Bab 15

"Assalamualaikum" seru Tania dan Albert bersamaan.

"Wa'alaikumussalam"

Tania dan Albert menyalami tangan Arya dan Nita yang kebetulan ada di ruang tamu.

"Kia mana? "

"Udah kangen aja. Baru juga berapa jam gak ketemu, Nia" goda Arya.

Albert hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah tunangannya itu.

"Ish, Ayah. Belum puas tau kangen-kangenannya sama Kia"

"Wes arep nikah, kok kelakuane koyok arek cilik, piye toh nduk"

"Ayah ihh"

"Malu, Nia"

Tania melirik ke arah Albert yang tersenyum tipis, setelah itu dirinya cengengesan tak jelas.

"Lelenya sudah sampai kan, Bun? " tanya Albert.

"Sudah dieksekusi sama Zakia" jawab Nita sekenanya.

"Apa nih bawa-bawa nama Kia? " Zakia langsung bersuara saat namanya disebut.

Semuanya menoleh ke arah Zakia. Zakia tampak fresh dengan baju rumahannya. Gamis polos dipadu dengan jilbab instan nya, simple namun begitu cantik untuk Zakia.

"Belum makan siang? "

"Nunggu kamu, nak. Makanya belum Bunda ajak ke meja makan"

"Ayolah ke meja makan. Harusnya itu gak usah tunggu Kia, Bunda. Kalo laper ya langsung makan" ucap Kia sambil berjalan ke arah meja makan.

"Ini jadi berapa, Kak? " tanya Kia pada Albert.

"Apanya? "

"Harganya kakak ipar"

"Gratis ,kan buat adik ipar"

"Jangan gitu lah, besok Kia ada rencana masak lele lagi soalnya. Kalo gak bayar ya gimana nantinya"

"Gak gimana-gimana Kia, udah kamu itu adik Mbak berarti juga adiknya Albert, jadi terima aja" omel Tania.

"Huft, makasih loh kak"

"Iya sama-sama"

"Jadi ini apa? "

"Masakan, Nia. Kamu liatnya apa? " tanya Arya bingung.

Sembari menunggu istrinya menyiapkan air untuk dirinya, mereka akan mengobrol sebelum acara makan dimulai.

"Maksud Nia itu, dimasak apa gitu Yah"

"Lele nya Kia buat dua varian dulu. Mungkin sudah ada yang jual sih, tapi ini Kia buat versi Kia sendiri. Ini ada lele pedas manis, kalau cumi pedas manis itu sudah biasa jadi Kia buat beda. Terus yang ini lele krispi, mungkin diluaran banyak yang jual. Tapi fokus Kia disini pada sambelnya. Nanti Kia mau buat beberapa macam sambal. Ini Kia buat tiga ada sambal bawang, sambal matah, sama sambal tomat"

"Wuhuhu enak nih. Buat pecinta pedas kayaknya enak nih Kia" Zakia hanya mengangguk menjawab perkataan Nia.

"Ini cuminya Kia buat sate, dalemnya itu bisa diisi apa aja. Ini diisi bakso sama Kia, bisa juga nanti diganti yang lain kok"

"Keren, kita tinggal cicipi. Nanti bahas restorannya setelah makan" ucap Tania yang diangguki lainnya.

Mereka memulai ritual makan siang dengan hasil masakan Zakia. Tampak semuanya menikmati makanan yang Zakia olah. Zakia memang pandai memasak, tak hanya kue yang mampu ia olah dengan berbagai kreasi. Masakan berat pun bisa jadi ditangannya.

Setelah selesai mereka berkumpul kembali di ruang tamu, guna membahas kelanjutan rencana Zakia dalam membuka restoran.

"Sudah dapat tempat yang cocok Kia? "tanya Arya.

"Alhamdulillah udah Yah. Lokasinya strategis, Kia suka"

"Rencananya mau disewa atau gimana? "

"Sewa dulu kayaknya, Yah. Kita lihat progresnya dulu, jika terus meningkat ada kemungkinan Kia beli. Tapi jika belum mencapai target yang Kia pasang, kayaknya nggak dulu deh Yah"

"Ayah bisa bantu loh, nak"

"Kia ingin hasil jerih payah Kia sendiri Ayah"

"Berarti gak jadi kerja dong kamu, dek? " tanya Tania.

"Kita lihat aja nanti, Mbak. Kalau memungkinkan untuk kerja kenapa nggak? "

"Ojo kabeh dilakoni, nduk"

"Nggih Bunda. InsyaAllah Kia mampu"

"Bunda percaya sama Kia" Nita mengelus punggung Zakia.

"Kia, Mbak bisa minta tolong? "

"Selagi Kia mampu Mbak"

"Cariin kain buat seragam nanti dong"

"Buat acara nikahannya? " Tania mengangguk mengiyakan pertanyaan Zakia.

"Kamu cari kain nya aja, nanti langsung dikirim ke penjahit nya"

"Yang cewek kan otomatis pakai kebaya, Nia" tanya Nita.

"Kebayanya kita beli jadi Bunda, tapi yang warna senada. Toh keluarga inti kita cuma beberapa orang aja kan, terus dari keluarga Albert udah pesen kebayanya. Cuma ya tinggal kain batik nya aja" jelas Tania.

"Cari kain batik berarti ya, ada lagi? "

"Itu dulu deh, Kia" Zakia hanya mengangguk.

