Mata Denzo masih termenung kosong dengan Amoera yang menatap lugu wajah Tampan pucat Denzo yang seakan baru pertama kali disentuh begini, ia pun tak tahu kenapa Denzo malah seakan tak sadar atas apa yang ia lakukan.
Apa aku salah? aku kan sering mencium Kakak!
Batin Amoera sedikit malu ditatap begitu, ia biasa seperti ini pada Kak Justin tentu Amoera tak canggung spontan mencium pipi Denzo sebagai ucapan terimakasih.
"A..Apa saya salah?"
Denzo hanya diam mengerijab beberapa kali seraya menormalkan exspresi wajahnya yang terkesan konyol dan sangat aneh, Denzo berdehem untuk memulihkan jantungnya yang sudah tak lagi terkontrol sama sekali. bahkan keringat dingin itu mulai mengalir dikeningnya membuktikan kalau tubuh gagah ini sudah mendingin.
"Wajah Tuan merah? apa sakit?"
"Ti..Tidak! aku..aku hanya panas!"
Jawab Denzo melantur saar Amoera malah menagkup pipinya lembut, sumpah demi apapun ia tak biasa dengan suasana ini, Amoera wanita ketiga yang berani menciumnya setelah Umi dan Adiknya Rea.
A...Ada apa denganku? kenapa rona sialan ini malah muncul?
"Tuan! katakan pada saya apa anda sakit? tadi Tuan mengobati saya dan sekarang giliran saya, Tuan!"
"Aku..Aku baik-baik saja! kau tidurlah!"
Ucap Denzo terbata-bata berdiri dari jongkoknya seraya berbalik memunggungi Amoera yang merasa bersalah, ia takut Denzo malah marah padanya hingga tak mau menatapnya begitu.
"Tuan Marah?"
"Hm, Tidak! kau tidur saja!"
Ucap Denzo datar lalu melangkah keluar dengan wajah yang meradang bak kepiting rebus, entah kenapa ia tak marah jika Amoera melakukan itu, bahkan ia merasa geli sendiri merasakan bibir kenyal itu menyentuh pipinya.
"Ehemm!!"
Deheman Damian yang bersandar ke dinding luar kamar seraya menatap sinis Denzo yang hanya diam seakan tak terjadi apapun, Pria ini memang pandai dalam mengendalikan mimik wajah jika bersama orang lain.
"Ada apa?"
"Apa rasanya Manis?"
Denzo pun hanya acuh melangkah menuju dapur tempat ini, Apartemen miliknya khusus disediakan oleh Aunty Alen yang dulu memiliki Bisnis ini, tentu di Bangunan tinggi besar ini hanya Denzo dan anggotanya yang berkeliaran.
"Kakak!"
"Hm!"
Gumam Denzo melewati Rea yang ternyata sudah Stendby didekat Dapur tepatnya duduk diatas Pantri memakan Apel dengan tatapan tajamnya menghunus Denzo yang hanya acuh mengambil air dingin didalam Kulkas.
"Apa Ciumannya enak?"
"Diamlah!"
"Ada yang mekar tapi bukan bunga!"
"DAMIAN!"
Geram Denzo menatap tajam Damian yang menaikan bahunya acuh seraya memeluk Rea yang memberikan Apelnya tentu Sang Kakak lebaynya ini akan mengambilnya.
"Kak! kau sudah jatuh Cinta ,ya?"
"Aku tak mengerti!"
"Lalu kenapa kau diam saja di cium Dia!"
"Damia..!"
Drrett..
Ponsel Denzo lansung berdering membuat perkataan pria terhenti, namun ia terkejut melihat nama yang tertera disana, namun tidak dengan Damian yang malah menatap puas Denzo yang mengeraskan wajahnya kuat.
"Iya Umi!"
Terlihat Umi Shena yang sedang duduk disamping Abi Mark yang juga menatap tajam Denzo yang hanya memandang biasa seakan tak terjadi apapun, padahal ia sudah gugup kalau Umi cantiknya itu malah marah.
"Jujur sama Umi! Kamu sudah punya Kekasih?"
"Tidak ada, Umi!"
