LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran

Sesaat, hanya ada diam yang tercipta.

Bella, menatap nanar pada kedua orang dihadapannya ini. Pelayan itu bersembunyi dibalik tubuh suaminya. Sementara Azam terus melindungi wanita itu, seolah Bella akan menyakitinya.

Mereka tidak sadar, jika disini yang paling terluka adalah Bella.

"Siapa dia?" tanya Bella langsung, dengan suaranya yang bergetar dan tatapannya yang dingin.

"Dia adalah Raya, kekasihku."

Deg!

Saat itu juga, jantung Bella rasanya berhenti. Bahkan seolah udara menjauh dari jangkauan hidungnya, hingga membuat dadanya sesak.

Sebuah jawaban yang langsung menusuk tepat diinti hatinya.

"Lalu siapa aku?" tanya Bella lagi, masih belum putus pula ia menatap tajam suaminya. Dilihatnya Azam hanya bergeming, tak menjawab apapun.

"Keluar!" pekik Bella diantara air matanya yang mengalir deras, ia ingin melihat dengan jelas wajah wanita suaminya itu.

"Pelankan suaramu Bella." Azam, malah tak terima saat Raya dibentak seperti itu.

Dalam hal ini, Raya tidak bersalah. Bagi Azam, Raya lah yang paling tersakiti. Saat menyaksikan ia menikah dengan Bella dan mendengar semua orang selalu mengeluh-eluhkan tantang kekasihnya dengan wanita lain.

Raya, sudah cukup menderita. Azam tak mau, Bella menambah luka kekasihnya itu.

Merasa geram dengan diamnya Raya, Bella hendak menarik wanita itu namun dengan cepat langkahnya terhenti saat Azam menahan salah satu lengannya.

"Lepaskan!" bentak Bella, seraya menepis tangan Azam hingga terlepas.

"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!" hardik Bella, dengan kemarahan yang sudah membuncah.

Berani-beraninya Azam melakukan hal menjijikkan di mansion pemberian kedua orang tua mereka.

"Jaga bicaramu Bel."

"Apa! jangan pernah menggurui aku. Yang seharusnya bisa menjaga sikap itu adalah dirimu Zam. Menjijikkan," balas Bella sengit.

Cinta yang semula hendak tumbuh dihatinya, kini berubah jadi benci yang begitu mendalam. Cinta itu, kini sudah menjadi luka.

"Katakan, apa ini semua Zam? APA!"

Azam, menghembuskan napasnya pelan. Ia tak bisa lagi menutupi ini semua dari Bella. Akhirnya, Azzam menceritakan semua yang sudah terjadi. Jika ia dan Raya sudah lama menjalin kasih, bahkan sebelum mereka menikah.

Azam tak membantah, ia bahkan meminta maaf pada Bella jika harus begini akhirnya.

Di satu sisi ia tak bisa melepaskan Raya, disisi lain ia tak ingin menyakiti semua keluarga Malik.

"Tapi kamu menyakiti aku Zam? apa karena aku bukan bagian dari keluarga Malik, karena itulah itu kamu tega?" tanya Bella lirih, setelah Azam selesai bercerita.

Air mata Bella kembali mengalir dengan begitu derasnya, tak bisa ia tahan.

Ada desiran menyakitkan menyelip dihati Azam kala melihat sahabat kecilnya menangis seperti itu. Tapi kini utamanya bukanlah Bella, melainkan Raya. Gadis, yang masih terus bersembunyi dibalik tubuhnya. Menahan takut.

"Aku tidak salah Zam, bahkan sebelum ketika menikah ayah Agra dan ayah Adam kembali menanyakan kesiapan kita, dan mulutmu sendiri yang menjawab kamu siap." Bella, terus mengutarakan yang ada dibenaknya. Tak peduli meski ucapannya terdengar begitu kasar.

Sementara Azam hanya diam, tak punya pembelaan apapun.

"Suruh dia keluar," pinta Bella, ia sangat ingin melihat wajah wanita ini. Wajah yang sudah berhasil membuat Azam jadi pria bodoh.

Ah tidak, akulah yang bodoh. Akulah yang mereka bodoh-bodohi, batin Bella, sungguh putus asa.

Belum sempat Raya keluar dari persembunyiannya, Bella lebih dulu berbalik dan meninggalkan keduanya.

Tapi langkahnya terhenti, saat Azam kembali mencekal.

