Tawaran saling menguntungkan
Delia bersiap untuk segera berangkat ke kantor. Dia akan berusaha kuat mempertahankan pernikahan nya, walaupun sang suami seperti biasanya tak pulang ke rumah dan terpaksa dirinya harus berangkat sendiri ke kantor dengan menaiki taksi online seperti biasanya.
Kini Delia telah sampai di kantor. Perlahan dirinya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Sebenarnya dirinya merasa malu, karna akhir - akhir ini selalu datang tak bersama suaminya. Terlebih dirinya kini menjadi trending topik di kantor, istri sah rasa istri simpanan. Karna Daren lebih sering menunjukkan kemesraan nya bersama Tasya.
Delia memasuki ruangan tempat di mana dirinya bekerja menjadi sekertaris. Dan terlihat ruangan itu masih sepi, karna sang suami belum sampai. Mata nya beralih pada sebuah pigura foto yang berisi foto dirinya dan Daren saat menikah. Meskipun sampai saat ini Daren tak pernah menganggap pernikahan ini sungguhan, namun dirinya tetap memajang foto pernikahan mereka. Hal ini karena permintaan sang mama.
" Sudah genap tiga bulan pernikahan kami, pasti Daren akan segera menikahi Tasya. Mau tak mau aku harus siap menerima Tasya sebagai madu dalam pernikahan ku. Sakit rasanya hati ini...." Ucap Delia lirih.
Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya jatuh juga...
" Takdir begitu kejam padaku, bukan hanya aku kehilangan kedua orang tua ku saja tapi aku juga harus masuk ke dalam pernikahan yang sangat menyakitkan ini..."
Delia memilih untuk menaruh pigura itu sebelum sang suami sampai, dirinya tak ingin Daren melihat kelemahan nya. Delia juga menghapus air mata yang telah membasahi pipinya.
" Aku harus fokus mengerjakan pekerjaan dengan baik . "
Daren telah sampai. Dirinya sempat sekilas melirik ke arah Delia yang sudah sibuk dengan laptopnya.
" Delia...kamu sebutkan jadwal ku hari ini ? " Suara Barito Daren membuyarkan pikiran Delia yang sedang serius dengan pekerjaannya.
Delia meraih jadwal yang sudah dia susun dan menyerahkan nya ke Daren untuk dia baca.
" Oh...berarti masih ada jadwal kosong ternyata. Waktu ini bisa aku pakai untuk fitting baju pengantin dan menyiapkan segalanya. " Gumam Daren namun masih terdengar Delia.
" Fitting baju ? Persiapan ? " Ucap Delia lirih.
" Ya...kamu sudah mengerti kan ? " Ucap Daren dengan wajah menyeringai.
" Maksud anda apa Tuan Daren ? " Tanya Delia sambil menatap wajah pria di hadapannya.
" Kau sudah dengarkan tadi, pasti lah kamu sudah mengerti maksud ucapan saya. Bahwa saya akan menikah, tepat nya menikahi Tasya kekasihku ! " Ucap Daren dengan bangga.
Bagaimana perasaan Delia saat itu ??? Bak petir di siang bolong. Hati nya terasa sesak seketika, tubuhnya terasa lemas. Jantung nya terasa terhenti. Meskipun dirinya tahu cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Namun entah mengapa ucapan Daren seperti pisau belati yang menancap di hatinya mengiris hatinya.
" Sesuai perjanjian kita dulu, setelah tiga bulan saya akan menikahi Tasya. Siapkan mental mu ! Terima Tasya sebagai madu dalam pernikahan kita. Terlebih saat ini Tasya sedang hamil anak saya. " Ucap Daren dingin.
" Hamil ? " Mengulang ucapan Daren.
" Ya..Kamu tau kan sejauh apa hubungan kami ? Kami saling mencintai, jadi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan cinta dari saya ! Satu lagi, sesuai permintaan Tasya. Setelah kami menikah, saya akan memecat mu dari perusahaan ini. Dan sebagai kompensasinya saya akan memberikan uang 500 juta sebagai DP awal sisanya akan saya berikan setelah kita bercerai. " Ungkap Daren sombong.
