Amoera menatap bingung pada Kedua manusia dihadapannya, ia sedari tadi berdiri didepan pintu keluar ini tanpa memperdulikan malam yang semangkin larut, ia tak tahu apa yang ingin mereka bicarakan karna rasanya sudah terlalu lama ia menunggu.
"Kak?"
"Em, kau mau Justin sembuh?"
Senyum Amoera lansung merekah bak kuntum yang begitu cantik menatap dua wajah Bunglon yang begitu pandai bermain muka, sayangnya otak dungu itu tak tahu apapun akan raut wajah tersembunyi dua kakaknya.
"Kak! bagaimana caranya? atau..atau Kalian sudah punya cara?"
"Tentu, Ora! kami sudah tahu bagaimana cara Justin bisa berjalan kembali!"
Amoera lansung menyimak dengan Kiki yang sedari tak suka dengan pembicaraan ini hingga Hewan bengis itu meraung tak menentu.
Ouuuuuu...
"Hentikan aunganmu dan Pergi dari sini!"
Dario menendang Kiki yang lansung tersentak ke pintu sana membuat Amoera menjadi takut kalau Kiki kembali sakit.
"Kak! biarkan Kiki disini, Kakak bicara saja!"
"Cihh! Serigala tak berguna seperti itu masih kau banggakan!"
Boby si gempal berlemak itu lansung menatap Amoera intens, gadis ini sangat berpotensi untuk menjadi Peliharaan dipertandingan nanti.
"Kau harus bertanding siang ini!"
"Bertanding?"
"Hm, kau harus menjadi Peliharaan kami besok!"
Degg..
Amoera lansung terkejut bukan main dengan tubuh yang luruh menyusuri dinding kayu dibelakangnya, netra polosnya menggenang menatap Boby dan Dario yang menatapnya tajam.
A..Apa aku terlihat seperti peliharaan? bahkan Kakakku sendiri tak menganggapku manusia.
Hati Amoera tercabik, seraya tetesan air bening itu selalu keluar dimatanya yang sering mengalami luka, ia hanya ingin diperlakukan dengan baik tapi Kedua Kakaknya ini tak pernah menganggapnya.
"Ka..Kak hiks, O..Ora Manusia! bukan pelihara'an!"
"Itu pilihamu, apa kau mau melihat Justin cacat seumur hidup?"
Amoera menggeleng menatap pintu kamar Justin dengan sendu, ia sangat berharap jika Pria itu bisa berjalan bersamanya sebagai Kakak Adik dan menatap Dunia yang selama ini mereka takuti.
"Ora! kita akan dapat 100jt Euro, bayangkan berapa banyak uangnya!"
"A..Apa Kak Justin bisa sehat?"
Keduanya saling pandang licik, sangat mudah memperalat si dungu ini, bahkan otaknya sangat mudah dikadali.
"Tentu! kau hanya perlu menjadi Peliharaan kami yang akan bertanding nanti!"
"Ta..Tapi, Ora ta..takut!"
"Ayolah, demi Justin kau pasti bisa!"
Keduanya tanpa belas kasih meninggalkan Amoera didalam kerendungan, Gadis belia itu meringkuk didepan pintu seraya menatap sang bulan yang seakan ikut merasakan siksaan batin dan fisik ini, lelehan bening itu terus keluar seakan tak mau berhenti untuk mendesak maju.
"Mo..Momy hiks! Ora ingin jadi Manusia hiks, Ora Manusia kan, Mom?"
Kiki hanya bisa duduk disamping Amoera yang menangis tertahan, ia tak bisa bicara pada siapapun, hanya Kiki yang selalu menemaninya dalam kesunyian dan rasa gelap ini, bahkan tak ada yang bisa mengemban luka gadis belia itu.
"Ki..Kiki! A..Apa aku harus melakukannya?"
Kiki hanya diam masuk ke sela lengan Amoera yang tersenyum mengelus bulu lembut Kiki yang selalu menjadi penenang dalam hidupnya.
"Demi Kakak, kita pasti bisa!"
Gumam Amoera lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding pintu seraya mata yang terpejam, tidurnya sangat mudah dimana tergeletak saja pasti ia akan melelapkan diri, meski masalah yang tak kunjung usai ia akan tetap terlelap damai seakan tak ada musibah yang menimpa sekalipun.