Zakia berdiri sedikit menjauh untuk menghubungi seseorang perihal kain batik yang dibutuhkan oleh Tania.

"Saya butuh kain batik dalam jumlah yang banyak. Tolong kirim gambar kain yang stok nya cukup banyak ya"

"Untuk acara apa, Bu Zakia? " tanya orang di seberang sana.

"Untuk acara pernikahan, kemungkinan dipakai saat akad nikah. Saya mau yang kalem ya motifnya"

"Siap, Bu. Saya langsung ke gudang buat cek barang yang ibu mau"

"Saya tunggu ya, mumpung calon suami kakak saya masih disini"

"Siap Bu"

"Terimakasih sebelumnya, assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam"

Zakia baru saja selesai menghubungi bawahannya. Ya, Zakia memiliki pabrik tekstil sendiri. Tidak ada yang tahu bagaimana sepak terjang seorang Zakia saat di luar negeri.

Saat di luar negeri Zakia iseng mengembangkan pengetahuannya di bidang IT. Menciptakan sebuah aplikasi, meretas atau apapun yang berhubungan dengan IT dia lakukan. Hingga salah satu temannya meminta bantuannya, siapa yang menyangka jika temannya malah mempromosikan dirinya pada perusahaan milik keluarga nya. Dari situlah saldo tabungan Zakia membengkak, setiap bulannya selalu bertambah. Karena ada saja yang meminta bantuannya dalam hal IT, tak lupa pula mereka memberikan imbalan yang fantastis menurut Zakia.

Tahun lalu tepatnya saat Zakia sedang berselancar dengan ponselnya, Zakia mendapati perusahaan tekstil yang hampir collaps. Setelah menimbang cukup lama dan melihat progres perusahaan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Akhirnya Zakia mengakuisisi perusahaan tersebut menjadi miliknya. Namun, Zakia tak menduduki kursi pemimpin. Dia hanya bergerak dibalik layar.

Perusahaan yang awalnya sudah siap gulung tikar, perlahan merangkak naik kembali saat mendapat dobrakan semangat yang Zakia keluarkan. Ide-ide segar yang Zakia tuangkan, membuat para pekerja yang awalnya malas menjadi semangat kembali. Sekarang Zakia sudah dapat memetik hasil dari jerih payahnya selama satu tahun berpikir keras untuk membangkitkan perusahaannya.

"Kia" panggil Nita.

Zakia mengecek ponselnya sebentar. Setelah memastikan jika bawahannya mengirimkan apa yang dia mau, barulah Zakia mendekat ke arah keluarganya kembali.

"Ini contoh corak batiknya, dipilih dulu yang mana yang cocok" Zakia menyerahkan ponselnya pada Tania.

"Cepet banget dapatnya? " tanya Tania heran.

"Berarti Mbak Nia lagi beruntung"

"Iya, tapi ini cepet banget loh, Kia. Kamu punya kenalan orang tekstil atau gimana? " Zakia hanya mengangguk saja.

"Ini coraknya kalem semua ya. Aku suka liatnya"

"Jadi pilih yang mana? "

"Yang tengah aja deh, Kia. Gak papa, kan? " tanya Tania pada Albert untuk memastikan.

"Terserah kamu, sayang" jawab Albert sekenanya. Karena memang urusan baju Tania yang mengambil alih.

"Jadi deal yang tengah ya? " Tania mengangguk. "Kirim alamat penjahit nya, Mbak. Biar kainnya langsung dikirim ke sana"

"Gak usah dicek dulu kainnya, Kia? "

"Nanti Kia yang cek kesana deh, Bunda. Biar cepet, ini waktunya juga mepet kan"

"Untuk ukurannya gimana, Nia? " tanya Nita.

"Nanti setelah kain sampai perwakilan dari bagian penjahit akan kesini satu buat ngukur Bun. Terus ke rumah Albert satu, nanti yang mau pakai seragam nya dikumpulin ya, Yang. Biar langsung diukur hari itu juga" Albert mengangguk. Karena dari keluarganya memang cukup banyak yang akan menggunakan seragam, maklumlah keluarga besar.

"Tante kamu masih di luar negeri, Nia"

"Al kan bisa ngukur, Bunda. Jangan lupa Al itu pengen jadi desainer tapi malah mentok ngurusin bisnis karena gak ada penerus lagi" jawab Tania.

"Kamu atur lah, Bunda pusing kalau ikut cara kamu memang"

"Bunda terima beres aja, Kia yang bantu Mbak Nia. Akad nikahnya di rumah ini kan Mbak? "

"Iya, baru nanti resepsinya di hotel"

"Boleh kalau Kia yang atur dekorasinya. Maksudnya tata letaknya aja"

"Kami tiga tahun doang di luar negeri udah berubah banyak ya. Banyak dapet ilmu ya di luar negeri? " Zakia hanya nyengir saat ditembak pertanyaan begitu saja oleh Tania.

"Hehehe, habisnya ya gimana. Pulang kuliah kalo diem terus kan bosen, jadi iseng main ke toko bunga milik keluarga temen, eh keterusan sampai sering ikut kalau ada acara begituan. Tapi, Kia ikut kalau lagi kosong sih"

"Emang gak bisa diem kamu, Kia"

"Kayak kamu ya, Yang"

"Eh kok aku"

Semua tertawa melihat wajah bingung Tania.

Terpopuler

Comments

Nova Lasari

Nova Lasari

sukses buat penulis semangat

2022-04-06

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!