LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata

Pulang dari Singapura, Zura jadi lebih banyak diam. Ia bahkan menolak saat Julian hendak mengantarnya untuk pulang.

Tapi Julian bukanlah tipe pria penurut, meski Zura menolak ia tetap menarik gadis ini untuk masuk ke dalam mobilnya.

"Kamu tidak ingin langsung pulang kan? katakan, kemana kamu akan pergi, aku akan mengantarmu," ucap Julian, setelah mobilnya melaju keluar dari area parkir bandara internasional Soekarno-Hatta.

Mulai memasuki jalan raya.

Jalanan siang itu cukup padat, Julian memilih sisi kiri dan melaju dengan kecepatan rendah. Melihat wajah Azura yang nampak murung, ia ingin memiliki banyak waktu untuk berbincang.

"Ke tempat acil Luna," jawab Zura lirih, hingga membuat Julian menoleh kearahnya sekilas. Dalam benaknya Julian bertanya-tanya, ada keperluan apa Zura sampai ingin ke rumah tante Luna.

"Ada perlu apa?" tanya Julian langsung, mengungkapkan pertanyaan yang sedang ia pikirkan.

"Aku akan meminta acil Luna untuk menyelidiki rumah tangga abang dan Bella."

Chiit!!

Tiba-tiba, Julian mengerem mendadak, membanting stir hingga mobil mereka berhenti tepat dipinggir jalan raya. Jalan yang terpampang jelas tulisan dilarang parkir.

"Astagfirulahalazim! Julian!" pekik Zura, sungguh terkejut.

Zura tidak tahu, jika jawabannya tentang acil Luna lebih membuat Julian terkejut.

Jika acil Luna sampai tahu bisa dipastikan ayah Adam dan ibu Haura akan tahu semuanya. Acil Luna adalah seorang asisten yang setia pada tuannya.

"Maaf Zura, aku tidak bermaksud menyakitimu, apa ada yang terbentur?" tanya Julian, setelah sadar jika tindakannya barusan sangat membahayakan. Ia bakan menarik kedua bahu Azzura, lalu memeriksa gadis kecilnya ini secara teliti, ingin memastikan secara langsung jika Azzura baik-baik saja.

Mulai dari kepala, dahi, hidung bibir dan semua wajahnya.

"Jangan cemaskan aku, kenapa kamu begitu terkejut saat aku mengatakan akan meminta bantuan pada acil Luna, apa kamu tahu sesuatu tentang abang dan Bella?"

Seketika, pergerakan tangan Julian terhenti. Mendengar pertanyaan Azura itu, membuat ia mendadak gamang. Terhadap Azzura, ia sungguh amatir dalam berbohong.

Bahkan tak lama kemudian, kepala Julian secara otomatis membuat gerakan mengangguk, membenarkan petanyaan Azura itu.

Ya, dia tahu sesuatu tentang rumah tangga Azam dan Bella.

Melihat itu, Azura menghembuskan napasnya pelan. Ia tahu, ada sesuatu yang tidak beres.

"Apa? kenapa tidak ada yang mengatakannya padaku? Arnold juga tahu kan?" desak Azura lagi, makin membuat Julian merasa terpojok.

Sejak kecil saling mengenal, Zura sangat memahami karakter setiap sahabatnya. Azura bisa merasa jika ada sedikit saja perubahan diantara mereka.

"Katakan semuanya, jangan buat aku mengetahuinya dari acil Luna."

Julian, memejamkan matanya sejenak, sebelum akhirnya ia mulai menceritakan semuanya pada Azzura.

Semuanya dan ada yang terlewat sedikitpun. Mendengar itu, air mata Zura mengalir dengan sendirinya. Antara malu, marah dan kecewa sekaligus.

Ia tak menyangka, kakak yang begitu dibangga-banggakannya bisa berbuat sehina ini.

Sungguh memalukan.

"Kenapa tidak ada yang mengatakannya padaku, ini masalah penting Julian. Mereka butuh orang ketiga untuk memperbaiki rumah tangga itu, bukannya membiarkan semuanya hancur. Pernikahan itu bukan main-main Julian," ucap Zura, diantara isak tangisnya.

Ia menggelengkan terus kepalanya, menyesalkan keputusan yang akan Bella ambil. Menggugat cerai sang kakak.