Sedangkan Dario dan Boby sedang menyiapkan Rantai dan beberapa perlengkapan yang akan mereka gunakan untuk mempertandingkan Amoera besok, tangan itu sudah gatal untuk menerima uang dalam jumlah besar.
"Dia sangat bodoh, setelah uang itu kita dapatkan! maka jangan harap kita akan kembali kesini!"
Keduanya tertawa jahat membuat seisi ruangan itu menggema, mereka tak menyadari ada sepasang mata yang menyaksikan dari kejahuan, dibalik semak-semak rumah kecil ini memiliki telinga yang sangat tajam.
"Cihh! Apapun itu akan menjadi milikku!"
Gumam Pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan lingkungan kumu ini, ia tak akan membiarkan rencana yang ia susun dari awal menghilang begitu saja.
........
Mentari diatas sana sudah naik kepermukaan dengan deru mobil yang terparkir didepan Rumah kecil kumu itu, pria berbadan kekar dengan lengannya yang ditato Elang itu lansung turun menatap penuh makna Gubuk tua ini, ia memakai kaca mata hitamnya seraya Ponsel yang selalu ia lihat.
"Rusell!!"
Rusell yang merupakan salah satu pekerja di Dunia bawah pun lansung menatap Dario yang tampak sudah bersiap dengan pakaian serba hitamnya, begitu juga Boby yang tak ketinggalan dengan perut buncit melar itu.
"Dimana dia?"
"Kau tenang saja! Pelihara'anku sudah siap!"
Dario menarik tangan Amoera yang memakai Jas yang sama tadi malam, gadis ini tampak bingung menatap Pria berjaket hitam itu.
"Dia..Dia siapa?"
"Tuan barumu!"
"Ha?"
"Ora! dialah yang akan menjadi Tuanmu di Pertandingan nanti, kau harus patuh padanya!"
Amoera hanya mengangguk lugu lalu mengikuti arah tarikan Dario yang mengantarnya kedekat mobil mewah ini, Amoera hanya menunduk seraya mengeratkan Jas besar berwarna hitam Elegan ini ketubuhnya.
"Dia?"
"Hm, dia ini tak kalah dari Peliharaanmu yang lain, pasti dia akan memenangi Pertandingan Klanmu!"
Rusell hanya mengangguk meneliti tinggi Amoera yang hanya sebatas ketiaknya, wanita ini sangat mungil namun ia tahu betul bagian inti itu sangatlah menggiurkan ditutupi Jas kebesarannya.
"Akan ku transfer!"
Rusell menarik tangan Amoera untuk masuk ke Mobilnya dengan Dario yang masuk ke Mobil belakang, sedangkan Boby ia kesusahan untuk memasuki pintu ini.
"Hey! sebaiknya kau tak usah pergi! aku yang akan menangani dia!"
"Enak saja kau! aku juga ingin i..!"
Brummm..
Rusell memacu kendara'annya cepat membuat Boby lansung terpental di rerumputan basah sana membuat Amoera terkejut bukan main, untung saja Kiki sempat meloncat hingga masuk kedalam Mobil ini.
"Ora!!! Kalian bawa kemana dia??"
"Ka..Kakak!!"
Teriak Amoera pada Justin yang baru keluar dari pintu sana menatap panik Amoera yang menyembulkan kepalanya ke jendela sana, namun mobil ini sudah melaju pergi hingga menjauh dari Rumahnya.
"Tak usah menangis! dia akan sembuh jika kau Menang!"
"Hm, Ora akan usahakan demi Kak Justin!"
Rusell hanya mengulum senyum kecil, gadis ini terlalu polos untuk menerima kekejaman dari Dua Manusia serakah itu, sudah jelas ia akan dicabik dan dipertontonkan dihadapan para Petinggi Dunia bawah untuk dijadikan hiburan.
"Shittt!"
"Ada apa?"
"Ada tabrakan!"
Ucap Rusell mengumpat menatap kedepan jalan dimana Truk Tangki minyak menambrak palang jalan dengan ceceran Solar dimana-mana sehingga membuat jalur lalu lintas terhenti, aparat kepolisian sana tampak mengatur jalur yang tadi mulai dilanda kekacuan, namun ia harus menunggu sampai Mobil besar itu tak menghalang jalan.
Grrrr..
