Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?

Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?

Rumah tua yang cukup luas untuk tinggal seorang diri meski begitu, aku bersyukur karena Ibu Lani seorang yang baik bahkan dia melepaskan uang sewa rumah ini.

Mendapatkan tempat tinggal gratis, kenapa aku harus menolaknya?

Beberapa saat Ibu Rosa meninggalkan rumah, aku pun langsung bergegas membersihkan rumah dan secara kebetulan, peralatan tukang di rumah ini masih layak pakai seperti parit, cangkul, alat pel, sapu dan lain-lain. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengerjakan pembersihan rumah dan halaman.

Hal ini aku biasa lakukan di Panti. Selain itu, aku sudah lama tidur di kereta dan sudah makan jadi tidak masalah untuk aku langsung bekerja. Pertama yang kulakukan melepaskan semua kain putih, menyapu serta membersihkan sarang laba-laba setelah itu, aku mengepel lantai.

Selanjutnya, aku mengambil parit dan memangkas semua rumput dan ilalang. Ada beberapa orang yang lewat, mereka hanya memberikan senyuman dan anggukan kepala kepadaku. Meski, ini diperumahan namun para tetangga seperti ramah. Aku bersyukur akan hal itu.

Pekerjaan pemangkasan dibutuhkan waktu dua jam sampai benar-benar rapi. Langit pun tanpa terasa akan menjadi gelap dan awan sudah berubah orange. Syukurlah, aku menyelesaikan semuanya sebelum malam.

Disaat aku sedang membakar sampah, Ibu Lani datang mengunjungiku dengan membawa rantang dan air mineral yang besar.

“Kerja mu cepat juga, Nak Saga!” puji Ibu Lani.

“Tidak juga, Bu. Saya terbiasa mengerjakan di Panti.”

“Yasudah istirahat dahulu. Ibu bawa makanan dan minum untuk mu,” ucap Ibu Lani.

“Iya, terima kasih, Bu!”

Seusai itu Ibu Lani masuk ke rumah dan aku pun juga masuk kedalam. Ibu Lani melihat sekeliling rumah dengan wajah yang tersenyum dan menaruh rantang yang dibawanya keatas meja makan.

“Kamu memang anak yang rajin, Nak Saga,” ucap Ibu Lani yang memujiku.

Aku hanya tersenyum meresponnya.

“Nak Saga, Ibu sudah memberitahu beberapa tetangga disini. Jadi, kalau ada apa-apa kamu bisa meminta bantuan juga ada warung didekat sini!” ucap Ibu Lani.

“Baik, Bu.”

Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik berambut panjang coklat berdiri ditempat pintu masuk dengan tangan yang dilipatkannya.

“Ma, ada tamu tuh di rumah!” ucap wanita tersebut.

Aku dan Bu Lani yang mendengar suara itu menoleh kearah pintu masuk dan aku serta dirinya saling menatap heran berbeda dengan Ibu Lani. Dia memperkenalkan wanita tersebut.

“Nak Saga, Perkenalkan dia Tanya anak kedua ku! … Tanya, yang sopan dong! Ayo kenalan!” seru Ibu Lani.

Wanita yang bernama Tanya itu dengan sikap malam menghampiriku dan Ibu Lani.

“Iya, ya. Aku Tanya!” ucap Tanya sambil memberikan tangannya kepadaku dengan sikap yang jutek.

“Aku Saga,” jawabku yang menerima tangan nya.

Tanya langsung melepaskan tangannya dari ku dan menyuruh ibunya untuk pergi.

“Ayo, Ma! Kasihan dia sudah nunggu lama!” seru Tanya.

“Maaf ya, Nak Saga. Ibu pergi dahulu!” ucap Ibu Lani.

“Iya, Bu!”

“Dah!” ucap jutek Tanya.

“Iya.”

Tidak lama mereka pun pergi meninggalkan rumahku. Aku pun kembali sendirian dan perut juga sudah berbunyi maka dari itu, aku memutuskan untuk menyantap makanan yang dibawa oleh Ibu Lani.

