"Kak, kita perlu bicara" Ucap Zakia saat melihat suaminya yang akan memasuki kamar mandi.
"Bicarakan setelah aku selesai mandi, Zakia"
"Tidak kita perlu bicara sekarang"
"Bicara apa sih, Zakia. Badan aku lengket tau nggak? " Nada suara Tony mulai sedikit meninggi.
Zakia kaget, dari awal pernikahannya Tony tak pernah meninggikan nada bicaranya. Sesalah apapun Zakia dia akan menegur dengan lembut. Tapi kali ini Tony bahkan membentaknya.
"Siapa wanita tadi, Kak? " Tanya Zakia lirih.
"Rekan kerja aku, ada lagi? "
"Rekan kerja harus dirangkul kah? " Tony terdiam saat melihat mata Zakia berkaca-kaca. Sebersit rasa bersalah timbul dihatinya.
"Itu bukan urusan kamu, Zakia"
"Itu jadi urusan aku, Kak. Aku ini istri kamu" Zakia mulai meninggikan suaranya, sungguh dirinya tak kuasa jika harus diam melihat penghianatan suaminya itu.
"Berani kamu bentak aku. Aku suami kamu Zakia"
"Aku juga istri kamu, Kak. Aku berhak tau lingkungan kerja kamu"
"Kamu cuma lulusan SMA, tau apa tentang lingkungan kerja"
Zakia bungkam, hinaan pertama yang ia dapat dari suaminya. Hatinya sakit, jika bukan karena cintanya pada Tony dirinya juga enggan menikah muda. Masa depannya masih panjang.
"Berhenti urusin kegiatan aku kalau kamu masih mau jadi istri aku"
"Maksud kakak apa? "
"Zakia kamu ini bodoh apa gimana, sih. Kamu gak lihat perbedaan kita itu jauh Zakia"
"Perbedaan apa sih, Kak? " Sungguh Zakia tak mengerti.
"Zakia lihat, aku adalah pria modis dengan karir yang bagus. Apa kata orang nanti kalau aku punya istri kucel kayak kamu"
"Jadi itu alasan kakak selingkuh" Tony terbelalak kaget mendengar penuturan Zakia.
"Aku gak selingkuh Zakia"
"Lalu apa namanya, setelah booking hotel dan membawanya ke rumah. Dikenalkan sebagai pacar, lalu istrinya sendiri disebut pembantu" Sejauh mana istrinya ini mengetahui kelakuan buruknya dibelakang.
"Jangan mengarang cerita Zakia"
"Aku memang hanya lulusan SMA, Kak. Tapi aku bukan wanita bodoh yang bisa kakak bohongi selama ini. Kalau kakak kira aku diem karena aku gak tau, kakak salah. Aku tau semuanya, gerak gerik kakak itu semua juga membuktikan kecurigaan aku. Salah aku apa sama kakak, sampek kakak tega lakuin ini ke aku ? " Ucap Zakia lirih.
Suara Tony tercekat, dirinya lupa jika Zakia adalah wanita dengan otak jenius. Meskipun Zakia hanya lulusan SMA namun Tony akui Zakia dapat menyerap dengan cepat apa yang ia lihat.
"Sekarang Zakia kasih pilihan sama kakak. Kakak pilih Kia atau Mbak Sari? "
Tony terdiam, dirinya tak menyangka dibalik sikap polos dan ceria seorang Zakia, bisa membuat suasana mencekam seketika. Tony bahkan susah payah menelan salivanya ketika menatap mata Zakia yang berkaca-kaca. Namun, pancaran mata itu menampilkan kemurkaan yang tertahan.
"Zakia... "
"Aku tau Mbak Sari? " Zakia langsung memotong ucapan Tony. "Cukup selama ini aku diam, Kak. Kamu membatasi ruang gerak ku, aku diam. Kamu bahkan tak membiarkan aku bersosialisasi diluar, akupun diam. Aku kurang apa, Kak? "
"Apa karena aku kurang modis, apa karena aku kurang cantik. Itu yang kakak cari dari wanita diluar sana yang tak kakak temui dalam diri istri kakak"
"Bagaimana aku bisa modis, bagaimana aku bisa cantik jika aku tak tau apa itu make-up apa itu fashion. Aku hanya memakai baju yang kalian belikan, bahkan untuk ikut membelinya saja aku tak diperbolehkan. Apa selama ini aku menuntut? Tidak Kak"
"Sekarang aku tanya lagi, apa selama ini kamu memberiku nafkah untuk kebutuhan ku? Jawabannya tidak, Kak. Kamu memberikan seluruh gaji mu pada mama mu, padahal disini aku adalah istrimu, aku yang berhak atas uang mu. Kamu boleh saja memberi mama mu, tapi jangan lupakan jika istri mu adalah tanggungan mu"
"Diam ku kalian anggap bodoh, diam ku kalian manfaatkan. Hingga mama memecat seluruh asisten rumah tangga dan membuat menantunya menjadi pembantu dirumahnya sendiri"
Tony kaget mendengar penuturan Zakia, tapi Tony tak langsung percaya. Dirinya yakin tak mungkin Sarah akan membuat Zakia menjadi pembantu. Tony tau jika Sarah memecat seluruh asisten rumah tangganya karena pekerjaan mereka tak becus.
