LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?

“Apa ku bilang, kamu akan terlihat sangat cantik saat menggunakan baju ini,” ucap Arnold, seraya memandang penampilan Bella dari atas sampai bawah.

Sebuah gaun malam berwarna biru muda yang membalut tubuhnya, pas namun tertutup dengan sempurna.

Bella yang dipuji tersenyum, seraya tersipu malu.

“Aku memang cantik,” jawab Bella dengan percaya diri, sementara Arnold, langsung mengelus pucuk kepala sahabatnya itu dengan sayang.

“Akan lebih cantik lagi jika senyummu itu tulus, tidak dibuat-buat.”

Bella, langsung mencebik.

Kedatangan Azam sore tadi, memang berhasil merusak suasana hatinya. Bahkan hingga malam begini, ia masih saja merasa kesal.

“Ayo pergi,” ajak Arnold kemudian, seraya menyerahkan lengannya untuk dipeluk oleh Bella.

Dengan riang, Bella menerima uluran lengan itu. Mereka berjalan beriringan dengan Bella yang memeluk lengan Arnold, erat.

Kenapa Bella tidak menikah saja dengan tuan Arnold, kenapa pula harus menikah dengan Azam. Rutuk Fhia, ia mengekor dibelakang Bella dan Arnold, bersama para penjaga yang sudah siap melindungi Bella dari serangan wartawan.

Dari kemarin, Bella dan Arnold memang sudah saling sepakat, jika Arnold akan menemani Bella dalam acara malam ini. Peluncuran mode terbaru dari sebuah butik ternama di Singapura, Nelson Yapp.

“Aduh, aku kebelet pipis, tunggu sebentar ya,” pinta Bella seraya meringis menahan sesuatu dibawah sana.

Arnold hanya terkekeh, dan melihat Bella yang berlari seraya menarik Fhia ke toilet di basement apartemen mereka.

Arnold, menunggu di sana, seraya menyandarkan tubuhnya di mobil.

“Ar,” panggil seorang pria dengan suaranya yang berat.

Arnold langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat Azam yang datang mendekat.

Arnold, langsung tersenyum miring.

Semenjak ia mengetahui semuanya dari Bella, hubungannya dengan Azam sudah tak baik lagi. Arnold lebih memilih menghindar, daripada tak kuat menahan tangannya untuk memukul wajah si brengsek ini, pria pengecut.

“Kamu datang?” tanya Azam, ketika ia sudah berdiri dihadapan Arnold, sementara Arnold acuh, tetap bersandar di samping mobilnya dan memilih memainkan ponsel.

“Kamu hanya tahu cerita dari Bella Ar, kamu belum dengar cerita dariku.” Ucap Azam kemudian, membuat Arnold akhirnya melirik.

Kini, Arnold bahkan mulai tegak dan berdiri dengan sempurna.

“Aku memang brengsek Zam, tapi aku tidak pernah mempermainkan wanita. Karena apa? Karena ibu dan adikku juga wanita.” Jawab Arnold lantang. Ia malah benci mendengar ucapan Azam tadi, seolah Azam malah akan menyudutkan Bella dan mencari pembelaan untuk dirinya sendiri. Menutupi kesalahannya dengan menyalahkan orang lain.

Cih, Arnold tak habis pikir.

Azam yang mendengar penuturan Arnold pun bergeming, langsung terlintas dibenaknya wajah ibu Haura dan kedua adiknya, Zura dan Agata.

Azam, hanya mampu menelan salivanya dengan susah payah.

“Semuanya tidak semudah itu Ar, harusnya kamu dengar dulu penjelasanku.”

“Tidak perlu, Aku tahu kenapa kamu lebih berat pada wanita itu dibanding Bella, aku tahu karaktermu Zam, dan aku tau persis kamu menginginkan istri yang seperti apa. Karena itulah, lebih baik cepat ceraikan Bella dan nikahilah wanitamu itu,” ucap Arnold lagi dengan begitu santainya, seolah urusan cerai antara Azam dan Bella adalah perkara yang mudah.

Azam hanya diam. Karena baginya berpisah dengan Bella tidak bisa segampang itu. Ia butuh waktu, butuh alasan yang tepat, agar semua keluarganya mengerti.

Diujung sana, langkah Bella langsung memelan, saat melihat Arnold tidak sendirian. Tapi juga ada si pria brengsek.

“Bell, jangan ragu, turuti saja semua kemauan dia. Tunjukkan jika apapun perlakuannya tidak akan mempengaruhimu,” ucap Fhia, tak ingin Bella jadi lemah.

Tidak menjawab apapun, Bella hanya melangkahkan kakinya dengan lebih mantap.

Hingga ia berdiri diantara Azam dan Arnold.

“Ayo Ar, kita pergi,” ajak Bella, ia menyelipkan rambutnya kebelakang telinga dan berbicara pada Arnold seraya mengabaikan Azam.

