" Cepat kamu masukan pakaian yang telah saya pilih ke dalam koper ! Satu Lagi besok saya akan langsung berangkat dari apartemen Tasya, dan kita langsung bertemu di bandara besok ! " Ucap Daren dengan sombong.
Tak ada sepatah kata pun dari bibir Delia. Memilih untuk diam itu mungkin yang lebih baik. Menyibukkan diri menyiapkan segala keperluan Daren itu yang lebih baik.
" Rasa nya sudah cukup keperluan yang saya butuhkan. Toh mungkin kita hanya 1 atau 2 malam saja di sana, saya tak mungkin meninggalkan Tasya terlalu lama sendiri. Sini kopernya ! Ayo kamu ikut saya ke luar. " Ujar Daren sambil meraih koper yang ada bersama Delia.
Mereka keluar bersama. Daren langsung mengunci pintu kamarnya. Dirinya tak pernah membiarkan Delia untuk masuk ke dalam kamarnya selama dirinya tak ada.
Daren menuruni anak tangga lebih dulu, sedangkan Delia hanya mengekor di belakang Daren.
Daren pergi meninggalkan rumahnya bersama Delia begitu saja tanpa berpamitan dengan istrinya.
Dan kini mobil nya telah sampai di apartemen milik Tasya. Dan ternyata Tasya sedang tak berada di sana.
" Honey...kamu di mana ? Mengapa apartemen ini gelap sekali, di mana Tasya ya ? " Gumam Daren.
Daren memilih menghubungi sang istri...
" Ya Honey..." Ucap Tasya lebih dulu.
" Kamu di mana ? Mengapa apartemen kosong ? " Tanya Daren di panggilan telepon.
" Ya Tuhan maaf Honey aku lupa mengabari mu tadi. Aku sedang ada di luar kota. Tiba - tiba saja aku mendapatkan tawaran untuk model cover majalah dan syuting nya di lakukan di luar kota. Kemungkinan tiga hari aku pergi. Kamu sama Delia aja ya dulu, kasihan juga dia kan istri mu juga. " Ucap Tasya membuat Daren merasa kesal.
Bagaimana tidak, dirinya memilih untuk menemani Tasya di apartemen. Namun orang yang di utamakan justru malah meninggalkan dirinya seorang diri di apartemen. Bahkan Tasya tak izin lebih dulu padanya.
" Akhirnya kita bisa menikmati liburan bersama. " Ucap Tasya sambil mengecup bibir Dion.
" Kekasih ku tega sekali ya sama suaminya. Ku yakin pasti saat ini Daren lagi ngamuk sendirian. Hahahaha...." Dion tertawa keras.
Tasya mengalungkan tangannya di leher Dion. Dan mencumbu pria yang di hadapannya dengan mesra.
" Salah sendiri orang tua nya dulu tak merestui hubungan ku dengannya, sekarang biar dia mereka melihat jika aku akan membalas rasa sakit ku. Membuat anaknya menderita dan bangkrut. Hahahaha...." Tasya pun tertawa lepas.
" Tapi...apa kau mencintainya ? " Tanya Dion menatap lekat kekasihnya.
" Apa kau meragukan cintaku ? Apa anak ini tidak cukup bukti betapa aku mencintaimu...Bahkan saat ini aku memilih meninggalkan dirinya demi kamu..." Sahut Tasya kesal.
" Jangan marah donk ! Aku kan cuma memastikan saja cinta..." Ujar Dion dan langsung melu*** bibir Tasya lembut.
Dion menggendong tubuh Tasya dan membawa nya ke dalam kamar Villa.
" Tasya Kamila...Dion sangat mencintaimu." Ucap Dion sambil membaringkan tubuh Tasya di atas ranjang.
Dion membuka pakaian yang di kenakan oleh nya satu persatu dan membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh kekasihnya.
" Lakukan dengan perlahan, ingat ada anak kita di dalam perutku..." Bisik Tasya di telinga Dion.
Dion mulai mencumbu mesra kekasihnya. Dengan lembut dirinya memberikan sengatan - sengatan listrik di aliran darah Tasya membuat tubuh Tasya bergelinjang merasakan sensasi yang luar biasa dari kekasihnya.
" Ah...Dion..." Teriak Tasya saat lidah Dion bermain di pu**** Tasya sedangkan tangannya meraba area sensitif milik Tasya.
" Ah sayang... sungguh nikmat sekali. " Tasya sudah meracu tak jelas karna menahan gejolak yang ada di dalam tubuhnya.
