Perdebatan

Amoera lansung meneggang ditempatnya menatap wajah serius Denzo yang tak ada cela sama sekali untuk berbohong, hanya keseriusan yang tercipta dari pandangan penuh dengan Komitment dan Prinsip yang pasti.

Bahkan, Ezilla dan Rea yang tadi sudah tercekatpun ikut gugup menunggu jawaban Amoera yang menggantung, bahkan mereka tak fokus lagi pada Damian yang mengumpat karna malah menyaksikan Denzo semesra itu dengan yang namanya Wanita, ia jadi iri luar biasa.

"Kau mau menikah denganku?"

"Em, I..Itu!"

"Itu?"

Tanya Denzo lagi memastikan dengan Amoera yang terlihat bimbang, ia tak tahu apapun soal pernikahan lalu bagaimana dengan Kakaknya nanti?

"Kau tak perlu takut soal, Kakakmu! yang jelas kau Mau atau Tidak Menikah denganku?"

"Nanti kalau Kakak marah bagaimana?"

"Dia tak akan marah! pasti dia akan bahagia, Percayalah padaku, hm?"

Amoera tetap diam membuat Denzo semangkin merapatkan tubuh keduanya sehingga Amoera benar-benar tak bisa bergerak dengan wajah Tampan Denzo yang tepat menunduk berada dihadapannya, ia mengadah karna Denzo jauh lebih tinggi darinya yang hanya sebatas pertengahan dada saja.

"Ta..Tapi O..Ora tak tahu soal i..itu..!"

"Kita jalani saja, setidaknya kita sudah terikat!"

Amoera menghela nafas halus lalu tersenyum mengangguk membuat Ezilla dan Rea lansung berpelukan karna setidaknya King mereka sudah tak lagi sendiri diumur yang sudah sangat matang.

"Aku sangat terharu! Kakak sudah Normal, Zilla!"

"Hm, aku kira King akan terus sendiri!"

Keduanya ikut bahagia dengan Damian yang hanya tersenyum pelit, setidaknya ia belum menetapkan rasa pada Amoera, jujur ia merasakan hal khusus dari gadis itu, Amoera selalu membuat semua laki-laki yang mengenalnya pasti tak akan bisa melupakannya.

"Mau?"

"Mau!"

"Mau apa?"

Goda Denzo sedikit mencoel pipi Cubby Amoera yang seketika memerah lansung memeluk Denzo yang menarik sudut bibirnya kecil menepuk punggung Amoera, ia memang sudah gila bisa seperti ini dengan seorang gadis.

"Kau mau ke Negaraku?"

"Ha? bagaimana dengan Kakak, Tuan?"

"Kakakmu baik-baik saja! aku akan pulang dalam beberapa hari, aku tak bisa disini terlalu lama!"

Amoera berfikir sejenak, ia percaya pada Tuan Tampannya yang pasti tak akan membohonginya, mengingat pria ini sangat baik sedari awal mereka bertemu.

"Baiklah, tapi bisa bantu Kak Justin sehat?"

"Hm! kau fokus pada hidupmu saja!"

Amoera mengangguk patuh dengan Denzo yang sudah memikirkan ini, ia harus mengikat Amoera terlebih dahulu sebelum masalah ini semangkin rumit.

"Tapi aku belum bisa untuk Menikah dihadapan Media?"

Degg..

Amoera dan mereka semua disana lansung terkejut dengan Damian yang mengepalkan tangannya kuat merasa mulai tak bisa menerima perlakuan Denzo.

"A..Apa?"

"Aku tak bisa menikahimu dihadapan banyak orang! akan banyak hal yang akan menentang!"

Hati Amoera mencolos mendengarnya, ia kira Denzo memang benar-benar mencintainya tapi sayang ia harus ditepuk dengan ucapan pria ini, namun apalah daya Amoera yang hanya bisa bergantung pada Denzo yang bisa membantunya dalam hal apapun.

"Ba..Baiklah!"

"Kita jalani ini dulu! aku akan berusaha cepat menyelesaikannya, aku akan membawamu ke Kedua orang tuaku, Ora!"

Amoera mengangguk tersenyum seraya mengapus lelehan bening itu, Leo yang menyaksikannya pun hanya bisa diam, ia tahu Kingnya juga tak mau menikahi Amoera dengan cara begini, tapi keada'an memaksa mereka untuk tak diketahui banyak orang.

Melihat Amoera yang bersedih membuat Denzo teriris, ia hanya ingin Masalah yang mengincar nyawa Amoera selesai namun menuju itu mereka tak boleh terlihat dekat oleh musuh kalau tidak Amoera yang masih belum sepenuhnya percaya padanya bisa melukai dirinya sendiri.

