Tatapan tak percaya itu muncul saat tubuh gagah nan kekar seorang Pria berjubah kekuasaannya itu lansung mendekap tubuh lemah seorang wanita yang sudah tak sadarkan diri ditempat dengan wajah pucatnya yang begitu mengenaskan, kibaran juba hitam dengan lambang Klan Latina itu lansung membuat mereka menunduk menegguk ludah berat yang terasa kasar tertelan ditenggorokan mereka karna aura membunuh itu seakan menghisap keberanian yang sudah hilang entah kemana.
Tatapan netra capklat Denzo menajam seakan menguliti mereka yang tak tahan untuk teggak bersama Tubuh kekar yang sudah meradang membelah batin mereka semua.
"Hancurkan!"
Brakkkk..
Mereka lansung terkejut setengah mati saat Hewan-Hewan didalam kandang sana menerobos Palang kayu dan meloncati besi yang menghalang mereka untuk menyerang Manusia-Manusia tak punya Hati nurani dengan Se'enaknya memperlakukan Gadis ini sesuka hati.
Graummm...
Suara lulungan Singa yang lansung menerkam para Manusia disekeliling tempat pembangkaran untuk bertanding ini, teriakan demi teriakan itu melengking saat hewan-hewan ganas itu lansung menerkam kelaparan, hal yang sama yang mereka sorakan pada Amoera tadi terjadi tepat memakan korban di Tempat luas ini.
"Aaaa!!!! Ki..King!"
Mereka berlari mendekati Denzo yang menggendong Amoera dirangkuhan hangat dan kekarnya, ia berdiri ditengah-tengah pembantaian yang mencipratkan darah para Manusia itu.
"Ki..King! To..Tolong ka..!"
Brugh..
Terkaman Banteng yang lansung menodong dari belakang membuat MC yang tadi bergaya dengan sangat percaya diri terkoyak oleh tanduk yang sudah berlumuran darah itu, Denzo bisa melihat dengan jelas bagaimana para Hewan ini melepas amarah, rasa sakit dan luka yang beriringan menyembur menelan korban.
"Tu..Tuan!"
Mata Amoera sayu-sayu terbuka menatap wajah keras Denzo yang menatap lusur dengan aura yang luar biasa menakutkan, namun Amoera lansung terkejut melihat serakan dagging dan darah yang mengelilingi dirinya dan Denzo yang hanya diam mematung tanpa ada kalimat yang keluar.
"Tutup matamu!"
Namun Amoera tak mendengarnya karna ia sudah lebih dulu pusing karna melihat pembantaian tepat dihadapannya ia mencengkram dada bidang Denzo kuat karna merasa mual itu lansung melanda perutnya.
"Hoeeekk!"
"Shittt!"
Umpat Denzo saat Amoera muntah didadanya dengan wajah yang pucat pasih tanpa rona, Kiki mengaung seakan memohon aggar gadis ini ia bawa keluar dari sini.
"King!"
"Apartemen!"
Loe mengangguk dan menatap para anggota mereka yang mengerti dan ikut membantai siapapun yang ada ditempat ini, tak akan ada yang selamat jika Pria berkuasa itu sudah mentitahkan untuk 'HANCURKAN'.
"King! dia lari ke belakang!"
"Biarkan saja!"
Ucap Denzo tegas lalu melangkah keluar diringi teriakan para Manusia yang sudah rata akan pembantaian yang Klan Latina lakukan, tak lupa mereka membakar tempat ini sebagai bukti kalau Wilayah ini sudah tak di beri Izin untuk dibuka karna sudah menjadi Milik Klan Latina.
Disepanjang perjalanan, Amoera terus muntah ke tubuh Denzo yang hanya menahan geram, tentu saja ia ingin sekali mengukir tubuh gadis ini tapi Amoera seakan membuat ia hilang akal dan selalu melamun.
"Hoeekkm!"
"Sudah ku bilang Tutup Mata tapi kau Membantah!"
