Permainan baru di mulai
Delia terbangun dari tidurnya karna perutnya terasa lapar. Karna sejak pagi tadi dirinya tak sempat makan apapun dan bukan itu saja ***** makan nya menghilang kala mengingat mulai hari ini permainan di mulai, dirinya yang akan kalah atau Tasya lah yang akan kalah.
Delia beranjak ke dapur untuk membuat mie instan untuk mengisi kekosongan perutnya.
" Nyonya...apa yang sedang nyonya lakukan ? Biar saya yang membuatnya. " Ucap Bi Yati yang belum tidur dan melihat Nyonya nya sedang memasak.
" Ga usah bi...biar saya aja yang masak. Bibi kalau mengantuk tidur saja, biar aku masak sendiri. " Ujar Delia.
" Beneran Nya ga papa ? Ya udah bibi tidur dulu ya Nya...." Sahut Bi Yati dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Delia.
Delia menyantap mie instan yang dia buat dengan lahap, hingga tak butuh lama mie itu sudah kandas.
Setelah perutnya terasa kenyang, dirinya langsung memilih masuk ke dalam kamar.
\=\=\=\=\=\=\=
" Aaaahhhh sayang nikmat sekali, Percepat lah. Aku sudah tak tahan ! " Ucap Daren yang kini sedang menikmati permainan istri nya.
Memang ini bukan yang pertama kali untuk mereka. Namun inilah hal pertama kali di dalam pernikahan nya. Setelah ijab kabul yang di ucapkan Daren siang tadi.
" Aaaaaahhhhh...." Keduanya mengerang bersama.
Malam ini pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri, memilih menginap di hotel untuk melewati malam pertama dirinya menjadi suami istri.
\=\=\=\=\=\=\=
Setelah selesai makan Delia memilih untuk ke tempat bersantai yang ada di belakang rumah nya.
Delia merentangkan tangannya dan menghirup udara malam yang sangat dingin yang menusuk hingga ke tulang. Lelah itulah yang dia rasakan saat ini. Namun bukan tubuh nya tapi hati nya yang merasakan lelah.
" Tuhan....aku lelah ! Aku ingin bahagia...! Ibu, Ayah aku sangat merindukan mu. " Gumam Delia dalam hati.
Delia melangkah kan kakinya menuju sebuah kursi santai yang ada di sana. Dan menyenderkan tubuhnya di sana. Memejamkan mata nya sejenak dan mencoba menenangkan hatinya yang gundah gulana.
" Apa nasib ku seperti ini ? Tuhan bantu aku untuk mewujudkan kebahagiaan meskipun aku harus mencari kebahagiaan itu bukan dari pernikahan ku. Ku yakin mereka telah bahagia, melewati malam pertama menjadi suami istri. Sedangkan aku...." Delia tak bisa melanjutkan kata - kata nya, hati nya terasa sangat sesak hingga tak ada ruang nafas untuk mengingatnya.
" Lihatlah Delia bulan dan bintang pun tetap bersinar di langit meskipun tak semua orang menginginkannya kehadiran nya, namun mereka tetap menjalankan tugas nya sebagai penerang di kala malam hari. Mereka tetap bersinar, meskipun seluruh dunia menolaknya. Itulah yang harus kamu perbuat. Jangan pernah berpikir dunia mu terhenti sampai di sini, tetap lah menjadi penerang untuk mereka. Ingatlah permainan baru di mulai ! " Ucap kata hati yang menyalurkan tenaga positif untuk Delia, memberi semangat padanya.
Di tempat berbeda kedua pasangan itu baru saja menyelesaikan pertempuran mereka dan kini saling berpelukan mesra.
" Sayang... aku merasa bahagia karna akhirnya aku bisa memiliki dirimu seutuhnya. Terima kasih atas kasih sayang yang kamu berikan padaku dan terima kasih karna kau mau menunggu ku ! Meskipun hanya menjadikan dirimu istri kedua ku" Ucap Daren sambil memeluk erat sang istri keduanya.
" Eeehheemm...." Kata yang terucap dari mulut Tasya.
" Permainan baru di mulai ! Aku akan selalu mengambil hati suamiku, agar secepatnya aku bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan meninggalkan dirimu ! " Ucap Tasya dalam hati.