"Tidak, aku tidak akan membiarkan mereka berpisah," rancau Zura, berulang kali ia menghapus air matanya namun air mata itu kembali keluar lagi.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan? mengatakannya kepada ayah Adam dan ibu Haura?" tanya Julian, hal inilah yang paling ditakutkan oleh Bella. Keluarga Malik akan tahu sumber masalah keluarga mereka.

Hubungan Azam dan Raya.

"Apa itu yang Bella takutkan? takut semua keluarga akan tahu? apa kalian pikir aku ini anak kecil, hingga aku mengadukan semuanya pada ayah dan ibu?"

"Bukan seperti Zura."

"Lalu apa? memang itukan yang kalian pikirkan? tak ingin aku memberi tahu ayah dan ibu, lalu kalian memilih untuk tidak menceritakan semuanya padaku." jelas Zura, jujur saja ia sangat kecewa.

Azura merasa, ia tak dianggap sebagai seorang sahabat.

"azam memang abangku Julian, tapi aku tidak akan membelanya jika dia salah."

"Aku tahu, maafkan aku," potong Julian cepat. Ia bahkan langsung menarik Azura dan mendekapnya erat.

"Jangan menangis lagi, kami salah, maafkan kami," timpal Julian sungguh-sungguh.

Sementara Azura terus menangis, membuat dada Julian menjadi basah.

Dan Julian terus memeluknya erat, berharap Zura segera tenang.

Keduanya sampai tak sadar, jika mobil mereka sudah ditarik oleh petugas derek.

Sadar sadar mereka sudah berada di kantor polisi.

Julian menyelesaikan tilang parkir sembarangan itu dan Zura masih duduk di dalam mobil ini, menunggu.

Zura termenung, dengan banyak pikiran yang berkecamuk didalam kepalanya.

Rasa-rasanya, ia sungguh tak punya muka untuk bertemu dengan Bella dan rasanyapun ia begitu enggan, untuk melihat wajah sang kakak.

Pelan, Azura mengusap wajahnya frustasi.

"Pikirkan Azura, pikirkan apa yang harus kamu lakukan," gumam Zura, sungguh bingung.

Azura tak ingin Bella dan Azam sampai bercerai. Bagaimanapun dulu, kini mereka adalah sepasang suami istri. Sudah seharusnya pernikahan itu dipertahankan. Yang seharusnya pergi dalam hubungan ini adalah Raya.

"Apa aku harus menemui wanita itu? ah tidak." Zura menggelengkan kepalanya, merasa itu bukanlah ide yang tepat.

Zura tak bisa berbuat gegabah, sementara Julian terua memintanya untuk tetap berpura-pura untuk tidak tahu apa-apa, karena itu adalah keinginan Bella.

Yang bisa Zura lakukan hanya satu, melakukan semuanya secara diam-diam. Hingga Azam dan Bella tidak akan tahu jika ia telah mengusahan agar pernikahan itu selamat.

"Tapi bagaimana? bagaimana caranya ya Allah."

Zura, menyandarkan kepalanya diatas dasboard. Ia bahkan berulang kali mengatuk-ngatukkan kepalanya yang pusing di dashboard mobil itu.

Hingga akhirnya ia berhenti saat sebuah ide muncul di dalam kepalanya.

Zura tersenyum kecil, merasa jika rencananya akan berhasil.

Azam dan Bella selama ini selalu sibuk dengan dunianya masing-masing. Mereka tak memiliki waktu untuk saling dekat dan mengenal. Yang bisa menyatukan keduanya hanyalah satu, keluarga.

Jika ada pertemuan keluarga ataupun perayaan keluarga, maka Bella dan Azam akan bertemu.

Senyum Zura semakin terkembang, saat menyadari jika 2 hari lagi adalah perayaan ulang tahun pernikahan ayah dan ibunya.

Zura akan memanfaatkan waktu itu untuk membuat Azam dan Bella kembali bertemu. Lalu memiliki banyak waktu untuk bersama.

Karena Zura yakin, di depan para keluarga, Bella dan Azam akan menyembunyikan rapat-rapat masalah rumah tangga mereka.

Lalu memperlihatkan pada semua orang jika mereka baik-baik saja. Bahkan memiliki keluarga yang harmonis.

Sebuah drama yang akan dilakukan oleh Bella dan Azam. Zura akan membuatnya menjadi nyata.

"Ayo kita lakukan Bang, Bella, Raya, kita lihat siapa yang akan menang," gumam Zura dengan senyumnya yang makin mengembang.