"I..Itu a..Hoeeekkm!"
Denzo berdecih lalu melempar tubuh Amoera kedalam Mobilnya dengan kasar seraya wajah yang merah padam karna lumeran muntah menjijikan ini.
"Gadis lamban tak berguna!!"
umpat Denzo seraya membiarkan Leo melepas Jubahnya serta kaosnya yang sudah habis akan Muntahan itu, Amoera yang sayu-sayu membuka mata itu lansung tertegun melihat Visual yang begitu Sexsi dan Sempurna, Tubuh Atletis digeluti otot-oto kekar itu dengan tubuh tegap dan aura yang membuat matanya terpesona kuat.
"Apa dia sudah mati?"
"Maaf, King! apa perlu saya memanggil Zalwa?"
Denzo mengangguk datar lalu mamakai Kaos hitam yang dibawakan Anggotanya yang lain lalu masuk kedalam Mobil menatap datar Amoera yang masih memandangnya aneh.
"Kau ingin MATI, hm?"
"Eh!"
Amoera tersentak kaget dan lansung mengalihkan tatapannya keluar jendela seraya menahan malu akan apa yang ia lakukan, pipi putihnya terlihat seperti Bantal yang sangat empuk, jika tersenyum Pipi Amoera akan bergaris yang sangat manis mengundang kegemasan.
"Tu..Tuan!"
"Hm!"
"Ja..Jasnya!"
Denzo menghela nafas berat saat Amoera mengulur Jas yang ada ditubuhnya ke hadapan Denzo yang hanya diam, ia sedang mengurus para para pemberontak yang tadi sempat ia lihat berkeliaran dipertandingan tadi.
"King! anda yang lakukan atau kami?"
"Aku!"
Loe mengangguk patuh seraya menghubungi Anggota yang ada di Markas, tentu saja ada seorang pria yang mengurus khusus hal apa yang terjadi di Markas besar di Amerika sana.
"Kapan anda pulang, King?"
Denzo sedikit berfikir, ia masih harus membantu Zilla untuk menghancurkan para Klan yang tak jera untuk memulai perdaggangan di Negara ini, Tentu sepupu tak berakhlaknya itu tak akan bisa menyelesaikan semuanya sendiri.
"Tunggu aku pulang untuk yang satu itu!"
"Baik, King!"
Leo lansung mengemudikan Mobil ini menuju Apartemen dengan Amoera yang sesekali mencuri pandang pada wajah Tampan Denzo yang hanya acuh, namun percayalah Pria itu aggak gelisah dengan luka dipaha Amoera yang melelehkan darah.
"Pahamu!"
"Ha?"
"Pahamu!"
Jawab Denzo mengalihkan wajahnya keluar jendela seraya duduk bertopang kaki angkuh, ia berusaha untuk tak terlihat perduli pada gadis lamban ini.
"Ouhh, hanya luka biasa!"
"Luka biasa?"
"I..Iya dan..!"
Grett...
"Aaau!!!"
Pekik Amoera kuat saat Denzo dengan sadis mencengram pahanya hingga lelehan darah itu semangkin banyak keluar, Denzo sangat tak suka Orang lemah yang sok kuat dihadapannya.
"Sakit?"
"Ti..Tidak Aas!"
Denzo melepas cengkramannya lalu mengelap darah ditangannya dengan Tisu yang diberikan Leo, ia paham kalau Kingnya memang selalu terpancing emosi.
"Jangan menangis!"
Namun Amoera sudah lebih dulu terisak memeggangi paha yang sudah membiru akibat cengkraman kuatnya, rasanya sangat sakit namun Amoera sekuat hati menahannya sampai bibir gadis itu berdarah akibat Amoera mengigit bibirnya kuat.
"Ku bilang jangan menangis!!"
Brakk..
Denzo meninju Kursi mobilnya hingga membuat penyokong tempat itu retak membuat Amoera lansung bergetar takut meringkuk diujung mobil sana dengan isakan halus yang tertahan.
