Tubuh Amoera lansung bergetar saat terpa'an aroma Maskulin dari tubuh gagah Denzo yang membuat ia memejamkan matanya menikmati bau tubuh pria ini, apa begini aroma tubuh orang kaya? Amoera terkekeh kecil karna merasa malu dengan pikiran Kampungannya, tapi ia benar jika dibandingan dengan bau tubuhnya maka akan jauh berbeda.
Grrrr..
Amoera tersentak baru sadar saat kaki Kiki masih terluka, Serigala berbulu abu berloreng putih itu tampak menggeram saat ia menyentuh luka berdarah itu, sekarang Amoera sedang ada didalam Resto yang tak jauh dari Restoran tadi, ia duduk berhadapan dengan Denzo yang menatap Intens gelagat gadis belia yang terlihat sangat jauh dari kata Berkelas.
"Namamu?"
"Kiki!"
Jawab Amoera seraya memangku Kiki yang terlihat dikubangi lumpur, semua orang disana menatapnya penuh iri karna duduk bersama Pria berkuasa yang digilai banyak wanita itu, ia bisa melihat dengan jelas tatapan jijik sekaligus tak bersahabat yang lansung menghunus tubuhnya.
"Kosongkan tempat ini!"
"Baik, King!"
Leon lansung membubarkan Manusia -Manusia yang tampak tak rela itu, namun apalah dayanya akan titahan mutlak dari Mister President AIC itu. dan sekarang tinggalah Denzo dan Amoera yang sibuk memeriksa kaki Serigala tak terurus itu dipangkuan pahanya.
"Kiki! apa sakit?"
"Kau pengemis?"
Degg...
Amoera lansung tercekat ditempatnya, ia menunduk tanpa menatap Denzo yang menatap intens mengamati setiap gelagat yang ditunjukan Amoera, gadis ini seperti tak nyaman dengan keramaian dan sering menunduk.
"Angkat kepalamu!"
"Sa..Saya..!"
"Kau Tuli?"
Bibir Amoera bergetar, ia tak kuasa menahan tangis karna ia kira Denzo sangat baik hingga mau membawanya ketempat mewah ini, tapi sayangnya ia malah dikatai dan bahkan sangat jauh dari Exspektasinya.
"Kau suka di kasihani, rupanya?"
"Ma..Maaf! dan Terimakasih!"
Amoera ingin melangkah pergi namun Anggota Denzo sudah berjaga didekat pintu sana dengan sangat rapat membuat ia berfikir dua kali untuk pergi dari sini, seringaian tipis itu muncul dibibir Sexsi Denzo yang duduk menopang kaki angkuh menatap Amoera yang kelagapan.
"Tu..Tuan!"
"Kau ingin pergi, hm?"
"I..Iya! tapi Paman-Paman itu disana!"
Denzo terdiam sesaat, sedari tadi ia mengambil kesimpulan kalau gadis ini masih belia, dan hidup keras tanpa naungan apapun, hatinya tak mencolos sama sekali karna menurut Denzo, itu tak penting.
"Berapa umurmu?"
"Tu..Tujuh belas!"
"Apa aku terlalu buruk hingga kau selalu menunduk?"
Amoera menggeleng, ia tak berani menatap wajah keras dan tajam Mister President ini, Meski sangat tampan namun ia tak selancang itu.
"Em, Maaf! tapi saya harus pulang, Kiki juga harus istirahat!"
"Kiki?"
"Ini Kiki!"
Gret..
Denzo lansung mengetatkan rahangnya dengan kepalan yang menguat, wajah tampannya meradang membuat Amoera gemetar takut kembali menunduk, namun Leo hanya diam karna ia sudah menduga kalau Kingnya tak akan suka dengan ucapan yang tak bermakna.
"Kau bilang namamu, Kiki! dan ini..!"
"Na..Nama saya A..Amoera! i..ini yang Kiki!"
Denzo lansung menghembuskan nafas kasar, berbicara dengan gadis ini sama dengan berbicara dengan Batu, ia hanya akan membanting perkataan yang sangat ajaib berlebih keluar dari mulut dinginnya.
"Tu..Tuan! saya harus pulang!"
"Hm!"
Denzo lansung memainkan Ponselnya, ia merutuk atas panggilan dari Wanita menyebalkan di Benua ini ternyata sedang membuat ulah di tempat pertemuan mereka, ia pun selalu tak bisa menahan emosi jika wanita itu selalu ikut dalam Keputusan besarnya.
"Tu..Tuan!"
"Hm!"
"A..Apa saya boleh ..!"
"Pergilah!"
Amoera lansung memekarkan senyumannya lalu melangkah pergi kesebuah Tepat didekat sudut sana, ia meletakan Kiki diatas Wastafel Resto lalu berfikir bagaimana cara menghidupkan air dari benda ini? sejenak ia berfikir seraya menggaruk tengkuknya, lalu ia tersenyum melihat cairan seperti sabun disamping sana dengan cepat ia ambil dan membawanya kehadapan Kiki.