"Mau ku ajari cara memanah?"

"Apa Tuan ..!"

"Kau suka namaku?"

Amoera berfikir sejenak, ia pikir kalau memanggil Zo itu kebih bagus karna terasa dekat seperti yang lainnya.

"Kalau Paman?"

Denzo lansung mengkeraskan wajahnya mendengar kata itu membuat Amoera tersenyum geli lalu berjinjit menarik Dasi yang dipakai Denzo untuk mencapai pipi Pria ini.

Cup..

"Hanya bercanda!"

"Tapi aku tak suka!"

"Lalu harus Ora panggil, apa?"

"Panggil sesuai yang kau mau tapi jangan, Paman, Tuan, atau KING!"

Amoera mengangguk seraya mengambil anak panahnya, ia kembali bersemangat setelah ajakan langka ini menerpanya meski ia tak tahu Denzo benar-benar mencintainya atau hanya karna tujuan tertentu.

"Mata dan pidikanmu harus lurus dan sesuai!"

"Begini?"

"Tidak!"

Denzo berdiri dibelakang Amoera bahkan tubuh keduanya saling berdempetan, dengan sekali tarikan Denzo melepas Jas dan Dasinya karna tak ingin menganggu kegiatannya. Amoera hanya diam menunggu dengan senyuman yang tak lekang dari wajahnya yang begitu cantik dan menggemaskan.

"Kau gemetar memeggangnya!"

Bluss..

Amoera seketika memerah tomat karna ketahuan gugup dan salah tingkah berdekatan dengan Pria ini, bagaimana tidak? jantung Amoera sudah berdegup begitu kencang saat tangan Denzo malah menggenggam tangannya yang memeggang anak panah, apalagi wajah Pria itu tepat ada didekat bahunya meski Denzo harus menjadikan bangku kecil dibawah sana sebagai pijakan Amoera menopang tinggi badan.

"Apa segugup ini, hm?"

"A..I..Itu.. aku..aku hanya belum makan!"

Seketika Rea dan Ezilla lansung mencari tempat aman karna Denzo telah berbalik menatap mereka tajam dengan begitu menyeramkan.

"Belum makan?"

"Be..Belum! tapi..tapi Ora masih bisa melanjutkan ini! Ora sudah biasa, Zo!"

Denzo tak perduli dengan ucapan Amoera, ia melangkah mendekati Ezilla dan Rea yang menegguk ludahnya kasar merasakan aura dingin dari tubuh Kakaknya.

"Ka..Kakak!"

"Ki...King!"

"Kalian apakan dia?"

Ezilla lansung menegguk ludahnya berat, ia berusaha bersikap jantan meski keringat jagung itu telah keluar membasahi keningnya.

"Ha..Hanya melatih supaya lebih kuat meski tak makan, King! iyakan Rea?"

"I..Iya, Kak! itukan sudah biasa dalam latihan!"

Denzo terdiam lalu menatap Leo yang mengangguk mendekati Ezilla dan Rea yang menunduk.

"Kalian harus berlatih KOASU sampai malam ini!"

Degg...

Koasu adalah sejenis latihan dimana mereka harus merangkak diatas lumpur dengan para Anggota Latina yang menembaki mereka dari atas, itu adalah Latihan paling tersulit karna bisa saja hujaman peluru itu mengenai tubuhnya.

"Ki..King a..aku..!"

"Selesaikan itu!"

"Kakak!!! Kak, Rea ada kegiatan Kak!!"

Panggil Rea pada Denzo yang sudah melesat pergi mendekati Amoera yang sibuk dengan anak panahnya sendiri, Denzo bisa melihat kalau gadis ini yakin dengan tujuannya.

"Sudahlah, ayo ikut aku!"

"Tapi Ora belum selesai, Zo!"

"Biarkan saja!"

Ucap Denzo menarik tangan Amoera ringan menuju tempat Istirahat dibawah pohon rindang sana, tempat yang sangat bagus untuk berteduh atau merefresingkan pikiran.namun Amoera lebih memilih Ayunan yang ternyata ada disana.

"Apa kau tak lapar?"

"Lapar! tapikan Ora sudah biasa, apalagi Kiki!"

Jawab Amoera santai seakan tak ada beban, ini sudah jam 3 Sore tapi gadis ini masih kuat meski perut itu sama sekali belum ditopang apapun.

"King!"

Leo datang bersama Kiki yang lansung meloncat kepangkuan Amoera yang duduk diatas Ayunan didepan Denzo. Mahluk mungil berdua itu terlihat melepas rindu setelah setengah hari lebih berpisah untuk latihan masing-masing.

