LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah

Jangan buat papah  kehilangan muka dihadapan tuan Adam dan Nyonya Haura Nak, mereka sudah sangat banyak membantu kita.

Ucapan sang ayah terus terngiang dibenak Raya. Hingga ia kembali ke dalam kamarnya sendiri, ucapan itu masih terus menghantui.

Perihal cinta yang ia rasa, kenapa banyak sekali yang tidak merestuinya. Padahal bukan hanya dia yang mencintai Azam, tapi Azam juga mencintai dirinya.

Duduk disisi ranjang, Raya membuka ponselnya yang tidak ada notifikasi apapun.

Bahkan sang kekasih juga belum menghubunginya hari ini.

Perhatian Raya teralihkan saat pintu kamarnya dibuka, dilihatnya sang ibu masuk.

Lalu duduk tepat disisinya.

“Mah,” sapa Raya pelan. Ia pun menoleh dan duduk menghadap pada ibunya itu.

“Ada apa Mah?” tanya Raya pula, melihat wajah ibu yang nampak banyak diselimuti kegelisahan.

“Ray, Mamah tanya sekali lagi, bagaimana hubunganmu dengan Azam sekarang?” tanya Sundari langsung, ia bahkan menggenggam erat kedua tangan sang anak.

Raya, tak langsung menjawab, jika ditanya seperti ini, iapun jadi bimbang sendiri.

Azam, memang mengatakan jika ia dan Bella akan bercerai 2 bulan lagi. Tapi entah kenapa, sudut hati Raya meragu. Apalagi akhir-akhir ini Azam jadi lebih jarang menghubunginya, dan selalu sibuk dengan istrinya itu.

Bella, memang selalu mencari masalah hingga membuat  Azam repot. Si Pembuat Ulah.

“Kata mas Azam, dia dan nyonya Bella akan bercerai 2 bulan lagi Mah.”

Mendengar itu, Sundari langsung menghembuskan napasnya lega, bahkan sangat bersyukur.

“Alhamdulilah, baguslah kalau seperti itu. Sebaiknya kamu kembali ke Jakarta Nak, jangan biarkan Azam bersama istrinya itu terus. Perasaan manusia itu gampang berubahnya, kamu harus pandai-pandai menjaga cinta Azam.”

Raya, bergeming. Karena dia pulang ke Bandung pun atas keinginan Azam. Azam tak ingin hubungan mereka akan diketahui banyak orang jika Raya masih berada di mansion.

“Tapi Mah, mas Azam yang memintaku untuk pulang.”

Kini, giliran Sundari yang diam, seolah memikirkan sebuah cara agar anaknya kembali ke Jakarta.

“Baiklah, tidak usah kembali ke Mansion, tapi mintalah Azam untuk menemanimu ke rumah sakit dan mengambil obat papah, katakan obat papah habis.”

“Bukannya obat papah masih banyak Mah?”

Sundari, menghembuskan napasnya pelan., “Itu hanya Alasan Ray, yang penting selama mereka belum bercerai kamu juga harus memiliki waktu yang banyak dengan Azam.”

Raya, hanya bisa diam seraya menganggukkan kepalanya, patuh. Semua ucapan sang ibu selalu ia terima dengan tangan terbuka. Karena nyatanya, iapun merindu pada sosok pria itu, seorang pria yang selalu bersikap dingin namun memiliki tatapan yang hangat.

Saat itu juga, saat ibunya masih di sana, Raya mencoba untuk menghubungi Azam.

Di panggilan pertama, telepon itu langsung terjawab. Bibir Raya langsung tersenyum lebar. Pun sang ibu yang ikut tersenyum pula.

Keduanya saling bertukar salam lalu Raya menyampaikan maksudnya, siang ini juga ia akan ke Jakarta, mengambil obat sang ayah di rumah sakit tempat ayahnya di rawat dulu.

Rumah sakit Mayapadu.

Mendengar itu, Azam pun langsung mengatakan jika ia tak bisa menemani. Dari siang hingga malam ia ada pertemuan dengan klien penting.

Membuat senyum Raya dan Sundari luntur secara perlahan.

“Kenapa harus datang kesini langsung, aku bisa meminta seseorang untuk mengantarnya ke rumahmu,” ucap Azam, memberi solusi.

“Ada yang ingin aku tanyakan pada dokter papah Mas, karena itulah aku harus ke Jakarta langsung.”

Hening, Azam pun jadi bingung harus bagaimana. Di Satu sisi ia tak bisa meninggalkan pekerjaan di satu sisi lainnya ia tak mungkin membiarkan Raya sendirian.

“Baiklah, setelah sampai di Jakarta aku akan meminta Ben untuk menemanimu. Jika pertemuanku selesai lebih cepat aku akan mengantarmu pulang.”

Senyum yang tadi pudar, kini kembali terbit.

“Iya Mas,” jawab Raya pelan, seraya mengulum senyum.

Panggilan itu terputus, Raya dan Sundari lantas saling pandang dengan senyumnya yang terkembang.

“Tampilah yang cantik, buat Azam tidak bisa berpaling darimu.”

