Tatapan polos Amoera lansung tertuju pada Sebuah gedung besar yang begitu menyeramkan dengan puing-puing kayu dan besi yang hampir roboh, tempat ini seperti Bangunan tua yang tak layak pakai, ia juga tak ingin berfikir tentang suasana semenjak diperjalanan tadi yang mana jauh masuk kedalam pelosok hutan dan melewati lautan hingga sampai ketempat ini.
Suasana sunyi itu datang menghampiri Amoera yang tak melihat tempat pertandingan disini, menurutnya ini hanya sebuah lapangan luas yang dikelilingi gedung-gedung tak layak pakai.
"Ini tempatnya, Kak?"
"Yah! kau ikut saja dengan Rusell!"
"Tapi..!"
"Kau ingin Justin sehatkan?"
Amoera lansung mengangguk tanpa berfikir panjang mengikuti Rusell yang memasang Topi dan Maskernya melewati sebuah Lorong sempit didekat Gedung ini, tanahnya sangat becek dan berbau apalagi ada bekas cet yang berantakan di sepanjang dinding.
"A..Apa tempatnya masih jauh, Kak?"
"Sebentar lagi!"
Amoera mengangguk mengikuti terus Langkah Rusell hingga mereka sampai ke lantai atas dimana Lift yang otomatis terbuka membuat Amoera tersenyum merasa ini sangat cangih.
"Kak, Ora sering melihat orang kota memakai ini!"
"Jaga tingkahmu!"
Rusell lansung mengulum senyum geli melihat Dario yang malu akan tingkah gelandangan si dungu ini, memang ia akui Amoera sangat cantik dan Muda, tapi ia tak tertarik dengan sikap Kuno gadis ini.
"Pakai ini!"
"Kenapa harus di rantai?"
Tanya Amoera saat leher dan tangannya dirantai oleh Dario yang tak ingin menjawab karna sudah ingin menampar pipi lembut gadis ini, sedari perjalanan Amoera selalu bertanya dan berbicara hal yang tak punya arti sama sekali.
"Kak, kenapa Ora dirantai?"
"DIAM!!"
Amoera lansing terdiam menatap Kiki yang terlihat menggeram, namun ia mengelus kepala Serigala besar itu untuk menenagkan sang Teman.
"Tak apa! mungkin Kakak harus melakukan ini di Pertandingan!"
Rusell hanya diam menatap Interaksi Amoera dan Serigala tajam ini, ia bisa melihat dengan jelas ikatan batin kedua Mahluk ini sangat kuat, terbukti dengan Amoera yang memahami sikap Kiki dan sebaliknya juga sama.
Setelah beberapa lama benda ini Turun hingga membuat Amoera memeggang ke dinding Lift saat rasa takut itu menggelutinya.
"Kau siap?"
"Si..Siap untuk bertanding, Kan?"
Tanya Amoera gugup, dari sini ia sudah mendengar suara kerihuan yang entah apa yang terjadi hingga bisa seperti itu, bulu kuduknya merinding merasa ada hal yang sangat berbahaya diluar sana.
Ting...
Duarr...
Amoera lansung terlonjak kaget melihat Anjing berukuran besar memakan daging Anjing yang berukuran lebih kecil tepat didalam kandang berpagar besi sana, lelehan lendir dari taring-taring tajam itu tampak mengerikan mencabik Anjing yang melulung sakit, tapi kenapa dibalik bangkar ini Manusia-Manusia bertato dan berparas sangar itu malah menyorakinya.
"Ouwwww!!! Spanzella dari Neguria telah tumbang oleh Imeta milik Tuan Jack!!!"
Suara MC yang tampak kekar memakai celana pendek hitam tanpa atasan sama sekali hingga Tubuh berotot dipenuhi jahitan itu dapat dengan nyata Amoera lihat, rambut keriting panjangnya terjulur dengan rantai besi yang berkalung kelehernya, belum lagi dengan tindikan-tindikan yang ada di bibir, lidah dan pipi pria itu membuat penampilannya semangkin sangar.
"Ka..Kakak!"
"Kau harus melawan semua Pelihara'an mereka! kalau kau mampu bertahan 10 menit saja, kau akan Lolos ke Babak Final!"
Jelas Rusell tanpa menatap Amoera yang berkeringat dingin, gadis itu mencengkram rantai dilehernya dengan erat seraya menatap para Peserta yang mulai berganti sesuai Jadwal yang ditentukan.
Sesekali Amoera meringis dan kasihan melihat Hewan seperti Singa, Banteng dan juga Anjing-Anjing yang saling bertengkar, rasa iba itu menyeluruh membuat ia ingin sekali menghentikan Pertandingan tak manusiawi ini.
Grrrr...
Suara geraman Singa-Singa liar itu saling menatap pemuh kebengisan dan rasa lapar, sudah dipastikan Singa ini tak diberi makan menjelang Perlomba'an.
Brak..
"Ouhhh!!!!"
Prok...Prokk..
Suara tepuk tangan yang begitu meriah serta sorakan nyaring dari Orang-Orang yang menyaksikannya saat para Singa itu saling mencakar membuat suasana semangkin meneggangkan, tangan Amoera juga gatal untuk menghentikan semua ini karna ia merasakan hal yang sama dengan Para hewan itu rasakan.
"Lihatlah, Rogers dari Vietnam bersama Klan Barat telah menu..!"
"Hentikan!!!!"
Whusss...
Suasana seketika hening saat suara melengking Amoera dari sudut kandang berlapis baja itu terdengar nyaring mengundang perhatian banyak orang, mereka menatap aneh tubuh kecil Amoera dibalik Jas hitam besar itu dengan pandangan yang geram dan bercampur Emosi.
"Apa yang kau lakukan, ha?"