"Apa Kiki baik-baik saja?"

Kiki mengangguk menjilat lengan Amoera yang tampak terkna tanah hingga kulit gadis ini kembali bersih.

"Dia sudah makan?"

"Belum, King! saya sudah mengelompokan Kiki dengan hewan Pelihara'an anda tapi Kiki tak ingin bergabung atau makan bersama!"

"Kan Kiki hanya mau Makan sama Ora! iya kan?"

Kiki sekali lagi mengangguk seraya meletakan kepalanya ke lengan Amoera seraya berbaring dipaha gadis ini, terlihat sangat dekat dan manja.

"Hm! kau ingin makan disini?"

"Tapi Zo makankan?"

Denzo mengangguk membuat Amoera tersenyum manis mengundang keceria'an, tentu Denzo akan senang jika gadis ini sudah lebih maju.

"Kakak!!!"

Seketika mereka menatap kearah pintu masuk gerbang latihan dimana ada Laki-Laki berpakaian sekolah itu berlari masuk membuat Denzo lansung menatap Leo yang menggeleng tak bisa menghentikannya.

"Kak! Apa kabar?"

"Hm!"

"Dimana Kak Ezilla?"

"Bay! untuk apa kau kesini?"

Tanya Leo tegas, ia yakin Aglibay tak pernah tertarik datang ketempat manapun tapi Remaja ini malah menunjukan batang hidungnya.

Namun, Aglibay lebih memperhatikan Amoera yang tampak sibuk berbicara dengan Kiki hingga gadis itu tak tahu kedatangannya.

"Hay! kau Amoera kan?"

"Ha?"

Amoera mengangkat kepalanya menatap Aglibay yang tersenyum mengulurkan tangannya tepat dihadapan Denzo yang mengepalkan tangannya kuat menatap tajam Amoera yang ciut.

"I..Iya!"

"Kau yang sering di Pelabuhan, Ya?"

"Dia sering bersamaku!"

Tegas Denzo menarik Amoera kepangkuannya membuat Aglibay terdiam sesaat, ia rasa Denzo tak begitu mencintai Amoera yang pastinya bukan Tipe pria ini.

"Kak! aku hanya ingin berkunjung ketempatmu!"

Denzo hanya diam memangku Amoera yang menatap lugu wajah Tampannya, ia memang belum tahu apa ini Cinta atau tidak, yang jelas Denzo tak ingin salah langkah dalam beritindak.

...............

Mark menatap laporan dimejanya, wajah pria paruh baya itu terlihat serius dengan Janson dan Vian yang juga ikut didalam ruangan itu, suasana seketika hening karna otak cerdik dan penuh perhitungan itu sedang berfikir keras.

"Aku tak yakin, Denzo menurut kali ini!"

"Iya, Mark! Putramu itu sangat keras, meski kau melarangnya mendekati gadis itu dia tak akan memperdulikannya!"

Mark hanya diam mengetuk meja kerjanya dengan wajah yang benar-benar keras, ini keputusan besar dan akan berakibat fatal.

"Kalau dia sudah Jatuh Cinta! tak akan bisa melepasnya!"

"Tapi Denzo masih abu dengan Perasa'annya, King! kau bisa menghalanginya sebelum jatuh lebih dalam!"

Suara Janson terdengar lirih karna ia tahu artinya Mencinta dan Denzo harus melepas itu hanya karna Peristiwa pembantaian dimasa lalu.

"Aku menyerahkan keputusan pada Putraku, tapi tentu aku tak akan setuju begitu saja!"

"Mark! kalau sampai Denzo mencintai gadis itu, jika semuanya telah terungkap maka nyawa Putramu jadi taruhannya!"

"Dia sudah besar! aku tak bisa mengambil keputusan Soal hati, karna aku pernah mengalaminya!"

"Tapi Denzo itu lebih keras! kalau seandainya dia disuruh memilih membunuh Cintanya atau dibunuh maka jawaban paling Bodoh adalah Dibunuh!"

Sarkas Vian yang tak bisa melihat bagaimana tulusnya Putra dari Mark ini mencinta, tentu ia berkaca dari Kisah Cinta Sian dan Shena dimana keduanya tak mau lepas hingga menentang badai, tapi masalahnya sekarang gadis itu adalah sumber kehancuran bagai Keluarga Alfoenzo sendiri.

"Aku ingin melihat Gadis itu!"

"Jika nanti Denzo pergi! kau baru tahu harus apa!"