Raya, menganggukkan kepalanya dengan antusias.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selesai panggilannya dengan Raya mati, Azam masih terus memperhatikan ponselnya itu.

1 jam lalu, Priska sang mata-mata yang bertugas mematai-matai Bella melaporkan sesuatu.

Bahwa ia melihat seorang asisten pengusaha muda Singapura yang mengantarkan bunga untuk nyonya Bella. Asisten dari Edward Savarun.

Azam, jadi bertanya-tanya apa maksudnya itu.

“Memangnya dia tidak tahu kalau Bella sudah menikah,” gumam Azam, tak habis pikir.

Ia lalu menggeleng-gelengkan kepalanya ketika sebuah pemikiran muncul, mungkin saja, Bella yang lebih dulu menggoda pengusaha itu.

“Dari dulu Bella memang selalu seperti itu,” ucap Azam lagi dengan nadanya yang terdengar kesal. Bukan apa-apa, Azam hanya merasa jika Bella hanya bisa membuat ulah, lalu ia yang harus menyelesaikan semuanya.

Berita tentang Arnold baru turun, kini naik lagi nama pria yang lain. Membuat Azam, menghembuskan napasnya berat.

Siang itu, Azam langsung menuju hotel Julian. Dimana ia dan sang klien akan bertemu, Hotel Luxurious.

Kedatangan Azam itu juga didengar oleh Julian. Namun Julian memilih untuk tak peduli, lalu mensibukkan diri dengan urusannya sendiri.

Biasanya, jika ada teman-temannya yang berkunjung kesini, Julian akan menyempatkan waktu untuk menemui.

Tapi kini pengecualian untuk Azam.

“Tuan, Tuan Azam ingin menemui Anda, beliau sudah menunggu didepan,” ucap Sekretaris Julian. Ia masuk ke dalam ruangannya dan melaporkan itu.

“Bukankah aku sudah bilang padamu, hari ini aku tidak ingin bertemu dengan siapapun.”

Sekretaris itu hanya diam, seraya menundukkan kepalanya, takut. Siapa yang tak tau Azam Malik. Sekretaris inipun takut pada sang penguasa itu.

Dan kini, ia berada dalam keadaan yang sulit. Pikirnya, karena Azam dan Julian bersahabat, maka Julian akan tetap menemui meskipun ia sudah memerintahkan untuk menolak semua tamu.

“Maaf Tuan,” hanya itulah yang bisa diucapkan sekretaris ini, tidak berani mengucapkan kalimat yang lain.

“Suruh dia masuk!” titah Julian akhirnya, enggan berdebat.

Tak lama setelah sekretaris itu keluar, Azam masuk ke dalam ruangannya.

“Julian,” panggil Azam, seraya mendekat, lalu duduk di kursi hadapan Julian, keduanya hanya terhalang oleh meja kerja.

“Ada perlu apa?” tanya Julian ketus. Mereka sudah sama-sama tahu tentang masalah Bella dan Raya, membuat Julian tidak ingin menutupi kekesalannya.

“Aku harus bagaimana Julian? Agar kalian mengerti apa yang aku rasakan.” Tanya Azam, sedikit putus asa.

Masalahnya dengan Bella membuat kedua sahabatnya menjauh. Jujur saja, itu membuat Azam merasa kehilangan. Seolah ia tak punya tempat lagi untuk berbagi.

“Aku yang salah, Bella tidak bersalah dan Raya juga tidak.”

“Berhentilah menyebut nama wanita itu, aku muak. Bukan karena dia seorang pelayan Zam, tapi setelah kamu menikah pun dia masih berani berhubungan denganmu.” Balas Julian cepat.

“Jangan salahkan dia, Julian.”

“Sudah, aku sudah tidak bisa lagi bicara denganmu. Lebih baik sekarang kamu pergi.” Potong Julian cepat, makin malam bicara dengan Azam, makin membuat emosinya tak bisa ditahan.

Azam memang salah, dan mengulur-ngulur masalah ini makin membuat Julian geram. Jika ingin menceraikan Bella, maka cepat ceraikan, itulah yang Julian inginkan. Jadi Bella, tidak akan merasa sakit terlalu lama.

Belum sempat Azam menjawab, ponsel di genggaman tangannya bergetar.

Dilihatnya, ada panggilan masuk dari Raya. Azam tak langsung menjawab, nampak Ragu lalu melihat kearah Julian yang menatapnya sinis.

“Apa dari wanita itu?” tanya Julian, melihat Azam yang tak berkata-kata membuat ia yakin jika tebakannya adalah benar.

“Kamu memang harus pergi kan, pergilah.”

Terpopuler

Comments

komalia komalia

komalia komalia

kapan Orang tua si azzam tau

2025-01-23

0

rin

rin

pas kecil jenius knp gede nya begitu 🤣🤣🤣🤣 haduuuh...

2024-10-24

0

andi hastutty

andi hastutty

Kamu zam yg membuat hidupmu susah dan sahabatmu menjauh. Lebih bagus cerita adam malik laki2 setia

2024-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!