" Silahkan saja kau datang dengan ja**** mu. Namun jika nanti membuat ulah, aku tak akan segan-segan mengusir kalian dari acara ku. " Umpat Delia dalam hati saat mendengar dari Daren bahwa dirinya akan mengajak Tasya di acara peresmian itu.
" Sekarang tinggal kedua mertua ku yang harus aku kasih tau. Lebih baik aku mampir ke rumah mama Mila dulu sebelum pulang. " Gumam Delia dalam hati.
Delia kini sudah sampai di rumah orang tua Daren. Sudah lama dirinya tak mengunjungi ibu mertuanya. Semenjak menikah dengan Daren, Delia sudah menganggap mama Mila dan Papa Agung adalah orang tuanya. Meskipun dirinya sempat kecewa, karna kedua orang tua Daren ternyata menyetujui anaknya melakukan poligami.
" Ya ampun sayang...pa kabar ? Akhirnya kamu main ke sini juga ? Kok hari ini kamu ga kerja ? Bukannya kamu sama Daren habis dari Malang ? " Ucap mama Mila saat pertama kali bertemu Delia. Dirinya langsung memeluk sang menantu, melepas rindu karna terakhir bertemu saat di pernikahan Daren dan Tasya.
" Kabar ku baik ma, tapi aku sekarang sudah tak bekerja di perusahaan Daren. Dan kedatangan aku ke sini, ingin mengundang mama dan papa ke acara peresmian butik aku. Rencananya pelaksanaan nya hari Sabtu. "
" Benarkah kamu sudah resign ? Lantas hubungan kalian gimana ? Kapan mama mendapatkan cucu dari kamu ? Berusahalah Delia agar dirimu hamil, agar Daren tak akan pernah meninggalkan dirimu ! "
" Iya aku memutuskan untuk resign dan melanjutkan hidupku sendiri. "
" Maksud kamu apa ? Mama Mohon jangan tinggalkan Daren apa pun yang terjadi, mama sangat yakin hubungan Daren dengan Tasya tak akan lama. Maafkan mama yang terpaksa merestui hubungan mereka, namun di lubuk hati mama yang paling dalam hanya kamu yang mama anggap sebagai menantu mama. " Ucap Mama Mila memelas.
" Maafkan aku mah ! Aku tak tau sampai kapan aku bisa mempertahankan pernikahan ini. " Sahut Delia membuat mama Mila lemas.
Sejak awal bertemu dengan Delia, mama Mila sudah sangat berharap banyak. Dan dia juga berharap Daren bisa menerima Delia dan melupakan kekasihnya Tasya. Namun semua Rencananya gagal, ternyata bukan Delia yang hamil tapi Tasya lah yang hamil.
" Ma, aku permisi dulu ya. Mau mempersiapkan acara peresmian dulu. " Delia berpamitan pulang dan mencium tangan ibu mertuanya.
\=\=\=\=\=
Di Perusahaan Darendra...
" Aku harus beritahu Tasya tentang undangan peresmian butik Delia, agar Tasya segera pulang untuk mendampingi diriku. " Gumam Daren dalam hati.
" Don...cepat kamu cari pengganti Delia ! Yang pasti harus lebih segala nya dari dia ! " Ucap Daren.
" Lagian udah punya istri cantik, baik , pintar, dan ramah malah pilih menikah lagi dengan wanita macam ulat keket gitu. Sekarang kehilangan kan, sombong sih. " Gerutu Doni sang asisten Daren.
" Ya sayang..." Ucap Tasya di panggilan telepon.
" Kenapa sih sekarang kamu sulit untuk melakukan panggilan video dengan aku ? " Ujar Daren merasa kesal dengan sikap Tasya akhir - akhir ini.
" Maaf sayang....situasi di sini rame. Jadi aku tidak bisa video call denganmu. " Ucap Tasya bohong.
" Eemmm...ya sudah. Aku ingin hari Jumat ini kamu pulang ! Karna Sabtu Delia akan meresmikan butik baru nya. " Ucap Daren yang lagi-lagi harus mengerti istri keduanya.