Geram Vian melangkah pergi, ia tak setuju jika Denzo malah mengorbankan nyawa hanya demi gadis itu, meski ia tahu memang berat namun lebih baik melepas dari pada menghancurkan diri satu sama lain.

"Ayah!!!"

"Kau anak siapa?"

Ketus Vian pada Putrinya yang mencengir dengan Hijab yang menutup kepalanya itu, ia memeluk tubuh sang ayah yang selalu ia tinggal kalau pergi bersama teman Dakwanya.

"Ayah sangat tampan! lain kali Ayah ikut Loly ke Indo untuk Pengajian!"

"Cihh! akal bulusmu memang tak bisa diduakan!"

Ketus Vian menggandeng tangan Loly si wanita berumur 25 Tahun lebih itu tapi begitu manja pada ayahnya.

..........

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Dewi Nurlela

Dewi Nurlela

aku msh bingung dgn masalah antara amoera dan denzo

2023-05-31

0

Abigail Chavali

Abigail Chavali

rumit" rumit
semoga bs saling berjuang dan memaafkan seperti kisah Lucifer dan Athena

2023-04-16

0

Kinay naluw

Kinay naluw

biarkan mereka bersatu.

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 Kelaparan!
2 Sifat buruk!
3 Ikut aku!!
4 Mandi?
5 Rencana?
6 Tingkah konyol!!
7 Pertandingan!!
8 Pulang!
9 Istri?
10 Ada apa denganku?
11 Laporan yang bagus untuk Umi!
12 To..Tolong!!
13 Membunuh atau Dibunuh!
14 Kabar mengejutkan!!
15 Menikahlah denganku!
16 Perdebatan
17 Sendiri!!
18 Kondisi tubuh Amoera!
19 Apa aku bisa menikah sekarang?
20 Ciuman!
21 Frustasi!!
22 Pembantu?
23 Penyiksa'an!
24 Ora mencintaimu, Zo!
25 Malam panas!
26 Kedatangan Petrica!
27 Kekecewa'an.
28 Ledakan di Galery!
29 Eorana adalah Rea!!
30 Istrimu pergi!
31 Merajuk!
32 Keperusaha'an!
33 Kecemburuan!
34 Aku tak Bodoh!!
35 Merasa tak pantas!
36 Awal sekolah!
37 Jangan Nakal?
38 Bara api!
39 Kemarahan berujung Kekesalan!
40 Merasa curiga!
41 Pil KB!
42 Pembalasan!
43 Ka..Kakak!!
44 Ti..Tidak!
45 Berjanjila!
46 Semuanya ada ditanganmu!
47 Kejutan!
48 Membunuh!
49 Kau bunuh aku!
50 Sulit dipisahkan!
51 Pemikiran panjang!
52 Sempel darah!
53 Gadis berbahaya!
54 Kecemburuan Denzo!
55 Pembantaian 1..
56 Tidaakkkk!!!
57 Berikan Istriku!!
58 Jangan Tinggalkan aku!
59 Saling menyelamatkan!
60 Keterkejutan!
61 Kebahagiaan tak terbendung!
62 Ingat aku sedetik saja!
63 Overprotektif!
64 Mulai Nakal?
65 Lomba Academy!
66 Perdebatan!
67 Kepergian!
68 Ora!!!
69 Kegagalan rencana!
70 Tahap Seleksi pertama!!
71 Samaran Hans!
72 Awal Pendekatan!
73 Amoera hilang!
74 Pembantaian di Kapal!
75 Pertarungan sengit!
76 Darahku saja!
77 Selamat dari ancaman!
78 Masih saja membingungkan!
79 Perjalanan panjang!
80 Tak percaya!
81 ungkapan Cinta Denzo!
82 Memukau Semua mata!
83 Estra Part : Melepas!
84 Exstra Part: Ezilla!!
85 Exstra Part: Ingin pergi!
86 Exstra Part: Amukan
87 Exstra Part: Penengah
88 Exstra Part: Semangat Juang dua Pemuda!
89 Exstra Part: Jika ini baik untukmu!
90 Exstra Paart: Aku Mencintaimu
91 Exstra Part: Dimana Rusell?
92 Exstra Part: Makanan Pedas
93 Exstra Part: restu yang terucap.
94 Exstra Part: Kemarahan Abi Mark!
95 Exstra Part: Kesakitan semua orang!
96 Exstra Part: Pemakaman?
97 Exstra Part: Pengorbanan!
98 Exstra Part:Tunggu aku, Sayang!
99 Exstra Part: Pernikahan.
100 Exstra Part: Perubahan Hormon!
