Jubaedah berteriak histeris. Ia ikut berusaha melepaskan cengkeraman di kakinya dengan menendangi wajah ikan monster itu dengan kaki lainnya.
Ternyata kehebohan itu mengundang perhatian Timo dan Gibson. Dua pemuda itu langsung menajamkan mata di kejauhan saat melihat sekumpulan ikan duyung mendatangi seberang kolam.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran. Terjemahan.
"Oh! Ada anak lain di seberang sana, Gibson!" pekik Timo menunjuk dengan mata melotot.
Praktis, pemuda bernama Gibson langsung mendekat. Ia menyipitkan mata. Sayangnya, jarak pandang yang terlalu jauh membuatnya tak bisa melihat dengan jelas siapa anak-anak itu. Namun, sebuah ide muncul di kepalanya.
Timo melihat Gibson mendekati mermaid yang berhasil mereka tangkap dan terlihat sekarat karena hanya disiram air untuk membuatnya tetap hidup. Puteri duyung itu menatap Gibson seksama yang menodongkan pistol ke wajahnya.
"Kau mengerti bahasa kami. Jika ingin tetap hidup, bawa kami berdua ke seberang dengan selamat. Mencoba membunuh kami berdua, aku tak segan melubangi tubuhmu dengan pistolku ini. Deal?" tegas Gibson menatap puteri duyung itu tajam.
Timo terlihat ragu dengan keputusan kawan barunya itu, tapi mermaid tersebut mengangguk. Timo mendekati Gibson dan menarik tangannya.
"Kau gila? Bagaimana jika dia menjebak kita dan menenggelamkan kita?" tanya Timo panik. Namun, Gibson malah tersenyum miring.
"Bisa bantu aku mengikat leher dan dua bahunya? Kita akan menaikinya," jawab Gibson menatap Timo tajam dan pemuda itu malah membuka mulutnya lebar terheran-heran.
Namun, Timo mengangguk. Mermaid itu ditengkurapkan di atas pasir. Timo menggunakan kain yang digunakan untuk membungkus ikan itu menjadi tali dengan merobeknya lalu membuat simpul menjadi sebuah jeratan untuk mengendalikannya seperti yang Gibson inginkan.
"Hem. Kau pintar, Timo. Kerjamu bagus dan cepat. Ayo," ajak Gibson yang meminta Timo membantunya membopong ikan duyung itu.
Timo mengangkat bagian ekornya dan Gibson bagian atas tubuh ikan itu. Mulut mermaid tersebut disumpal dengan kain dan dijadikan seperti sebuah tali kendali.
"Ingat, Ikan. Kau harus membuat kami tetap berada di permukaan. Jika sampai kawan-kawanmu menyerang kami, aku tak segan membunuh mereka. Ini bukan kemauanku berbuat jahat padamu, tapi misi dari orang yang mempermainkan kita. Kau mengerti?" tegas Gibson menatap wajah mermaid itu tajam dan wanita ikan itu diam saja tak menjawab, tapi terlihat kesal.
"Pegangan yang kuat padaku, Timo. Atur napasmu seperti orang berenang. Aku cukup yakin, jika mermaid ini akan berbuat licik pada kita. Namun, tak akan kubiarkan kita tewas di sini. Aku harus pulang," tegas Gibson yang sudah siap memegang tali jerat di tangan kiri.
Timo mengangguk cepat terlihat takut. Ia berpegangan pada pinggul Gibson erat saat ikan duyung itu diletakkan di pinggir kolam. Gibson membuat mermaid itu merangkak menuju ke air dan seketika, BYUR!!
"AAAA!" teriak Timo panik saat tubuhnya mulai tenggelam karena mermaid itu berenang ke bawah.
Namun dengan sigap, Gibson menarik tali dari kain itu ke atas seperti menunggang kuda. Leher mermaid itu terjerat dan membuatnya terpaksa naik ke permukaan.
SPLASH!
"Ohok! Ohok!"
"Bernapas, Timo! Atur napasmu!" teriak Gibson lantang di mana keduanya basah kuyup karena masuk ke dalam air dalam.
Timo ketakutan, tapi ia mengangguk dan melakukan yang Gibson perintahkan. Gibson mengendalikan laju berenang ikan duyung itu dengan tangan kirinya dan tangan kanan memegang pistol. Fokus pemuda itu ke seberang di mana lokasi misi berakhir.
Timo melihat sekitar di mana laju berenang ikan duyung itu mulai stabil. Tubuh mermaid tetap berada di dalam air, tapi dirinya dan Gibson berada di permukaan, hanya bagian perut ke bawah yang terendam. Hingga tiba-tiba, "GIBSON!"
Praktis, pemuda berpakaian hitam itu menoleh ke arah telunjuk Timo berpusat. Mereka melihat pergerakan dari ekor besar yang disinyalir adalah gerombolan mermaid sedang menuju ke tempat mereka berada.
Dengan sigap, DOR! DOR! DOR!
Gibson menembak ke arah kumpulan mermaid tersebut. Semua makhluk yang mendengar suara tembakan memekakkan telinga itu terkejut termasuk Jubaedah, Ryan dan Rex.
Mermaid yang membawa Timo dan Gibson ikut tertegun, ditambah pemuda itu mengarahkan moncong pistolnya ke kepala belakangnya.
"Bawa kami ke seberang cepat!" teriaknya lantang mengancam dan mendorong moncong pistol.