Arnold mengangguk, ia lalu berjalan hendak membukakan pintu Bella disebelah sana. Bella pun mengikuti, namun terhenti saat Azam malah menahan lengannya.

“Pergi bersamaku,” ucap Azam dengan suaranya yang dingin.

“Baiklah, tapi lepas tangan kotormu itu,” jawab Bella, dengan segera ia menarik lengannya kuat.

Bella berbalik, ia lalu menarik Arnold untuk masuk pula ke mobil Azam.

Masuk kesana lalu menutup pintu dengan keras.

Membuat Azam memejamkan matanya sejenak, menahan amarahnya agar tidak terpancing.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya Arnold dengan terkekeh. Merasa lucu dengan sikap Bella itu, menariknya pula untuk masuk ke dalam mobil ini.

“Ikuti sajalah,” jawab Bella pula.

Azam masuk ke dalam mobilnya dan mengemudi. Dengan Bella dan Arnold di kursi belakang.

Sesekali, Azam mendengar, Bella yang berbisik-bisik dengan Arnold. Membuatnya sungguh merasa tak nyaman.

Hingga akhirnya, Azam menghentikan mobil itu di pinggir jalan, meskipun tempat tujuan mereka masih jauh.

“Pindah kedepan!” titah Azam, tapi yang turun malah Arnold dan bukannya Bella, membuat Azam kehabisan kata-kata, dan menelan kekesalannya sendiri.

Cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya mobil mereka sampai di Nelson Yapp. Acara malam ini akan diadakan di butik itu, disebuah aula yang memang digunakan untuk fashion show.

Ini adalah kali pertama, Azam mendampingi Bella dalam bekerja. Jujur saja, ia merasa tak nyaman. Apalagi saat banyak wartawan tiba-tiba datang menyerang.

Arnold turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Bella, dengan menerima uluran tangan Arnold itu, Bella akhirnya keluar. Lalu disusul pula oleh Azam.

Bella, langsung tersenyum lebar dan mengedarkan pandangannya, menghargai setiap kamera yang meliputnya dengan antusias.

Hingga akhirnya Azam berdiri di sana dan memperlihatkan senyum kecil.

Nyonya, kenapa anda malah memeluk lengan tuan Arnold, kenapa bukan lengan tuan Azam? Tanya salah satu wartawan.

Bella tersenyum, dan menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan itu.

“Arnold bukan hanya sahabatku, tapi dia juga sahabat suamiku. Ku rasa kalian juga tahu itu kan, lagipula, jika aku ada hubungan dengan Arnold, aku akan lebih memilih sembunyi-sembunyi, daripada memperlihatkan secara umum seperti ini,” jawab Bella, belum lepas pula senyum di bibirnya.

Sebuah jawaban yang begitu menyindir Azam, tentang hubungan dan bersembunyi-sembunyi.

“Ayo sayang, masuk,” ajak Bella pada suaminya, ia bahkan menggenggam tangan Azam dan membawa suaminya ini masuk. Tapi tangannya yang lain, masih memeluk erat lengan Arnold.

Sampai didalam, Azam, langsung menarik tangannya dengan kuat. Entah kenapa, ia merasa Bella sudah menginjak-nginjak harga dirinya.

Azam bahkan langsung menarik Bella dan membawanya entah kemana.

Arnold hendak menahan, namun langkahnya terhenti oleh anak buah Azam.

“Lepas!” pekik Bella, ia tak tahu Azam hendak membawanya kemana. Hingga dilihat olehnya, sebuah pintu yang bertuliskan tangga darurat.

Azam, membukanya dengan kasar dan menarik Bella masuk.

“Zam! Tanganku sakit!” pekik Bella lagi, berusaha menarik tangannya tapi gagal.

“Jangan sentuh aku brengsek! Aku tidak sudi tangan kotormu itu menyentuhku!”

“Tanganku kotor? Lalu tanganmu apa?!” tanya Azam, dengan suaranya yang membentak. Membuat Bella takut dan langsung diam.

Bella bahkan, tak lagi memberontak. Membiarkan pergelangan tangannya dicekal oleh sang suami.

“Berhenti memeluk Arnold di hadapanku.”

Bella, hanya diam, sedikit menunduk.

“Aku tahu aku salah Bell, aku tahu aku sudah menyakitimu dan juga Raya. Tapi kita sudah sepakat untuk bercerai kan? Karena itulah, bisakah kita  tetap memiliki hubungan yang baik? Seperti dulu, sebelum kita menikah.”

Terpopuler

Comments

komalia komalia

komalia komalia

aku benci kamj azzam

2025-01-23

0

andi hastutty

andi hastutty

Enak ajha mau hubungan seperti dlu

2024-09-14

0

Leng Loy

Leng Loy

Kasian sekali kamu Bell

2024-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!