"Harusnya aku belajar dengan aunty Luna caranya membanting pria brengsek," ucap Bella, membuat Azam tersenyum kecil di balik wajah sang istri.
"Lepaskan aku, atau aku akan membuat kita sama-sama jatuh disini," ancam Bella pula, tak mau kalah.
Mendapatkan perlakuan manis dari Azam, bukannya senang Bella malah merasa muak. Malah merasa jika Azam adalah pemain cinta.
Mengumbar kata-kata manis pada semua wanita. Benar-benar pria yang brengsek.
Perlahan, Azam melerai pelukannya. Namun masih memegang kedua sisi pinggang sang istri. Ia tahu, wanita dihadapannya ini bukanlah Arra yang mudah dibujuk, tapi Bella si wanita pemarah dan keras kepala.
Tapi bukan Azam namanya jika ia tak punya rencana B. Karena setelah rencana ini gagal, rencana B akan datang menghampiri.
Azam, sudah meminta pada ayah dan ibunya untuk berkunjung kesini.
"Masya Allah Bella, Azam, kenapa rumah kalian jadi penuh bunga mawar seperti ini," ucap Haura dengan sangat terkejut. Dari awal masuk ke dalam mansion ia sudah dibuat menganga dengan banyaknya bunga mawar putih. Ia kira akan berhenti hanya di ruang tamu, namun nyatanya hingga memenuhi ruang tengah.
Melihat kedua anaknya di sana, membuat Haura langsung mengungkapkan isi hatinya. Tak percaya dengan apa yang dilihat.
Dan Bella lebih tak percaya lagi, jika kini ibu mertuanya berkunjung.
"Ibu Haura," sapa Bella, ia segera menepis tangan Azam, dan berjalan dengan mepet-mepet tubuh suaminya itu agar bisa lewat.
Melewati ruang kosong yang hanya bisa dilewati oleh satu orang. Jalan itu, sudah Azam rencanakan sedari tadi.
"Ini apa-apaan, kenapa rumah kalian jadi penuh bunga seperti ini?" tanya Haura sekali lagi, dengan membiarkan Bella mencium punggung tangan kanannya takzim.
"Bella marah padaku Bu, jadi aku membujuknya dengan bunga-bunga ini." Azam yang menjawab, lalu mencium pula punggung tangan kanan ibunya.
Belum selesai keterkejutan Haura, kini Adam datang dengan terkejut pula.
"Kalian mau buat taman di dalam rumah?" tanya Adam, ia bahkan menutup hidungnya, merasa sudah terlalu banyak mencium aroma bunga mawar.
Bella hanya mencebik, tidak jadi kabur dari suami brengseknya ini gara-gara ayah Adam dan ibu Haura datang.
"Ibu bawakan makanan untuk kalian, ini bagaimana caranya masuk ke dapur?" tanya Haura pula. Dan Azam akhirnya memimpin jalan.
Mereka semua berjalan menuju dapur, seperti semut yang berbaris rapi.
"Repot ya kalau terus begini, sudahlah sayang, maafkan saja suamimu," ucap Haura, meski ia tak tahu apa kesalahan anaknya.
Bella hanya diam, membantu ibunya itu untuk memindahkan beberapa makanan ke dalam piring saji.
"Ini kan makanan kesukaanku Bu," ucap Bella dengan senyumnya yang kembali muncul, salad buah dan sayuran yang sengaja Haura buat untuk menantunya.
Bella, memang selalu makan seperti kambing. Untuk menjaga penampilan, katanya.
"Ibu memang membuatkannya untukmu sayang," balas Haura seraya mengelus pucuk kepala sang menantu dengan sayang.
Haura makin merasa bahagia, saat berulang kali melihat Bella yang mencicip-cicipi makannya menggunakan jari.
Dan Azam yang melihat itu hanya mampu tersenyum getir. Entah kenapa ia jadi sebodoh ini, selalu menilai Bella dari sisi buruk. Tak pernah sekalipun melihat Bella dari sisi lainnya.