Malam pun tiba yang dimana banyak nyamuk berkeliaran dan mengigit seluruh badanku. Aku memeriksa gudang penyimpanan dan lemari namun tidak ada satupun obat nyamuk disana. Aku pun memutuskan untuk membelinya diwarung.

“Permisi, beli!” sapaku.

Tidak lama, keluarkan ibu penjaga warung. “Ya, mau beli apa?” tanya ibu warung.

“Saya ingin membeli sekotak obat nyamuk bakar!”

“Tunggu, sebentar!” ucap Ibu warung sambil mengambil sekotak obat nyamuk bakar.

Sesudah itu, Ibu warung melihat ku dan sedikit terkejut.

“Kamu anak muda yang baru pindahan itu ya?” tanya Ibu Warung.

“Iya, Bu.”

“Ibu hanya memperingatkan! Rumah itu angker suka ada suara aneh kalau malam,” ucap pelan Ibu warung yang sepertinya dia memang sedikit takut dengan rumah yang aku tinggali.

“Iya, Bu. Saya mengerti.”

Sesudah membayar obat nyamuk, aku pun kembali pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak lupa juga aku mengabari Ibu Rosa tentang Ibu Lani dan tempat tinggalku. Sesudah itu, aku pun beristirahat.

Ditengah tidurku terdengar suara orang yang seperti mengebuk-gebuk tembok.

Buk! Buk! Buk!

Suara itu membuatku terbangun dan aku pun penasaran dengan suara itu maka, kuhampiri sumber suara itu dan berakhir di gudang penyimpanan yang dimana suara semakin keras. Aku pun terus memeriksa ruangan itu dan tidak ada satu pun barang yang menjadi sumber suara sampai aku sadar bahwa suara itu berasal dari lantai.

Meski sudah mengetahui itu, aku tidak tahu bagaimana cara membukanya? Maka dari itu, aku mengambil lingis dan membongkar lantai gudang penyimpanan yang dimana setelah lantai terbongkar sebuah pintu besi yang berbentuk seperti berangkas dengan tuas memutar. Selain itu, ada alat pendeteksi sidik jari. Aku pun berusaha menarik tuas namun tidak membuahkan hasil.

Mungkin satu-satunya cara harus mengunakan sidik jari. Tidak ada salahnya mencoba.

Lalu, aku menempelkan ibu jari tangan kananku kedalam alat deteksi. Lalu, tiba-tiba sebuah laser hijau memeriksa jariku dan tidak lama, ada suara wanita yang memberitahu.

“Akses. Diterima!”

Sesaat suara itu muncul, tuas bulat itu pun bergerak dengan sendirinya dan pintu besi berbentuk kotak juga terbuka.

“Ini tanda, aku beruntung atau sial!” gumamku sendiri.

Seusai mengatakan itu, aku pun juga terpikir ada kemungkinan pemilik sebelumnya menaruh harta disini. Maka tanpa pikir panjang lagi, aku masuk kedalam dan menuruni tangga yang menempel di dinding. Setibanya dibawah, aku hanya melihat ruangan kecil yang tidak berisikan apapun hanya ada pintu lagi. Lampu diruangan itu pun hanya mengunakan lampu sorong.

Aku yang sudah terlanjur ingin tahu ruangan rahasia ini maka, aku pun membuka pintu namun sebelum terbuka sebuah laser hijau lagi-lagi muncul dan kali ini memeriksa kornea ku.

“Akses. Diterima!”

Kreng!

Pintu pun terbuka sendiri.

Aku yang melihat itu masuk kedalamnya yang dimana tidak ada ruangan dibalik pintu sangat gelap. Namun, saat pintu tertutup tiba-tiba sebuah cahaya terang menyinariku sampai-sampai sulit untuk melihat.

“Cahaya apa ini?”

Meski cahaya itu sangat menyilaukan tapi itu tidak lama dan cahaya itu berlahan memudar. Menyadari itu, aku pun membuka matanya dan terkejut saat melihat aku sedang berada di sebuah ruangan serba putih baik dinding atau pun lantai yang sangat luas.

“Dimana aku?”

“Selamat datang datang di Dungeon Chamber Of Secret, Sang Pewaris! Kami telah menunggu ada,” suara wanita yang sebelumnya ada di pintu kini bergema di seluruh ruangan.