"Lepaskan!" pekik Bela, lagi-lagi iapun menepis tangan Azam itu. Sungguh tak sudi Azam menyentuh tubuhnya. Apalagi setelah melihat secara langsung Azam yang memeluk wanita lain.

"Jangan pernah sentuh aku, aku ingin muntah," ucap Bella sarkas, ia menoleh kebelakang hanya untuk mengatakan itu.

Lalu memilih segera pergi dari tempat hina ini.

Meninggalkan Azam yang tergugu, atas sikap Bella itu.

Lamunan Azam buyar saat ia merasa Raya menyentuh lengannya dengan sangat lembut.

"Bagaimana ini Mas? nyonya Bella sudah tahu semuanya, bagaimana jika dia mengatakan kepada tuan Adam dan nyonya Haura?" tanya Raya bertubi, dengan raut wajahnya yang nampak begitu cemas.

Azam, lalu menyentuh kedua bahu Raya, memintanya untuk tenang.

"Semuanya akan baik-baim saja Ray, percayalah. Mungkin sekarang memang waktu yang tepat untuk semua orang tahu," jelas Azam, ingin sang kekasih tenang.

Dan benar saja, ucapan itu berhasil membuat Raya kembali tersenyum kecil.

"Kembalilah bekerja, aku akan menyusul Bella," titah Azam.

Raya menganggukkan kepalanya, menurut. Pergi dari sana tanpa banyak pertanyaan lagi.

Dan dengan hatinya yang entah merasa apa, Azam segera menyusul Bella.

Ia melaju lebih cepat untuk menyusul sang istri. Dan benar seperti dugaannya, jika Bella pasti akan kesini.

Bar, milik Arnold.

Bella turun dari mobil dan segera masuk ke dalam Bar itu. Bar yang belum buka, namun Bella bisa masuk sesuka hati.

Ia berteriak teriak memanggil nama sang sahabat, hingga akhirnya Arnold keluar, turun dari lantai 2.

Bella berlari cepat, ditengah-tengah tangga itu, Bella memeluk erat tubuh Arnold. Menumpahkan semua kesedihan dan kekecewaannya sekaligus.

Ia menangis hingga nyaris meraung, bahkan punggung Arnold tak lepas dari pukulan-pukulan kecilnya.

"Hei, ada apa?" tanya Arnold penuh perhatian, ia bahkan sampai berulang kali mengelus kepala Bella.

Ingin Bella tenang. Seumur hidupnya, baru dua kali inilah ia melihat Bella menangis separah ini.

Pertama, saat Bella mengetahui jika ia bukanlah anak kandung kedua orang tuanya.

Dan yang kedua kali ini, namun entah menangis karena apa.

"Tenanglah, ada aku," ucap Arnold lagi.

Tapi tetap saja tak bisa membuat tangis Bella terhenti.

Cukup lama keduanya berpelukan, sampai tak sadar jika diujung sana Azam terus memperhatikan.

Langkahnya terhenti, dan entah kenapa ia malah terdiam. Bukannya maju, kedua kakinya malah bergerak mundur.

Azam kembali ke dalam mobilnya dan membiarkan Bella tetap bersama Arnold. Setidaknya, Azam tahu, Bella akan aman.

"Apa yang terjadi?" tanya Arnold sekali lagi. Kini ia dan Bella sudah duduk di meja bartender. Meja panjang yang hanya diisi oleh mereka berdua.

Tak sanggup menahan semuanya sendiri, akhirnya Bella pun menceritakan semuanya yang terjadi. Dengan air mata yang kembali mengalir tanpa permisi.

Arnold, sungguh geram. Ia bahkan mengepalkan tangannya kuat, ingin segera melayangkan sebuah tinjuan keras di wajah Azam.

"Ar, aku mohon jangan beri tahu yang lain, jangan beri tahu Julian, Haruka ataupun Ryu, aku tidak mau Azzura tahu," pinta Bella setelah ia selesai bercerita. Bella bahkan dengan susah payah menghapus air matanya sendiri.

"Lalu apa rencanamu? bercerai saja," balas Arnold, dengan suaranya yang lantang.

Lebih baik berpisah daripada harus memiliki rumah tangga yang hancur seperti ini.

"Bercerailah, aku akan mendukungmu, meski yang lainnya akan menjauhimu."

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

mungkin dengan bercerai jalan yg terbaik

2024-09-22

0

andi hastutty

andi hastutty

Bodohnya azam dewasa ih

2024-09-14

0

guntur 1609

guntur 1609

namanya laki2 sampah. sangat bodoh sekali kau bela kalau kau terima azam.

2024-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!