Lidah Dion kini sudah berada di lubang lembab milik Tasya dan bermain cukup lama. Sungguh hal sensasi yang luar biasa yang dia rasakan.
" Ah sayang...rasa nya aku tak tahan. " Ucap Tasya yang sambil menarik rambut Dion untuk segera membenamkan miliknya.
" Hei... mengapa kau tak sabaran begitu ? Apa Daren tak bisa memberikan kepuasan padamu ? " Namun bukannya menjawab, Tasya langsung mendorong tubuh Dion dan memilih dirinya yang memimpin permainan.
Hasratnya sudah membara di dalam tubuhnya. Hingga dirinya tak kuasa lagi menahan nya.
Sedangkan Daren akhirnya memilih untuk kembali ke rumah Delia. Tubuhnya sudah terasa sangat panas, dirinya membutuhkan pelepasan.
Padahal malam ini dia ingin habis kan berdua dengan Tasya. Daren sengaja pulang secepat mungkin untuk melepas hasrat yang mengalir di dalam tubuhnya. Bahkan Daren sempat meminum obat kuat dan perangsang agar permainannya lebih spektakuler sebelum dirinya meninggalkan Tasya ke malam.
Namun sialnya, Tasya pergi meninggalkan dirinya.
" Ah... sungguh tersiksa aku. Sungguh tega kamu padaku , Tasya. Dari pada aku bisa gila, lebih baik aku memintanya pada Delia. Bukankah sudah sepatutnya aku mendapat kan hak ku sebagai suami. "
Mobil Daren telah sampai di rumahnya bersama Delia.
Mendengar suara mobil Daren membuat Delia merasa bingung.
" Bukankah malam ini dia mau menginap di apartemen Tasya ? Mengapa dia kembali lagi ? " Gumam Delia dalam hati.
" Delia...Delia..." Teriak Daren sejak masuk ke dalam rumah.
Cepat - cepat Delia ke luar. Dia tak ingin suaminya marah.
" Kenapa mas ? " Panggilan baru untuk memanggil Daren.
" Ikut aku ke kamar ! " Tanpa banyak tanya Delia memilih mengikuti kemauan suaminya.
Daren langsung mengunci pintu kamarnya. Dan langsung membuka pakaiannya begitu saja. Tanpa malu dirinya sudah dalam keadaan polos menghampiri Delia yang diam terpaku. Bahkan kini dirinya menutup matanya dengan tangan.
Tubuhnya bergetar hebat, begitu juga dengan jantung nya yang kini berdegup kencang tak karuan. Ini hal pertama kalinya dirinya melihat pria bertelanjang.
" Mengapa kau malu ? Bukankah kau menginginkan nya? Bahkan punya ku sangat besar, pasti kau akan tergila - gila. Lepas, buka matamu ! " Daren menarik paksa tangan Delia. Dan dengan terpaksa dirinya harus melihatnya.
" Puaskan aku malam ini ! Aku akan melakukan kewajiban ku sebagai seorang suami malam ini ! Aku ingin lihat seberapa hebatnya kau bermain di ranjang ? Cepat buka pakaian mu !!! " Ucap Daren dingin.
Daren sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Perlahan Delia membuka pakaian yang di tubuhnya seperti wanita ja**** yang harus memuaskan tamu nya. Bahkan Daren melakukan bukan seperti pasangan suami istri, Dirinya merasa hanya seperti ja**** pemuas ***** nya.
" Bagaimana aku memulai nya ? Berciuman saja aku tak pernah. Ya Tuhan aku ini istrimu, bukan ja**** mu. Mengapa harus melakukan malam pertama kita sebagai suami istri seperti ini ? " Ucap Delia lirih dalam hati.
Daren yang gejolak nya sudah di ujung kepala dan hampir meledak, merasa sangat kesal karna Delia melakukan penuh ragu.
" Apa kau tak pernah memuaskan kekasih mu dulu ? Hingga tak tahu bagaimana cara nya memuaskan suami mu ? " Teriak Daren menggema membuat Delia ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dapur Ibu
bodoh si delia ya 😡
2022-12-09
0
GOD BLESS
delia bodoh lawan saja sidaren tendang tu senjata sekalian biar mampus. jgn pasrah sj mau ditiduri. itu lgi nafsu sj sidaren krn tak bisa melampiaskan pd tasya. 😡😡😡😡
2022-09-22
0
Tulip
marah2 terus daren, pergi aja del biar dia main solo. blm tau daren sekali nyoblos adel buat dia candu krna nyoblos perawan bukan tasya yg sdh dol duluan 🤣🤣🤣🤣
2022-05-16
1