah mertuanya dengan sikap seperti itu? Bikin malu aja"

"Aku tau, tapi kamu bisa menasehati nya dengan lembut. Tak perlu pakai emosi begini. Yang ada bukannya berubah, Tina malah semakin menjadi nantinya"

Tony mengusap wajahnya kasar. Semenjak kepergian Zakia yang

tanpa pamit, sikap Tina dan mamanya semakin menjadi. Hingga dirinya menikah dengan Sari pun, sikap mereka tak berubah. Untungnya Sari bukan wanita lemah lembut seperti Zakia yang mudah mengalah.

"Mama dari mana saja jam segini baru kembali? " tanya Tony saat melihat mamanya baru datang, Sari hanya menoleh ke arah ibu mertuanya itu.

"Seperti biasa, mama habis kumpul sama temen-temen Mama. Ada apa sih, Ton? Biasanya juga nama seperti ini kamu juga tak protes"

Ya, semenjak Tony naik jabatan dan otomatis gajinya juga naik. Sarah semakin menjadi dalam mengatur keuangan, bahkan dirinya juga terkesan sangat boros. Hingga membuat Tony sering kali menegurnya, tapi tak pernah digubris nya. Untungnya Sari masih bekerja, jadi dirinya masih memiliki pemasukan pribadi. Jika mengandalkan gaji Tony itu tak akan cukup. Apalagi ibu mertua mengambil alih penuh untuk mengelola keuangan Tony.

"Kurangi mama berkumpul dengan teman-teman Mama itu, didik Tina dengan benar. Tanyakan kapan anak itu dilamar, jangan cuma beraninya membawa anak gadis ke sana kemari tanpa kepastian. Kurangi juga mama menghamburkan uang untuk hal tidak penting"

"Kamu ini kenapa sih, Ton? Biasanya kamu juga gak pernah protes Mama ngapain aja"

"Aku gak mau tau, ini terakhir kalinya Mama pulang larut hanya untuk melakukan hal tak penting di luar sana jika Mama masih ingin tinggal nyaman di rumah ini"

Setelah Tony naik jabatan, Tony berhasil membeli rumah yang cukup mewah untuk keluarga kecilnya awalnya. Namun, siapa sangka adik dan mamanya memilih ikut tinggal bersama dirinya dan istrinya. Tony hanya mengiyakan saat Sari mengatakan tak apa jika tinggal bersama dengan mama dan adiknya.

Kali ini Tony menyesali keputusannya mengiyakan adik dan mamanya untuk tinggal bersama. Bukannya memperlakukan Sari sebagai ratu di rumah itu, bahkan kesannya Sari akan bernasib seperti Zakia.

Tony mengingat perkataan Zakia sebelum meninggalkannya 'Kak dalam hubungan pernikahan, mertua tak dianjurkan ikut campur salam urusan rumah tangga anaknya. Boleh orang tua menasehati namun sebatas menasehati, tak lebih jauh. Orang tua yang baik akan membiarkan dua insan dalam ikatan rumah tangga mengambil keputusan sendiri, mereka hanya akan mengingatkan jika dua insan mulai menyimpang atau salah jalan. Tugas mertua hanya menasehati bukan mencampuri'

Tapi pada nyatanya mamanya tak berhenti untuk mengomentari bahkan mengatur rumah tangganya. Bahkan Sari juga mengalah untuk mengatur keuangan rumah ini dan mengelola gajinya. Bukankah harusnya Sari yang berhak melakukan itu semua.

...****************...

"Oh iya, Kia tadi gak liat Kak Al? " tanya Zakia pada Tania yang masih asik bergelayut manja pada tunangannya.

Setelah acara selesai dan para tamu membubarkan diri, mereka berkumpul di taman belakang rumah utama keluarga Wijaya. Albert pun ikut berkumpul di sana karena permintaan Tania, sedangkan kedua orang tuanya telah kembali lebih dulu.

"Alesha? " tanya Tania memastikan, Zakia hanya mengangguk.

"Mama dirawat di luar negeri karena sakit, mereka baru berangkat dua hari yang lalu"

"Semoga cepet sembuh buat mamanya Kak Al"

"Kia makan dulu, nak" seru Nita.

"Nanti, Bunda. Kia mau bersih-bersih dulu. Gerah"

"Ya sudah, setelah itu langsung makan. Mulai tadi Bunda gak liat kamu makan apapun"

"Diet kali dia Bunda" goda Tania.

"Ndak Bunda, ngapain diet badan Kia udah bagus. Kia syukuri mau gendut atau kurus"

"Katanya yang langsing itu cantik loh, dek"

"Gak ada teori yang menjelaskan hal semacam itu. Cantik itu relatif Mbak. Buat apa cantik fisik dan wajah tapi kelakuan buruk. Syukuri saja apa yang Allah kasih sama kita, jangan kufur sama nikmat Allah, Mbak"

"Bu ustadzah cantik ku ini bos"

"Ah, Mbak Nia gitu mulu" Zakia pasti akan merona malu ketika Tania menggodanya dengan kata-kata itu.

Tania terkikik geli saat melihat Zakia yang berlari dengan wajah merona malu.

"Usil banget sih, Sayang? "

"Dia itu lucu tau, Kak. Apalagi kalau lagi malu, mukanya merah banget"

"Sudah Nia jangan goda adik kamu terus. Nanti dia malah gak betah disini"

"Nggih Ayahku sayang"

Terpopuler

Comments

Sitti Azizah

Sitti Azizah

mantep SMG bhgia sll

2023-05-02

0

kavena ayunda

kavena ayunda

enak bgt hidup mantan suami smaa.pelakor nya bahagia aja sih thor

2022-10-04

0

Tihajar

Tihajar

lanjut aku suka

2022-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!