Jujur saja, kini Azam merasa bersalah akan pemikirannya itu.
Bahkan ibu dan ayahnya bisa menerima Bella dengan sepenuh hati, namun ia malah menghianati.
Keluarganya sudah hidup sebahagia ini. Namun ia nyaris saja menghancurkan semuanya.
"Ayah, ibu, menginaplah di rumah ini malam ini," tawar Azam, pada kedua orang tuanya.
Tak hanya Adam Haura yang langsung menatap anaknya itu, tapi juga Bella. Jika kedua mertuanya menginap disini, tidak mungkin ia tidur dikamar yang terpisah dengan Azam.
Menyadari itu, Bella langsung menatap suaminya. Namun yang ditatap memilih untuk pura-pura tidak tahu.
Azam akan melakukan segala cara, untuk memperbaiki apa yang sudah ia rusak.
"Baiklah, malam ini ayah dan ibu akan menginap." putus Adam.
Membuat Bella akhirnya tersenyum getir.
Selain brengsek, kamu juga licik Zam. batin Bella dengan kesal.
Dan saat malam hari tiba, Azam Bella dan Adam Haura naik kelantai 2.
Adam mengajak istrinya itu untuk tidur dilantai 2 saja, disebelah kamar anak-anaknya. Karena Adam sudah tak sanggup mencium aroma bunga mawar.
Haura setuju-setuju saja, di mana pun ia tidur asalkan bersama sang suami, Haura akan bersedia.
"Kalian masuklah," ucap Haura pada Azam dan Bella.
Azam mengangguk antusias, ia bahkan menggenggam tangan istrinya untuk mulai masuk ke dalam kamar.
Lalu menguncinya rapat, saat ia dan Bella sudah berada di dalam sana.
"Lepas!"
"Jangan marah-marah, nanti ibu dengar," ucap Azam, ia tersenyum kecil. Dan Bella bisa melihat dengan jelas senyum itu.
Membuat darah didalam tubuh gadis ini mendidih sampai ke ubun-ubun.
"Maafkan aku Arra, malam ini kita akan tidur bersama."
"Jangan panggil aku Arra!"
Azam hanya diam, ia malah meninggalkan Bella di sana dan masuk ke dalam kamar mandi. Dengan mengantongi kunci kamar ini.
Setelah suaminya menghilang, Bella langsung menghentakkan kakinya kuat, benar-benar kesal.
ia bahkan berulang kali mecoba membuka pintu itu, namun gagal.
"Hih! menyebalkan. Bagaimana caranya aku bisa keluar!" keluh Bella.
Ia duduk di sofa ruangan itu dan memikirkan berbagai cara. Hingga sebuah ide akhirnya muncul dengan sendirinya.
Bella masuk ke dalam walk in closetnya dulu dan melihat satupun yang berubah. Bahkan barang-barangnya masih tersusun dengan rapi.
"Kalau aku pakai lingerie, pasti Azam akan merasa tak nyaman dan memintaku pergi," ucap Bella dengan yakinnya.
Ia langsung menanggalkan semua bajunya dan menggantikannya dengan sebuah lingerie tipis. Bahkan kedua bongkahan sintalnya pun makin nampak menyembul.
Bella terkekeh, membayangkan wajah Azam yang akan terkejut nanti.
Bella tahu, jika Azam tak menyukainya ketika menggunakan baju-baju terbuka seperti ini.
Terakhir, Bella mengikat rambutnya tinggi, membuat bahunya pun agar nampak jelas.
"Menghadapi pria brengsek, aku harus terlihat lebih brengsek."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Khadijah Nafisah
duh aku yg LG diet tu.. baca ni kek gmn gitu .🤣 rasa nano2
2024-12-08
0
andi hastutty
Azam malah suka nanti hahhaha jangan cepat luluh Bella
2024-09-15
0
Anita noer
takutx si azam malah memakanmu lo arra....azam kn kucing la qm kasih pindang ya dmknlah...
2024-06-05
0