Kini Daren dan Delia, sudah berada di pesawat untuk kembali ke Jakarta.
" Nanti setelah sampai di Jakarta, kita pisah di bandara ya. Karna aku akan kembali ke apartemen Tasya. " Ucap Daren sombong.
" Eeemm..." Hanya kata itu yang terucap dari bibir Delia.
Karna mulai tadi malam, dirinya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjalani kehidupan sendiri. Namun untuk sementara waktu dirinya memilih untuk mempertahankan pernikahan nya.
Dan benar saja saat sampai di Jakarta. Daren langsung meninggalkan Delia begitu saja tanpa berpamitan lagi kepada dirinya.
" Bukankah ini yang aku inginkan ? Agar aku tak merasakan sakit terus menerus jika dekat dengannya. " Delia menguatkan hati nya.
Daren sudah sampai di apartemen milik dirinya bersama Tasya, dan dapat dia rasakan dari sejak dia berangkat hingga dirinya pulang tak ada kehadiran Tasya di apartemen.
" Aaaaah...jenuh sekali hidup seperti ini. Punya istri dua seperti hidup sendiri aja. " Daren mengacak-acak rambut nya merasa kesal.
Daren mencoba menghubungi Tasya, meminta dirinya segera pulang.
Kring...Kring...
" Kemana sih ni orang susah banget di hubungi, bahwa selama dirinya pergi selalu saja aku yang menghubungi nya. " Gerutu Daren karna sang istri tak kunjung mengangkat telpon darinya.
Bagaimana tidak di angkat, dirinya tak mengetahui jika istri sirih nya itu kini sedang asyik bercinta dengan pria pujaan nya.
" Bisa-bisanya dia seperti itu padaku ? Biasanya wanita hamil selalu ingin bermanja dengan suaminya. " Daren sudah mulai geram dengan sikap istri sirih nya, di tambah lagi istri pertama nya menolak dirinya untuk menyentuhnya.
" Wanita sama saja, selalu buat pusing kepala ! " Umpat Daren.
Di Nusa dua Bali...
" Cukup dulu Honey...aku mau menghubungi Daren dulu. Ingat kita masih membutuhkan dirinya. " Namun tangan Dion terus bermain di tubuh Tasya membuat Tasya bergelinjang.
" Honey... bagaimana mau menelpon nya, jika tangan mu selalu membuat ku terangsang. Please berhentilah sebentar ! " Dan akhirnya Dion menuruti kemauan kekasihnya.
" Duh...maaf ya sayang. Aku baru bisa menghubungi mu. Kamu sudah pulang ke Jakarta ? " Ucap Tasya basa basi.
" Sebegitu sibuk kah dirimu hingga melupakan aku ? Aku minta kamu pulang malam ini juga ke Jakarta. Aku tak mau jika harus tidur sendiri di apartemen. " Ucap Daren geram.
" Ko kamu jadi menyebalkan gini sih? Kamu harus ngerti donk, ini tuntutan karier ku. Aku ga bisa nurutin kemauan kamu. Pihak agensi bisa menuntut ganti rugi padaku, jika aku melakukan hal itu. Ku mohon kamu mengerti. Lagi pula apa fungsinya kamu memiliki istri dua. Justru aku baik kan, memberi kesempatan padamu untuk bermesraan dengan istri pertama mu ! " Ujar Tasya dengan emosi meluap.
" Owh... sekarang kamu sudah bisa menantang ku ya ? Setelah aku menuruti semua kemauan kamu. Bilang sama agensi mu, suami mu bisa membayar berapa pun yang dia minta ! "
" Apa kau tak ingat, jika kita ini hanya nikah sirih. Tak ada seorang pun yang tau tentang pernikahan kita. Udah aku tak mau ribut, kamu jangan ganggu aaaaahhh..ku ! " Tasya langsung memukul panggilan dengan Daren bukan karna dirinya sangat kesal dengan sikap sang suami, namun jari nakal Dion sudah menyelinap ke lubang kenikmatan miliknya.
Sedangkan kini Daren jantung nya berpacu sangat hebat, suara Tasya tadi seperti suara ******* saat bercinta dengan nya.
" Ya Tuhan, ku yakin ini hanya perasaan ku saja. Tasya tak mungkin mengkhianati ku. Apa Tasya terjadi sesuatu, mengapa dia berteriak seperti itu ? " Daren merasa gelisah.
Daren mencoba menghubungi Tasya berkali- kali, karna dirinya merasa khawatir jika Tasya terjadi sesuatu. Terlebih yang dia pikirkan kini Tasya sedang mengandung anaknya. Namun setelah dirinya berkomunikasi dengan Daren, Tasya memilih mematikan ponselnya. Agar Daren tak mengganggu aktivitas bercinta nya dengan Dion.
Berbeda hal nya kini dengan Daren yang sangat gelisah dan galau, harus merasakan hidup sendiri di apartemen.