" Baiklah...lusa aku akan pulang. Aku juga sudah merindukan mu..."
\=\=\=\=\=\=
Hari ini hari di mana Delia akan meresmikan butik baru nya...
" Ayolah Del...kamu harus kuat ! Bukankah ini impian mu sejak dulu ? " Delia mencoba menguatkan hati.
Namun dirinya tetap seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan. Seharusnya suaminya mendampingi dirinya untuk acara peresmian butiknya, namun pada hari ini suaminya justru lebih memilih membawa madu nya.
Delia sudah berdandan sangat cantik dan gaun yang di buatkan Reynaldi menambah kesan anggun dirinya. Namun rasa nya tak lengkap kebahagiaan ini tanpa sosok pendamping yang memberi support untuk nya.
Pernikahan nya hanyalah di atas kertas, dan hingga kini dirinya tidak pernah mendapatkan cinta suaminya.
" Selamat ya sayang... akhirnya keinginan mu bisa terwujud. Mama dengar dari Daren, ini keinginan mu sejak dulu. " Ucap Mama Mila yang di balas dengan senyuman dari Delia.
Deg...
Mata Delia memandang ke arah pintu masuk, dan dia temukan suaminya menggandeng mesra madu nya. Kedua pasangan tak tau malu itu menghampiri Mama Mila, Papa Agung, dan juga Delia
" Selamat ya Delia... akhirnya keinginan mu bisa terwujud. Aku turut bahagia...Namun sayang nya untuk yang satu itu keinginan mu tak akan pernah terwujud, mendapatkan cinta suami mu ini. Karna hanya aku yang dia cinta. " Ucap Tasya memperolok.
Semua orang yang berada di sana, menatap mengarah ke Delia dan Tasya. Mereka merasa iba dan mengerutuki perbuatan Tasya ke Delia.
" Jika kau tak bisa sopan di sini ! Lebih baik anda pergi dari sini ! Karna aku tak pernah mengundang anda di sini ! "
" Wah....wah...hebat sekali kamu berani mengusir ku ! Ingatlah, bukankah kamu menginginkan kehadiran suami tercinta mu ? Namun sayangnya dirinya justru mengajak madu mu...." Tasya tertawa senang.
Delia mengepalkan tangannya, jika dirinya tak ingin merusak momen peresmian ini. Mungkin dirinya sudah menampar , meremas, dan mengusir Tasya dengan paksa.
" Tasya...tutup mulut mu ! Kamu harus sadar bagaimanapun Delia itu istri pertama suamimu ! " Ucap Mama Mila geram.
" Ya...memang benar Delia itu istri pertama suamiku, namun sayangnya suami ku sampai saat ini tak pernah mencintainya. " Tasya menertawakan Delia.
Untungnya ada Reynaldi, sang penyelamat...
" Nyonya Delia, bolehkah aku mendampingi dirimu ? " Ucap Reynaldi membuat Daren hati nya terusik.
" Jangan pernah sentuh istriku ! Apa kau tak malu, merayu seorang wanita di depan suaminya ? " Ucap Daren geram.
" Hahaha...apa masih pantaskah anda di sebut seorang suami, jika kehadiran mu di sini justru melukai perasaan Nya ! Membawa wanita lain di acara bahagia sang istri. " Daren langsung melepaskan genggaman tangannya bersama Tasya dan langsung menarik kasar tangan Delia.
" Lepasin ! Mungkin aku dulu lemah, tapi mulai sekarang aku bukanlah yang dulu ! Jika anda tak suka dan merusak suasana acara ini, lebih baik anda pergi dari sini sekarang ! " Delia mencoba melepaskan genggaman tangan Daren.
" Sombong sekali kamu ! Jika bukan karna mama, sudah lama aku ceraikan kamu ! " Ucap Daren.
