LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih

Selalu mendapatkan penolakan dari Bella membuat hati Azam mencelos.

Bahkan niat untuk kembali memaksa gadis ini kerap kali muncul di kepalanya. Menarik Bella masuk ke dalam kamarnya dan menunjukkan bahwa kini mereka adalah sepasang suami istri.

Tapi saat teringat akan kesalahannya sendiri, membuat Azam kembali berpikir, jika pantas Bella memperlakukannya seperti ini.

Melihat Bella yang sudah menghilang dari pandangannya. Azam pun mulai melangkah untuk menyusul. Namun beberapa langkah kakinya maju, tiba-tiba ia mengurungkan niat.

"Jika aku menghampirinya pasti Bella akan pergi," gumam Azam.

Ia menelan salivanya, lalu memilih berbalik. Azam ingin Bella betah dulu di mansion ini, tak ingin membuat istrinya itu merasa terusik.

Akhirnya Azam pergi, dan memilih naik ke lantai 2 dan masuk ke ruang kerjanya.

Duduk seraya terus memperhatikan Bella dari layar cctv.

Dilihatnya, Bella yang menyusun barang di lemari pendingin. Lalu berkutat di dapur dan membuat sebuah masakan.

Azam tak pernah tahu, jika Bella sepiawai itu di dapur. Bahkan Bella pun membersihkan semua peralatan yang sudah ia pakai.

Lalu duduk dimeja makan dan mulai makan hasil masakannya sendiri. Setelah usai, Bella pergi meninggalkan dapur.

Hati Azam, kembali berdesir.

Kembali teringat pemikiran buruknya tentang Bella. Si anak manja yang tidak akan bisa mengurus dapur.

Saat melihat sang istri sudah masuk ke dalam kamarnya, Azam lantas kembali turun ke lantai 1. Ia langsung menuju dapur dan membuka tudung nasi diatas meja.

Dilihatnya, 2 macam masakan sang istri. Dan Azam, langsung mencicipi salah satunya.

"Sejak kapan Bella bisa masak?" tanya Azam, yang ia tanyakan pada dirinya sendiri.

Karena tidak ada orang lain disana yang mendengar pertanyaannya itu.

Hari ini berlalu dan keesokannya lagi Azam kembali memberi ruang Bella untuk sendiri.

Azam setia duduk di ruang kerjanya dan memperhatikan Bella dan Fhia yang duduk di ruang keluarga. Kedua gadis itu merajut, membuat beberapa sepatu kecil-kecil, seolah sepatu untuk bayi.

Azam, sungguh bertanya-tanya, untuk apa itu semua.

Seolah banyak sekali yang ia tidak tahu tentang istrinya itu. Karena dibenak Azam Bella itu hanyalah gadis kontroversi, gadis seksi, dan bukan ahli ibadah. Hanya tahu caranya berpoya-poya dan berbuat semaunya.

Mengambil ponselnya di atas meja, Azam akhirnya menghubungi Ben.

Meminta asisten pribadinya itu untuk datang kesini.

10 menit kemudian Ben datang, menyapa ramah sang Nyonya dan Fhia yang masih berada di ruang keluarga. Tapi Bella dan Fhia juga mengabaikan Ben.

Membuat Ben seperti seekor nyamuk, berdengung lalu pergi dengan sendirinya.

"Kamu lihat sendirikan apa yang dilakukan Bella? untuk apa dia merajut seperti itu?" tanya Azam bertubi, setelah sang asisten berdiri di hadapannya.

"Itu untuk bayi-bayi di yayasan Nyonya Bella Tuan," jawab Ben apa adanya, membuat kedua netra Azam membola.

"Yayasan? kenapa kamu tidak pernah memberi tahuku Bella punya yayasan itu?"

"Karena Anda tidak pernah bertanya Tuan," jawab Ben, apa adanya.

Sebuah jawaban yang membuat hati Azam semakin merasa kecil. Yayasan Kasih Ibu yang Bella buat, berisi bayi-bayi mungil yang sudah tidak memiliki orang tua, dan tidak diharapkan oleh keluarganya.

Sama, seperti ia dulu, sampai akhirnya mama Sarah dan papa Agra mengadopsinya menjadi anak.

Selama ini Bella memang tidak terlihat aktif di sana. Karena semuanya Fhia yang mengambil alih kendali.

Sementara Bella fokus mencari uang untuk anak-anak itu.

Bahkan keluarga Malik pun tak ada yang tau tentang yayasan yang Bella bangun. Karena uang yang Bella gunakan untuk membangun yayasan itu adalah uangnya sendiri dari menjadi model.

Bukan uang terus mengalir dari perusahaan Malik Kingdom untuknya.

Semua uang Bella dari MK, masih utuh di dalam rekeningnya.

"Kenapa baru memberi tahuku sekarang Ben, kamu membuatku jadi pria yang jahat."

"Karena Anda baru bertanya sekarang Tuan, selama ini Anda selalu sibuk dengan Nona Raya."

