" Mas...bangun ! " Delia mengguncang tubuh suaminya untuk membangunkan.
" Eeehhhhmmm..."
" Nanti kita terlambat loh mas...! "
Daren perlahan membuka matanya, dan kini matanya tak berkedip melihat wajah cantik istrinya.
" Ternyata menyenangkan juga punya istri dua. Yang satu kerja, bisa di temani yang satu..." Daren terkekeh.
" Ih...ko malah melamun sih ! Cepetan mandi, pakaiannya udah aku siapin ! Aku tunggu di bawah ya ! " Ucap Delia.
" Kamu jangan ke mana - mana ! Tunggu aku di sini ! " Ucap Daren lembut.
Daren berjalan ke kamar mandi, sedang Delia masih diam terpaku.
" Kesurupan setan apa ya ? Ko orang bengis gitu, berubah lembut ? " Umpat Delia dalam hati.
Hanya dengan waktu 10 menit, Daren sudah selesai mandi. Dan keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang menampilkan roti sobeknya.
Delia menahan Saliva nya saat memandang suaminya.
" Kagum ya sama bentuk tubuh ku yang keren ini ? Apa jangan-jangan kamu pengen lagi mengulangi yang tadi malam ? " Daren mengedipkan mata genitnya.
" Delia...bodoh banget sih kamu melakukan itu. Kamu ga boleh suka sama pria jahat itu ! " Delia menggerutu dalam hati.
" Pakaikan aku dasi donk ! " Ucap Daren manja.
" Ya Tuhan ini orang kenapa tiba-tiba baik begini, padahal kemarin-kemarin jahat banget. Apalagi tadi malam mulutnya pedes bener, ga ngerasa ya udah nyakitin selama ini. " Umpat Delia dalam hati.
Daren menatap lekat wajah istri nya. Entah ada perasaan yang berbeda yang dia rasa. Saat pertama kali membuka mata, hatinya terasa damai bila di dekat Delia.
Ini hal pertama kali dirinya merasakan dan melakukan hal ini. Bersikap lembut dan menganggap Delia adalah istrinya yang boleh menyentuh dan mengurus segala keperluan nya. Tak seperti kemarin-kemarin. Jangankan untuk menyentuhnya, Daren tak membolehkan Delia untuk tidur bersama nya.
" Selesai...Ayo kita makan ! " Ucap Delia, dan Daren mengikutinya.
Kini mereka makan bersama sebelum berangkat. Bi Yati yang melihat Tuan dan Nyonya akur merasa senang. Karna akhirnya Tuannya membuka dirinya untuk Delia.
Delia memilih bersikap cuek pada Daren. Dia takut jika semua ini hanya modus saja, dan sedang merencanakan sesuatu. Delia memilih tetap waspada. Karna bagi Delia yang di lakukan Daren sangat aneh. Tiba - tiba saja tak ada angin maupun hujan, dirinya berubah 360 derajat.
Daren menggenggam erat tangan Delia dengan mesra. Bahkan selama di pesawat, Daren terus bersikap menyenangkan. Namun hal itu justru membuat Delia risih.
" Tuan...ini tempat kalian menginap ! " Ucap supir kantornya.
" Berhubung kita suami istri, jadi selama di sini kita tidur dalam kamar dan ranjang yang sama. " Ucap Daren, dan mau tak mau Delia harus menurutinya.
Jujur perubahan Daren justru membuat Delia merasa was-was, karna dirinya merasa takut jika harus terus menerus melayani nafsu Daren. Delia takut jika dirinya hamil, memiliki anak tapi kedua orangtuanya tak saling cinta.
" Selama di sini, kamu harus selalu mendampingi aku ! "
Dan lagi - lagi mau tak mau Delia harus mengikuti kemauan suami nya.
Daren menggenggam erat sang istri dan selalu menyertakan Delia di semua pertemuan. Bukan hanya karna Delia sekertaris nya, namun karna publik sudah mengetahui Delia adalah istrinya.
" Ah...kenapa justru aku jadi malas dekat - dekat dengan singa ini. Apa kamu sudah amnesia tak ingat perlakuan mu dulu padaku ? " Umpat Delia.