" Dengarkan Delia, apa yang di katakan suami mu ! Dirinya tak pernah mencintai mu, karna hanya aku yang dia cinta . " Tasya memanasi nya.
" Cukup...apa kalian tak malu harus bertengkar di depan orang yang hadir ? " Ucap Mama Mila menjadi penengah.
" Tuan Daren yang terhormat. Mungkin saya salah telah mengundang anda di acara peresmian ini. Jadi saya minta anda keluar dari sini !!! " Delia mengusir Daren dan juga Tasya.
" Berani sekali kau mengusirku. Apa kau tak sadar dari mana kau mendapatkan uang untuk memiliki butik ini ? Ingat kau itu masih istriku. Kau berdosa melakukan ini padaku. " Ucap Daren kesal karna dirinya di usir oleh Delia, terlebih ada pria lain di hidup istrinya.
Acara akan di mulai, Delia memilih meninggalkan pasangan tak tau diri itu. Dengan anggun Delia berjalan berdampingan dengan Reynaldi, membuat Daren seperti kebakaran jenggot.
Dirinya tak menyadari, jika dirinya sebenarnya sudah memiliki rasa setelah mereka telah melakukan hubungan intim. Namun karna rasa sombong dan cinta buta nya pada Tasya, membuat cinta nya pada Delia tertutup.
Dan akhirnya Daren memilih pergi meninggalkan tempat itu bersama Tasya. Dan kini mereka telah sampai di apartemen miliknya.
" Kamu tidak adil. Delia di berikan butik mewah, mobil, dan juga fasilitas lainnya. " Ucap Tasya dengan mode cemburu.
" Kamu itu ngomong apa sih ? Aku juga memberikan itu karna sebagai kompensasinya dia resign dan tak akan mengganggu hubungan kita. Bukankah aku menuruti keinginan mu ? Lagi pula harus nya kamu merasa senang, karna kelak akan menjadi istri satu - satu nya aku. Dan ku pastikan hartaku juga menjadi harta mu. Terlebih kamu saat ini sedang mengandung anak ku. Kamu itu memiliki segalanya. Namun aku ingin kamu berhenti dari dunia modelling mu. "
" Tidak...sampai perut ini sudah terlihat baru aku akan berhenti ! Sungguh menjenuhkan sekali hidupku jika hari - hari ku hanya menunggu mu bekerja, sedangkan istri pertama mu bebas di luaran sana. Aku ingin bebas, aku ingin kamu membagi waktu dalam satu Minggu ! " Tasya mulai merasa pusing, karna di pastikan waktu dirinya bersama Dion akan berkurang jika Daren selalu bersama nya.
" Tidak....aku sudah putuskan, aku tak akan peduli lagi dengan Delia ! Aku ingin menjalankan hidupku hanya dengan kamu. Aku minta kamu segera berhenti ! Aku akan membayar kompensasi kontrak mu ! "
" Sampai kapanpun aku tak mau berhenti ! Kau tak berhak mengatur ku !
" Aku berhak mengatur mu, karna kau istri ku ! " Daren sudah merasa geram. Rahangnya sudah mengeras dan tangan nya sudah mengepal.
" Aku ini hanya istri sirih mu, enak sekali istri pertama mu yang tak punya tanggung jawab sedikit pun padamu. Dirinya bebas melakukan apapun. Lebih baik aku pergi, dari pada harus bertengkar dengan mu ! " Ucap Tasya sambil berjalan ke kamar untuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
" Berani - berani nya kamu menantang ku ? Setelah aku menuruti semua keinginan mu ! " Daren membentak Tasya.
" Aaaaahhhh...." Daren berteriak kesal dan menjambak rambutnya dengan frustasi, karna Tasya tak mempedulikan Daren. Dirinya tetap meninggalkan Daren begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Vina Eka Wahyuni
kuapokkk
2023-10-18
0
Inkhe Rayyan
mampussssss
2022-06-04
0
Zee Zee Jule
cup cup cup kasiaaannnn,,,
goodjob Delia😘😘😘😘
2022-05-14
1