"Seharusnya kau melawan! bukan menerima begitu saja!"
"Ka..Kakak hiks!"
"Sial!!"
Umpat Denzo lansung membuang muka, ia tahu kalau Amoera sudah diperdaggangankan oleh Kakaknya sendiri, Rusell adalah salah satu Pemain yang masih belum ia hapuskan sebelum kesalahannya memang besar sesuai Toleransi Dunia bawah, tapi ia sudah muak dengan Perdaggangan manusia ini.
"Ka..Kakak!"
"Otakmu Dungu!"
Gumam Denzo menarik lengan kecil Amoera untuk mendekat ketubuhnya namun gadis itu menolak hingga tetap memeluk Kiki.
"Pu..Pulang hiks! a..aku ingin pulang, Tuan hiks, Pulang!!"
Isak Amoera mengguncang lengan Denzo selayaknya anak kecil membuat Denzo tertegun diam merasa Amoera begitu tegar untuk kembali ketempat yang sama, entahlah ia pun tak tahu kenapa setiap saat gadis ini selalu bertemu dengannya.
"Kalau dia kembali Memperlakukanmu begitu bagaimana?"
"Si..Siapa?"
Tanya Amoera sekugukan seraya menghapus ingusnya ke baju Kaos hitam Denzo yang tercekat namun apalah dayanya, di pukul sekalipun gadis ini tak akan mau mengerti.
"Memangnya kau mau pulang kemana?"
"Pu..Pulang, hiks! Pulang!!"
"Iya tapi kau mau pulang kemana?"
Tanya Denzo menyandarkan kepalanya ke kursi mobil yang masih bisa menopang tubuhnya karna diciptakan khusus bagi Sang King oleh Perusahaan Otomotif dari Perusahaan Husein Crops yang sudah maju pesat dengan kepemimpinan Putra semata wayangnya itu.
"Pu..Pulang hiks!"
"Ya, kau mau pulang kemana?"
Amoera menatap keluar jendela Mobil, ia tak tahu kemana jalan ini membawanya, otaknya tak hafal dengan lokasi jalan yang sangat asing.
"Me..Memangnya jalan ini kemana?"
Denzo hanya menaikan bahunya acuh seraya mengambil Kotak obat dan juga beberapa camilan di mobilnya, ia sedari tadi melihat Amoera memeggang perut karna rasa lapar itu mulai menyeru ke seluruh rongga tengah itu.
"Ini!"
"Makanan?"
"Itu batu!"
Jawab Denzo kesal seraya membuka bungkusan camilan itu lalu memberikannya pada Amoera yang tanpa malu memakannya dengan sangat lahap membuat Senyum kecil di bibir Seksi Denzo terangkat nyaris tak terlihat membuat Leo lansung mengabadikan Moment ini.
"Kau punya banyak luka!"
"Hm, tapi itu..!"
Grett..
Denzo kembali menekan bekas luka di pundak Amoera yang seketika meringis membuat ia berdecih malas, ia tak suka dengan gadis lemah begini.
"Jangan sok kuat! kau itu LEMAH!"
"King!"
Denzo lansung menatap Leo yang menunjuk segerombolan Mobil yang mengikuti mereka, ada 3 Mobil yang seakan mencari mati dengan Klan Latina yang sudah ingin membabat di Jalan Tol lebar ini.
"I..Itu siapa?"
"Kau makan saja!"
"Ta..Tapi Tuan mau kema..!"
Amoera diam saat tatapan tajam Denzo yang membuat ia bungkam dan menunduk, rasanya sangat takut jika perkelahian itu kembali terjadi, bayangkan saja Pembantaian di Animal Stars Compitision Dark(ASCD) tadi yang penuh darah.
Dorr..
"Uhukk!!"
........
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hah.. Amoera...
2024-10-24
0
Kinay naluw
awas jatuh cinta loh. kok Ora dungu banget sih.
2022-12-09
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
jangan galak2
2022-06-18
0