Kondisi tubuh Amoera!

"Nona!"

Amoera lansung menoleh kebelakang dan seketika ia terkejut melihat Pria berpakaian hitam yang tepat berada dihadapannya dengan sebilah pisau yang tersembunyi.

"Tuan kau..!"

"Hay!"

Jleb..

Amoera lansung terhenyak saat satu pisau itu lansung menusuk perutnya membuat Amoera termenung kosong dengan darah yang mulai membasahi pakaiannya, matanya menatap pria itu dengan sangat Intens.

"Ka..Kau..!"

"Kematian harus dibalas Kematian!"

Geram Pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan Amoera yang mengangkat tangannya meminta pertolongan pada orang-orang diujung sana tapi tak ada yang melihatnya karna disebelah Amoera berdiri itu tempat sepi.

"Uhuk!"

Amoera terbatuk darah dengan tubuh mungil Amoera tumbang diatas rerumputan taman dengan darah yang terus keluar mengalir membuat sebuah genanagan.

"To..Tolong hiks!"

Lirihan lemah itu keluar, namun sayangnya tak ada yang tahu apapun tentangnya dengan tangisan tertahan Amoera bercampur air mata kesakitan.

Ia mencoba menyeret kakinya menuju tempat keramaian diujung sana namun ia tak kuat, rasanya sangat sakit dan nyeri belum lagi kepalanya mulai pusing untuk mencabut kesadaran ini.

"To..Tolong hiks! De..Denzo, Zo!!"

Suara itu hanya menjadi angin lalu saja, tak berguna sama sekali meskipun tenggorokannya sudah sangat serak karna memaksakan diri untuk bergerak hingga lukanya semangkin lebar terkoyak.

"Amoera!!!"

Suara Abligay yang membuat Amoera tersigap lalu mencoba merangkak menuju kursi taman untuk berdiri, tubuhnya yang pendek menyulitkan Amoera bergerak aktif apalagi luka ini sangat sakit.

"Ba..Bay!!"

"A..Amoera!!"

Abligay terkejut melihat Amoera yang melambaykan tangan penuh darah itu padanya yang seakan menggambarkan bagaimana keada'an gadis ini.

"Ra!! Ra kau..kau kenapa?"

"Ba...Bay hiks!"

Aglibay lansung menggendong Amoera yang perlahan menutup matanya akibat rasa pusing dan kebas diseluruh tubuhnya, jantung Aglibay berdegup kencang dengan wajah yang pucat melihat darah yang terus keluar.

"Ra..Ra Maafkan aku!! Ra, Bangun Ra!"

Namun Amoera tak bergeming membuat Aglibay benar-benar merasa gencar karna bisa saja nanti Denzo membunuhnya karna gadis ini.

Dreet..

"Sial!!"

Umpat Aglibay seraya mempercepat langkahnya saat Ponsel itu berdering, yang ia takutkan Amoera malah Kritis jika tak ditangani secepatnya apalagi wajah gadis ini sudah pucat.

"Minggir!!!"

"Tuan Muda!"

Mereka menyingkir saat melihat Aglibay yang tak memakai masker itupun mengundang perhatian banyak orang, mereka mulai mengambil gambar dengan postingan yang benar-benar tak masuk akal. tak ada yang tahu atas apa yang terjadi karna mereka sibuk mengabadikan peristiwa ini ke publik.

"Ra..Ra kau! kau akan baik-baik saja!"

"Zo..Zo hiks, Zo!"

Amoera terus melirihkan nama itu hingga membuat keringat dingin dikening Abligay lansung tercipta seraya menancap gas full kerumah sakit didekat sini, bahkan ia sangat gugup dan tak bisa berfikir tenang.

.............

Brakkk..

Denzo meninju pintu dihadapannya kuat seraya menatap Ezilla dan Anggotanya saat kabar ini sampai ketelinganya.

Tadi ia pergi untuk mencari Justin namun keadaan Amoera malah tak bisa ditangani, ia pikir Aglibay tak akan seberani ini membawa gadis itu pergi tapi ternyata ia salah.

"Aku menyuruh kau menjaganya!!"

"Ki..King! a..aku pikir adiku..!"

Dorrr..

Ezilla meringis saat bahunya ditembak timah panas itu membuat mereka semua gemetar takut, mereka pikir tadi Aglibay hanya membawa Nona mereka disekitar sini tapi sayangnya anggota gelap Denzo mengabarkan kalau Ada seorang pria yang menguntit mereka sedari tadi dan pria itu sedang diincar Anggota Latina.

"Kalau sampai Amoera terluka! Nyawa kalian tak akan selamat!"

Geram Denzo laku berlari keluar ruangannya dengan wajah yang benar-benar mengeras, ia tak menyangka sekilat saja ia meninggalkan gadis itu maka akan banyak panah yang mengincarnya.

