LGMH BAB 16 - Bukan Alasan

Keluar dari ruangan Julian, Azam langsung menjawab panggilan Raya. Diujung sana, Raya mengatakan jika ia sudah berada di rumah sakit bersama Ben.

Bahkan mengatakan jika ia sudah menemui dokter sang ayah dan urusannya sudah usai.

“Baiklah, aku akan ke sana,” jawab Azam.

Setelah mengatakan itu Azam segera pergi, tanpa sadar jika Zura mengikuti. Awalnya, Azura ingin menemui Julian, namun langkahnya terhenti saat ia melihat sang kakak keluar dari dalam ruangan itu.

Buru-buru, Zura menyingkir dan bersembunyi dibalik tembok, lagi-lagi menguping pembicaraan sang kakak. Telepon yang diyakini Azura dari perempuan itu.

Tanpa pikir panjang, Azura pun langsung mengendap-ngendap mengikuti sang kakak. Mengambil topi putih didalam tas kecilnya, Azura langsung menggunakan itu untuk menutupi wajah.

Sejak usia remaja, Azura sudah banyak memiliki fans fanatik, berkat paras cantik dan keindahan suaranya dalam teater musikal.  Jadi untuk bebas berkeliaran diluar seperti ini, dia harus menggunakan topi dan masker.

Mengikuti terus sang kakak yang menuju lantai 3 hotel ini. Lantai dimana pusat perbelanjaan berada. Zura, langsung berdecih, berpikir jika kakaknya itu akan membelikan sesuatu untuk sang kekasih.

“Benar-benar tidak punya malu, sudah beristri masih memperhatikan wanita lain,” kesal Azura, bahkan sangat kesal.

Dilihatnya sang kakak yang mengambil beberapa pakaian berwarna hitam, namun pakaian itu adalah pakaian pria. Membuat Azura mengerutkan dahinya, bertanya-tanya.

Ternyata, Azam mengganti baju kerjanya menggunakan baju biasa setelan berwarna hitam, lengkap pula dengan topi hitam yang ia kenakan.

Melihat ulah sang kakak itu, membuat Azura kehabisan kata-kata. Bahkan Azam sampai rela menyamar demi menemui sang wanita.

Merasa geram, Azura pun langsung menghampiri kakaknya itu dengan wajahnya yang tak ramah. Namun sekuat tenaga bersikap biasa aja.

“Abang! Apa yang abang lakukan?” tanya Zura, membuat Azam sungguh terkejut, bahkan seolah jantungnya mau copot.

“Bagaimana bisa kamu ada disini?” tanya Azam pula, seraya membenahi topi yang ia kenakan.

“Aku tadi mau ketempat Julian, tapi malah melihat Abang disini. Abang mau kemana pakai baju hitam-hitam seperti itu?” Azura, bertanya dengan ketus, bahkan menatap sang kakak dengan wajah tak suka.

“Tidak kemana-mana, pergilah jika ingin menemui Julian. Aku masih ada urusan,” jelas Azam, ia bahkan hendak berlalu namun urung karena Azura menahan lengan sang kakak.

“Mau kemana? Lebih baik abang antar aku pulang saja, lagipula meeting Abang sudah selesai kan?” hardik Azura, ia bahkan langsung menarik tubuh kakaknya itu agar mengikuti langkahnya.

Aku, tidak akan membiarkan abang bertemu dengan wanita itu. Ucap Azura di dalam hati. Azura memang belum tahu seperti apa rupa wanita itu, namun kebenciannya sudah begitu menumpuk. Membuatnya enggan untuk mengetahui wajahnya.

“Zura, lepas, abang masih punya urusan.”

“Urusan apa, bicara yang jelas, bahkan aku bisa tahu semua jadwal abang,” jawab Zura, ketus.

Azam tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti langkah adiknya ini. Meskipun hatinya mendadak gelisah, memikirkan Raya yang pasti akan menunggu kedatangannya.

Sampai di mobilnya, Azam hendak menghubungi Raya, namun kembali urung saat Zura merebut ponsel kakaknya itu.

“Bella pasti akan menunggu abang, nanti saja teleponnya,” ucap Zura, berucap sekaligus menyindir.

Yang disindir tidak menjawab apapun, hanya menghembuskan napasnya pelan.

Sore menjelang malam kala itu, Azam akhirnya mengantar sang adik pulang.

Sementara Raya yang sudah menunggu lama tanpa kejelasan, akhirnya memilih pulang ke Bandung dengan supir yang disediakan oleh Ben.

