Hari berlalu.
Bahkan minggu sudah berganti bulan.
3 bulan pernikahan Bella dan Azam, semuanya berjalan seperti biasanya. Baik Azam ataupun Bella masih sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri.
Seolah mereka, belum memiliki pasangan satu sama lain.
Azam semakin sibuk saat ia dipercaya oleh sang ayah Adam Malik untuk menduduki kursi CEO Malik Kingdom.
Kursi yang sudah Adam janjikan, untuk menyerahkannya kepada sang anak, ketika Azam sudah menikahi Bella.
Dengan posisi barunya itu, Azam sering berpergian keluar kota untuk meninjau secara langsung berjalanannya anak perusahaan MK.
Ia bahkan sangat jarang untuk bertukar kabar dengan sang istri, Arabella.
Sama halnya dengan Azam, Bella pun sibuk sendiri dengan dunianya. Menjadi salah satu model ternama di tanah air membuat jadwal Bella padat merayap.
Ia bahkan sampai pergi ke luar negeri untuk melakoni profesinya itu.
Berjalan dengan percaya diri di atas catwalk dan menjadi pusat perhatian adalah keinginan Bella sejak kecil. Berkat kerja kerasnya, kini ia berhasil meraih impiannya itu.
Bella bahkan sudah terkenal hingga jenjang internasional. Tak jarang ia menjadi bintang utama sebuah brand ternama.
Bahkan sudah 1 minggu ini, Bella sudah berada di New York. Untuk tampil di ajang New York Fashion Week.
Menghadiri acara itu, kedatangan Bella langsung mencuri perhatian para wartawan. Kini kehidupan Bella jadi semakin menarik untuk dikulik, semenjak ia dipersunting oleh pengusaha nomor 1 di Indonesia, Azam Malik.
Bahkan untuk menjaga keamanannya, Bella sampai harus menggunakan 6 Bodyguard sekaligus.
Nyonya Bella, bagaimana kehidupan pernikahan Anda?
Apa tuan Azam Malik mengizinkan anda untuk tetap bekerja?
Bagaimana pandangan tuan Azam tentang profesi Anda?
Dan masih banyak lainnya lagi pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan, diantara sela-sela langkahnya memasuki gedung.
Bella tersenyum, merasa tersenyum dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Semuanya begitu ingin tahu tentang Azam.
Kenapa tidak tanya sendiri dengan orangnya, batin Bella seraya mengulum senyum.
Nyonya Bella, beri kami waktu sebentar
Nyonya Bella..
Nyonya Bella!
Akhirnya, Bella menghentikan langkahnya ketika sudah sampai diambang pintu.
"Baiklah hanya akan menjawab satu pertanyaan," ucap Bella.
Dan seorang wartawan langsung bersuara dengan keras.
Apa tuan Azam Malik mengizinkan Anda untuk tetap bekerja?
Mendengar itu, Bella tersenyum.
"Ya, suamiku mengizinkannya, dia tau ini adalah mimpiku," jawab Bella dengan penuh percaya diri.
Lalu setelah itu ia pergi, meninggalkan para wartawan yang sudah berspekulasi dengan pikirannya sendiri-sendiri.
Mulai dari detik itu juga, banyak artikel yang keluar tentang Bella dan Azam.
Semua artikel itu menyebutkan betapa bahagianya kehidupan pernikahan Bella.
Bella sangat beruntung, karena disaat kariernya tengah meroket seperti ini, ia juga mendapatkan seorang suami yang begitu mencintai dirinya.
Bahkan tetap mengizinkan sang istri untuk memiliki dunianya sendiri, dunia yang menjadi impian Bella.
Pulang ke Indonesia, berita-berita itu masih menjadi pembicaraan hangat.
Tak langsung kembali ke mansion, Bella lebih dulu menemui Azura dan juga Julian untuk makan siang bersama.
Kini, ketiga orang ini sudah duduk disalah satu meja restoran yang berada di hotel bintang 5 milik keluarga Julian, Luxurious Hotel.
"Dimana Arnold?" tanya Bella langsung, memulai obrolan diantara mereka.
Sebuah pertanyaan yang membuat Azzura dan Julian geleng-geleng kepala.
