Pernikahan
Inilah hari di mana permainan dalam pernikahan nya di mulai. Hari ini adalah hari pernikahan untuk Daren dan juga Tasya. Daren terlihat sudah sangat gagah dan tampan, aura bahagia tergambar dari wajahnya berbeda saat dirinya dulu menikah dengan Delia.
Inilah pernikahan impian nya, yang sejak dulu dia nantikan. Sebentar lagi dirinya dan Tasya akan mengikat janji sehidup semati. Meskipun pernikahan ini hanya di hadiri dari segelintir orang. Bukanlah pernikahan mewah seperti dirinya Menikah beberapa bulan lalu dengan Delia, namun tak mengurangi kebahagiaan dirinya saat ini. Baginya kata sah yang terpenting, tak perlu semua orang mengetahui tentang pernikahan nya dengan Tasya.
Tok...Tok..
Daren terus mengetok pintu kamar Delia dengan keras. Hingga akhirnya Delia terpaksa membuka pintu tersebut.
" Mengapa kau belum siap ? Apa kau tak ingin menghadiri pesta pernikahan ku dengan Tasya ? " Ucap Daren sombong.
" Cepat ganti pakaian mu ! " Ujar Daren tanpa butuh jawaban dari Delia. Dia ingin Delia menuruti kemauannya dan mau tak mau Delia terpaksa mengikutinya.
Tak butuh waktu lama, Delia keluar dengan pakaian yang sudah rapih. Dirinya memakai kebaya warna peach dengan stelan rok rempel. Tak ada persiapan yang di lakukan Delia. Dirinya memakai pakaian lama yang dia punya. Karna jika harus memilih dirinya tak akan Sudi menyaksikan sang suami bersanding dengan wanita lain.
Meskipun sangat jauh dari kata mewah, namun pakaian itu sangat pas di pakai Delia. Bahkan riasan natural yang dia buat sangat cocok untuk nya. Delia terlihat bertambah cantik.
Daren membawa Delia ke rumah orangtuanya untuk berkumpul lebih dahulu.
Sungguh sakit rasanya, saat mengetahui sang mertua pun ikut hadir dalam acara itu.
" Oh Tuhan permainan apa ini ? Mengapa kau libatkan ku jika akhirnya kau menikah kan putra tercinta mu dengan wanita yang telah lama jadi kekasih anak mu ? " Ucap Delia dalam hati.
Delia hanya diam terpaku menatap orang - orang yang sedang siap mengurus semuanya. Rasanya seperti tempat yang asing untuk nya. Bagaimana bisa tak ada satu orang pun yang mempedulikan dirinya. Semua hanya melirik sekilas tak menganggap keberadaan nya.
" Oh Tuhan.... sebegitu jahatnya mereka hingga kehadiran ku tak di anggap oleh mereka dan aku hanya di anggap angin lalu bagi mereka. " Gumam Delia lirih.
Mama Mila dan Papa Agung menghampiri ku dan membawa aku ke kamarnya. Dan langsung membuka pembicaraan saat kami bertiga di dalam.
" Maafkan kami Delia. Maafkan yang telah membuat mu di posisi ini. Kami terpaksa merestui mereka, karna sampai saat ini kamu belum juga memberikan kami keturunan dan ternyata Tasya lebih dulu hamil. Hal itu yang membuat kami terpaksa Merestui nya. Mungkin jika kamu sudah hamil, ceritanya akan berbeda. Mama mohon terima lah Tasya sebagai madu dalam pernikahan mu.Terima Tasya sebagai istri kedua Daren ! " Ucap Mama Mila.
" Oh Tuhan apa mereka tak merasa jika mereka ada di posisi ku ? Bahkan harus mengantar kan dan menjadi saksi di acara pernikahan suami ku ? Bukan kah ini sungguh tega ? " Ucap Delia lirih dalam hati.
Tapi mungkin memilih untuk menerima apa yang di terjadi itu lebih baik, dari pada menolak lebih sangat menyakitkan.
Tubuh ku terasa kelu. Ruh ku terasa pergi begitu saja. Bayangan poligami terus menghantuiku. Apa bisa seorang Daren berbuat adil, bahkan sebelum menikah pun dirinya lebih senang bermalam di tempat Tasya. Bahkan sampai akhirnya hadir makhluk kecil di rahim Tasya.
Mama Mila langsung berhamburan ke tubuh Delia, memeluk tubuh Delia namun sang empunya tubuh hanya diam terpaku tak merespon nya. Jika dirinya bisa membatalkan pernikahan ini, mungkin sejak tadi dirinya sudah melakukan nya.
