LGMH BAB 8 - Makan Malam

Makan malam.

Semua orang sudah duduk di kursinya masing-masing. Mengelilingi meja panjang yang cukup untuk digunakan oleh semua keluarga Malik.

Para remaja bahkan duduk berdampingan, asik dengan obrolannya sendiri. Agata adalah adik Azam dan Azura yang berusia 18 tahun. Berusia sama dengan Alghazali anak tante Aida dan om Yuda. Juga Alesha, anak tante Sarah dan om Agra atau adiknya Bella.

Sebagai pemilik acara, sebelum makan malam itu di mulai, Adam terlebih dulu banyak mengucapkan terima kasih. Karena dalam kesempatan kali ini semua orang bersedia untuk berkumpul.

Meninggalkan sejenak kesibukkannya masing-masing.

Adam juga mengatakan, jika ia senang sekali melihat Azam dan Bella yang datang bersama. Adam tahu, jika kedua anaknya itu sangat sibuk.

“Ayah tahu, kalian pasti sama-sama sibuk. Ayah hanya ingin rumah tangga kalian tidak terganggu dengan kesibukan itu, saling berkomunikasi adalah kuncinya,” jelas Adam, memberi nasehat pada Azam dan Bella.

Sepasang pengantin baru ini hanya diam, seraya menganggukkan kepalanya, patuh.

Adam juga mendoakan sang ibu, agar Zahra selalu diberi kesehatan. Adam pun memeluk ibunya erat, kini, Zahra sudah selalu menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan.

Melihat anak-anak dan cucu-cucunya berkumpul seperti ini, Zahra sungguh merasa bahagia.

Sedangkan di tempat duduk lain, Azura terus memperhatikan Bella dan Azam. Ia bahkan menatap lekat pada kedua orang itu.

Zura bisa merasakannya, jika hubungan Bella dan Azam memang tidak baik-baik saja. Tapi dimata semua orang, tak ada yang bisa melihat itu.

Pelan, ada satu air mata yang mengalir di wajah Zura, namun dengan cepat ia menunduk dan menghapusnya. Tak ingin sampai ada orang yang menyadari itu.

Zura sangat kecewa, atas tindakan sang kakak.

Apa abang lupa jika dia punya dua adik  perempuan, bagaimana jika aku dan Agata diperlakukan seperti Bella oleh suami kami kelak. Batin Zura, miris.

“Kamu kenapa sayang?” tanya Haura, yang duduk disebelah Azura. Dengan cepat Zura menggeleng, seraya kembali tersenyum cerah.

“Tidak ada apa-apa Bu, aku hanya sangat bersyukur, ibu dan ayah selalu saling mencintai seperti ini.”

Haura, langsung memeluk anaknya erat.

“Nanti, kamu juga akan menemukan seseorang yang akan mencintaimu dengan tulus sayang.”

Semoga saja. Batin Zura.

Ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Selesai mengucapkan terima kasih, Adam langsung mempersilahkan semua untuk makan.

Suasana makan malam kala itu terasa begitu hangat, karena semuanya jadi memiliki waktu untuk saling bertukar kabar.

“Makan yang banyak, ku lihat tubuhmu semakin kurus,” ucap Azam pada sang istri, ia bahkan menambahkan lauk di piring Bella.

Bukannya senang, Bella malah menggerutu di dalam hati.

Ini berat badan idealku brengsek, enak saja bilang aku kurus. Aku bukan kurus, tapi memang kamu yang tidak pernah memperhatikan aku. Ah iya, aku lupa. Perhatiannya itu hanya sandiwara. Menjijikkan, sangat menjijikkan.

“Terima kasih sayang,” balas Bella, seraya menoleh dan menatap suaminya itu dengan tatapan menghina, bahkan Azam bisa melihat dengan jelas, Bella yang berdecih pelan untuknya.

“Pelan-pelan,” balas Azam, ia lalu mengambil sapu tangan bersih di atas meja dan menghapus lipstik Bella yang sedikit berantakan.

Sungguh, Bella sangat muak dengan perlakuan Azam itu. Namun yang bisa ia lakukan hanyalah menerimanya.

Ibu Sarah, kini duduk persis disebelahnya membuat Bella tak bisa berkutik.

“Mas Azam romantis banget, aku mau dong nanti kalau menikah punya suami kayak mas Azam,” celeutuk Alesha, adik Bella.

Seketika Bella dan Zura yang mendengar itu langsung tersedak makanannya sendiri.

Keduanya lalu batuk dengan sensasi sakit di tenggorokan.

Haura langsung memberi minum pada Zura.

Sedangkan Bella, langsung menerima dua gelas air putih yang diulurkan olehnya. Gelas dari sang ibu dan sang suami.

Dengan cepat, Bella mengambil gelas dari ibunya. Membuat Azam, merasa ada yang berdesir disudut hatinya. Akhirnya ia hanya bisa menarik kembali tangannya dan meletakkan gelas itu lagi.