"Leo!!!"

"Iya King!"

"Dapatkan Pria itu dan bawa kehadapanku secepatnya!"

Leo mengangguk turun tangan melangkah pergi dengan Denzo yang mengendarai Mobilnya sendiri menuju rumah sakit, rasanya sangatlah gelisah dan sesak namun sekuat tenaga ia menahannya.

Kenapa Anggota sialan itu diam saat tahu semua ini?

Dan satu yang terlintas dikepala Denzo memikirkan kenapa anggotanya bisa tak tahu? ini bukan kesalahan tak sengaja namun disengaja, ada Pria yang lebih dipatuhi darinya dan itu hanya satu yaitu Abinya MARK.

Disepanjang perjalanan Denzo terus menghubungi pria itu, ia ingin mengeluarkan semua kemarahannya yang begitu meluap karna Abinya sudah sangat keterlaluan.

Setelah beberapa lama Mobilnya sampai. Denzo tetap memakai Maskernya dengan Jaket dan Topi hingga tak ada yang mengenalinya dirumah sakit besar ini, tentu saja ia berlari untuk melihat bagaimana keada'an Amoera sekarang.

Ia melewati beberapa Suster yang merasa Familiar dengan tubuh tinggi gagah ini, namun mereka menepisnya kearah Mister President AIC yang mempunyai tubuh yang sempurna walau tak tahu pahatan yang terselumbung dibalik pakaian lengkap itu tak mungkin berada disini.

"Kak!"

Bugh..

Abligai lansung tersungkur akibat tinjuan telak Denzo yang meremukan rahangnya, ia mengusap darah yang keluar dari bibir dan hidungnya dengan Denzo yang sudah menguarkan aura kekelaman yang luar biasa menghisap keberanian mereka.

"Beraninya kau bawa dia keluar!"

"Kak! Ma..Maafkan aku!"

Namun Denzo hanya diam menatap bengis Abligay lalu menerobos masuk kedalam ruang ICU dengan satu Dokter Laki-Laki yang terlihat tertegun menatap seorang gadis yang terbaring lemah terpejam mata itu.

"Tuan kau..!"

Denzo membuka Maskernya dan seketika mereka semua terkejut setengah mati lalu terdiam bungkam menunduk, siapa yang berani menentang Mister President AIC ini.

"Mister President!"

"Apa yang terjadi padanya?"

Dokter Romeo lansung mendekati Denzo yang mengepalkan tangannya kuat melihat perut Amoera yang berdarah bahkan luka tusukan itu masih terlihat jelas, tapi satu hal yang paling aneh ditangkap oleh matanya yaitu luka tusukan itu terlihat berangsur menutup.

"Jelaskan!"

"Kami tak tahu kenapa? Sel kulit Nona seakan terus hidup walau sudah diputus atau diambil, hal itu membuat kepingan darah dan jaringan kulitnya kembali membentuk kulit baru!"

Denzo lansung terdiam, ia juga melihat itu saat diluka tembakan Paha Amoera dulu, memang ia hanya memidik pinggir tapi tak perlu diobati terlalu dalam lukanya seketika menutup membentuk kulit baru meski masih membekas.

"Hal ini bisa disebut dengan Skintermia dimana Sel kulit Nona memiliki daya hidup yang lama hingga bisa bereigenerasi cepat!"

"Apa ini berbahaya?"

"Tentu itu tergantung pada kondisi tubuh, Nona! kalau yang saya lihat, ini bisa menjadi pelindung dan kelibihan bagi Nona walau nanti ini bisa jadi penyakit!"

Denzo menghela nafas berat mendekati Bangkar Amoera, kenapa kau selalu membuat kejutan? kau tak tahu apapun tapi kau selalu menyimpan Misteri.

Batin Denzo menggenggam tangan Amoera yang di'infus, bahkan bekas Infus semalam saja tak berbekas sama sekali, bisa dipastikan gadis ini keturunan Klan yang memang dulu ia habisi.

Dua yang dapat ia simpulkan, Kalau Justin dalang dari semua ini berarti dia memanfaatkan Amoera sehingga bisa menyerang keluarganya karna Dendam lama.

"Z..Zo!"

"Sayang!"

Amoera membuka matanya sayu-sayu lalu melengkungkan bibirnya menatap wajah Tampan seorang pria yang selalu menghantui pikirannya.

"Apa masih sakit?"

"I..Iya!"

Denzo mengangguk memeluk Amoera yang lansung mendekapnya erat. bahkan tubuh gadis ini masih bergetar akibat rasa takut akan kejadian itu.

"Di..Dia sangat menakutkan hiks!"