“Aa, apa-apa ini?”

Dan, Itulah saat pertama kali menemukan sebuah ruangan misterius didalam rumahku.

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

mnyimak, msih bnyak typo thor

2025-04-03

0

Mamat Stone

Mamat Stone

Ok

2024-10-24

0

nasrul

nasrul

lanjut thoor

2023-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Season 1: Chapter 01. Saga Indraguna
2 Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?
3 Chapter 03. The Chamber Of Secret
4 Chapter 04. Hari pertama kerja bagian pertama.
5 Chapter 05. Hari pertama kerja bagian kedua.
6 Chapter 06. Kue dan Smartphone.
7 Chapter 07. Bekerja Hari kedua.
8 Chapter 08. Boim dan Jaka
9 Chapter 09. Penyusup pertama
10 Chapter 10. Lari Pagi
11 Chapter 11. Renovasi Rumah
12 Chapter 12. Diary Liliana Indraguna.
13 Chapter 13. Berbelanja dihari Minggu.
14 Chapter 14. Klub Malam
15 Chapter 15. Kode Reedem
16 Chapter 16. Ruang Kekayaan Warisan Keluarga
17 Chapter 17. Belajar
18 Chapter 18. Rizal
19 Chapter 19. Jetset Party.
20 Chapter 20. Mengantar Pulang Rachel
21 Chapter 21. Mengantar Tanya Pulang
22 Chapter 22. Hari Minggu bersama teman
23 Chapter 23. Kepercayaan dan Chamber yang baru.
24 Chapter 24. Kerja Sama
25 Chapter 25. Makan bersama
26 Chapter 26.Terjebaknya Boim, Sang Cheater.
27 Chapter 27. The Watcher System: Sang Peramal, Oracle.
28 Chapter 28. Agitta Grindwald dan Proposalnya.
29 Chapter 29. Uang yang bergerak
30 Chapter 30. Laporan pagi Rizal.
31 Chapter 31. Pemilik Apartement sengketa
32 Chapter 32. Cahya Candrawinata dan Tim Army Sunshine
33 Chapter 33. Pekerjaan Tim Army Sunshine.
34 Chapter 34. Kedatangan anak-anak Kerajaan dan Agitta kembali.
35 Chapter 35. Air mancur dan Mulanya Ketenaran.
36 Chapter 36. Media Massa
37 Chapter 37. Pernyataan rasa Saga
38 Chapter 38. Mekanik no.47
39 Chapter 39. Weekend bersama Tanya dan Jackpot!
40 Chapter 40. Ruang Rahasia Mirage Group.
41 Chapter 41. Dilema
42 Chapter 42. Reuni
43 Chapter 43. Money power in Black
44 Chapter 44. Ini tidak bisa mengantikan mu
45 Chapter 45. Menjemput Rachel
46 Chapter 46. Sambutan yang menyakitkan
47 Chapter 47. Strategi Mata-mata
48 Chapter 48. Blood Night
49 Chapter 49. Fried Chicken
50 Chapter 50. Presedir Saga dan Kartu Tanya
51 Chapter 51.Pemanggilan Roh
52 Chapter 52. Kegiatan Tiga Pahlawan dan Berkunjung ke Rumah Tanya
53 Chapter 53. Raya in Chamber
54 Chapter 54. Dilema Rachel
55 Chapter 55. Road to Malang
56 Chapter 56. Keributan di Panti Asuhan Mentari.
57 Chapter 57. Permintaan Tanya
58 Chapter 58. In Malang
59 Chapter 59. Tragedi Jaka
60 Chapter 60. Revenge
61 Chapter 61. Percobaan bersama Galileo
62 Chapter 62. Pengobatan Alternatif
63 Chapter 63. Kedatangan Rachel
64 Chapter 64. Rachel dan Tanya
65 Chapter 65. Kedatangan Raja Alexander Grindwald.
66 Chapter 66. Info dari Paman Cahya Candrawinata.
67 Chapter 67. Perubahan yang curang
68 Chapter 68. Negosiasi dan Pelayan Tak terduga.
69 Chapter 69. Solution for Ayu
70 Chapter 70. Taktik Rachel dan Senja
71 Chapter 71. Janji Temu Senja
72 Chapter 72. Niken Prima