"Suamimu itu abang Azam, kenapa malah yang ditanya Arnold," Azzura yang menjawab.
Bella terkekeh, benar juga, pikirnya.
"Karena aku tau, mas Azam pasti sibuk," balas Bella pula.
"Ku rasa hari ini Azam juga sudah pulang dari Malang, mungkin nanti malam kalian sudah bisa bertemu." Julian buka suara, kemarin ia sempat bertukar kabar dengan Azam. CEO Malik Kingdom itupun mengatakan jika hari ini ia akan pulang ke Jakarta.
Bella tak menanggapi apapun, terus makan dan menganggukkan kepalanya.
Bella dan Azam memang sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal. Membuat hubungan mereka jadi semakin dekat hingga akhirnya cinta itu ada diantara keduanya.
Tapi Bella pun tak ingin terburu-buru, sejak dulu ia pun sudah menyukai Azam. Baginya bukan hal yang sulit bagi mereka untuk saling mencintai.
Terlebih, mereka punya waktu seumur hidup untuk saling mengenal.
Selesai makan siang bersama, mereka berpisah.
Azzura ke perusahaan Malik Kingdom dan Bella menuju mansionnya. Sementara Julian tetap tinggal, Julian kini bekerja di hotel milik keluarganya itu.
Menghidupkan lagu kesukaannya, Bella mengemudikan mobilnya seorang diri.
Rencananya, setelah pulang nanti ia melakukan perawatan tubuh di rumah. Menyegarkan tubuh sebelum ia bertemu dengan sang suami, Azam Malik.
Bella tersenyum, hanya menyebut nama suaminya didalam hati sudah berhasil membuatnya berseri-seri.
20 menit perjalanan, akhirnya Bella sampai di Mansion.
Kepulangannya kali ini, Bella ingin memperbaiki hubungan dengan sang suami yang selama ini renggang. Bella bahkan berniat, mundur dari dunia modeling. Untuk menjadi istri yang sesungguhnya bagi Azam.
Ia turun dan berjalan dengan cantik menuju pintu utama mansion ini. Baginya, hari ini begitu indah.
Langit bahkan nampak cerah, seperti hatinya.
Namun langkah dan senyum Bella tiba-tiba terhenti saat ia melihat dua orang yang saling memeluk erat di dalam mansionnya.
Bella, begitu mengenal tubuh pria itu.
Tubuh suaminya.
"Mas Azam," lirih Bella, dan hanya didengar oleh telinganya sendiri.
Dadanya mendadak sesak, dan napasnya seolah putus.
Sementara didepan sana, Azam terus memeluk erat wanita itu. Entah siapa, namun wanita itu menggunakan seragam pelayan mansion ini.
Sesaat, Bella hanya bergeming. Merasakan dunianya yang hancur dalam sekejab saja. Entah kesalahan apa yang sudah ia lakukan, hingga tuhan begitu tega.
Dimana suami yang begitu mencintainya? ternyata itu hanya ada diangan-angan.
Setetes, air mata Bella jatuh. Ternyata ini adalah jawabannya, jawaban atas sikap Azam yang selalu menjaga jarak. Atas sikap Azam, yang selalu meminta waktu.
Bukan untuk mengusahakan agar hubungan mereka semakin dekat, namun karena hatinya sudah diisi oleh wanita lain.
Lagi, air mata Bella lagi-lagi jatuh. Namun Bella tak ada niat sedikitpun untuk menghapus air mata itu.
Ia hanya terus menatap nanar pandangan yang ada didepan matanya.
Hingga akhirnya, saat sesak itu makin terasa nyata, barulah Bella mulai menghapus air mata itu.
Menelan salivanya dengan susah payah.
Bella mulai melangkahkan kakinya secara perlahan, dengan hatinya yang sudah hancur lebur.
"Mas Azam," panggil Bella lirih, hingga membuat pelukan kedua orang itu terlerai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
komalia komalia
ko aku nyesek banget
2025-01-22
0
nobita
hadehhh Azam kamu malu maluin... kapok kan kepergokk...
2024-09-22
0
andi hastutty
Kenapa azam kecewakan Bella?
2024-09-14
0