" Cantik juga ternyata istri pertama ku. " Gumam Daren dalam hati namun mata nya masih menatap ke arah sang istri membuat Delia salah tingkah.
" Kenapa dia menatap ku seperti ini ? Aku tak boleh lemah, aku harus melawan ! Malam ini jika dirinya menyentuh ku lagi, aku akan meminta resign di perusahaan nya. Aku tak boleh terbuai dengan kebaikannya, nanti aku juga yang akan merasa sakit ! "
Kini mereka sudah berada di kamar yang sama. Dan dengan santai nya Daren melepas pakaian begitu saja tanpa malu.
Kring...kring...
Daren berjalan ke nakas mengambil ponselnya..
" Dia pikir ini lagi fashion show, serasa model pakaian dalam saja. " Umpat Delia. Dan memilih untuk meninggalkan suaminya ke kamar mandi.
" Lebih baik aku berendam saja, menenangkan pikiran ini. "
Daren mendudukkan bokong nya di sofa untuk mengobrol dengan istri kedua nya di panggil telepon.
" Hai...sayang. Gimana kegiatan mu hari ini ? " Tanya Tasya pada suaminya.
" Ya...tentunya. Lantas bagaimana dengan mu ? Seperti nya kau sudah melupakan suami mu ini ? " Ucap Daren kesal.
" Marah ni ceritanya....Kamu kan tau aku sedang sibuk bekerja sayang...Dan aku bekerja pada orang lain, bukan seperti mu. " Tasya mencoba meredakan mode ngambek suaminya.
" Ya sudah berhenti saja. Toh bukankah selama ini aku sudah mencukupi semuanya kebutuhan mu. Jadi lebih baik kamu bahagiakan aku saja. " Ucap Daren ketus.
" Bukankah aku sudah selalu bilang, Modelling ini cita - cita ku sebelum kita menikah. Jika tau kamu akan seperti ini, lebih baik aku tak usah menikah saja dengan mu ! Lagian kamu kan punya istri lain, kamu nikmati saja bersama dia ! Aku membebaskan mu bersama nya, saat aku tak ada. Ingatlah dia juga istri mu, kau harus berbuat adil ! "
Dan lagi-lagi Daren hanya bisa menghela nafas panjang karna selalu harus mengalah apa yang di inginkan istri kedua nya. Namun dirinya menjadi kesal, karna saat mereka berpacaran justru Tasya yang selalu meminta dirinya menikahi dirinya, dan selalu ingin dekat dengannya.
" Ngapain ni orang lama banget di kamar mandi, tidur kali ya ? Benar juga kata Tasya lebih baik aku puaskan bersama Delia. Bukankan aku harus berbuat adil ? "
Daren mengetuk pintu kamar mandi cukup keras memanggil- manggil nama Delia, hingga akhirnya Delia terpaksa membukakan nya.
Daren langsung mendorong pintu kamar mandi, memberi jalan dirinya bisa masuk ke dalam.
" Mas...kamu mau apa ke sini ? Aku belum selesai. Aku pakai baju dulu ! " Ucap Delia yang kini mengumpat di belakang pintu.
Bukannya keluar, justru Daren malah bertambah mendekat. Membuat jantung Delia berdegup kencang, dan wajah nya berubah pucat.
" Tenang sayang...aku tak akan menyakitimu. Justru aku akan memuaskan mu. " Rayu Daren mengelus rambut Delia membuat tubuh Delia gemetar ketakutan.
" Rileks sayang...nikmati ! Aku yakin kau juga menginginkan nya bukan ? " Ucap Daren yang hasratnya sudah meluap melihat penampakan tubuh sexy sang istri.
Daren sudah menyadari jika istri pertamanya memiliki tubuh yang sexy dan wajah yang cantik. Selama ini mata dan hatinya sudah tertutup cinta buta dari Tasya.
Daren semakin mendekat, memberikan sentuhan - sentuhan lembut. Mencumbu istrinya dengan mesra.
" Sayang...aku menginginkan nya lagi. " Ucap Daren yang sudah tak tahan lagi.