Kiki mengigit ujung Jas Amoera dengan kuat menyentak gadis itu untuk menatap keluar sana, Namun dahi Amoera menyeringit karna tak tahu apa yang terjadi.
"Ada apa, Kiki?"
Kiki menatap keluar jendela mobil dengan Rusell yang tak ambil pusing melihat si Dungu disampingnya ini bicara sendiri.
Deg..
Amoera terkejut saat melihat seorang pria yang ternyata bersebelahan dengan mobilnya, wajah tampan Pria itu terlihat jelas dari pembuka'an kaca mobil yang terbuka sedikit, siapa lagi kalau bukan Denzo yang juga pergi ketempat yang sama.
"Tu..Tuan Tampan!"
Lirih Amoera melambaikan tangan pada Mobil disampingnya, Denzo hanya acuh karna tak mau menoleh akan suara berisik bercampur klakson mobil itu membuat Amoera frustasi.
"Tuan!! Tuan Tampan!"
Amoera melempar botol mineral disampingnya ke keca Jendela mobil Denzo yang seketika membuat Pria tampan tanpa exspresi itu terkaget menatap siapa yang berani melakukan ini.
"Ada apa, King?"
"Sialan! cari manusia yang melempar benda ini?"
"Tuan!"
Degg..
Denzo terkejut saat melihat Amoera yang menyembulkan kepalanya ke luar jendela sana seraya wajah yang tersenyum menatap nya seraya wajah yang berseri membuat Wajah Denzo seketika berubah meradang namun Amoera tak mengerti akan situasi ini.
"Berani sekali kau melemparku dengan ini?"
Geram Denzo menatap penuh tekanan pada Amoera yang menggeleng tak mengerti, lalu gadis itu mencopot Jasnya lalu menentengnya sedikit keluar membuat Denzo bertambah meradang.
"Jasmu, Tuan!"
"Ambil saja!"
"Tapi ini punyamu!"
Suara lirihan keduanya berucap, sedangkan Denzo ia tanpa sadar seperti orang bodoh melayani Amoera yang terlihat ingin mengulurkan Jasnya namun mereka terbatas akan jarak mobil.
"Tuan!"
"Cihh! Turun sebentar!"
Amoera menggeleng tak bisa membuat Denzo membelo jengah, interaksi itu sangat dipandang intens Leo yang merasa aneh dengan Kingnya, pria itu terlihat konyol berbicara tanpa suara pada Amoera yang juga melebihi kebodohan itu.
"Turun!"
"Tidak bisa! Tuan yang kesini!"
Denzo hanya diam berusaha acuh namun Amoera kembali melambaykan tangan mencari pandangannya membuat jiwanya kesal bukan main.
"Kau Turun!!"
Amoera menggeleng mengulur Jas itu lagi dengan Kiki yang membantu mengigit ujung Jas hitam ini menuju Denzo yang lansung mengulur tangannya keluar menggapai benda itu.
Namun saat keduanya sudah ingin saling memeggang, tiba-tiba suara Aparat kepolisian memerintahkan untuk kembali melajukan Mobil.
"Jalankan Tuan!"
Brumm..
"Tuan!!"
Pekik Amoera saat Mobilnya sudah melaju duluan meninggalkan Mobil Denzo yang masih mematung dengan uluran tangan Pria itu yang diterpa kehampa'an.
Anggota King Latina sudah memantau situasi aggar tak ada yang merekam Moment langka Pria Arogan satu itu.
"Gadis sialan!!"
"Ada apa. King?"
"Jalan!"
Leo hanya mengangguk menjalankan Mobilnya, ia tadi merekam semuanya di Ponselnya karna ia merasa Kekonyolan ini hanya satu seumur hidup.
Sedangkan Denzo merasa khawatir menatap lurus kedepan, Kemana Si lamban itu? kenapa terlihat terburu-buru?
Batin Denzo berfikir keras seraya menatap botol yang tadi dilempar Amoera, ia tersenyum kecil melihat tingkah aneh si lamban itu.
.....
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
jd maksudnya di suruh bertarung itu si Mora si jual... beneran gak ngotak dua kakanya itu.. harusnya di bunuh aja mereka berdua
2024-10-24
0
Kinay naluw
di jual kah si Ora ini.
2022-12-09
1
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
selamatkan ora zo
2022-06-18
1