“Pelan-pelan sayang,” ucap Sarah, seraya mengelus tengkuk sang anak dengan sayang.

“Dimana cincin pernikahanmu?” tanya Sarah kemudian. Ia melihat jari manis Bella yang kosong saat anaknya itu menutup mulutnya menggunakan tangan kanan.

Dan dengan fasih, Bella menjawab.

“Sengaja ku lepas Ma, kemarin aku ada pemotretan brand perhiasan. Jadi semua yang melekat di tubuhku harus brand itu,” jelas Bella lancar. Membuat Azam tercengang.

Azam tahu, Bella sudah membuang cincin itu.

Ben, yang melaporkan padanya. Saat pertama kali mereka bertengkar, Bella membuang cincin itu di jalanan, ketika menuju Bar Arnold.

“Baiklah, walaupun tidak dipakai, simpan baik-baik cincin itu.”

“Iya, Ma.” Bala Bella, patuh.

Azam benar-benar tak menyangka, Bella akan sebiasa itu ketika menanggapi tentang cincin pernikahan mereka. Azam lalu melirik tangan kanannya, melihat cincinnya masih melingkar di jari manis.

Selesai makan malam, semuanya berkumpul di ruang keluarga. Ada beberapa sepupu Adam yang memutuskan pulang lebih dulu, karena mereka memiliki anak kecil.

Kini, hanya tinggal keluarga inti yang tinggal. Adam dan Aida, bahkan Agra dan Sarah pun sudah pulang.

“Bisakah malam ini kalian semua menginap disini?” tanya Zahra pada anak dan cucunya.

“Tentu saja!” sahut Zura antusias, “Tentu aja kita semua harus menginap di mansion nenek. Kapan lagi kita akan berkumpul seperti ini,” timpal Zura pula, dan dibenarkan oleh semua orang.

Kecuali, Azam dan Bella.

“Tapi aku tidur sama Mbak ya?” pinta Agata seraya bergelayut manja di lengan sang kakak.

Zura mencebik, namun akhirnya ia mengangguk juga.

Sudah sepakat untuk menginap, mereka kembali melanjutkan perbincangan banyak hal. Sampai akhirnya, semua orang fokus pada pengantin baru ini, Azam dan Bella.

Bella terus menjawab dengan santai semua pertanyaan. Ia bahkan menjawab asal namun penuh dengan percaya diri.

Mengatakan jika hubungannya dengan Azam semakin dekat, bahkan meski jarang bertemu mereka sering melakukan panggilan video call.

Setiap hari mereka selalu bertukar kabar dan lain sebagainya.

Saat menjawab itu, sesekali Bella tertawa renyah, tawa yang membuat semua orang pun ikut merasa bahagia.

Tapi Azam yang melihatnya hanya bergeming. Ia malah merasa dikucilkan dengan semua jawaban Bella itu.

Membuatnya merasa tak nyaman.

Tepat jam setengah 10 malam, semua orang hendak beristirahat. Azam dan Bella pun mulai bergegas menuju kamar mereka.

Tanpa banyak bicara, Bella melangkahkan kakinya menuju kamarnya di mansion ini. Sementara Azam menuju kamarnya sendiri.

Langkah Azam terhenti, saat ia tak melihat Bella di sampingnya, lalu berbalik dan melihat Bella yang menjauh.

Entah kenapa, Azam sungguh geram melihat itu. Dengan langkah lebarnya ia segera menyusul Bella.

Menarik tangan sang istri dan menahannya kuat.

“Tidur di kamarku,” ucap Azam dengan suaranya yang dingin.

“Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, menjijikkan, lepas!”

Bella, sekuat tenaga menarik tangannya. Namun tak membuahkan hasil apa-apa. Ia, kalah tenaga. Bahkan langkah kakinya pun tertarik mengikuti tarikan Azam,

Mendengar Bella yang selalu mengatakan dirinya kotor, membuat kepala Azam mendidih.

Meskipun ia memiliki kekasih, tapi tidak sekalipun ia menyentuh Raya. Bahkan pelukan yang dulu dilihat Bella, itu adalah pelukan pertama mereka.

Karena Azam, begitu menghormati wanita itu.

Brak!

Azam, menutup pintu kamarnya kuat. Ketika ia dan sang istri sudah masuk. Ia menoleh, dan melihat Bella yang menangis.

Seketika, cengkraman tangannya melemah. Sadar, jika ia telah menyakiti Bella.

“Maaf.”

Plak!

Bella, melayangkan sebuah tamparan di wajah Azam.

Tapi Azam hanya bergeming, menerima tamparan itu.

Terpopuler

Comments

Vindy swecut

Vindy swecut

beda banget sih zam am ayah adam...kemana azam yg dulu...

2025-02-19

0

May Keisya

May Keisya

tetep aja jijik..

2024-11-15

1

May Keisya

May Keisya

rasanya pengen aku sianida tuh azam

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!