Leo lansung menggebrak CCTV yang tepat terparkir didekat tempat dimana Kematian Dario dan Boby tadi malam, kilat kamera ini menunjukan ada bayangan hitam yang terlihat melewati jalan dengan gelagat yang sangat tenang, bahkan orang lain yang melihatnya pasti mengira ia hanyalah Orang biasa yang berjalan-jalan ditempat kejadian.
"King! sepertinya dia bermaksud untuk mengendalikan, Nona!"
"Dimana Rusell?"
"Setelah menghilang dari tempat itu, Rusell tak lagi menampakan dirinya diwilayah kita, King! tapi sangat aneh kenapa Justin hilang setelah penembakan, bahkan jika pria itu keluar tak ditangkap CCTV?"
Denzo berfikir sejenak, kemungkinan terbesar Justin dibawa atau juga dibunuh namun tak ditempatkan di rumah itu, banyak sekali sangkut paut dalam masalah ini.
"Temukan Justin, karna itu kunci utama kita! Amoera tak akan pernah mempercayai siapapun kalau bukan, Kakaknya!"
"Baik, King!"
Leo menghubungi Anggota gelap mereka dengan Denzo yang berdiri didekat Balkon ruangan Kerjanya, entah apa yang ada di otak pria itu Leo-pun tak tahu.
Denzo menatap hamparan taman Perusaha'annya dengan Intens seraya menggenggam Ponselnya yang membuat suasana begitu hening, langkah pertama yang harus ia ambil sangatlah besar, kalau sampai bergeser sedikit saja dari rencana maka ia pun akan hancur didalamnya.
"Amoera Eeorana Spensela!"
Gumam Denzo dapat didengar Leo yang terkejut mendengar Nama Eeorana, ia lansung mendekati Denzo yang hanya diam seakan tak bergerak sama sekali.
"King?"
"Dia gadis yang sama disaat Pembantaian Huxio dulu!"
"King! Amoera adalah Putri dari Keluarga Spensela yang anda Bantai beberapa tahun yang lalu, tapi kenapa dia malah mewarisi nama Eeorana yang merupakan nama kekasih Rusell yang juga anda bunuh ditempat yang sama?"
Denzo hanya diam dengan tatapan yang tak terbaca, duga'an demi duga'an itu ia ambil seraya mengaitkan atas semua sikap dan kejadian pada Amoera, tentu Denzo tak bodoh dalam menganalisis asal gadis itu.
"Dia punya jiwa besar seperti, Kakaknya! dia penguasa yang sama dan itu harus dilindungi!"
"King! aku tak mengerti apa yang kau maksud!"
Sambar Leo mulai frustasi, ucapan Denzo selalu mengacaukan Arugumentnya yang sudah dirangkap jelas, namun ia selalu salah menebak jauh dari perkira'an Denzo sendiri.
"Apa Maksudmu Justin?"
"Kau cari Rusell! siapa diantara keduanya yang kau temukan bisa kau bawa ke Markas!"
"Ta..Tapi apa yang terjadi?"
"Otakmu tak akan sampai!"
"Shitt!"
Umpat Leo lalu mengikuti langkah tegas Denzo yang entah apa yang direncanakan, rencana awal mereka adalah melatih Amoera lalu melepas gadis itu aggar bisa melindungi diri, dan sekarang ada Informasi baru yang kembali membuat otak merakit rencana baru.
"Mister President!"
"Aku tak menerima Pers!"
Tegas Denzo menolak salah satu Staf yang sudah biasa malaporkan Media yang ingin mewawancarai pria ini, Perusahaan Cabang AIC begitu maju pesat membentuk Organisasi dengan MCC yang juga memimpin Eropa.
"Dalam 3 hari semua harus selesai!"
"Baik, King!"
Denzo melewati oara Kariawannya yang menunduk takut dan penuh hormat akan kehadiran Sosok sempurna yang selalu tampan menawan dengan apapun yang melekat ditubuh kekarnya, baik Jas, Kaos atau Jaket yang begitu keren.
"Ke Markas!"
"Baik!"
........
Amoera menegguk ludahnya berat dengan keringat yang selalu bercucur dileher dan keningnya saat membidik anak panah ini kesebuah titik yang sudah dilingkari merah dengan jarak 10 Meter dari tempat ia berdiri.
Wajah tegas, bengis Ezilla dan Rea menjadi pendorong Amoera yang sudah beberapa kali gagal tak ada yang berhasil sama sekali.
"Kau fokus!"
"Ta..Tapi tak ada yang kena, Kak!"
"Kau tak tahu fokus?"
Amoera lansung terdiam, berada di sisi kedua wanita menyeramkan ini membuat bulu kuduknya merinding, bahkan ia tak dibiarkan istirahat sedari tadi.
"Lepaskan!!!"
Takk..
Anak panah itu lansung melesat namun tak mengena ke titik tujuan, hanya menancap ke batang pohon yang ada dibelakang papan arahan. itu semua membuat Ezilla menggeram murka, sudah 7 kali mereka melatih Amoera namun tak juga mengena.
"Otakmu benar-benar jauh dari rata-rata! sudah ku bilang fokus, kalau kau tak bisa 2 atau 4 kali aku tak masalah, ini sudah 7 kali namun cara memanahmu masih seperti keong melompat!!"
Cerocos Ezilla dengan perkata'an pedasnya membuat Amoera teriris, ia menunduk seraya mata yang mulai digenangi cairan bening itu membuat Damian yang sedari tadi memperhatikan dari jauh jadi kasihan.
