LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura

“Aku akan mengantarmu.”

“Tidak, aku akan pulang sendiri,” tolak Bella, hingga membuat Arnold terdiam.

“Aku juga akan pergi.” Kini Julian yang buka suara dan Arnold hanya menganggukkan kepalanya.

Arnold terus berdiri di depan Bar miliknya, menyaksikan mobil Bella dan mobil Julian yang mulai berjalan, menjauh dan meninggalkan tempatnya.

Menghela napas berat, Arnold pun kembali masuk ke dalam Bar.

Julian tak langsung pulang ke rumahnya, melainkan mengikuti kemana mobil Bella akan pergi.

Sesuai kesepakatan mereka bertiga tadi, pagi ini Bella akan langsung mengatakan kepada Azam tentang perceraian mereka.

Dan selama proses cerai itu berlangsung, Bella memutuskan untuk pindah ke negara Singapura.

Julian dan Arnold mendukung, mereka berdua bahkan siap membantu Bella dalam hal apapun.

Mendapatkan dukungan dari kedua sahabatnya, membuat Bella jadi lebih tegar, ia tak merasa sendiri lagi.

Ya, masalahnya dengan Azam tak akan membuat hidupnya terhenti. Waktu akan terus berjalan dan ia punya kehidupan yang harus dijalaninya sendiri.

Entah bagaimana jadinya nanti, namun Bella pun akan berusaha mencari kebahagiaannya sendiri.

Jam setengah sembilan pagi, Bella sampai di mansion miliknya. Melihat Mobil Bella yang sudah masuk ke dalam mansion itu pun Julian menghembuskan napasnya lega. Jujur saja, ia masih sedikit khawatir Bella akan melakukan tindakan diluar batas, bunuh diri misalnya.

Tapi melihat Bella yang nampaknya baik-baik saja, Julian pun segera berlalu dari sana.

Dan Bella, masuk ke dalam mansion itu dengan langkahnya yang agak gontai. Efek Alkohol itu ternyata belum sepenuhnya hilang.

Bella bahkan tak peduli saat beberapa pelayan menyapanya dengan hormat, ia malah tersenyum sinis. Merasa jijik sendiri. Bella sangat yakin, jika semua pelayan di mansion ini sudah tahu hubungan antara suaminya dan Raya.

Hanya dia seorang sajalah yang tidak tahu.

Bella sungguh merasa di bodoh-bodohi oleh suaminya itu.

“Menjijikkan,” gumam Bella pelan, ia nyaris saja jatuh saat hendak menaiki anak tangga.

Namun untunglah, Azam datang dan menahan tubuh Bella.

Bukannya senang, Bella malah langsung mendorong tubuh Azam untuk menjauh. Bella, tak sudi tubuhnya disentuh oleh pria hina seperti Azam.

“Ku peringatkan satu kali lagi, jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu. Aku lebih baik jatuh,” ucap Bella sengit. Ia bahkan mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya di wajah Azam.

Melihat Azam yang bergeming, Bella berdecih.

Sedari semalam, Azam menunggu kepulangan Bella. Dan saat Bella masuk ke dalam mansion tadi Azam duduk di sofa ruang tamu, namun Bella tak melihatnya.

Bella hanya terus berjalan dengan langkahnya yang gontai.

“Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Katakan!” potong Bella cepat, tak ingin basa basi. Ia pun ingin segera mengatakan jika ia akan mengajukan gugatan cerai.

“Tidak disini, ayo pergi ke ruang kerjaku.”

Lagi, Bella berdecih seraya tersenyum miring.

“Kenapa? Kamu tidak ingin wanitamu itu melihat kita bicara?” Bella, langsung bergidik, menatap jijik pada Azam.

“Jangan membuang waktuku Zam.Tidak perlu mambahas banyak hal, semua yang kamu katakan hanya terdengar seperti omong kosong di telingaku.” Timpal Bella, sengit.

“Aku akan mengajukan gugatan cerai, setelah kita berpisah terserahmu mau melakukan apa. Tapi sebelum kita berpisah, aku mohon padamu, sangat mohon, sembunyikanlah wanitamu itu baik-baik, jangan biarkan aku melihat wajah kotornya. Jangan biarkan dunia tahu jika dia adalah perusak rumah tangga kita!”

Setelah mengatakan itu, Bella kembali melangkahkan kakinya.

Meninggalkan Azam, yang terpaku ditempatnya berdiri.

Melihat Bella yang mulai menaiki anak tangga dan menjauh.

Sebelum Bella benar-benar menghilang dari pandangannya, Azam segera berlari dan menyusul sang istri.

Sampai di atas tangga, Azam kembali menahan tangan Bella, dan secepat kilat pula Bella menepisnya.

“JANGAN SENTUH AKU!” pekik Bella dengan kemarahannya, mendapatkan sentuhan Azam benar-benar membuatnya muak.

