Deru mobil Aparat Kepolisian itu lansung terhenti didekat tepi hutan dimana laporan seseorang yang katanya melihat Dua Pria yang meninggal bunuh diri didalam Rumah kumuh yang tak layak didiami ini.
Mereka semua mengepung are kejadian dengan garis polisi yang dibuat untuk mengamankan situasi, dengan para Masyarakat yang ikut berpartisipasi melihat apa yang telah membuat Dua Pria itu meninggal Dunia tadi malam.
Si pelapor itu juga tak ditemukan Identitasnya itu pun menghilang setelah memberi surat ke Kepolisian untuk mengusut kematian Misterius ini.
"Lakukan Otopsi di Lab, jangan biarkan siapapun menginjak dareah ini!"
"Baik, Pak!"
Mereka lansung mengamankan Jasad pria gendut yang sudah berlumuran darah dengan satu pria yang tak bisa mereka kenali wajahnya karna sudah hancur akibat luka tembakan dimana-mana, Mobil Ambulans lansung membuka Bangkar untuk membawa para Mayat ini ke Ruang penyelidikan.
Para Wartawan juga mulai berdatangan karna untuk pertama kalinya mereka melihat ada Gubuk didekat hutan ini, Daerah yang cukup Exstrem dan kumu ini menjadi objek yang menarik apalagi Terjadi kematian ditempat yang sama.
"Ditemukan 2 Pria tanpa identitas meninggal Dunia tepat di Daerah Hutan Subtropis minim di dekat Pelabuhan Gousel Pres, Dapartemen Kepolisian Amerika USI masih mengusut tuntas kejadian ini, dari segi kondisi rumah yang terbakar bisa diambil bukti bawah ada yang telah melakukan Pembunuhan, Untuk lebih jelas mari kita usut dari Jendral Manikeil Camnas!"
Reporter SWI(Sanscran Wacth Irence) yang lansung menghampiri Petinggi Aparat Kepolisian yang menjadi pemeggang kasus ini.
"Bagaimana Kronologi Peristiwa ini, Pak?"
"Dari pengamatan kami, Dua Pria ini telah mengalami Pembunuhan, dengan ditemukan dua Lebel Peluru yang berbeda, tak mungkin mereka melakukan Aksi bunuh diri karna belum ada Indeks menuju Kemungkinan itu!"
"Kapan terjadinya pembunuhan ini?"
"Kalau untuk itu, Tadi malam tepat pukul 2 Dini hari kami mendapat laporan dari seorang Pria yang menghubungi Dapertemen Kepolisian dan menyatakan kalau ada Rumah terbakar didekat hutan, dan untuk Identitas si Pelapor kami belum mengetahuinya, itu masih dalam tahap Pencarian!"
"Baiklah, Pak! ada lagi bukti atau Motif kejadian?"
Jendral Manikeil menggeleng lalu pamit melangkah pergi karna panggilan Anggota Teamnya yang sibuk melakukan Identifikasi ditempat kejadian dengan para Team medis yang berkeliaran menangani mayat yang sudah dilarikan Ke Rumah Sakit tengah kota.
"Baiklah, untuk saat ini Peristiwa Pembunuhan di dekat hutan Pelabuhan Gousel Pres masih dalam tahap Penyelidikan dari Dapartemen Kepolisian, untuk Berita selanjutnya akan kami berikan dalam Lintas SWI, Terimakasih!"
Denzo lansung mematikan Televisi yang menyala ini seraya menatap penuh pemikiran, jam sudah menunjukan pukul 8 Pagi dan ia dihadiahkan dengan Topik ini yang begitu menggegerkan bagi Amoera namun untung saja si kecil itu masih belum selesai mandi.
"King!"
"Siapa yang melakukan ini?"
"Dari pemantauan anggota kita! Ada seorang pria yang tadi malam masuk secara kasar di Kediaman Nona, Anggota hanya diam sesuai apa yang anda perintahkan, King!"
"Apa itu Rusell yang sering membuat ulah?"
"Sepertinya dia menyukai Wanitamu itu, Kak!"
Sambar Rea yang ikut duduk disamping Denzo yang berfikir, ia tak bisa gegabah mengingat Amoera itu gadis bodoh dan lugu, bisa saja nanti Amoera menjadi batu loncatan untuk para musuh.
"Tutup setiap Situs yang memberitakan soal ini sebelum gadis itu benar-benar Siap! aku tak ingin semuanya kacau!"
"Baik, King!"