Dario menarik tengkuk Amoera dan ia dorong kedekat MC yang terlihat melangkah tepat didepan kepala Amoera yang tersungkur, dengan pandangan gelinya ia berjongkok dengan Pengeras suara yang tetap ia genggam.
"Hey!! Kenapa gadis muda sepertimu ada disini?"
"Pa..Paman! Me..Mereka juga Mahluk sama seperti kita, me..mereka punya nyawa dan ..dan bisa merasakan sakit!"
"Lalu?"
"Hentikan Perkelahian sesama binatang itu, Pa..Paman!"
Bukannya mengerti mereka semua lansung terbahak kuat dan kencang seakan ucapan konyol dari mulut Amoera adalah hal yang lawak, bahkan ada yang melempar bungkusan makanan hewan ketubuh Amoera yang hanya diam menunduk namun matanya menatap hewan-hewan yang dikandang sana, begitu juga para Mahluk itu seakan menatap lembut pada Gadis mungil yang begitu mempunyai Simpatik tinggi.
"Hahahaha!!!! Hey, kau ingin menjadi Pawang disini, Nak?"
"Pa..Paman, tapi ini tak baik!"
Mereka kembali terbahak keras lalu memberi hormat pada Pimpinan-Pimpinana mereka yang tepat ada siatas sana menyaksikan Pertarungan sengit ini, semuanya tampak terhibur dan begitu mencaci Amoera yang hanya diam.
Namun, Pria yang sedari tadi menyebarkan aura Intimidasi yang kuat dibalik Maskernya itu membuat Suasana ditempatnya semangkin mendingin, tak ada yang berani menatap wajah Tampan yang tertutup itu karna kepala mereka seakan tunduk tak ingin terangkat lama.
"Kalau begitu coba kau tenangkan mereka!!"
Grett..
Rahang Denzo mengeras dengan kepalan tangan yang menguat, bahkan urat-urat kemarahan itu lansung menonjol dipermukaan lengan kekarnya serta tatapan yang menghunus Amoera.
"Pa..Paman tapi saya..!"
Brughh..
Namun sayangnya Dario tanpa belas kasih menarik tubuh mungil Amoera dan melemparnya kedalam kandang bersama dengan 2 Singa yang tadi bertengkar seketika lansung menatap gadis malang itu.
"Ka..Kakak!!!
"Ayolah, kau begitu Menyayangi merekakan?"
Amoera mengigil takut, maksudnya bukan ini ia tak bisa melawan Mahluk buas ini tapi ia hanya ingin para hewan itu mendapat perlakuan yang layak.
Singa itu mulai meraung ganas membuat Amoera semangkin merapat ke besi dibelakangnya, tatapan keduanya semangkin dalam pada tubuh Amoera yang berusaha tenang meski wajahnya sudah pucat dengan lelehan bening yang terus keluar.
Brak..
"Kakak!!!"
Pekik Amoera menghindar MC itu memukul besi dibelakangnya hingga ia tersungkur mendekati hewan liar itu.
"Ayo!!! Makan!!! Makan!!!"
"Ouhhhhhh!!!"
Teriak mereka bersorak ria melihat Amoera yang gemetar takut, namun mereka semangkin teggang saat dua singa itu mendekati Amoera yang beringsut mundur ke kawat dibelakangnya seraya mencari cela untuk keluar.
Ouuuuuu...
Kiki mengaung dari kuar sana berlari mendekati Amoera dan menyelipkan tubuhnya kedekat gadis itu membuat suasana hening dengan Denzo yang memperhatikan betul apa yang akan terjadi.
"Ki..Kiki!"
Kiki menatap intens mata liar dan tajam dua singa itu seakan ia berdiri ditengah-tengah tubuh Amoera dan Dua hewan liar ini dengan ketegasan dan aura berwibawah yang dengan jelas Denzo bisa rasakan.
"What???"
Teriak mereka terkejut saat dua Singa itu menundukan kepalanya tepat dikaki Amoera yang juga tersentak bukan main. ia ingin menjauh namun Kiki menjilat pipinya dengan lembut menyampaikan ketenangan.
"Ini sama sekali tak seru!!!!"
"Iya!!! Buat gadis itu terkoyak!!!"
Teriakan mereka menggelegar membuat Denzo naik pitam, apalagi satu Petugas liar itu membidikan sebuah jarum ke tubuh Singa itu untuk mengendalikan kesadaranya.
Amoera terkejut saat Dua Singa itu berubah menatapnya lapar serta mata yang berubah merah membuat mereka semua kembali histeris dengan Dario yang menunggu apa yang akan terjadi.
"Kau tenang saja, Hidup atau mati kau akan mendapatkan uang!"
"Baiklah!"
Ucap Dario melangkah pergi, setidaknya ia akan menjadi Jutawan mendadak karna gadis dungu itu.
"Cabik Dia!!!"
"Ouhhhh!!! Hancurkan Rogers!!!"
Teriak mereka saat Amoera menghindar dari cakaran itu, Kiki berusaha mencari pandangan mata kedua Mahluk buas ini tapi sayangnya ia malah tak cukup kuat untuk melawan.
Srett..
"Aa..Sss Kakak!!!"
Teriak Amoera saat pahanya dicakar ganas, ia membulatkan matanya saat satu singa itu mulai meloncat hilang kendali kearahnya dan..
Grepp...
......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
semoga Dario yg jadi santapan itu singa.. beneran hah..
2024-10-24
0
Kinay naluw
jahat banget tuh Dario.
2022-12-09
0
Jean Wonga
hrusnya Denzo sdh kihat amoera dkndang n drante lehernya sgra ksih kluarkah bkan tggu smpe dcakar baru dtlong bego mafia apaan
2022-11-09
0