Malam yang menyakitkan
Pasangan yang baru saja resmi menikah kini sudah berada di kamar hotel yang telah mama Daren pesan. Ada perasaan gugup yang di rasakan Delia saat harus berada satu kamar dengan seorang pria. Jangankan berciuman, bahkan Delia belum pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun. Dengan keadaan keluarga nya yang sederhana, dirinya merasa minder jika untuk menjalin sebuah hubungan dengan pria lain. Meskipun selama ini banyak yang berusaha untuk meraih cintanya, namun lagi - lagi Delia menolaknya. Delia berpikir untuk lebih fokus dulu menuntut ilmu dan mengejar kariernya. Tujuannya adalah untuk membahagiakan kedua orangtuanya.
Suasana dingin menyelimuti kamar pengantin itu. Kamar yang berisi dua orang manusia yang berbeda jenis kelamin yang tak memiliki cinta di antara mereka.
" Segeralah mandi ! Dan jangan pernah tidur di ranjang yang sama dengan ku. Kau pantas tidur di sofa sana ! " Ucap Daren dingin.
Sakit itulah yang di rasakan Delia saat ini. Menangis mungkin bukan jalan yang terbaik untuk dirinya. Mau tak mau dirinya harus menjalani permainan yang baru saja di mulai. Dirinya harus mengabdi kepada pria yang tak memiliki hati dan perasaan terhadap nya.
Delia berusaha untuk membuka semua aksesoris yang menempel di kepala dan tubuhnya meskipun kini dirinya merasakan sulit melepaskan gaun resepsi yang sangat panjang seperti seorang putri.
" Apa kau tak bisa membuka nya ? Mengapa kau tak meminta bantuan padaku ? " Suara Barito Daren membuat Delia kaget dan menengok ke arah Daren.
" Jangankan untuk meminta tolong, melihat wajah mu saja sudah sangat mengerikan. Mana ku tau jika kau mau menolong ku. " Gumam Delia dalam hati.
" Semua sudah terbuka, kau hanya perlu menurunkan saja di kamar mandi. Cepat sana, jangan menggoda ku membuka di sini ! " Ucap Daren membuat Delia kesal bukan kepalang.
Delia menghentak - hentakkan kaki nya karna merasa kesal, dan terus menggerutu dalam hati mendengar ucapan suaminya.
" Ge er aja aku mau menggodanya. Bahkan aku tak Sudi jika tubuh ku harus di lihat oleh mu. Dasar pria sombong..." Delia terus saja menggerutu sambil mandi.
Tanpa Delia tahu, sebenarnya Daren merasa tak kuasa menahan Saliva nya saat melihat punggung mulus Delia. Namun dirinya mencoba untuk menahan hasratnya, karna dirinya tak mau menyakiti wanita yang selama ini selalu ada di hatinya, ya siapa lagi kalau bukan Tasya.
" Duh gimana ini aku lupa membawa pakaian ganti lagi ke kamar mandi. Delia...kamu itu bodoh sekali ya hingga melupakan hal penting. " Gerutu Delia dalam hati.
Delia terpaksa membuka sedikit pintu kamar mandi dan membiarkan kepala nya sedikit menoleh keluar sedangkan tubuhnya sudah menggunakan bathrobe, namun tetap saja dirinya merasa tak pede jika keluar hanya menggunakan itu.
Delia memanggil nama Daren namun Daren seperti tuli tak peduli dengan ucapan Daren. Padahal jarak kamar mandi tidak terlalu jauh dan Daren pun sedang bersantai di ranjang.
Melihat tak ada pergerakan dari Daren, Delia terpaksa keluar untuk mengambil pakaiannya yang masih berada di dalam koper.
Daren tertawa geli dalam hati karna habis mengerjai Delia seolah tak mendengar Delia terus memanggil namanya. Daren pun mencuri lirikan ke arah Delia yang saat ini dengan posisi yang sangat mengguncang perasaannya.
Meskipun dirinya sering merasakan kebersamaan dengan Tasya, namun entah mengapa ada perasaan yang berbeda saat melihat Delia.
Setelah mengambil baju, Delia masuk kembali ke kamar mandi.
Lamunan Daren terhenti saat melihat nomor telpon yang menghubungi dirinya. Tak perlu waktu lama, Daren langsung menekan tombol hijau.