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Ayo zura

2024-09-14

0

Leng Loy

Leng Loy

Klo udah diselingkuhi tuch sakit Zura, tidak semudah itu menerima kembali

2024-06-11

1

Reza Imam

Reza Imam

naif lah gak liat prasaan Bella , big no

2024-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2 LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3 LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4 LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5 LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6 LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7 LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8 LGMH BAB 8 - Makan Malam
9 LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10 LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11 LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12 LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13 LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14 LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15 LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16 LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17 LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18 LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19 LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20 LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21 LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22 LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23 LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24 LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25 LGMH BAB 25 - Kejujuran
26 LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27 LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28 LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29 LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30 LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31 LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32 LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33 LGMH BAB 33 - Mandi
34 LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35 LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36 LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37 LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38 LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39 LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40 LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41 LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42 LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43 LGMH BAB 43 - Skandal
44 LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45 LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46 LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47 LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48 LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49 LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50 RETURN
51 LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52 Bringing Back, My Wife
53 jangan dibaca
54 Gairah Sang Casanova
55 Wajib Baca
56 After Divorce
57 Bride Of Choice Karya Lunoxs
58 Crazy Love karya baru Lunoxs
59 Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs
Episodes

Updated 59 Episodes

1
LGMH BAB 1 - Azam Dan Bella
2
LGMH BAB 2 - Menemukan Jawaban
3
LGMH BAB 3 - Kebenaran Dan Pertengkaran
4
LGMH BAB 4 - Pria Brengsekk
5
LGMH BAB 5 - Kecurigaan Azura
6
LGMH BAB 6 - Membuatnya Menjadi Nyata
7
LGMH BAB 7 - Sebuah Permainan
8
LGMH BAB 8 - Makan Malam
9
LGMH BAB 9 - Tidak Sendiri
10
LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura
11
LGMH BAB 11 - Turuti Saja
12
LGMH BAB 12 - Bisakah Seperti Dulu?
13
LGMH BAB 13 - Jatuh Dan Tak Sadarkan Diri
14
LGMH BAB 14 - Singapura, Jakarta, Bandung
15
LGMH BAB 15 - Si Pembuat Ulah
16
LGMH BAB 16 - Bukan Alasan
17
LGMH BAB 17 - Keputusan Azam
18
LGMH BAB 18 - Tidak Ingin Tahu
19
LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih
20
LGMH BAB 20 - Membanting Pria Brengsek
21
LGMH BAB 21 - Selamat Malam
22
LGMH BAB 22 - Tidak Akan Melepaskanmu
23
LGMH BAB 23 - Jangan Bohong
24
LGMH BAB 24 - Kesalahan Yang Tidak Pernah Habis
25
LGMH BAB 25 - Kejujuran
26
LGMH BAB 26 - Sakit Tapi Tidak Berdarah
27
LGMH BAB 27 - Berlagak Seperti Orang Bodoh
28
LGMH BAB 28 - Rindu Kebersamaan Ini
29
LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam
30
LGMH BAB 30 - Pesan Azam
31
LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum
32
LGMH BAB 32 - Pergi Ke Jepang
33
LGMH BAB 33 - Mandi
34
LGMH BAB 34 - Mendeteksi Perasaan Melalui Ciuman
35
LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella
36
LGMH BAB 36 - Abang Sayang
37
LGMH BAB 37 - Kembali Terluka
38
LGMH BAB 38 - Meninggalnya Nenek Zahra
39
LGMH BAB 39 - Pesan Terakhir
40
LGMH BAB 40 - Kejujuran Bella
41
LGMH BAb 41 - Beri Aku Sedikit Waktu
42
LGMH BAB 42 - Gerimis Malam Ini
43
LGMH BAB 43 - Skandal
44
LGMH BAB 44 - Cintanya Bukan Untukku
45
LGMH BAB 45 - Pelukan Hangat
46
LGMH BAB 46 - Menata Hidupnya Kembali
47
LGMH BAB 47 - Letting Go My Husband
48
LGMH BAB 48 - Bunga Lagi
49
LGMH BAB 49 - Menjadi Teman
50
RETURN
51
LGMH BAB 50 - Mungkin Aku Salah Lihat
52
Bringing Back, My Wife
53
jangan dibaca
54
Gairah Sang Casanova
55
Wajib Baca
56
After Divorce
57
Bride Of Choice Karya Lunoxs
58
Crazy Love karya baru Lunoxs
59
Pengasuh Tuan Muda Genius karya baru Lunoxs

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!