73 Chapter 73. Working Black Sparrow
74 Chapter 74. False Proposal
75 Chapter 75. Suprise Performance
76 Chapter 76. Pria, Si Sahabat dan Wanita Cantik
77 Chapter 77. Human Chess part I
78 Chapter 78. Human Chess Part II (end)
79 Chapter 79. Restoration
80 Chapter 80. Playboy Billionaire
81 Chapter 81. Sleepless Pil dan Memilih salah satu
82 Chapter 82. Stay out In Tanya (21+)
83 Chapter 83. Perkembangan Chamber
84 Chapter 84. Invansi Kerajaan Baharuth
85 Chapter 85. Lamaran Raja Grindwald (Revised)
86 Chapter 86. Peringatan dari Sofia dan Jonathan (Revised).
87 Chapter 87. Kebaikan Tanya (Revised).
88 Chapter 88. The Heritage Wu (Revised)
89 Chapter 89. Perundingan Heritage (Revised).
90 Chapter 90. Menara Imperium dan Wanita merah (Revised).
91 Chapter 91. Cincin Aneh dan Senja (Revised)
92 Chapter 92. Program kerja dalam seminggu & kerja lembur Senja (21+) (Revised)
93 Chapter 93. Rachel Feel & Raya Kredit (Revised)
94 Chapter 94. Raya Special Edition part I (Revised)
95 Chapter 95. Raya Special Edition part II. (Revised)
96 Chapter 96. Raya Special Edition part III. (Revised)
97 Chapter 97. Raya Special Edition part IV (End) (Revised)
98 Chapter 98. Permintaan Rachel (Revised)
99 Season 2: Chapter 99. Make out With Rachel (21+) & Sarapan bersama
100 Chapter 100. Goblin In The Chamber (Revised).
101 Chapter 101. Tanya in the Chamber.
102 Chapter 102. Pernikahan Merah Part I
103 Chapter 103. Pernikahan Merah part II
104 Chapter 104. Pernikahan merah Part III (End)
105 Chapter 105. End Of Beginning. (Selesai) ( Revised )
106 Ucapan terimakasih.
107 Promo Novel: Extraordinary system.
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Season 1: Chapter 01. Saga Indraguna
2
Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?
3
Chapter 03. The Chamber Of Secret
4
Chapter 04. Hari pertama kerja bagian pertama.
5
Chapter 05. Hari pertama kerja bagian kedua.
6
Chapter 06. Kue dan Smartphone.
7
Chapter 07. Bekerja Hari kedua.
8
Chapter 08. Boim dan Jaka
9
Chapter 09. Penyusup pertama
10
Chapter 10. Lari Pagi
11
Chapter 11. Renovasi Rumah
12
Chapter 12. Diary Liliana Indraguna.
13
Chapter 13. Berbelanja dihari Minggu.
14
Chapter 14. Klub Malam
15
Chapter 15. Kode Reedem
16
Chapter 16. Ruang Kekayaan Warisan Keluarga
17
Chapter 17. Belajar
18
Chapter 18. Rizal
19
Chapter 19. Jetset Party.
20
Chapter 20. Mengantar Pulang Rachel
21
Chapter 21. Mengantar Tanya Pulang
22
Chapter 22. Hari Minggu bersama teman
23
Chapter 23. Kepercayaan dan Chamber yang baru.
24
Chapter 24. Kerja Sama
25
Chapter 25. Makan bersama
26
Chapter 26.Terjebaknya Boim, Sang Cheater.
27
Chapter 27. The Watcher System: Sang Peramal, Oracle.
28
Chapter 28. Agitta Grindwald dan Proposalnya.
29
Chapter 29. Uang yang bergerak
30
Chapter 30. Laporan pagi Rizal.
31
Chapter 31. Pemilik Apartement sengketa
32
Chapter 32. Cahya Candrawinata dan Tim Army Sunshine
33
Chapter 33. Pekerjaan Tim Army Sunshine.
34
Chapter 34. Kedatangan anak-anak Kerajaan dan Agitta kembali.
35
