Delia menyenderkan tubuhnya di sebuah sofa di ruangannya kerjanya sambil memijat keningnya dan juga kepalanya yang terasa sakit.
" Apa aku hamil ya ? " Dirinya mencoba mengingat-ingat kejadian yang terjadi padanya.
" Duh...bodoh banget sih kamu Delia, pakai hamil segala lagi anak dia. " Delia terus merutuki kebodohannya.
Tok...tok...
Terdengar suara ketukan pintu ruangannya, membuyarkan lamunannya...
" Masuk ! " Teriak Delia dari dalam ruangannya.
Asisten pribadi nya masuk menghampiri dirinya dan memberi tahu jika Reynaldi berada di bawah dan ingin bertemu dengannya...
" Kamu bawa saja ke ruangan ku, aku sedang kurang sehat untuk menyambutnya. " Ucap Delia yang saat itu memang sedang mengalami morning sickness.
\=\=\=\=\=
Tok...tok...
" Permisi Nyonya Delia ! " Ucap Asisten pribadinya, membuka pintu ruangan Delia.
Delia berjalan menghampiri Tuan Reynaldi dan mempersilahkan duduk di sebuah sofa di ruangan tersebut.
Kini mereka hanya berdua di ruangan itu, sang asisten pergi meninggalkan nya.
" Nyonya Delia apa anda sakit ? Wajah Anda terlihat sangat pucat sekali ? " Tanya Reynaldi.
" Tidak, saat ini aku sedang hamil. "
Deg...
Jantung Rey seperti terhenti, entah mengapa dirinya begitu terkejut mendengarnya. Meskipun dirinya menyadari Delia telah memiliki suami, wajah jika hal itu terjadi. Namun dirinya masih mengingat perlakuan Daren saat peresmian butik kepada Delia, bahkan Reynaldi mengetahuinya jika Delia di madu.
" Mengapa bisa hamil ? " Tiba-tiba saja kata itu terlontar dari bibir Reynaldi.
" Maksud anda ? Apa maksud anda bicara seperti itu ? " Ucap Delia mencoba menyelidik, Delia menatap ke arah Reynaldi.
" Jujur... setelah kejadian yang terjadi pada mu saat acara peresmian butik, aku sangat berharap kamu bercerai dengannya. Dan aku akan melamar mu. Tapi sekarang kamu malah sedang hamil. Ku mohon Delia, menikahlah dengan ku dan aku akan menjadi ayah untuk anak mu ! Aku sangat mencintaimu, meskipun mungkin ini terlalu singkat buat kita ! " Rey meraih tangan Delia, dan kini netra mereka saling menatap.
" Maaf Tuan Reynaldi yang terhormat, saya tidak bisa ! Meskipun saya akan merahasiakan kehamilan saya dari suami saya, saya tidak bisa menerima anda begitu saja tanpa cinta. Cukup pengalaman saya saja yang menikah tanpa cinta dengan suami saya ! " Delia melepaskan genggaman tangan Rey dan bangkit dari tempat duduknya yang awalnya bersebelahan dengan Reynaldi.
" Seiring nya jalan, aku akan membuktikan keseriusan ku padamu. Bahwa aku serius, tidak main-main. "
" Nyonya...Nyonya. " Suara keributan terdengar di luar ruangan, asisten Maulin berteriak memanggil namanya dari luar. Daren merasa kesal mendapatkan penolakan untuk langsung menemui Delia, karna tak sepantasnya Delia melakukan itu pada suaminya.
Delia berjalan menuju pintu ruangannya, dan membuka pintu ruangan itu.
" Ada apa kamu ke sini ? " Tanya Delia ketus.
" Apa pantas seorang istri berkata seperti itu pada suaminya ? Wah...wah... ternyata sedang ada pahlawan kesiangan mu ? " Daren terlihat sangat marah, matanya menatap tajam ke arah Reynaldi.
" Jadi ini kerjaan mu di belakang ku ? Berselingkuh dengan pria lain ? Ku pastikan kau tak akan pernah bisa terlepas dari ku ! Aku akan membuat mu menderita ! " Daren menunjukkan jari telunjuknya ke arah wajah Delia, dan terlihat jelas Daren sangat marah melihat Delia berduaan di ruangan.
" Tutup mulutmu, aku tak serendah itu ! Jika kehadiran anda hanya membuat keributan, lebih baik sekarang anda keluar dari ruangan saya ! " Teriak Delia.
" Wah...wah...istri ku sudah berani melawan ya ? Bahkan berani-beraninya mengusir ku karna ingin bermesraan dengan selingkuhannya. Apa kau tak ingat siapa dirimu dulu sebelum menikah dengan ku ? Kau hanya wanita sampah yang tak ada gunanya ! " Daren terus menghina Delia membuat Delia tersulut emosi mendengar nya.