Daren menggendong tubuh Delia ke dalam bathtub, dan melepaskan pakaian dalam nya memperlihatkan miliknya yang siap menerkam.
" Aaahhh..."
Daren memacu menaik turunkan pinggulnya dan meremas dua bukit kembar milik istrinya. Membuat tubuh Delia berguncang hebat. Menikmati permainan suaminya.
" Sayang...milik mu nikmat sekali, bahkan lebih nikmat dari milik Tasya. "
Jeder....
Seperti di sambar petir, bisa - bisa nya saat bersamanya. Bercinta dengannya. Suaminya malah membandingkan dirinya dengan wanita lain, terlebih wanita itu adalah madunya.
Rasa nikmat yang ada berubah menjadi rasa sakit yang di rasa.
" Terima kasih sayang...! " Daren mengecup kening istri nya lembut, membuat Delia justru meneteskan air mata.
Dan dengan cueknya Daren memilih langsung mengguyurkan tubuhnya di bawah shower dan pergi meninggalkan Delia begitu saja.
" Keputusan ku sudah bulat ! Aku akan melawan ! Bukankah dirinya dulu menginginkan aku berhenti bekerja. Dan bukankah dirinya yang bilang tak akan Sudi menyentuhku ? "
Delia keluar kamar mandi dan sudah memakai pakaian lengkap, sedangkan Daren sedang duduk di sofa asyik memainkan ponselnya.
" Ada yang ingin aku bicarakan pada mas ! " Ucap Delia membuka keheningan.
" Katakan saja apa yang kau inginkan ! " Sahut Daren tanpa menoleh sedikit pun ke arah istrinya, dirinya tetap sibuk dengan ponselnya.
" Aku mau resign dari perusahaan mu, mas ! Aku sudah putuskan untuk menjalankan apa yang kau mau. Berhenti bekerja. Aku akan membuka sebuah butik, seperti yang pernah aku bicarakan dulu. Dan aku juga ingin mas jangan me..menyentuhku lagi ! " Ucap Delia dengan sedikit takut.
Pandangan Daren kini beralih ke arah Delia, dan menatap nya tajam.
" Sombong sekali kamu ? Berani - berani nya berkata itu pada ku. Apa kau pikir, kau wanita yang sangat hebat ? " Ucap Daren sombong.
" Aku ini juga punya harga diri mas. Meskipun mas saat ini suamiku. Kita ini menikah hanya karna perjodohan, dan kita hanya menjalankan nikah Kontrak. Aku tak menginginkan seorang anak di dalam pernikahan kita ! Cukup istri kedua mu saja yang memberikan keturunan, karna aku tak Sudi memiliki seorang anak dari pria yang tak mencintai ku. " Ucapan Delia Sangat menusuk ke relung hati Daren.
" Padahal selama ini aku hanya menjalankan kewajiban ku kepada mu sebagai suami sesuai keinginan Tasya, berbuat adil kepada mu. Tapi jika ini keputusan mu, aku tak masalah. Karna memang benar kata mu. Aku tak mencintai mu, hanya Tasya yang aku cinta sampai kapan pun. Dan mulai detik ini, kamu aku pecat jadi sekertaris ku, aku akan mentransfer sejumlah uang yang kamu butuhkan untuk membayar kehormatan mu yang sudah ku ambil ! Dan jangan meminta pertanggungjawaban padaku jika kau hamil, karna aku akan menganggap mu tadi dan kemarin aku hanya bermain dengan seorang ja**** ! " Ujar Daren membuat hati Delia merasa sangat sakit. Namun dirinya yakin, ini adalah keputusan terbaiknya dalam hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi Murni
kalw aku mau ogah diposisi Delia ni,yg mau nuruti segala meamuan suaminya yg ngk punya hati,msh aja mau luluh dan tertarik
2023-08-26
1
GOD BLESS
sdh hilang perawan mu sdh dibikin budak nafsu baru mau melawan. bodoh x kau delia. bukan jaga baik2 perawan mu😠😠
2022-09-22
0
Sheng
daren setang, jingan❗
2022-07-17
0