" Sayang....mengapa kau lama sekali mengangkat telpon dari ku ? Apa kau sedang bermesraan dengan wanita sia*** itu ? Lihat saja kalau kau berani di belakang ku. " Ucap Tasya dengan manja.
" Tidak akan sayang... meskipun aku menikah dengan nya, hatiku hanya milikmu seorang sampe kapan pun. Bersabarlah aku akan segera menikahi mu ! " Ujar Daren dan membuat hati Delia terasa sangat sakit.
Percakapan itu terjadi saat Delia keluar dari kamar mandi. Seperti di sambar petir di siang bolong, hatinya begitu hancur saat mendengar ucapan pria yang baru saja mengucapkan ijab kabul dengan nya, tapi bicara mesra pada wanita lain.
Namun inilah Kenyataannya yang harus dia terima. Dirinya harus siap menerimanya. Karna dirinya lah yang menerima perjodohan ini, kawin kontrak ini. Terlebih dirinya harus siap, saat suatu nanti akan menerima madu nya dan siap dirinya di poligami.
Teriak pun tak ada guna nya, berlari pun tak akan bisa. Dirinya sudah terperangkap dengan kebaikan Mama Mila, sang ibu mertua. Begitu besarnya harapan Mama Mila terhadap nya. Dan hanya Mama Mila dan Papa Agung orang tuanya kini.
Tanpa ada perasaan, Daren begitu tega berbicara mesra pada Tasya. Tak sadarkan dirinya saat ini ada istrinya di sampingnya, tepatnya hanya istri kontraknya.
Delia menaiki sofa dan menyenderkan tubuhnya di sofa. Delia memilih menutupi semua tubuhnya dengan selimut. Kata - kata dirinya di anggap sebagai penggoda untuk menggoda Daren membuat dirinya tak sedikit pun akan melakukan tuduhan pria itu.
Kini tubuh Daren terasa sudah segar, sebelum menaiki ranjang kembali, dirinya sempatkan melirik ke arah Delia.
" Hai...istri kontrak ku. Bersiaplah besok pagi kita akan langsung ke rumah yang telah aku siapkan untuk mu. " Teriak Daren yang masih bisa di dengar Delia. Karna sebenarnya Delia sejak tadi belum bisa memejamkan matanya. Bahkan kini air matanya sudah menetes di wajah cantiknya.
" Ibu, Ayah mengapa nasib ku seperti ini ? Harus kehilangan kalian, dan sekarang aku harus menikah dengan pria yang tak mencintai ku ? Doakan aku agar aku selalu kuat menjalani pernikahan ini dan bisa merebut hati suamiku. " Ucap Delia dalam hati.
Mendengar tak ada pergerakan dari Daren, Delia memilih membalikkan tubuhnya ke arah ranjang. Delia perlahan bangkit dan mendekati Daren yang kini sudah tertidur pulas.
" Takdir begitu menyakitkan bagiku, namun aku akan terus berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini. " Lirih Delia dalam hati sambil memandang wajah Daren.
Suara dengkuran keluar dari mulut Daren, menjelaskan bahwa orang itu tertidur sangat nyenyak. Sedangkan sampai saat ini Delia masih tetap terjaga merasakan malam yang menyakitkan baginya.
Sedih, sakit, dan hancur sudah melebur jadi satu. Menjalani pernikahan yang tak di dasarkan oleh cinta. Mungkin jika dirinya menikah dengan pria yang mencintai dan di cintai olehnya, malam ini akan menjadi malam yang sangat indah untuk dua insan yang baru saja berjanji untuk hidup bersama. Menikmati surga dunia yang begitu memabukkan.
" Ini baru awal Delia...Esok nanti akan ada kehidupan yang lebih menyakitkan. Berbagi suami dengan madu mu ! Tersakiti karna harus menerima poligami. "
Jangan lupa berikan dukungan untuk karya Author. Semoga kalian terhibur dengan ceritaku...
Like
Comment
Vote
Hadiah
Terima kasih🙏🙏😘😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
@MEIMEI🙃🤩
dasar y si daren lama" bucin akut lho sama delia
2023-03-12
1
Mar Heny
semoga kebusukan Tasya cepat terbongkar. Deren akan menyesal selamanya karena sudah menyia2kan Delia gadis suci
2022-07-01
0
Kod Driyah
sabaaaaaaaaaar
2022-04-20
0