"Ta..Tapi Sa..Saya tak bisa hiks!"
"Tak ada yang tak bisa kalau kau menganggap dirimu itu lemah, kalau pola pikirmu terus mengatakan kau tak bisa bagaimana kau jadi bisa!!"
"Ma..Maaf hiks!"
"Sial!!"
Umpat Ezilla menendang botol minumnya kesembarang arah membuat Damian benar-benar merasa prihatin akan nasip si mungil ini, didekati 2 Monster wanita memang sangat mengerikan.
"Kau berlatih sampai bisa, kalau tak kau tak akan Istirahat!"
Tekan Rea lalu melangkah pergi bersama Ezilla yang cukup emosi, namun mereka hanya ingin jiwa Amoera terlatih keras.
"Kau menakutinya!"
"Memangnya dia bayi yang harus di Keloni?"
"Dia bayi King, mu!"
Ezilla hanya menoyor kecil bahu Damian yang terkekeh mendekati Amoera yang terlihat sudah lelah, tentu keringat itu selalu keluar diwajah cantik nan polosnya.
"Sangat susah, ya?"
"Tu..Tuan!"
"Tak usah seformal itu! panggil Damian atau Mian terserah kau saja!"
Ucap Damian ramah mengulur tangannya pada Amoera yang menatap wajah Tampan Damian, sepertinya ada kemiripan pria ini dengan Tuan Tampan itu. dengan ringan ia menjabat tangan besar Damian dengan gak kalah ramah.
"Amoera!"
"Aku saudara kembar tapi tak identiknya Suamimu!"
"Saya belum menikah?"
"Kalau begitu ayo menikah!"
Ajak Damian mengeluarkan bunga dari balik jaketnya seraya berjongkok dihadapan Amoera yang tertegun kosong.
"Menikah?"
"Hm! kalau kau menikah denganku, kau tak akan ku ajari begini! kita akan belajar Melukis, membuat Seni yang mengabadikan Moment kita berdua! itu sangat mudah!"
"Apa dengan Menikah bisa membuat Saya seperti, Tuan Tampan?"
"Hm! jangan membahasnya, sekarang kita belajar memanah!"
Damian mengambil anak panah dari tangan Amoera seraya berdiri dibelakang Amoera yang tingginya hanya sebatas dadanya.
"Kalau mau membidik itu harus fokus dan hatimu harus tenang! santai saja, lagi pula Pangeran tampan ini akan selalu dibelakangmu!"
Amoera hanya terkikik kecil akan ucapan narsis Damian yang menghilangkan rasa takut dan lelahnya, ia mulai melakukan hal yang sama sesuai ajaran yang Damian katakan.
"Pidik dan le..!"
Dorr...
"A..***!!"
Pekik Damian saat tembakan itu nyaris mengenai pergelangan tangannya yang ingin menggenggam tangan Amoera yang terkejut bukan main.
Mereka lansung menatap siapa yang telah berani menembaki Tuan Muda kedua Alfoenzo itu, dan benar saja sesosok mempesona menentang badai itu sedang berdiri gagah menatap membunuh Damian yang mulai meradang.
"Jangan perdulikan dia, ayo peluk aku kau akan bisa me..!"
"Ora!"
Byurr..
Ezilla dan Rea yang tadi minum air lansung menyemburkan cairan itu saat mendengar suara Denzo yang memanggil nama manja gadis itu membuat mereka meremang geli.
"I..Iya!"
"Kau sudah bisa?"
"Be..Belum!"
"Sudah ku duga!"
Geram Denzo mendekati Amoera yang lansung bersembunyi dibalik tubuh Damian karna Denzo tiba-tiba merubah intonasi bicaranya.
"Kau niat atau tidak!"
"Ni..Niat!"
"Ini bukan Niat! tapi Ambisimu!"
Geram Denzo melempar botol ditangannya ke bahu Amoera dengan kasar membuat Damian menghela nafas berat.
"Sudahlah! tak usah marah-marah begini, latih saja dia dengan baik itu sudah sangat bagus!"
"Tinggalkan dia disini! sampai dia bisa melakukan segalanya!"
Amoera hanya diam terisak tertahan, ia selalu dibuat jantungan dengan Denzo yang tak bisa ia mengerti, terkadang pria ini baik dan terkadang begitu menyeramkan.
"Ja..Jangan tinggalkan Saya!"
"Sudahlah! dia memang seperti itu!"
Ucap Damian menepuk kepala Amoera lembut lalu melangkah pergi meninggalkan Denzo dan dirinya yang sudah begitu takut.
"Mendekat!"
"Ta..Tapi!"
"Mendekat atau aku yang akan menarikmu?"
Amoera mengangguk lalu mendekati Denzo yang seketika lansung membelit pinggangnya lembut membuat mata Amoera termenung kosong.
"Kau ingin kuat!"
"I..Iya!"
"Menikahlah denganku!"
Duarrrr...
.......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
lha.. beneran gak bisa di tebak ini kelakuan Denzo dan Damian.. 🤦🏼♀🤦🏼♀ lagian itu tangan Ora kan baru di jahit ya krn nadinya yg nyaris putus.. di suruh latihan memanah apa ada tenaga buat narik itu busur... sakit dong pastinya..
2024-10-24
0
Susi Susiyati
visual nya dong kak
2023-05-19
0
Kinay naluw
tadi adiknya ngajakin nikah sekarang kakaknya yang ngajak nikah.
2022-12-09
0