Bab 4

"Kak, kita perlu bicara" Ucap Zakia saat melihat suaminya yang akan memasuki kamar mandi.

"Bicarakan setelah aku selesai mandi, Zakia"

"Tidak kita perlu bicara sekarang"

"Bicara apa sih, Zakia. Badan aku lengket tau nggak? " Nada suara Tony mulai sedikit meninggi.

Zakia kaget, dari awal pernikahannya Tony tak pernah meninggikan nada bicaranya. Sesalah apapun Zakia dia akan menegur dengan lembut. Tapi kali ini Tony bahkan membentaknya.

"Siapa wanita tadi, Kak? " Tanya Zakia lirih.

"Rekan kerja aku, ada lagi? "

"Rekan kerja harus dirangkul kah? " Tony terdiam saat melihat mata Zakia berkaca-kaca. Sebersit rasa bersalah timbul dihatinya.

"Itu bukan urusan kamu, Zakia"

"Itu jadi urusan aku, Kak. Aku ini istri kamu" Zakia mulai meninggikan suaranya, sungguh dirinya tak kuasa jika harus diam melihat penghianatan suaminya itu.

"Berani kamu bentak aku. Aku suami kamu Zakia"

"Aku juga istri kamu, Kak. Aku berhak tau lingkungan kerja kamu"

"Kamu cuma lulusan SMA, tau apa tentang lingkungan kerja"

Zakia bungkam, hinaan pertama yang ia dapat dari suaminya. Hatinya sakit, jika bukan karena cintanya pada Tony dirinya juga enggan menikah muda. Masa depannya masih panjang.

"Berhenti urusin kegiatan aku kalau kamu masih mau jadi istri aku"

"Maksud kakak apa? "

"Zakia kamu ini bodoh apa gimana, sih. Kamu gak lihat perbedaan kita itu jauh Zakia"

"Perbedaan apa sih, Kak? " Sungguh Zakia tak mengerti.

"Zakia lihat, aku adalah pria modis dengan karir yang bagus. Apa kata orang nanti kalau aku punya istri kucel kayak kamu"

"Jadi itu alasan kakak selingkuh" Tony terbelalak kaget mendengar penuturan Zakia.

"Aku gak selingkuh Zakia"

"Lalu apa namanya, setelah booking hotel dan membawanya ke rumah. Dikenalkan sebagai pacar, lalu istrinya sendiri disebut pembantu" Sejauh mana istrinya ini mengetahui kelakuan buruknya dibelakang.

"Jangan mengarang cerita Zakia"

"Aku memang hanya lulusan SMA, Kak. Tapi aku bukan wanita bodoh yang bisa kakak bohongi selama ini. Kalau kakak kira aku diem karena aku gak tau, kakak salah. Aku tau semuanya, gerak gerik kakak itu semua juga membuktikan kecurigaan aku. Salah aku apa sama kakak, sampek kakak tega lakuin ini ke aku ? " Ucap Zakia lirih.

Suara Tony tercekat, dirinya lupa jika Zakia adalah wanita dengan otak jenius. Meskipun Zakia hanya lulusan SMA namun Tony akui Zakia dapat menyerap dengan cepat apa yang ia lihat.

"Sekarang Zakia kasih pilihan sama kakak. Kakak pilih Kia atau Mbak Sari? "

Tony terdiam, dirinya tak menyangka dibalik sikap polos dan ceria seorang Zakia, bisa membuat suasana mencekam seketika. Tony bahkan susah payah menelan salivanya ketika menatap mata Zakia yang berkaca-kaca. Namun, pancaran mata itu menampilkan kemurkaan yang tertahan.

"Zakia... "

"Aku tau Mbak Sari? " Zakia langsung memotong ucapan Tony. "Cukup selama ini aku diam, Kak. Kamu membatasi ruang gerak ku, aku diam. Kamu bahkan tak membiarkan aku bersosialisasi diluar, akupun diam. Aku kurang apa, Kak? "

"Apa karena aku kurang modis, apa karena aku kurang cantik. Itu yang kakak cari dari wanita diluar sana yang tak kakak temui dalam diri istri kakak"

"Bagaimana aku bisa modis, bagaimana aku bisa cantik jika aku tak tau apa itu make-up apa itu fashion. Aku hanya memakai baju yang kalian belikan, bahkan untuk ikut membelinya saja aku tak diperbolehkan. Apa selama ini aku menuntut? Tidak Kak"

"Sekarang aku tanya lagi, apa selama ini kamu memberiku nafkah untuk kebutuhan ku? Jawabannya tidak, Kak. Kamu memberikan seluruh gaji mu pada mama mu, padahal disini aku adalah istrimu, aku yang berhak atas uang mu. Kamu boleh saja memberi mama mu, tapi jangan lupakan jika istri mu adalah tanggungan mu"

"Diam ku kalian anggap bodoh, diam ku kalian manfaatkan. Hingga mama memecat seluruh asisten rumah tangga dan membuat menantunya menjadi pembantu dirumahnya sendiri"

Tony kaget mendengar penuturan Zakia, tapi Tony tak langsung percaya. Dirinya yakin tak mungkin Sarah akan membuat Zakia menjadi pembantu. Tony tau jika Sarah memecat seluruh asisten rumah tangganya karena pekerjaan mereka tak becus.