Mau pulang ke rumah Delia gengsi, dan akhirnya dirinya memilih untuk tidur.
" Lebih baik aku langsung mencari ruko untuk aku beli. "
Seakan di permudah, Delia menemukan sebuah butik mewah yang di lelang. Karna pemilik nya mengalami kecelakaan, hingga tak ada yang mengurusnya. Hingga butik mewah itu di jual tak mahal, dan Delia juga bisa meneruskan butik itu dengan cepat tanpa harus merombak total.
" Tuhan terima kasih atas anugerah yang engkau berikan padaku, semua nya di permudah. Aku bisa segera mewujudkan keinginan ku. " Ucap Delia sambil tersenyum bahagia.
" Butik sudah, Sekarang aku harus segera ke showroom membeli sebuah mobil. Dan setelah itu aku harus ke salon merubah penampilan ku. "
" Untungnya aku tak perlu repot mencari designer untuk butik ku. Aku juga tak perlu lagi mencari pegawai yang untuk bekerja di butik ku. Aku hanya melanjutkan dari pemilik pertama saja, dan bila tak cocok baru aku akan mencari nya. Aaahh...semua terasa mimpi, akhirnya cita - cita ku selama ini terwujud. " Delia merasa sangat bahagia.
Keesokan harinya....
Daren sudah sampai di perusahaan nya, dan mulai hari ini Delia sudah tak bekerja lagi di perusahaan nya. Daren terpaksa harus mencari sekertaris baru menggantikan Delia.
Entah mengapa Daren merasa ada yang hilang di hidupnya, membuat dirinya menjadi uring-uringan tak jelas. Daren melihat sekeliling ruangan yang terasa sepi tanpa hadirnya sang istri.
" Kita lihat saja siapa yang kalah ? Aku atau kamu ? Aku tak yakin jika kau akan sukses memiliki butik, gaya mu saja kampungan ! " Ucap Daren sombong.
Sedangkan Delia kini sudah bersiap-siap untuk ke butik nya dan mempersiapkan segala persiapan peresmian butiknya. Delia juga rencananya mulai hari ini akan belajar naik mobil. Meskipun bukan mobil sangat mewah, namun Delia sangat bersyukur. Dirinya hanya membeli sebuah mobil sedan Honda city.
" Sudah cantik, mulai hari ini aku harus terbiasa berdandan dan berpenampilan lebih anggun. " Delia memutar - mutar tubuhnya di depan cermin.
Dan sementara ini Delia masih menggunakan jasa taksi online untuk mengantar kemana pun dia pergi.
" Nyonya Delia silahkan masuk, perkenalkan ini designer yang bekerja sama dengan butik kita. Perkenalkan ini Tuan Reynaldi.." Ucap orang kepercayaan di butik itu.
Reynaldi terpesona melihat kecantikan Delia. Meskipun pakaian Delia sederhana, namun Delia terlihat sangat anggun.
" Senang berkenalan dengan anda. Ku rasa anda sangat cocok menjadi pemilik butik ini ! Dan jika tak menyinggung Nona, bolehkah aku membuatkan sebuah gaun indah untuk anda ? " Ucap Reynaldi yang masih menatap lekat wajah Delia, dan tangannya kini masih terus menggenggam tangan Delia membuat Delia merasa risih.
" Terima kasih Tuan Reynaldi. Aku sangat tersanjung bisa di buatkan gaun hasil karya mu. Tapi maaf jangan panggil aku Nona, karna aku sudah menikah. " Delia tersenyum manis, membuat Reynaldi merasa sakit. Karna ternyata wanita yang menarik hati nya untuk jatuh cinta pada pandangan pertama ternyata sudah memiliki suami.
" Dengan senang hati jika anda membuatkan gaun untuk ku, rencana nya akan aku pakai untuk acar peresmian butik ini, Minggu depan. "
" Baiklah aku akan selesai kan secepatnya ! Dan ku pastikan dalam waktu tiga hari aku akan selesai membuatnya. "
\=\=\=\=\=
" Ngapain Delia ngubungin aku ya ? " Pasti dia akan memohon ingin bekerja lagi di perusahaan ku, dan merasa kangen dengan ku ? " Daren merasa sangat percaya diri.
" Mas...Sabtu besok datang ya ke acara peresmian butik ku. Aku juga akan mengundang mama dan papa ke acara peresmian ! " Ucap Delia, membuat Daren malu ternyata apa yang di pikirannya salah.
" Ya...aku akan datang bersama Tasya. " Ucap Daren singkat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
makan situ daren, cemburu bisa kalau liat Reynaldi.
2022-03-29
3
Sugiyanto Samsung
lanjut
2022-03-10
1
Elya Karin
kupastikan kamu menyesal daren makan tuh cinta buta lho
2022-02-19
1