Sungguh lucu di lihat, seorang yang sudah terikat dalam pernikahan dan bekerja di perusahaan yang sama selalu berangkat terpisah.
Setelah menikah Daren memilih untuk tinggal di Tasya, meskipun Tasya selalu meminta Daren untuk berbuat adil. Meskipun versi adil nya dalam menginap. Namun jika tentang harta benda Tasya selalu ingin lebih unggul dari Delia istri pertama.
Seperti biasa Delia selalu datang lebih awal ke kantor, menyiapkan semua jadwal kerja Daren sebelum Daren sampai.
" Delia, sebutkan jadwal saya hari ini ! " Ucap Daren dingin membuat Delia tersentak dan menoleh sekilas ke arah Daren.
Ya...lagi - lagi Daren hanya menganggap Delia adalah sekertaris nya saat di kantor dan jika di luar Delia hanya lah orang lain baginya.
" Jam 9 pagi Tuan ada meeting dengan Tuan Hans , jam 2 siang Tuan harus menghadiri pertemuan dengan Tuan Yokuya. Oh ya satu lagi...Besok Tuan harus menghadiri Peresmian Perumahaan Baru klien Perusahaan Agung di Kota Malang. Acara nya jam 7 malam di Hotel Merapi ! " Ungkap Delia.
Daren menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Tiba - tiba saja dirinya di tuntut harus berpikir sejenak. Siapa yang akan dia bawa besok menghadiri acara peresmian. Inginnya si Tasya, namun apa daya. Tasya hanya istri kedua nya, tak mungkin dia membawa Tasya ikut dalam perjalanan dinas nya terlebih Tasya sedang hamil. Apa kata publik nanti yang melihatnya. Baru saja menikah, tapi justru sudah menggandeng wanita lain dan bahkan wanita hamil yang di gandeng olehnya.
" Delia...siapkan dirimu ! Besok kamu ikut saya ke Malang ! Siapkan dua tiket untuk kita berdua ke Malang ! " Daren terpaksa memilih Delia yang ikut. Karna bukan karna Delia sekertaris nya, namun Delia juga adalah istri sah nya.
" Ba...baik. Tuan. " Sahut Delia.
Daren langsung mengambil Ponsel nya dari saku bajunya dan segera menghubungi istri keduanya.
" Ya...sayang. Tolong kamu siapkan ya baju untuk ku pergi besok ! Besok pagi aku harus berangkat ke Malang untuk menghadiri acara Peresmian Perumahaan baru klien Perusahaan ku. Kamu ga apa kan aku tinggal. Kemudian lusa nya aku baru pulang. Aku aku juga harus meninjau lapangan Perumahan tersebut. " Ucap Daren mesra.
Bagai tertusuk belati, hatinya begitu sakit. Tak pernah Delia rasakan seperti yang Tasya rasakan selama dirinya menikah. Daren tak pernah sekali pun bersikap mesra padanya. Bahkan apa fungsinya Delia sampai saat ini, bila Daren lebih memilih untuk tinggal di apartemen bersama Tasya. Dan kini dirinya harus mendengarkan suami nya berkata mesra dengan wanita lain di depannya.
" Ya sudah jika kamu tak sempat menyiapkan keperluan ku, biar Delia yang menyiapkan. Tapi pulang kantor aku agak telat karna harus pulang dulu ke rumah Delia. Kamu tak masalah kan ? " Ucap Daren.
" Dasar wanita breng*** giliran suruh nyiapin keperluan suaminya ga mau, tapi kalau urusan lain selalu mau jadi istri utama dan aku cuma jadi istri pembantu. " Gerutu Delia dalam hati.
" Setelah pertemuan dengan Tuan Yokuba, nanti kita langsung pulang saja ke rumah ga usah kembali ke kantor ! Ujar Daren dan Delia hanya bisa menuruti saja suaminya.
" Tuan seperti nya kita harus segera berangkat, karna meeting di mulai jam 9 pagi ! " Ucap Delia dan langsung mendapat persetujuan dari Daren.
Delia jalan berdampingan dengan Delia. Namun bukan sebagai pasangan suami istri, tapi hanya sebagai Bos dengan sekertaris nya.
Seharusnya Delia sudah Daren pecat dari perusahaan nya karna sesuai permintaan Tasya, tapi sampai saat ini Daren belum mendapatkan pengganti Delia. Meskipun Daren tak menyukai Delia sebagai istrinya, namun Daren sangat puas dan bangga dengan cara kerja Delia. Bahkan berkat Delia Perusahaan Daren berkembang pesat. Bukan hanya seorang sekertaris, namun Delia mempunyai peran penting dalam memajukan Perusahaan Agung Jaya Group.