Azam, tak bisa lagi berkata-kata. Ia sungguh kecewa pada dirinya sendiri. Bahkan kini merasa, ia lebih hina dibandingkan Bella.

Menjelang sore kala itu, Ben akhirnya pergi dari mansion. Tak lama setelahnya Fhia pun pamit pulang.

Bella lantas membereskan semua barang-barangnya dan kembali memasukkannya didalam kardus.

Jika sudah tidak ada Fhia seperti ini, Bella rasanya enggan berkeliaran di dalam mansion.

Malas jika harus bertemu dengan Azam.

Selesai berkemas. Bella hendak kembali ke kamarnya dengan membawa kardus itu.

Namun baru berbalik, kakinya langsung berhenti bergerak. Saat melihat beberapa orang masuk dan membawa beberapa pot bunga mawar putih, lalu meletakkannya di bawah kaki Bella.

Bunga-bunga itu masih hidup.

"Apa ini?" tanya Bella pada salah satu orang itu, dan bukannya menjawab, sang pengirim hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya hormat.

Tak sampai di sana, ternyata pengirim itu keluar dan kembali lagi masuk ke dalam. Kembali membawa bunga-bunga segar didalamnya.

Membuat mansion di lantai 1 ini penuh dengan bunga mawar, dari tengah, ruang tamu, juga dapur.

Bahkan deretan bunga itupun sampai menuju ke pintu kamarnya.

Dan terakhir, pengirim itu memberikan sebuket bunga mawar merah dengan kartu ucapan didalamnya.

Tahu tak bisa meminta maaf secara langsung, Azam mengirimkan Seribu bunga mawar putih untuk istrinya itu, sebagai permohonan maafnya.

Arra, maafkan aku. Aku mengaku salah.

Ucap Azam dalam kartu ucapan yang ia tulis di buket bunga mawar merah itu. Membuat hati Bella menghangat dengan sendirinya.

Belum lagi saat Bella melihat sekeliling, rumahnya yang dipenuhi dengan bunga mawar putih.

Bunga, sebagai ungkapan permintaan maaf.

Masih berdiri di ruang tengah, Bella melihat Azam yang menuruni anak tangga. Lalu berjalan menuju arahnya hingga kini berdiri dihadapan.

"Maafkan aku Arra," ucap Azam langsung. Sengaja memanggil Bella dengan nama itu. Nama panggilan Bella saat kecil.

Kembali mendengar seseorang memanggilnya Arra, membuat Bella kembali teringat kenangan manis mereka semasa kecil.

Saat mereka belajar bersama, duduk di taman sekolah, juga saat mereka pergi ke jepang kala itu.

Berlari dibawah puluhan pohon sakura yang sedang berbunga.

Bella, tak menjawab apapun. Hanya menatap kedua netra Azam yang menatapnya sendu.

Lalu buru-buru memutus tatapan itu, saat tiba-tiba dadanya kembali berdesir.

Bella, mencari jalan untuk pergi, namun semuanya sudah tertutup oleh bunga mawar. Satu-satunya jalan sudah ditutup oleh Azam.

"Aku memang sengaja membuatmu tidak bisa kabur," ucap Azam dengan tersenyum kecil, saat melihat sang istri tak menemukan celah untuk lewat.

"Minggir, aku mau lewat!" jawab Bella, ketus.

Meski ketulusan Azam bisa ia rasa, namun tak semudah itu membuat Bella percaya.

"Ayo kita mulai semuanya dari awal Ra."

"Berhenti memanggilku Arra. Namu Bella!"

"Arra."

"Bella!"

"Arraku."

Bella, langsung bergeming kala mendengar itu. Tapi bukannya senang, itu semua terdengar seperti omong kosong.

"Minggir," pinta Bella sekali lagi.

Dan bukannya menyingkir, Azam malah berjalan mendekat. Membuat Bella terpojok sat kakinya nyaris menyentuh bunga mawar dibelakang tubuhnya.

"Jangan berontak jika tidak ingin kita berdua jatuh," ucap Azam, lalu merengkuh pinggang sang istri dan memeluknya erat.

Tubuh Bella bahkan sampai terangkat, membuat ia berjinjit.

Merasakan kepala Azam bersembunyi diceruk lehernya yang terbuka. Karena saat ini Bella hanya menggunakan tanktop. Sementara rambutnya, diikat tinggi.

"Maafkan aku," ucap Azam sekali lagi. Seraya semakin memeluk erat tubuh sang istri.

Terpopuler

Comments

Aluna_21

Aluna_21

Bella bekerja bukan untuk impiannya sendiri, tapi untuk kebahagian anak' yang pernah merasakan posisinya dulu,, mulia sekali hatimu bel,, dan dengan semua kemampuan yang kamu punya,, hati Azam mulai terketuk,, bahwa bella tak seburuk yang dia pikirkan.

2024-12-21

1

komalia komalia

komalia komalia

tambah nyesek masih kurasakan

2025-01-23

0

May Keisya

May Keisya

si Ben kan pasukannya Azam jadi ikut di cuekin🤣🤣

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!