" Jika aku hanya wanita sampah bagi anda dan tak ada harganya, saya minta anda ceraikan saya ! Bukankah di perjanjian kontrak kita, saya boleh meminta bercerai sebelum dua tahun ? Dan saat ini saya meminta anda mewujudkannya ! "
" Hahahaha...ternyata istri ku sudah berani melawan ! " Bukannya menyetujui justru Daren tertawa keras mendengar ucapan Delia.
" Cukup ! Bukankah tawaran saya cukup menggiurkan. Anda bisa menjadikan istri kedua anda menjadi istri satu-satunya anda ! Dan anda bisa jadikan alasan, saya sulit hamil hingga akhirnya anda bebas menceraikan saya ! "
" Seperti nya kalian ingin segera bersatu ? Tapi sayangnya semua itu hanya mimpi untuk kalian, karna aku akan membuat menggantung pernikahan ini. Aku tak akan cepat menceraikan mu ! "
Delia sudah mengepalkan tangannya, rasanya ingin sekali dirinya menampar wajah pria yang masih menjadi suaminya.
" Lepaskan Delia ! Aku akan menikahkan nya ! Aku akan buat dia bahagia, tidak seperti dirimu pria breng***. Tak mencintai, namun tetap di garap ! " Ucap Reynaldi tiba-tiba. Awalnya dirinya masih membungkam dan hanya memperhatikan pasangan suami istri yang bertengkar, namun mendengar ucapan Daren dirinya menjadi geram.
Bug...Bug...
Daren memukul wajah Reynaldi, entah mengapa dirinya merasa terhina. Reynaldi membalasnya. Dan kini mereka baku hantam, hingga akhirnya Delia melerainya.
Daren memilih pergi meninggalkan ruangan Delia..
" Hiks...hiks...kenapa kamu melakukan hal itu ? "
Reynaldi ingin memeluk Delia, namun Delia menepisnya dan justru memilih duduk di kursi kebesarannya. Mendengar ucapan Daren, hati Reynaldi terasa geram dan panas. Dia tidak terima wanita yang dia cintai mendapatkan perlakuan seperti itu.
" Maaf aku emosi. Aku tidak terima kamu di rendahkan seperti itu ! Kamu layak mendapatkan kebahagiaan ! Aku siap menjadi ayah untuk anak mu. Ku mohon Delia, tinggalkan suami mu. Dia bukan pria baik untuk mu, aku yakin dirinya tak akan menerima anak yang kamu kandung ! Dia pasti mengira anak itu anak ku, please jangan sakiti terus hati mu ! " Ucap Reynaldi memohon.
" Maaf...aku minta kamu pergi dulu dari sini ! Aku ingin menenangkan diri dulu, kepala ku terasa sangat sakit ! " Dan akhirnya Reynaldi pergi meninggalkan Delia, menuruti permintaan nya. Reynaldi mengerti jika Delia perlu berpikir.
" Breng***, sia***. Di saat aku mulai membuka hati ku untuk nya, justru dirinya lah yang selingkuh. Bahkan dirinya meminta bercerai dari ku. Dasar wanita ja**** ! Aaaaakkk..." Teriak Daren geram.
Cinta bertepuk sebelah tangan mungkin yang dia rasa saat ini. Di saat hatinya sudah terukir nama Delia, justru Delia minta bercerai dengan nya.
" Wanita semua saja, mudah berubah ! Tasya begitu, sekarang Delia juga ikut berulah...." Daren terus merutuki, hatinya merasa kesal dan cemburu melihat kedekatan Delia dengan Reynaldi. Bahkan Reynaldi melamar Delia di depannya.
" Udah Tasya juga sibuk terus, dirinya sering kali meninggalkan ku ! Aaaahhh....tak ada gunanya punya istri dua, mereka sibuk dengan dunianya sendiri ! " Umpat Daren.
\=\=\=\=\=\=
" Sayang...maafin mama jika kamu tak mendapatkan kasih sayang dari ayah mu ! Mama terpaksa merahasiakan mu dari ayah mu ! Terus lah berkembang sehat di perut mama, mama sangat menyayangi mu. Hanya kamu milik mama di dunia ini ! " Delia mengelus perutnya yang masih terlihat rata dan mencoba bicara pada janin yang ada di dalam kandungan nya.
Jangan malas untuk bersedekah untuk Author ya. Berikan like, vote, comment untuk penyemangat Author 🙏🙏🤗😍😘😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
GOD BLESS
memang delia itu rendahan kok, sdh disakiti masi mau aj. ga seru ceritanya. kpn bertekuk lutut si daren klo delianya rendahan😠😠
2022-09-22
0
Noni Kartika Wati
ih jengkel bacanya Thor kenapa hamil udah tau dia disia" 🤦
2022-09-14
0
Kod Driyah
lanjut
2022-04-20
0