" Semua sudah kamu siapkan ? " Tanya Daren tanpa menoleh sedikit pun ke arah Delia.
Mobil mereka telah sampai di Perusahaan Hans Bersaudara. Delia dan Daren berjalan berdampingan.
" Selamat datang Tuan Daren dan Nona Delia. Silahkan duduk. Senang bertemu dengan kalian ! Terlebih bertemu dengan Nona cantik. " Ucap Tuan Hans genit saat berjabat tangan dengan Delia.
" Ehem. Maaf Tuan Hans apa bisa di mulai sekarang ? " Ucap Daren ketus.
Daren masih bersikap biasa namun perasaan nya kini dia rasakan tak dapat dia hindari.
" Delia...kamu saja yang melakukan persentasi ! " Ujar Daren.
Delia berjalan ke depan untuk melakukan persentasi. Ini bukanlah hal pertama bagi dirinya melakukan Persentasi. Jadi sudah tak ada lagi perasaan gugup menghampiri nya.
Satu persatu dia jelaskan dengan baik, kini semua mata tertuju menatap dirinya. Entah mengapa Daren tiba - tiba saja melirik ke arah Tuan Hans yang tak berkedip sedikit pun menatap istrinya.
Semua yang hadir di sana bertepuk tangan karna merasa puas dengan hasil persentasi yang Delia lakukan tapi tidak dengan Daren. Dirinya hanya bersikap dingin meskipun hatinya merasa bangga pada sosok istri pintar nya.
" Wah...keren sekali Nona Delia..Bukan hanya cantik tapi anda juga sangat pintar. Apa anda sudah memiliki kekasih ? " Ucapan Tuan Hans membuat aliran darah Daren terhenti seketika.
" Maaf Tuan...Delia bukan hanya sekertaris saya, tapi dia adalah istri sah saya ! " Daren menekankan kata istri pada Tuan Hans.
" Benarkah ? Sayang sekali...jika bukan istri anda, pasti aku akan segera melamar nya. " Ucap Tuan Hans di sambut senyuman manis dari Delia membuat Daren merasa tambah panas.
" Sayangnya kita baru mengenal, jadi wajar jika anda tak mengetahui pernikahan kami. Namun jika kau sudah tau tapi seperti itu, berarti anda mau mati ! " Gumam Daren dalam hati.
" Yes... akhirnya aku bisa membuat hati nya panas, ku yakin dia pasti cemburu ..hehehe...Tak apalah sedikit pede untuk menghibur diri sendiri. Aku pasti bisa !!! Kita lihat apa aku bisa membalas sakit hati ku apa tetap aku yang merasakan sakit hati seorang diri. " Delia terkekeh sendiri dalam hati.
" Baiklah Tuan Hans...jika tak ada yang di bicarakan lagi. Kami permisi ! Ayo sayang kita harus persiapkan perjalanan kita besok...! " Ucap Daren membuat Delia ternganga.
Daren menggenggam tangan Delia mesra keluar dari Perusahaan Hans. Ini hal pertama kali yang Daren lakukan kepada Delia.
Delia memasuki mobil secara bergantian. Mereka duduk berdampingan sesuai permintaan Daren. Padahal biasanya jika melakukan perjalanan dinas, Delia dan Daren duduk terpisah. Delia di samping asisten Doni. Sedangkan Daren memilih duduk di belakang. Tentu saja hal itu membuat Doni terkejut.
" Don...kita cari restoran dulu ! Saya mau makan dulu ! " Ucap Daren saat naik mobil.
" Kasihan banget ga di kasih makan sama istrinya. Udah istrinya juga ga mau nyiapin keperluan nya. Makan tuh cinta..." Delia terkekeh geli.
" Kamu ngomongin saya dalam hati ya ! Dengar ya, saya ga mau lihat lagi kamu membalas senyuman jika ada pria yang memuji kamu ! Ingat kamu itu istri saya, tak sepantasnya melakukan hal seperti itu ! " Ujar Daren membuat Delia kesal.
" Hello...apa beda nya yang anda lakukan ? Saat belum menikah dengan Tasya, kamu sering menginap di Apartemen Tasya, bahkan sampai Tasya hamil anak anda ! " Gerutu Delia kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Nur Lela
panasin terus Delia biar terbakar to daren
2023-01-07
1
Gina Mardiatun
lanjut Thor tetep semangat n
2022-07-03
0
Alwa Adnan
semoga Delia berpisa Daren thor
2022-06-09
1