"Jangan mengarang cerita dengan menjelekkan mama Zakia" Geram Tony.

"Ceraikan aku"

Tony mematung tak percaya dengan apa yang diucapkan Zakia, sudut hatinya berkata untuk mempertahankan Zakia. Namun sudut lainnya berkata untuk melepaskan Zakia. Tony didera dilema.

"Ceraikan aku dan nikahi Mbak Sari. Kalian tak boleh melakukan hal yang ditentang oleh agama, Kak. Jika kakak tak menikahinya, kasian Mbak Sari, dia akan susah menemukan jodohnya" Zakia langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar.

Tony duduk di tepi kasur. Sejauh itukah Zakia tau tentang perilaku buruknya. Gadis polos yang dirinya nikahi kini mulai menunjukkan emosinya. Gadis lemah lembut yang ia nikahi, mulai menunjukkan amarahnya. Kini Tony bingung harus berbuat apa.

Tony bergegas ke kamar mandi, dirinya butuh menyegarkan tubuh dan pikirannya. Keputusan apa yang harus dirinya ambil, melepaskan Zakia dan menikahi Sari. Atau menjadikan Sari yang kedua. Tapi Sari tak tahu jika dirinya memiliki istri. Di sudut lain Tony tak rela jika harus melepaskan wanita seperti Sari.

Jika Tony menenangkan dirinya di kamar mandi, berbeda dengan Zakia. Dirinya memilih menenangkan diri di taman komplek. Meskipun ini sudah malam, tapi Zakia menyukai kesunyian ini.

"Kia? "

Zakia menoleh, guna mencari suara lembut yang menyapanya hangat.

"Eh Mbak Nia"

"Kamu ngapain disini malem-malem, sendirian pula" Tania menoleh ke kanan ke kiri siapa tahu tebakannya salah.

"Kia memang sendirian, Mbak. Mbak Nia sendiri ngapain malem-malem keluar? "

"Hehehe cari makan, Kia. Mbak laper, bunda lagi ke rumah nenek jadi gak ada makanan" Zakia hanya mengangguk menanggapi jawaban Tania.

Keheningan menyelimuti mereka, setelah cukup lama terdiam Tania mulai angkat bicara lagi.

"Cerita sama Mbak, Kia. Kamu lagi ada masalah ya? "

"Keliatan banget ya Mbak? " Tania hanya tersenyum lalu mengangguk. Dirinya menarik Zakia ke dalam pelukannya. "Cerita lah jika mau siapa tau kamu merasa sedikit lebih tenang. Jika tidak pun tak apa" Tania mengelus pelan punggung Zakia yang mulai bergetar. Zakia menangis.

Zakia mulai menceritakan apa yang menerpa rumah tangganya, bagaimana perlakuan mertua dan adik iparnya. Bagaimana perubahan sikap suaminya. Hingga puncak nya tadi sebelum bertemu dengan Alesha dan Tania, dirinya melihat suaminya dengan wanita lain sedang memadu kasih.

Mendengar cerita Zakia, entah kenapa Tania merasa kasihan sekaligus marah.

"Lalu kamu maunya gimana, Kia? "

"Kia minta cerai, Mbak"

"Bagus. Om Mbak pengacara, nanti Mbak minta bantuan om buat urusin perkara kamu"

"Gak usah Mbak, Kia gak ada uang buat sewa pengacara segala"

"Pakai uang aku Zakia. Kamu tenang aja"

"Tapi Mbak Zakia gak ngerepotin, Mbak"

"Aku gak merasa direpotkan Zakia "

"Tapi, kita baru kenal Mbak. Kia gak mau dicap memanfaatkan Mbak Nia" Tania tersenyum, selain polos dan cantik, Zakia memang wanita yang baik hati.

"Atau gini aja. Aku anggap kamu pinjam uang dari aku"

"Tapi, Mbak"

"Gak ada tapi lagi, Zakia. Besok aku mau kamu siapin semua berkas kebutuhan perceraian kamu. Kamu ada bukti kalau suami kamu selingkuh? " Zakia menggeleng pelan.

"Sudah-sudah itu gampang kita bisa minta bantuan Alesha nanti"

"Tuh kan jadi ngerepotin banyak orang"

"Repot apaan, gak ada ya. Pokoknya setelah bercerai aku bakal minta bunda buat adopsi kamu. Titik"

Zakia cengo dibuatnya. Dirinya masih mencoba mencerna semuanya.

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

bagus KIA jngn jdi wnita lemah oke

2022-06-17

0

4RB14 B14

4RB14 B14

kemungkinan ya Thor Zaskia itu anaknya orang kaya ya?

2022-06-11

0

Nova Lasari

Nova Lasari

kamu harus kuat kia temukan kebahagian kamu sendiri

2022-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!