"Lalu kenapa kau malah membawa wanita ke kamarmu? Umi sudah bilang kalau kau tak ingin menikah maka jangan berdua dengan Wanita!"
"Mi! Aku hanya menolong seorang gadis!"
"Dengan Menerima Ciuman dan tinggal sekamar?"
"Umi! Aku bersumpah aku tak melakukan hal lebih dengannya, lagi pula dia itu masih kecil dan bukan Tipeku!"
"Dia bohong, Umi! tadi mereka berpelukan!"
"Kauu..!"
Geram Denzo melempar Sendok yang ada disampingnya ke wajah Damian yang menghindar kilat seraya menatap penuh kemenangan seakan ia puas saat ini.
"Umi tak menyangka kau begini!"
"U..Umi! jangan memangis, aku..aku bersumpah aku tak melakukan hal lebih!"
"Tapi kau sudah salah? kalau kau sudah tak tahan lebih baik menikah, Nak!"
"Mih! apanya yang tak tahan? aku masih putramu yang sama, jangan percaya dengan kata Putra Manja yang satumu itu!"
"Tidak! kau bukan lagi Zo yang sama!"
Kekeh Umi Shena yang melihat wajah Denzo difoto itu terlihat sangat berbeda, tentu ia dan suaminya tahu betul rona apa yang tercipta diwajah Tampan Arogan Putranya, namun sesungguhnya Umi Shena dan Abi Mark senang karna Putranya yang sudah sangat matang itu akhirnya merespon pada seorang wanita.
"Bawa dia ke Kediaman kita!"
"Mimih tak percaya padaku?"
"Mana wanita itu?"
Denzo menghela nafas berat, kenapa malah menjadi rumit begini, niatnya ingin menjahui Amoera malah dikekang oleh kejadian yang semangkin mendekatkannya pada gadis itu.
"Dia sudah tidur, Mih!"
"Darimana kau tahu dia tidur?"
"Umi Sayang! ini sudah jam berapa dan pasti dia sudah tidur, bukan? dan Abi malah membiarkan Umi masih bangun padahal malam sudah semangkin larut!"
"Kau tak paham urusan orang Dewasa!"
Ketus Abi Mark lansung mematikan sambungan membuat Denzo menghela nafas berat, pasti sepasang pasutri yang tak tahu tepat, waktu dan situasi itu sedang bermesra'an sekarang.
"Kau yang melaporkan ini pada, Umi!"
"Tidak! aku tak tahu apapun, iyakan Sayang?"
"Entahlah!"
Jawab Rea mengecup pipi Kakaknya Damian yang lansung menjewer telinganya yang seketika membuat Denzo tersenyum kecil mengelus kepala Rea yang mengumpat.
"Dasar lebay!"
"Kau Kekasihku, TITIK!"
"Kak! Kak Mian terlalu lebay!"
"Tidurlah, ini sudah malam!"
Ucap Denzo mengelus kepala Rea yang mengangguk, ia juga meninju kecil bahu Damian sebagai ucapan selamat malam.
"Aaaaa!!!!"
Mereka terkejut mendengar suara teriakan Amoera dengan Denzo yang sudah berlari keatas sana dengan wajah yang mengeras dan keterkejutan di wajah Damian dan Rea yang menyusul Denzo.
Brakk..
Denzo mendobrak pintu kamarnya kasar lalu menatap liar semua sudut dikamarnya, ia tak menemukan Amoera sama sekali membuat dadanya digeluti keresahan.
"Lamban!!!"
"Kak dimana dia?"
Denzo hanya diam lansung melangkah ke Balkon namun tak ada orang, ia juga berlari ke Walkcloset juga tak ada membuat Denzo mulai digeluti rasa sesak.
"Dimana gadis itu?"
"Di..!"
"To..Tolong hiks!"
Mereka lansung menatap pintu kamar mandi dengan Denzo yang mempercepat langkahnya dengan sekali dorongan membuka pintu itu dan..
Duarrrr...
......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
apa lagi ulah si Amoera ini
2024-10-24
0
Kinay naluw
ngapain tuh si lamban minta tolong.
2022-12-09
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
lucu
2022-06-18
0