“Dengarkan aku dulu,” pinta Azam, ia bicara dengan pelan, sadar posisinya memang salah.

Bella hanya diam dan menatap tajam suami brengseknya ini. Meskipun ia sungguh malas mendengarkan kalimat yang akan diucapkan oleh Azam.

“Aku akan mengeluarkan Raya dari mansion ini, tapi kita jangan bercerai sekarang. Ini masih terlalu awal Bel, apa kata keluarga kita nanti?” tanya Azam. Sebuah pertanyaan yang membuat Bella geleng-geleng kepala.

“Ku rasa otakmu memang sudah benar-benar rusak Zam, keluarga? Jika kamu masih memikirkan mereka harusnya pikirkan dulu sebelum bertindak, perbuatanmu dengan Raya itu sungguh menjijikkan. Meskipun kita tidak saling mencintai tapi kita sudah menikah Zam, kamu sudah mengikat janji suci didepan TUHAN!” bentak Bella sungguh geram.

Tak habis pikir dengan apa yang diucapkan oleh Azam itu. Meminta waktu lebih untuk terus menyakiti dirinya, dan mencari aman untuk dirinya sendiri.

“Maafkan aku Bell.”

“Jangan meminta maaf.”

Hening, keduanya hanya diam dan terdengar isakan tangis Bella di lantai 2 mansion itu.

“Setelah 2 tahun, baru kita berpisah.”

“Itu terlalu lama, 3 bulan lagi aku akan mengajukan gugatan cerai.” Putus Bella lalu segera pergi dari sana.

Masuk ke dalam kamarnya dan mengemas semua barang miliknya. Hari ini juga, Bella akan meninggalkan mansion ini.

Azam masih berdiri ditempat yang sama, bahkan ia hanya diam saat melihat Bella yang melewatinya dengan menarik satu koper.

Turun dan meninggalkan dirinya.

“Maafkan aku Bella, dulu aku sungguh bingung, sampai mengambil keputusan untuk menikahimu.” Lirih Azam, iapun sangat menyesalkan hubunganya dengan Bella akan berakhir seperti ini.

Saat itu juga, Azam memerintahkan Ben untuk mengikuti Bella. Lalu menyiapkan satu mata-mata bayangan yang akan terus mengawasi istrinya itu.

Di mana pun Bella berada.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1 bulan berlalu.

Kini Bella sudah tinggal di Singapura bersama sang asisten, Fhia.

Kesibukkannya sebagai model masih terus berlanjut, ia justru menggunakan itu untuk menghilangkan pikirannya atas Azam.

Sesekali Julian dan Arnold mengunjungi Bella disana. Azzura juga ikut, meskipun ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Namun Zura mulai bertanya-tanya, karena tiap kali mereka berempat berkumpul, tak ada satupun diantara ketiga temannya yang membicarakan sang abang, Azam.

Seperti hari ini.

“Bell, apa hubunganmu dengan abang baik-baik saja?” tanya Zura, saat ini ia dan Bella sedang berada di dapur. Mengambil beberapa minuman dan buah yang akan mereka bawa ke balkon apartemen.

“Iya, kami baik-baik saja, kenapa?” jawab Bella tanpa ragu, ia bahkan menjawab dengan lancar hingga membuat Zura jadi semakin bingung.

Baik-baik saja, namun tidak pernah membicarakannya sekalipun.

“Kapan kalian terakhir bertemu?”

“Kemarin, kemarin mas Azam mengunjungiku kesini,” jawab Bella bohong.

“Bohong, kemarin abang ke desa parupay bersama ibu.”

Deg!

Seketika, jantung Bella serasa mau copot. Akhirnya, Bella hanya bisa menampakkan senyum kuda.

“Maksudku, kemarin aku dan mas Azam baru saja melakukan panggilan video, saat dia di desa Parupay,” balas Bella hati-hati.

Dan Zura, hanya tersenyum kecil.

Makin tahu jika Bella tengah membohonginya. Karena sebenarnya Azam kemarin tidak pergi ke desa Parupay bersama sang ibu. Azam, masih menyibukan dirinya di MK. Itu hanya akal-akalan Zura saja.

Senyum kecil Zura itu, akhirnya berubah jadi senyum getir. Sadar jika kini, Bella, Julian dan Arnold sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Terpopuler

Comments

komalia komalia

komalia komalia

aku mau nangis jadi nya terlalu kecewa sama kamu azzam Semoga kamu menyesal pelajaran hidup nya waktu kecil engga di jadikan pengalaman

2025-01-22

1

andi hastutty

andi hastutty

Azam bodoh

2024-09-14

1

guntur 1609

guntur 1609

tu namanya pecundang azam memang masih egois. dia memikirkan keluarganya. bagaimana nasib bella yg gak di fikirkanya

2024-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!