" Baiklah...saya akan menerima Tasya sebagai madu saya Tapi....saya minta anda buatkan saya sebuah butik mewah beserta fasilitas mewah. Saya juga minta sebuah mobil dan satu lagi saya tidak mengizinkan istri kedua anda untuk menginjakkan kakinya di rumah saya. Apa Tuan Daren mengerti maksud saya ? Pastinya anda tak akan keberatan kan ? Menurut saya kompensasi ini tidak setimpal dengan permintaan anda untuk menikah kembali ? Tentunya sangat mudah bagi anda untuk mewujudkan nya. Permintaan saya tentunya hanya hal kecil, tentunya tak akan membuat diri Anda bangkrut. " Ujar Delia menyeringai licik.
Daren merasa kaget, tertegun dengan permintaan Delia. Dia tidak menyangka bahwa istri kontraknya itu bukan lah seorang wanita lemah yang mudah di perdaya. Karna nyatanya Delia adalah seorang wanita licik yang mau tak mau harus di ikuti.
Bagi Daren memang permintaan Delia tidak seberapa di bandingkan harta papa nya yang dia miliki. Bukankah dirinya sudah berjanji akan berbuat adil antara istri pertama dengan istri kedua. Dan Daren pikir ini semua tak menjadi masalah, yang terpenting baginya Delia tak akan mempersulit dirinya untuk menikahi Tasya. Bukankah ini bagus untuk nya. Jika Delia sibuk dengan butiknya, pastinya dirinya akan bebas hidup dengan Tasya. Tentunya akan menguntungkan bagi nya.
" Ok...Deal..Saya terima tawaran anda ! Ingat jangan pernah membuka rahasia ke siapa pun tawaran saling menguntungkan ini ! " Ujar Daren licik.
Delia terpaksa menerima tawaran yang baginya akan memberikan keuntungan. Namun kenyataannya sebenarnya ini bukan keinginan Delia. Justru yang dia inginkan adalah bisa membatalkan pernikahan mereka dan menjadikan dirinya wanita satu-satunya dalam hidup suaminya.
Delia mencoba menahan rasa sesak dan sakit yang dia rasakan saat ini. Mungkin ini yang terbaik, mengikuti seperti air mengalir. Namun dirinya akan tetap berusaha.
" Bagi saya, permintaan mu tak masalah. Saya akan mewujudkan apa yang kamu inginkan. Pilihlah semua yang kamu suka ! Bukankah selama ini kamu tak pernah merasakan hidup bahagia, bahkan mungkin untuk bertahan hidup saja sangatlah sulit. Namun janganlah pernah bermimpi untuk menjadi istri saya selamanya, dan akan menguasai semua harta kekayaan saya. " Ujar Daren sombong.
" Sudahlah...saya tidak mau berdebat dengan anda Nyonya Delia. Lebih baik saya segera pergi menemui kekasih saya untuk mempersiapkan semua rencana pernikahan kami, karna Minggu depan kami akan menikah. " Ucap Daren dan berlalu meninggalkan Delia begitu saja.
Delia segera berlari ke toilet, dirinya sudah tidak tahan untuk menumpahkan semua air mata kesedihan yang sejak tadi dia tahan. Sungguh sakit hatinya, karna suaminya tak pernah menginginkan dirinya. Tak ada sedikitpun rasa cinta dari suaminya, meskipun mereka sudah menikah 3 bulan. Pernikahannya hanyalah sebuah kontrak di atas kertas. Bahkan hingga pernikahan nya menginjak tiga bulan, Daren tak pernah sekalipun menyentuh nya. Statusnya hanya sebagai istri, sebagai wanita yang sudah menikah namun pada kenyataannya dirinya sampai saat ini masih perawan.
" Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk ku ? Meskipun aku harus menderita menjadi istri di atas kertas menerima kepahitan dalam hidup, namun sebentar lagi aku akan mewujudkan semua keinginan ku. Tak pernah terbayangkan oleh ku dulu bisa memiliki sebuah butik mewah , mobil , rumah mewah , dan fasilitas mewah. " Gumam Delia dalam hati mencoba menenangkan dan menyemangati dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi Erna
sebenarnya paling sebel nih maaf kl tokoh utama mewek mulu .. dibikin kek yg kuat cuek GT ya
2023-09-18
2
Noni Kartika Wati
ngapain sakit hati Delia kan cuma dijodohin biarkan aja Daren nikah kamu fokus aja ngumpulin uang yg banyak sambil berdoa minta jodoh yg baik sama Allah
2022-09-14
0
Alwa Adnan
semoga Delia di pertemukan dengan lelaki yg lebih baik
2022-06-09
0