Timo melihat beberapa ekor ikan duyung seperti mengejar mereka. Benar saja, "GIBSON!" teriak Timo lantang saat seekor duyung melompat ke arahnya. Namun dengan sigap, DOR!
Mata Timo melebar saat Gibson menembak dada duyung itu dan menewaskannya. Puteri duyung yang membawa Gibson terlihat marah, ia mulai memberontak.
Timo dan Gibson mulai panik karena mereka seperti akan ditenggelamkan ke dasar kolam. Gibson menarik jeratannya, tapi duyung itu melawan.
Ikan itu terus membawa dua orang yang menungganginya semakin ke dasar kolam. Timo mulai kehabisan napas dan perlahan, cengkeramannya di pinggang Gibson terlepas.
Namun, Gibson menyadarinya. Dengan cepat, pemuda berambut hitam itu menarik tangan Timo dengan satu tangannya yang merelakan jeratan kain pengendali. Duyung yang ditunggangi mereka melepaskan diri. Saat ikan itu berbalik untuk menyerangnya, DOR!
SPLASH!!
"HELP!" teriak Gibson dengan kepala berada di permukaan dan kepala Timo di dongakkan ke atas agar tetap mendapatkan udara. Gibson menembak duyung yang dinaikinya dan menewaskannya.
Jubaedah yang berhasil meloloskan diri dari cengkeraman mermaid, melihat dua pemuda di tengah kolam terlihat kesulitan. Ryan dan Rex ikut kebingungan.
"Rex!" panggil Jubaedah panik karena ia mengenali sosok Gibson.
Hingga tiba-tiba, mata Rex melebar. Ia membuka kopernya lagi dan mengambil sebuah salah satu granat berwarna kuning. Jubaedah menatap Rex seksama.
"Siapkan penawarnya. Doakan aku," ucapnya serius dan Jubaedah mengangguk pelan.
Gadis manis itu mengambil sebuah botol berisi banyak kapsul berwarna kuning di rak bawah dari granat-granat yang berjejer rapi tersebut. Jubaedah membukanya dan memeriksa kapsul-kapsul itu dengan seksama.
"Oke!" jawab Jubaedah mantap meski terlihat panik dengan botol dalam genggaman tangan kanannya.
Rex mengambil napas dalam dan BYUR!!
"Apa dia gila?!" pekik Ryan terkejut karena Rex malah nekat menceburkan diri dan berenang untuk menolong dua remaja yang berusaha berenang ke tepian tapi dikejar oleh para duyung monster itu.
Tiba-tiba, dari dalam air, BLUARR!!
Sebuah ledakan besar terjadi dan membuat air di sekitar ledakan sampai menyembur ke atas seperti sebuah letusan gunung berapi, tapi berwarna kuning.
Para duyung yang berada di sekitar ledakan mulai berenang menjauh terlihat panik. Jubaedah terus berteriak dan meminta agar tiga remaja pria itu berenang semakin cepat.
Ryan terlihat cemas dan hanya bisa berdoa agar tiga orang itu selamat. Hingga tiba-tiba, pemandangan aneh terjadi.
Para duyung itu menjerit seraya memegangi leher mereka. Ikan-ikan itu menampakkan diri di permukaan terlihat kesakitan.
"Cepat! Cepat!" panggil Jubaedah mendekati tepian dan mengulurkan tangan.
Ternyata, Timo terkena dampak dari air yang berubah kuning karena ia berenang paling akhir. Timo ikut memegangi lehernya di mana ia terasa seperti orang tercekik hingga otot-otot di lehernya menegang dan wajahnya berkerut.
"Timo! Timo!" panggil Gibson cemas saat mereka berhasil sampai ke tepian dan kini berkumpul di atas pasir.
Jubaedah dengan sigap meneteskan salah satu dari kapsul kuning yang telah ia pecahkan dengan memencetnya kuat. Rex memegangi mulut Timo agar cairan itu masuk ke dalam tenggorokannya dengan sempurna.
"Telan! Telan!" pinta Jubaedah terlihat panik karena Timo seperti enggan menelannya.
"Telan jika kau tak mau mati!" teriak Rex garang dan pada akhirnya Timo menelannya.
Wajah Jubaedah, Rex, Gibson dan Ryan tegang melihat Timo kesakitan. Namun perlahan, napas Timo mulai tenang tak tersengal lagi.
Jubaedah dan Rex bernapas lega. Gadis manis itu merobohkan dirinya di paha Rex terlihat lelah. Rex tersenyum seraya mengelus lengan Jubaedah lembut dan membiarkan gadis manis itu beristirahat sejenak.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Wah dapat tips banyak. Tengkiyuw. Lele padamu mak ben 😍 ini bukan pertanda crazy up kan ya??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
Kira★Hana
alangkah baiknya kata praktis diganti dengan kata tanpa pikir panjang atau dihapus, tapi dengan kata ini juga bagus kok
2025-02-09
1
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
wihhh seru2 efek begadabg gak bisa tidur mau nulis lagi tubun
semangat aju aku padamu wis ju
2022-06-15
1
Anhy Cyntia Anjaya
mbak lele....semua karyamu sllu mantul dn bikin sport jantung.....tp aku suka....😘😘😘 semangat trs ya....dn semoga mbak lele dn debaynya sllu sehat.aamiiin
2022-06-01
1