"Kiki mandi dulu, ya? tapi kakinya kita bersihkan dulu!"
Kiki hanya mengangguk menurut saat Amoera lansung menghidupkan asal kran dihadapannya namun tak ada yang keluar membuat ia bingung, ingin bertannya pada Pria Sexsi itu ia takut dimarahi lagi, tapi ia tak tahu bagaimana cara menghidupkannya.
"Apa begini?"
Crusss...
Mereka semua terkejut saat air itu lansung keluar deras dari dalam Kran yang sudah terlepas akibat tarikan tangan Amoera yang ternyata melepas penutup Krannya hingga benda itu lepas menyembur Kiki dan tubuhnya.
"Ayo mandi!"
"Apa yang kau lakukan, ha?"
Geram Denzo dari belakang sana karna tak menyangka gadis ini malah membuat kekacuan tepat dihadapannya, ia pikir Amoera tadi tadi pergi keluar tapi gadis dungu ini malah begini, Amoera tak mendengar suara Denzo karna berisiknya air serta sibuk memandikan Kiki yang hanya menurut namun Serigala berbulu tebal itu sangat suka dengan belaian tangan mungil ini.
"Sial! kenapa dia malah asik mandi disana?"
"King! apa kami harus mengusirnya?"
Denzo terdiam sesaat menatap Tubuh Amoera yang sudah basah, semuanya tercetak jelas membuat ia termenung dengan rambut yang tadinya lengket dan berbau tampak lepas dengan kulit putih yang terlihat karna semprotan air itu.
"King!!"
Suara wanita cantik dengan bulu mata lentik itu berdiri menatap Denzo dengan tajam dengan langkah cepatnya mendekati pria menyebalkan ini, ia sudah menunggu sedari tadi dan Pria ini malah se'enaknya saja mengabaikan panggilannya.
"King! aku menunggumu disana tapi kau bersantai disini!"
"Hm!"
Gumam Denzo datar berdiri dari tempatnya lalu terdiam sesaat dan menoleh menatap Amoera yang masih asik memandikan Hewan ganas itu, ia harus pergi namun hatinya berat ingin meninggakkan si Dungu itu, apalagi ia masih belum tahu jelas asal-usul gadis itu.
"Hey!!!"
Amoera tak mendengarnya karna suara jipratan air sangat deras membasahi tubuh ia dan Kiki, ia tak tahu apapun kalau Dress putih itu sudah mencetak jelas bentuk tubuh yang begitu Sexsi dengan bokong berisi dan dada yang pas ditangan seorang Pria.
"Mainan barumu?"
Tanya Ezilla wanita yang tadi baru datang, ia salut dengan keberanian Gadis itu berani membuat ulah dihadapan Pria Psycho ini, ia saja harus berfikir dua kali kalau untuk membuat Denzo kesal.
"Sepertinya Seleramu berubah, King! kau lebih suka Gelandangannya!"
"Jaga bicaramu!"
Tekan Denzo lalu melangkah mendekati Amoera yang terkikik menggosok bulu lembut Kiki yang juga menaikan tangannya ke bahu mungil itu untuk memudahkan Amoera menggosok perutnya.
Melihat Mister Presidentnya yang tertegun tak jauh dari Amoera yang bermain air, Maneger Teeire lansung panik, pria muda itu lansung mendekati Amoera namun ia tersentak saat Denzo malah menarik Amoera menjauh dari jipratan air membuat mereka membelo kosong.
"Tu..Tuan!"
"Lain kali jangan mandi sembarangan!"
Ezilla menutup mulutnya melihat Denzo melepas Jasnya dan membalutkannya ketubuh Amoera yang mematung kosong menatap wajah Tampan datar Denzo yang seakan begitu keras dan menyeramkan, tapi tersimpan kehangatan dari Sikap Arogan Pria ini.
"Tu..Tuan!"
"Antar dia dan lakukan yang seharusnya!"
Leo mengangguk dan mendekati Amoera yang masih mematung menatap Denzo yang sudah melangkah pergi keluar sana dengan wajah yang benar-benar tak berexspresi.
"Ayo ikut saya, Nona!"
"Dia..Dia itu siapa?"
"Tuan Muda Alfoenzo!"
Degg...
.......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
dungu... bukan.. tepatnya sangat polos.. Mora.. haishh.. melas banget sih nasibnya
2024-10-24
0
Tyaz Wahyu
denzo phildofil 🤭 tahu ja kalo si amora itu msh legit 🤣
2022-12-21
0
Kinay naluw
astaga masa mandiin hewan di tempat umum.
2022-12-09
0