Berbeda perasaan yang di rasakan Daren dengan Tasya. Bagaimana Daren begitu bahagia dengan pernikahannya. Namun berbeda hal yang di rasakan Tasya, dirinya justru tak begitu berharap dengan pernikahan ini. Namun dirinya tetap harus menjalankan permainan ini.
" Sayang...sesak.. ! " Ucap Tasya mencoba merenggangkan tubuhnya karna Daren memeluk nya sangat erat.
" Owh...maaf aku terlalu bahagia. " Kini dirinya beralih pada perut sang istri.
" Sehat - sehat ya kamu di perut bunda ! " Ucap Daren sambil mencium perut sang istri dan mengelus dengan lembut.
" Oh ya...besok kita periksa ke dokter ya, kamu pasti belum memeriksa nya kan ? " Ujar Daren yang kini menatap lekat mata istrinya tercinta.
Ada perasaan gugup yang Tasya rasakan, karna sebenarnya dirinya sudah memeriksa kandungan nya bersama Dion. Tak mungkin dirinya datang ke rumah sakit itu dengan pria yang berbeda yang akan mengakui anak yang di kandung nya adalah anak nya.
" Nanti saja sayang, aku baru saja memeriksanya. Dan anak kita sehat. " Ucap Tasya menutupi rasa gugup nya.
" Sayang...Kamu tetap harus berbuat adil ya pada Delia. Kasihan bagaimana pun dia istri sah mu juga. Aku ga masalah ko jika harus sendiri di apartemen. Setelah pulang dari sini aku ingin pulang ke apartemen milik ku ! " Ucap Tasya yang saat ini sangat merindukan sosok Dion.
" Tidak...aku sudah niat untuk tidak tinggal di rumah nya. Dan hanya sekedar mengunjungi nya. Aku akan membelikan sebuah rumah, aku tak mengizinkan kamu tinggal di apartemen seorang diri terlebih saat ini kamu sedang hamil anak ku. " Ucap Daren tegas.
" Aku lebih suka tinggal di apartemen, lebih baik kamu belikan saja apartemen untuk ku. Dan aku ingin pembantu yang pulang pergi saja yang mengurus apartemen, nanti jika sudah mendekati kelahiran baru aku membutuhkan orang yang menemaniku. Satu lagi...izinkan aku untuk tetap menjalankan karier ku ya sayang...Sampai perut ku mulai membuncit, aku jenuh jika harus terus menerus diam di apartemen. " Minta Tasya pada Daren.
" Ku bingung padamu, kenapa setelah menikah justru kamu berubah ! Aku ini melakukan demi kebaikan kamu dan anak dalam kandungan ku ! Aku ingin menjadi ayah yang baik dan perhatian pada bundanya. Aku melakukan ini demi kebaikan kalian berdua. Dan kamu tak perlu bekerja lagi, karna aku sangat mengkhawatirkannya kalian berdua. Aku akan memberikan fasilitas mewah untuk kalian. Membelikan rumah, mobil dan juga uang untuk kamu berbelanja sesuka mu ! Jadi jika kau bosan, kau bisa pergi belanja dan hal lain yang membuat dirimu tak merasa bosan, tak perlu bekerja lagi ! " Ujar Daren tegas.
" Tidak...kamu tau kan ? Modeling adalah keinginan ku. Aku tak ingin setelah menikah membuat aku terhenti dari dunia yang membesarkan ku. Kalau aku tau kamu seorang pengatur seperti ini, lebih baik aku tak akan menikah denganmu. " Sahut Tasya kesal.
Dirinya beranjak dari ranjang meninggalkan Daren yang merasa geram dengan perkataan dirinya. Tasya tak peduli jika perbincangan ini menjadi merusak momen malam pertama mereka. Karna Tasya tidak mau permainan yang baru di mulai tak sejalan dengan apa yang dia inginkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Sheng
idihhhg daren,belum tau tasya kek apa. moga aja setelah tau kenyataan nya. daren menyesal
2022-07-17
0
Katherina Ajawaila
lanjut thour, lama2 ketahuan nmnya juga serabi basi siap tmpung kotoran
2022-03-29
2
Tiah Sutiah
sekarang kalian bahagia d atas penderitaan delia lihat nanti padti akan merasakan yg lebih menyakit kan
2022-02-18
2