"Sutt! tenanglah, tak akan terjadi apa-apa!"

"Kau tadi kemana saja?"

Tanya Amoera dengan suara kesalnya membuat Denzo tersenyum kecil mengecup pipi Cubby Amoera dengan lembut membuat para Suster disana memerah malu akan kedekatan Mister President ini.

Namun, Denzo mengelak saat Amoera ingin mengecup bibirnya seperti halnya para Manusia didekat pelabuhan dan beberapa tempat yang pernah ia lihat dulu.

"Kenapa? Ora selalu melihat kalau pasangan yang di tempat- tempat ramai sana sering mencium bibir!"

"Belum saatnya! itu terlalu Intim, Sayang!"

"Benarkah? lalu kapan saatnya?"

Denzo tersenyum kecil menggesekan hidung mancung keduanya tanpa ingin bersentuhan bibir, bukan tanpa alasan Denzo tak mau, ia takut sulit mengontrol diri kalau bibir ini sudah menyentuh bibirnya.

"Saat kau Sah menjadi Milikku!"

....

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Zika Bintang

Zika Bintang

sebenarnya namanya aglibay
apa abligay

2022-12-20

0

Kinay naluw

Kinay naluw

owhhhh manisnya.

2022-12-09

0

༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢

༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢

polos bgt kamu ora

2022-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 Kelaparan!
2 Sifat buruk!
3 Ikut aku!!
4 Mandi?
5 Rencana?
6 Tingkah konyol!!
7 Pertandingan!!
8 Pulang!
9 Istri?
10 Ada apa denganku?
11 Laporan yang bagus untuk Umi!
12 To..Tolong!!
13 Membunuh atau Dibunuh!
14 Kabar mengejutkan!!
15 Menikahlah denganku!
16 Perdebatan
17 Sendiri!!
18 Kondisi tubuh Amoera!
19 Apa aku bisa menikah sekarang?
20 Ciuman!
21 Frustasi!!
22 Pembantu?
23 Penyiksa'an!
24 Ora mencintaimu, Zo!
25 Malam panas!
26 Kedatangan Petrica!
27 Kekecewa'an.
28 Ledakan di Galery!
29 Eorana adalah Rea!!
30 Istrimu pergi!
31 Merajuk!
32 Keperusaha'an!
33 Kecemburuan!
34 Aku tak Bodoh!!
35 Merasa tak pantas!
36 Awal sekolah!
37 Jangan Nakal?
38 Bara api!
39 Kemarahan berujung Kekesalan!
40 Merasa curiga!
41 Pil KB!
42 Pembalasan!
43 Ka..Kakak!!
44 Ti..Tidak!
45 Berjanjila!
46 Semuanya ada ditanganmu!
47 Kejutan!
48 Membunuh!
49 Kau bunuh aku!
50 Sulit dipisahkan!
51 Pemikiran panjang!
52 Sempel darah!
53 Gadis berbahaya!
54 Kecemburuan Denzo!
55 Pembantaian 1..
56 Tidaakkkk!!!
57 Berikan Istriku!!
58 Jangan Tinggalkan aku!
59 Saling menyelamatkan!
60 Keterkejutan!
61 Kebahagiaan tak terbendung!
62 Ingat aku sedetik saja!
63 Overprotektif!
64 Mulai Nakal?
65 Lomba Academy!
66 Perdebatan!
67 Kepergian!
68 Ora!!!
69 Kegagalan rencana!
70 Tahap Seleksi pertama!!
71 Samaran Hans!
72 Awal Pendekatan!
73 Amoera hilang!
74 Pembantaian di Kapal!
75 Pertarungan sengit!
76 Darahku saja!
77 Selamat dari ancaman!
78 Masih saja membingungkan!
79 Perjalanan panjang!
80 Tak percaya!
81 ungkapan Cinta Denzo!
82 Memukau Semua mata!
83 Estra Part : Melepas!
84 Exstra Part: Ezilla!!
85 Exstra Part: Ingin pergi!
86 Exstra Part: Amukan
87 Exstra Part: Penengah
88 Exstra Part: Semangat Juang dua Pemuda!
89 Exstra Part: Jika ini baik untukmu!
90 Exstra Paart: Aku Mencintaimu
91 Exstra Part: Dimana Rusell?
92 Exstra Part: Makanan Pedas
93 Exstra Part: restu yang terucap.
94 Exstra Part: Kemarahan Abi Mark!
95 Exstra Part: Kesakitan semua orang!
96 Exstra Part: Pemakaman?
97 Exstra Part: Pengorbanan!