"Jangan mengarang cerita dengan menjelekkan mama Zakia" Geram Tony.
"Ceraikan aku"
Tony mematung tak percaya dengan apa yang diucapkan Zakia, sudut hatinya berkata untuk mempertahankan Zakia. Namun sudut lainnya berkata untuk melepaskan Zakia. Tony didera dilema.
"Ceraikan aku dan nikahi Mbak Sari. Kalian tak boleh melakukan hal yang ditentang oleh agama, Kak. Jika kakak tak menikahinya, kasian Mbak Sari, dia akan susah menemukan jodohnya" Zakia langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Tony duduk di tepi kasur. Sejauh itukah Zakia tau tentang perilaku buruknya. Gadis polos yang dirinya nikahi kini mulai menunjukkan emosinya. Gadis lemah lembut yang ia nikahi, mulai menunjukkan amarahnya. Kini Tony bingung harus berbuat apa.
Tony bergegas ke kamar mandi, dirinya butuh menyegarkan tubuh dan pikirannya. Keputusan apa yang harus dirinya ambil, melepaskan Zakia dan menikahi Sari. Atau menjadikan Sari yang kedua. Tapi Sari tak tahu jika dirinya memiliki istri. Di sudut lain Tony tak rela jika harus melepaskan wanita seperti Sari.
Jika Tony menenangkan dirinya di kamar mandi, berbeda dengan Zakia. Dirinya memilih menenangkan diri di taman komplek. Meskipun ini sudah malam, tapi Zakia menyukai kesunyian ini.
"Kia? "
Zakia menoleh, guna mencari suara lembut yang menyapanya hangat.
"Eh Mbak Nia"
"Kamu ngapain disini malem-malem, sendirian pula" Tania menoleh ke kanan ke kiri siapa tahu tebakannya salah.
"Kia memang sendirian, Mbak. Mbak Nia sendiri ngapain malem-malem keluar? "
"Hehehe cari makan, Kia. Mbak laper, bunda lagi ke rumah nenek jadi gak ada makanan" Zakia hanya mengangguk menanggapi jawaban Tania.
Keheningan menyelimuti mereka, setelah cukup lama terdiam Tania mulai angkat bicara lagi.
"Cerita sama Mbak, Kia. Kamu lagi ada masalah ya? "
"Keliatan banget ya Mbak? " Tania hanya tersenyum lalu mengangguk. Dirinya menarik Zakia ke dalam pelukannya. "Cerita lah jika mau siapa tau kamu merasa sedikit lebih tenang. Jika tidak pun tak apa" Tania mengelus pelan punggung Zakia yang mulai bergetar. Zakia menangis.
Zakia mulai menceritakan apa yang menerpa rumah tangganya, bagaimana perlakuan mertua dan adik iparnya. Bagaimana perubahan sikap suaminya. Hingga puncak nya tadi sebelum bertemu dengan Alesha dan Tania, dirinya melihat suaminya dengan wanita lain sedang memadu kasih.
Mendengar cerita Zakia, entah kenapa Tania merasa kasihan sekaligus marah.
"Lalu kamu maunya gimana, Kia? "
"Kia minta cerai, Mbak"
"Bagus. Om Mbak pengacara, nanti Mbak minta bantuan om buat urusin perkara kamu"
"Gak usah Mbak, Kia gak ada uang buat sewa pengacara segala"
"Pakai uang aku Zakia. Kamu tenang aja"
"Tapi Mbak Zakia gak ngerepotin, Mbak"
"Aku gak merasa direpotkan Zakia "
"Tapi, kita baru kenal Mbak. Kia gak mau dicap memanfaatkan Mbak Nia" Tania tersenyum, selain polos dan cantik, Zakia memang wanita yang baik hati.
"Atau gini aja. Aku anggap kamu pinjam uang dari aku"
"Tapi, Mbak"
"Gak ada tapi lagi, Zakia. Besok aku mau kamu siapin semua berkas kebutuhan perceraian kamu. Kamu ada bukti kalau suami kamu selingkuh? " Zakia menggeleng pelan.
"Sudah-sudah itu gampang kita bisa minta bantuan Alesha nanti"
"Tuh kan jadi ngerepotin banyak orang"
"Repot apaan, gak ada ya. Pokoknya setelah bercerai aku bakal minta bunda buat adopsi kamu. Titik"
Zakia cengo dibuatnya. Dirinya masih mencoba mencerna semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Arin
bagus KIA jngn jdi wnita lemah oke
2022-06-17
0
4RB14 B14
kemungkinan ya Thor Zaskia itu anaknya orang kaya ya?
2022-06-11
0
Nova Lasari
kamu harus kuat kia temukan kebahagian kamu sendiri
2022-04-06
1