Di dalam mobil yang melaju itu, pikiran Raya berkecamuk memikirkan banyak hal. Jujur saja, ia kecewa. Hari ini, Raya sudah berusaha tampil sebaik mungkin, ia bahkan menggunakan gaun dengan motif bunga-bunga kecil untuk menyenangkan sang kekasih.

Tapi usahanya berakhir sia-sia, karena ia tidak bisa bertemu dengan Azam. Diliriknya jam yang tertera didalam ponsel, waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, tapi Azam pun belum juga menghubungi dirinya, menjelaskan kenapa ia sampai tak datang.

Pelan, Raya menghembuskan napas kecewanya.

Ucapan sang ibu kembali terngiang dengan jelas. Perkara hati yang mudah berubah. Raya mulai merasa, jika hati Azam mulai goyah.

Antara mempertahankan dirinya atau sebuah rumah tangga tanpa cinta itu.

Menyadari itu, Raya meremat kedua tangannya. Merasakan sesak di dada yang tiba-tiba menyerang.

“Aku harus bagaimana?” gumamnya pelan.

Akhirnya Raya, mencoba untuk menghubungi Azam.

Ponsel Azam diujung sana berdering, namun sayangnya ponsel itu masih berada di genggaman tangan Azura.

Reflek, Azura pun melihat panggilan itu dan membaca nama yang tertera di sana.

“Raya,” gumam Azura, membuat Azam langsung mengerem secara mendadak dan membanting stir kepinggiran jalan raya.

Zura sontak terkejut, bahkan tubuhnya terhuyung ke depan. Andai saja ia tak menggunakan sabuk pengaman pasti kepalanya sudah terbentur dashboard mobil.

 “Berikan padaku.”

“Tidak!” tolak Zura cepat, Azura bahkan langsung membuka kaca mobil dan membuang ponsel itu kejalanan.

“Zura!” bentak Azam, membuat air mata Azura mengalir seketika. Kekesalan, kekecewaan dan  kemarahannya sudah tak bisa lagi dibendung.

Zura, tidak lagi bisa lagi berpura-pura.  Apalagi saat sang kakak sudah mulai membentaknya.

“Sadarlah Bang! Yang abang lakukan itu salah! Aku sudah tahu semuanya,” ucap Zura dengan derai air mata.

Azam bergeming, merasakan dadanya yang terasa tersengat.

Ternyata sang adik pun sudah mengetahui masalah ini.

“Apa kamu akan menyalahkan aku juga?” tanya Azam yang sudah kepalang basah.

“Istigfar Bang, kamu sudah menikah. Bagaimana jika ayah dan ibu sampai tahu masalah ini, mereka pasti sangat kecewa Bang.”

“Karena itu diamlah, sampai aku menyelesaikan semuanya.”

Azura, tak bisa lagi berkata-kata mendengar jawaban sang kakak. Seolah kini, Azura sudah tak mengenal lagi sosok dihadapannya ini. Dia bukan Azam abangnya, dia adalah Azam yang lain.

“Apa yang membuat Abang sampai tega seperti ini pada Bella Bang, apa salah Bella?”

“Zura, kamu paling tahu, apa yang membuat Abang tidak bisa menerima Bella.”

Azura, tersenyum getir.

“Itu bukan alasan Bang, keihklasan dan penerimaan adalah yang harus abang lakukan. Semua orang bisa berubah, termasuk Bella. Tapi Abang malah mencari di perempuan lain. Apa abang pikir abang sudah sempurna?” tanya Zura, saat mengatakan itu tenggorokkannya tercekak, terasa sakit.

Betapa ia sudah tak lagi mengenal sang kakak.

“2 bulan lalu saat Bella kembali dari Amerika dia sudah mengatakan padaku untuk berhenti dari dunia hiburan, dia ingin berusaha menjadi istri abang...” ucap Azura dengan sesenggukan.

Hal itu, Bella sampaikan pada Azura dan Julian sebelum dia pulang ke mansion saat makan siang di hotel Luxurious.

“Tapi saat dia sampai di rumah, dia melihat abang memeluk wanita itu, apa Abang tidak bisa merasa bagaimana sakitnya jadi Bella.”

Lagi, Air mata Zura semakin tumpah.

Sementara Azam bergeming, dengan pikirannya yang

gamang.

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Zura sadarkan Ka2k mu dlu azam yg paling pintar sekarang di ceritanya dia paling bodoh

2024-09-15

0

Leng Loy

Leng Loy

Akhirnya Zura sudah tidak bisa berpura" lagi

2024-06-11

0

Lee Yun seo

Lee Yun seo

.

2024-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!