"Kak! percuma kau menutup situs yang menyiarkan tapi Amoera pasti juga akan menemui, Kakaknya!"
"Buat dia sibuk dengan latihannya, kau hubungi Ezilla untuk bergabung, jangan sampai Gadis Lamban itu curiga!"
"Baik!"
Rea lansung bergegas menghubungi Ezilla dengan Leo yang menjalankan titahan Kingnya, sementara Damian ia mematung ditempat karna merasa tak tahu harus melakukan apa.
"Apa tugas untuku?"
"Kau diam dan lakukan pekerja'anmu sendiri!"
"Denzo! aku baik-baik saja, aku juga ingin diperlakukan sama seperti kau pada Rea dan Leo!"
Denzo menatap tajam Damian yang mengacak rambutnya frustasi, gara-gara Penyakit jantung yang ia derita membuat semua orang seakan menganggap ia akan mati kalau melakukan hal kecil saja.
"Aku bukan anak kecil dan aku sudah dewasa, berikan aku tugas seperti mereka!"
"Cuci Mobilku!"
"Denzo!!!"
"CUCI MOBIL KU!"
Damian lansung mengupat dan menyambar kuncil Mobil yang Denzo lemparkan padanya dan melangkah pergi diringi suara kesalnya.
"Kakak tak berguna! hanya menyuruhku mencuci mobil!"
Amoera yang baru saja selesai Mandipun tertegun menatap kepergian Damian, kenapa Pria itu mengumpat? apa ada yang salah dengannya?
"Tuan!"
Degg,.
Denzo yang tadi menolehpun seketika tercekat kuat melihat Amoera yang berdiri diambang pintu hanya dengan menggunakan handuk kecil yang menampakan lekuk tubuh Pulen dan berisi itu.
Jakunya naik turun melihat paha mulus sedikit bekas cakaran semalam serta perban yang masih membalut pahanya karna tembakan Denzo kemaren, Namun yang membuat Denzo seakan terhisap kuat adalah Panjang Handuk yang menutupi tubuh Gadis bodoh ini hanya sampai ke pangkal paha sedangkan bagian atas menutup dada yang masih menyembul keluar dengan tetesan air yang masih mengalir membuat Denzo pucat pasih.
"Tuan!"
"Ja..Jangan mendekat!"
Ucap Denzo menutupi bagian bawahnya yang sudah mengeras, ia mengambil bantal untuk menyembunyikan benda perkasa yang selama ini tak pernah merespon melihat tubuh wanita lain tapi tubuh kecil ini membuat ia selalu teggang.
"Tu..Tuan, apa anda marah?"
"Tidak! aku..aku hanya ingin sendiri!"
"Tapi anda kembali seperti semalam? Ora takut Tuan Marah!"
"Aku..!"
Denzo semangkin gelisah saat Amoera malah berdiri dihadapannya seraya menenteng Kemeja yang semalam ia pakai, cara duduknya mulai menghapit karna tak ingin si Perkasa sibawah sana malah mempermalukannya.
"Apa anda sakit?"
"Tidak! kau..kau pakai bajumu dan turun untuk makan!"
"Baiklah!"
Jawab Amoera merasa lega lalu berbalik ingin melangkah pergi tapi Kiki malah menyenggol kakinya membuat Amoera oleng dari langkahnya.
"Kiki!!"
Grepp..
Denzo lansung menyambar tubuh Amoera yang sedikit lagi menyentuh lantai dengan kilat, tatapan keduanya terkunci intens dengan hidung mancung yang saling bersentuhan, bahkan deru nafas memburu berat Denzo menerpa bibir Pink segar Amoera yang nyaris menyentuh bibirnya.
Glek..
Teggukan ludah berat Denzo saat tangannya malah tepat menggenggam benda kenyal yang pas ditangannya begitu padat dan menyengat aliran darahnya.
"Tu..Tuan!"
Amoera menyembunyikan wajah merah tomatnya keceruk leher Denzo yang semangkin terbakar panas, darahnya mendidih dan bergelora diterpa nafas halus dan tubuh polos wanita ini menghapit tubuh kekarnya.
Shitt! dia sangat berani!
Batin Denzo mengupat memejamkan matanya tak ingin menatap Tubuh Polos Amoera yang membuat ia mendidih mengubun, sayangnya tangan yang tahu saja tempat nikmat ini malah tak sengaja menyentuh Monument milik Amoera.
"Pa..Pakai Handukmu!"
"Tapi Ki..Kiki..!"