Chapter 35. Air mancur dan Mulanya Ketenaran.
36
Chapter 36. Media Massa
37
Chapter 37. Pernyataan rasa Saga
38
Chapter 38. Mekanik no.47
39
Chapter 39. Weekend bersama Tanya dan Jackpot!
40
Chapter 40. Ruang Rahasia Mirage Group.
41
Chapter 41. Dilema
42
Chapter 42. Reuni
43
Chapter 43. Money power in Black
44
Chapter 44. Ini tidak bisa mengantikan mu
45
Chapter 45. Menjemput Rachel
46
Chapter 46. Sambutan yang menyakitkan
47
Chapter 47. Strategi Mata-mata
48
Chapter 48. Blood Night
49
Chapter 49. Fried Chicken
50
Chapter 50. Presedir Saga dan Kartu Tanya
51
Chapter 51.Pemanggilan Roh
52
Chapter 52. Kegiatan Tiga Pahlawan dan Berkunjung ke Rumah Tanya
53
Chapter 53. Raya in Chamber
54
Chapter 54. Dilema Rachel
55
Chapter 55. Road to Malang
56
Chapter 56. Keributan di Panti Asuhan Mentari.
57
Chapter 57. Permintaan Tanya
58
Chapter 58. In Malang
59
Chapter 59. Tragedi Jaka
60
Chapter 60. Revenge
61
Chapter 61. Percobaan bersama Galileo
62
Chapter 62. Pengobatan Alternatif
63
Chapter 63. Kedatangan Rachel
64
Chapter 64. Rachel dan Tanya
65
Chapter 65. Kedatangan Raja Alexander Grindwald.
66
Chapter 66. Info dari Paman Cahya Candrawinata.
67
Chapter 67. Perubahan yang curang
68
Chapter 68. Negosiasi dan Pelayan Tak terduga.
69
Chapter 69. Solution for Ayu
70
Chapter 70. Taktik Rachel dan Senja
71
Chapter 71. Janji Temu Senja
72
Chapter 72. Niken Prima
73
Chapter 73. Working Black Sparrow
74
Chapter 74. False Proposal
75
Chapter 75. Suprise Performance
76
Chapter 76. Pria, Si Sahabat dan Wanita Cantik
77
Chapter 77. Human Chess part I
78
Chapter 78. Human Chess Part II (end)
79
Chapter 79. Restoration
80
Chapter 80. Playboy Billionaire
81
Chapter 81. Sleepless Pil dan Memilih salah satu
82
Chapter 82. Stay out In Tanya (21+)
83
Chapter 83. Perkembangan Chamber
84
Chapter 84. Invansi Kerajaan Baharuth
85
Chapter 85. Lamaran Raja Grindwald (Revised)
86
Chapter 86. Peringatan dari Sofia dan Jonathan (Revised).
87
Chapter 87. Kebaikan Tanya (Revised).
88
Chapter 88. The Heritage Wu (Revised)
89
Chapter 89. Perundingan Heritage (Revised).
90
Chapter 90. Menara Imperium dan Wanita merah (Revised).
91
Chapter 91. Cincin Aneh dan Senja (Revised)
92
Chapter 92. Program kerja dalam seminggu & kerja lembur Senja (21+) (Revised)
93
Chapter 93. Rachel Feel & Raya Kredit (Revised)
94
Chapter 94. Raya Special Edition part I (Revised)
95
Chapter 95. Raya Special Edition part II. (Revised)
96
Chapter 96. Raya Special Edition part III. (Revised)
97
Chapter 97. Raya Special Edition part IV (End) (Revised)
98
Chapter 98. Permintaan Rachel (Revised)
99
Season 2: Chapter 99. Make out With Rachel (21+) & Sarapan bersama
100
Chapter 100. Goblin In The Chamber (Revised).
101
Chapter 101. Tanya in the Chamber.
102
Chapter 102. Pernikahan Merah Part I
103
Chapter 103. Pernikahan Merah part II
104
Chapter 104. Pernikahan merah Part III (End)
105
Chapter 105. End Of Beginning. (Selesai) ( Revised )
106
Ucapan terimakasih.
107
Promo Novel: Extraordinary system.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!