98 Exstra Part:Tunggu aku, Sayang!
99 Exstra Part: Pernikahan.
100 Exstra Part: Perubahan Hormon!
101 Exstra Part: Ingin Merasakannya
102 Extra Part:Korban Kanfas!
103 Exstra Part:Kekhawatiran Leo
104 Ezstra Part:Tak bisa dibiarkan.
105 Exstra Part: Rica pergi bersama Aglibay!
106 Exstra Part: Menikah 2 hari lagi.
107 Exstra Part: Aku ingin menikah!!!!
108 Extra Part:Berjanjilah!
109 Exstra Part: Resep Calon Bapak!
110 Exstra Part: Sa..Sakit!!
111 Exstra Part: Pendonoran darah!
112 Exstra Part: Baby Arthur and Baby Elona
113 Pengumuman Novel baru!
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kelaparan!
2
Sifat buruk!
3
Ikut aku!!
4
Mandi?
5
Rencana?
6
Tingkah konyol!!
7
Pertandingan!!
8
Pulang!
9
Istri?
10
Ada apa denganku?
11
Laporan yang bagus untuk Umi!
12
To..Tolong!!
13
Membunuh atau Dibunuh!
14
Kabar mengejutkan!!
15
Menikahlah denganku!
16
Perdebatan
17
Sendiri!!
18
Kondisi tubuh Amoera!
19
Apa aku bisa menikah sekarang?
20
Ciuman!
21
Frustasi!!
22
Pembantu?
23
Penyiksa'an!
24
Ora mencintaimu, Zo!
25
Malam panas!
26
Kedatangan Petrica!
27
Kekecewa'an.
28
Ledakan di Galery!
29
Eorana adalah Rea!!
30
Istrimu pergi!
31
Merajuk!
32
Keperusaha'an!
33
Kecemburuan!
34
Aku tak Bodoh!!
35
Merasa tak pantas!
36
Awal sekolah!
37
Jangan Nakal?
38
Bara api!
39
Kemarahan berujung Kekesalan!
40
Merasa curiga!
41
Pil KB!
42
Pembalasan!
43
Ka..Kakak!!
44
Ti..Tidak!
45
Berjanjila!
46
Semuanya ada ditanganmu!
47
Kejutan!
48
Membunuh!
49
Kau bunuh aku!
50
Sulit dipisahkan!
51
Pemikiran panjang!
52
Sempel darah!
53
Gadis berbahaya!
54
Kecemburuan Denzo!
55
Pembantaian 1..
56
Tidaakkkk!!!
57
Berikan Istriku!!
58
Jangan Tinggalkan aku!
59
Saling menyelamatkan!
60
Keterkejutan!
61
Kebahagiaan tak terbendung!
62
Ingat aku sedetik saja!
63
Overprotektif!
64
Mulai Nakal?
65
Lomba Academy!
66
Perdebatan!
67
Kepergian!
68
Ora!!!
69
Kegagalan rencana!
70
Tahap Seleksi pertama!!
71
Samaran Hans!
72
Awal Pendekatan!
73
Amoera hilang!
74
Pembantaian di Kapal!
75
Pertarungan sengit!
76
Darahku saja!
77
Selamat dari ancaman!
78
Masih saja membingungkan!
79
Perjalanan panjang!
80
Tak percaya!
81
ungkapan Cinta Denzo!
82
Memukau Semua mata!
83
Estra Part : Melepas!
84
Exstra Part: Ezilla!!
85
Exstra Part: Ingin pergi!
86
Exstra Part: Amukan
87
Exstra Part: Penengah
88
Exstra Part: Semangat Juang dua Pemuda!
89
Exstra Part: Jika ini baik untukmu!
90
Exstra Paart: Aku Mencintaimu
91
Exstra Part: Dimana Rusell?
92
Exstra Part: Makanan Pedas
93
Exstra Part: restu yang terucap.
94
Exstra Part: Kemarahan Abi Mark!
95
Exstra Part: Kesakitan semua orang!
96
Exstra Part: Pemakaman?
97
Exstra Part: Pengorbanan!
98
Exstra Part:Tunggu aku, Sayang!
99
Exstra Part: Pernikahan.
100
Exstra Part: Perubahan Hormon!
101
Exstra Part: Ingin Merasakannya
102
Extra Part:Korban Kanfas!
103
Exstra Part:Kekhawatiran Leo
104
Ezstra Part:Tak bisa dibiarkan.
105
Exstra Part: Rica pergi bersama Aglibay!
106
Exstra Part: Menikah 2 hari lagi.
107
Exstra Part: Aku ingin menikah!!!!
108
Extra Part:Berjanjilah!
109
Exstra Part: Resep Calon Bapak!
110
Exstra Part: Sa..Sakit!!
111
Exstra Part: Pendonoran darah!
112
Exstra Part: Baby Arthur and Baby Elona
113
Pengumuman Novel baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!