Denzo terkejut saat Kiki malah melarikan benda itu keluar kamar membuat Denzo benar-benar dikekang oleh nafas berat dan kegelisahan akibat bengkakan dibawah sana, Amoera bisa merasakan dengan jelas ada yang menekan perutnya.
"Apa yang keras?"
"Ti..Tidak ada! kau diam dan tutup mata!"
Amoera mengangguk dan menutup matanya dengan Denzo yang menggeleng menepis fantasi liarnya, ia mengigit nibir bawahnya menahan gempuran hasrat seraya menggendong Amoera menuju Walkcloset.
"Nafas Tuan berat? Tuan Sakit?"
"Hm!"
Denzo hanya bergumam tak jelas, ia harus segera memberi pakaian pada gadis lamban ini kalau tidak ia akan mati berdiri di tempat ini.
Dengan sekali tarikan, Denzo mengambil Paper-Bag didalam lemarinya lalu membawa Amoera kedekat ruang ganti, ia juga tak lupa menyambar Handuk kecil itu.
"Jangan buka mata!"
"Iya, Tuan!"
Amoera hanya patuh saat tubuhnya didudukan diatas meja, ia berpeggangkan ke bahu Denzo yang menatap kesamping tak ingin memandang Amoera yang begitu tak takut kalau ia lepas kendali.
"Kau bisa memakainya kan?"
"Bisa! asalkan jangan terlalu berbelit?"
"Hm!"
Denzo menghela nafas lega, ia berbalik memunggungi Amoera yang memakai baju Kaos hitam pendek seraya celana panjang olahraga yang membentuk Body Lansing namun penuh liukan indah itu, ia memakai Outfit yang sama dengan Denzo yang dibaluti Kaos hitam pendek dengan Celana pendek santai berwarna Abu pekat, tentu tampilan ini membuat kharisma dan pesonanya semangkin kental.
"Apa sudah?"
"Bagaimana memakai ini?"
Amoera mengukur Bera Sport yang begitu aneh menurutnya, tentu otak dungu itu tak paham memakai barang mewah dan Casual ini.
"Kau berbalik biar aku yang memasangnya!"
"Baik, Tuan!"
Amoera berbalik dengan Denzo juga melakukan hal yang sama, wajah Tampannya benar-benar meradang tak karuan dengan detakan jantung yang kuat.
"Angkat kedua tanganmu!"
"Seperti ini?"
"Hm!"
Denzo memakaikan Bera Sport ketubuh Amoera yang terlihat menatap bayangan wajah Denzo dicermin tepat dihadapannya, ia tersenyum kecil merasa sangat bahagia dan berbunga pagi ini.
"Apa terlalu kencang?"
"Tidak! ini sudah pas!"
"Tanganmu masih sakit?"
"Sedikit! tapi hanya perih saja!"
Denzo menarik tangan Amoera lembut seraya melihat perban baru yang dibungkus Plastik khusus aggar tak dibasahi air, ia terlihat intens menatapnya membuat Amoera hanya bisa diam menghanyut nyata.
"Apa latihannya dimulai pagi ini?"
"Hm! tak ada alasan untuk menolak!"
Amoera lansung mengangguk pasti membuat Denzo menggeleng, ia kira Amoera akan menjadikan halangan luka disekujur tubuhnya, nyatanya gadis ini menerima dengan baik.
"Berlatihlah dengan baik, jangan membantah aturan!"
"Memangnya, Tuan mau kemana?"
"Aku ada urusan, kau pergilah dengan Rea dan Ezilla!"
Amoera lansung terdiam, ia masih takut jika wanita yang tadi malam itu adalah Istri dari Tuan Tampan ini. tapi Amoera tak rela jika harus sendirian lagi.
"Aku akan segera pulang!"
"Benarkah?"
"Hm! Jangan menekuk wajahmu, kau terlalu jelek untuk itu!"
Amoera hanya tersenyum lalu mengecup pipi Denzo yang sudah terbiasa dengan ciuman spontan gadis ini.
"King!!!"
"Itu mereka, pergilah!"
"Baik! Ora pergi dulu!"
"Hm!"
.....
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kalau dulu Ora di anggap sampah dan kotoran.. di abaikan ,sering di hina dan di sakiti tp sekarang mendadak dia jd incaran org.. apa krn kedekatanya dgn Denzo atau alasan lain... senua terlalu mendadak
2024-10-24
0
Kinay naluw
astaga kok kuat nahan.
2022-12-09
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
untung umi sama Abi mu g ada zo...
kalo Sampek mereka tau anaknya tegang,kamu akan langsung d kawinin
2022-06-19
0