101 Exstra Part: Ingin Merasakannya
102 Extra Part:Korban Kanfas!
103 Exstra Part:Kekhawatiran Leo
104 Ezstra Part:Tak bisa dibiarkan.
105 Exstra Part: Rica pergi bersama Aglibay!
106 Exstra Part: Menikah 2 hari lagi.
107 Exstra Part: Aku ingin menikah!!!!
108 Extra Part:Berjanjilah!
109 Exstra Part: Resep Calon Bapak!
110 Exstra Part: Sa..Sakit!!
111 Exstra Part: Pendonoran darah!
112 Exstra Part: Baby Arthur and Baby Elona
113 Pengumuman Novel baru!
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kelaparan!
2
Sifat buruk!
3
Ikut aku!!
4
Mandi?
5
Rencana?
6
Tingkah konyol!!
7
Pertandingan!!
8
Pulang!
9
Istri?
10
Ada apa denganku?
11
Laporan yang bagus untuk Umi!
12
To..Tolong!!
13
Membunuh atau Dibunuh!
14
Kabar mengejutkan!!
15
Menikahlah denganku!
16
Perdebatan
17
Sendiri!!
18
Kondisi tubuh Amoera!
19
Apa aku bisa menikah sekarang?
20
Ciuman!
21
Frustasi!!
22
Pembantu?
23
Penyiksa'an!
24
Ora mencintaimu, Zo!
25
Malam panas!
26
Kedatangan Petrica!
27
Kekecewa'an.
28
Ledakan di Galery!
29
Eorana adalah Rea!!
30
Istrimu pergi!
31
Merajuk!
32
Keperusaha'an!
33
Kecemburuan!
34
Aku tak Bodoh!!
35
Merasa tak pantas!
36
Awal sekolah!
37
Jangan Nakal?
38
Bara api!
39
Kemarahan berujung Kekesalan!
40
Merasa curiga!
41
Pil KB!
42
Pembalasan!
43
Ka..Kakak!!
44
Ti..Tidak!
45
Berjanjila!
46
Semuanya ada ditanganmu!
47
Kejutan!
48
Membunuh!
49
Kau bunuh aku!
50
Sulit dipisahkan!
51
Pemikiran panjang!
52
Sempel darah!
53
Gadis berbahaya!
54
Kecemburuan Denzo!
55
Pembantaian 1..
56
Tidaakkkk!!!
57
Berikan Istriku!!
58
Jangan Tinggalkan aku!
59
Saling menyelamatkan!
60
Keterkejutan!
61
Kebahagiaan tak terbendung!
62
Ingat aku sedetik saja!
63
Overprotektif!
64
Mulai Nakal?
65
Lomba Academy!
66
Perdebatan!
67
Kepergian!
68
Ora!!!
69
Kegagalan rencana!
70
Tahap Seleksi pertama!!
71
Samaran Hans!
72
Awal Pendekatan!
73
Amoera hilang!
74
Pembantaian di Kapal!
75
Pertarungan sengit!
76
Darahku saja!
77
Selamat dari ancaman!
78
Masih saja membingungkan!
79
Perjalanan panjang!
80
Tak percaya!
81
ungkapan Cinta Denzo!
82
Memukau Semua mata!
83
Estra Part : Melepas!
84
Exstra Part: Ezilla!!
85
Exstra Part: Ingin pergi!
86
Exstra Part: Amukan
87
Exstra Part: Penengah
88
Exstra Part: Semangat Juang dua Pemuda!
89
Exstra Part: Jika ini baik untukmu!
90
Exstra Paart: Aku Mencintaimu
91
Exstra Part: Dimana Rusell?
92
Exstra Part: Makanan Pedas
93
Exstra Part: restu yang terucap.
94
Exstra Part: Kemarahan Abi Mark!
95
Exstra Part: Kesakitan semua orang!
96
Exstra Part: Pemakaman?
97
Exstra Part: Pengorbanan!
98
Exstra Part:Tunggu aku, Sayang!
99
Exstra Part: Pernikahan.
100
Exstra Part: Perubahan Hormon!
101
Exstra Part: Ingin Merasakannya
102
Extra Part:Korban Kanfas!
103
Exstra Part:Kekhawatiran Leo
104
Ezstra Part:Tak bisa dibiarkan.
105
Exstra Part: Rica pergi bersama Aglibay!
106
Exstra Part: Menikah 2 hari lagi.
107
Exstra Part: Aku ingin menikah!!!!
108
Extra Part:Berjanjilah!
109
Exstra Part: Resep Calon Bapak!
110
Exstra Part: Sa..Sakit!!
111
Exstra Part: Pendonoran darah!
112
Exstra Part: Baby Arthur and Baby Elona
113
Pengumuman Novel baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!