Tubuhnya semakin bergetar, degupan jantung semakin kencang saat dirinya saat ini sudah duduk sebagai saksi. Menyaksikan dua pasangan sejoli yang saling mencintai mengikat janji.
Hancur, sakit itulah yang di rasakan Delia saat ini. Haruskah dirinya kuat melihat suami nya duduk berdampingan dengan wanita lain dengan menampilkan wajah yang bahagia.
Sah...
Denyut jantung nya terasa terhenti. Nafasnya terasa sesak. Saat mendengar suaminya telah sah menjadi suami wanita lain. Dan nantinya akan berbagi cinta dalam pernikahan nya.
" Apa kalian tak punya hati menampilkan kemesraan di depan mata ku ? " Ucap Delia yang masih saja menatap dua insan yang sedang bermesraan.
Tasya dan Daren berjalan menghampiri Delia.
" Apa kamu tak mau memberikan ucapan berbahagia kepada kami ? " Ucap Tasya memperolok Delia.
" Selamat akhirnya kalian menikah, meskipun aku yakin pernikahan kalian tak akan bertahan lama. " Ucap Delia sambil tersenyum licik membuat Tasya mengepalkan tangannya dan hati nya terasa panas.
Dirinya merasa tak terima dengan ucapan doa dari istri pertama nya meskipun memang benar pada kenyataannya dirinya akan bercerai dengan Daren dan menikah dengan Dion.
" Honey...kamu dengar kan istri pertama kamu mendoakan hubungan kita tak akan bertahan lama dan kita akan segera bercerai. " Ucap Tasya memanasi Daren.
" Dasar wanita si****. Berani - berani nya kamu bicara itu pada kami. Asal kau tau\, hal itu akan terjadi pada pernikahan mu. Karna setelah dua tahun aku akan berpisah dari mu. Dan menjadikan Tasya sebagai istri ku satu - satu nya. Kami akan selalu bahagia terlebih sebentar lagi akan hadirnya buah cinta di pernikahan kami. " Ujar Devian geram membuat Tasya tersenyum puas.
" Kita lihat saja nanti ! Seperti apa nantinya, permisi ! " Ucap Delia dan berlalu meninggalkan Tasya dan Daren.
" Honey...aku ingin kamu menghukumnya. Setelah dirinya menginjak injak kita seperti ini. " Ujar Tasya menyulutkan api di hati sang suami.
Delia memilih pergi meninggalkan tempat itu, karna sudah tak tahan jika harus terus menerus menahan air mata yang akan tumpah.
Kini Delia telah sampai di rumah nya. Rumah yang menjadi saksi bisu bahwa suaminya tak pernah menyentuhnya, jadi bagaimana dirinya bisa hamil.
Delia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Rasa nya tak sanggup jika harus berbagi cinta dengan madunya.
" Tuhan mengapa dirimu begitu kejam padaku ? Di mana letak kesalahan ku, hingga aku harus menanggung penderitaan seperti ini. Kuatkan aku untuk dalam menjalani pernikahan semu ini ! " Ucap Delia.
Tak terasa air mata nya pun tumpah juga. Bagaimana pun dirinya seorang manusia yang mempunyai keterbatasan dalam bersabar dan dirinya juga seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan.
Tangis pun tak akan merubah dan memutar waktunya kembali. Namun Paling tidak dirinya bisa melepaskan rasa yang terasa sesak di hatinya, agar dirinya lebih merasa tenang.
Tiba - tiba saja terlintas di benak nya, bahwa sebentar lagi keinginan nya bisa terwujud. Dirinya tidak boleh terpuruk dan harus bangkit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
GOD BLESS
delia tak perlu sakit hati tp bangkit dan balas kembali perbuatan daren, spy daren menyesal smpe bertekuk lutut pdmu. kau sdh dapat modal hidupmu tak menderita, hanya perjalanan cintamu tak bgs, tp itu bisa diubah, yg penting semangat meraih sukses bkalan ada laki2 yg mau sama mu delia. ngapain menangisi sidaren. bangkit dan semangat buat cintamu yg baru. kyk ga ada laki2 lain🤦♀🤦♀
2022-09-22
2
armaini karim
maaf thor aku ga suka kamu bilg Tuhan kejam
2022-06-21
0
Imabelle Tamp
km delia hrus kuat n tegar gpp sperti pribahasa berakit rakit kehulu berenang renang ketepian ber- sakit" dahulu ber- senang kemdian
mf thor bacanya loncat" , lnjt
2022-05-04
1