" Dulu kau selalu meminta aku untuk tetap memilih mu dan bahkan segera menikahi mu. Tapi sekarang kau malah seperti ini padaku ? Dan anehnya bukan kah wanita hamil selalu ingin dekat dengan suaminya, tapi kamu justru lebih sering meninggalkan ku. " Daren sudah meracu.
Hatinya terasa sakit, wanita yang di bela mati-matian kini berubah drastis setelah menikah. Daren yang merasa Frustasi memilih untuk pergi ke club malam, melepaskan rasa sesak di dadanya.
" Tuan, anda sudah terlalu banyak minum. Ayo saya antar pulang. Tapi maaf anda mau pulang ke mana ? Istri pertama apa istri kedua anda ? " Untungnya asisten Doni selalu mendampingi Tuannya, namun dirinya bingung karna Tuannya memiliki istri dua.
" Sungguh menyedihkan nya aku bukan ? Bukan istri dua tapi aku masih merasa kesepian..." Daren berteriak keras meratapi nasibnya.
" Tuan, mau saya antar ke mana anda ? " Tanya Doni kembali, namun Tuan nya tak kunjung menjawab bahkan kini keadaan nya bertambah kacau.
Dan terpaksa sang asisten membopong Tuannya dan membawanya ke dalam mobil.
" Antar ke mana ya ? Aku baru ingat jika Nyonya Tasya baru saja pergi meninggalkan dirinya, kalau aku antar ke apartemen yang di tempati bersama istrinya Tasya dia akan sendiri di sana. Terpaksa aku harus mengantar ke Nyonya Delia. Aku yakin Nyonya Delia lebih sabar mengurusnya. " Gumam Doni dalam hati.
Mobil yang membawa Daren telah sampai di kediaman Delia. Security yang menjaga rumah membantu mengetuk pintu rumah Delia, dan akhirnya art yang bekerja membuka pintu rumah tersebut.
" Mengapa di luar ada keributan ya, siapa yang datang ? " Delia bangkit dari ranjangnya dan mengintip ke arah luar jendela dan terlihat mobil suaminya yang datang.
" Mau apa sih dia datang malam-malam ? " Gerutu Delia.
Art yang bekerja mengetuk pintu kamar dirinya, dan terpaksa dirinya membuka pintu kamarnya.
Dan di dalam sudah terlihat Daren yang sudah tak sadarkan diri di letakkan di sofa, dan mulutnya terus mengoceh tak karuan.
" Nyonya maaf saya datang ke sini malam-malam membawa Tuan. Karna Nyonya Tasya sedang pergi tidak ada di apartemen. " Ucap Doni dengan hati-hati.
" Lagi-lagi aku istri pertama di jadikan istri cadangan oleh nya. Tapi jika aku tak mengurusnya, aku akan berdosa. Sungguh menyebalkan sekali, harus mengurus orang mabuk." Gerutu Delia dalam hati.
" Gimana Nyonya ? Apa Tuan boleh tidur di sini ? " Tanya Doni kembali, karna Delia hanya diam terpaku dan seperti orang yang sedang berpikir.
" Ya sudah bawa Tuan mu ke kamar nya ! " Titah Delia. Dan akhirnya Pak Parjo Security dan Doni membopong Daren menaiki tangga, sedangkan Delia mengekor dari belakang.
" Maaf Nyonya tugas saya sudah selesai, besok pagi saya ke sini lagi sekarang saya pamit pulang dulu ! " Ucap asisten Doni dan terpaksa Delia menyetujui nya karna dia mengerti pasti asisten Daren pasti merasa sangat lelah harus menemani Tuannya seharian penuh.
Setelah berpamitan, Doni melangkah kaki nya untuk pulang begitu juga Pak Parjo yang kembali ke pos Security tempat dirinya berjaga.
" Menyusahkan sekali sih jadi orang. Udah begini aku yang harus mengurusnya, giliran lagi sadar nyakitin terus. Harusnya istri kedua mu yang mengurus mu ! " Gerutu Delia dan perlahan dirinya membuka satu persatu yang menempel di Daren. Mulai dari sepatu, kaos kaki , kemeja , dan celana.
Daren langsung menarik tangan Delia dengan kasar hingga membuat tubuh Delia terhuyung di atas tubuh Daren.
Daren bangkit, dan mendorong tubuh Delia dengan kasar. Kini dirinya sudah mengukung Delia, merobek pakaian yang menempel di tubuh Delia.
Delia mencoba memberontak dan berusaha terlepas dari Kungkungan Daren, namun Daren seperti kesetanan kekuatan sangat luar biasa.
" Kamu ga bisa lari kemana-mana, Aku tak akan membiarkan nya. "
" Lepasin aku, Daren ! Aku Delia, bukan Tasya ! Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menyentuhku ? " Delia terus berteriak dan meronta berharap Daren tersadar dan melepaskan nya.
" Diam !!! Tasya sudah mencampakkan aku ! Maka kamu harus melayani ku ! " Daren langsung melu*mat bibir Delia bahkan dirinya menggigit bibir bawah Delia agar dirinya bisa menerobos.
Delia enggan meresponnya, membuat Daren berbuat dengan kasar membuat Delia meringis kesakitan karna Daren membuat stempel di sekujur tubuh Delia. Menghisap kedua bukit kembar milik Delia secara bergantian dengan penuh naf*su seperti seorang bayi yang kehausan.
" Aaaaah..." Akhirnya keluar juga leguhan dari bibir Delia saat lidah Daren kini bermain di lubang kenikmatan miliknya.
" Sampai kapanpun aku tak akan melepas mu ! Kamu hanya milikku ! " Daren menatap wajah istri pertama nya sekilas. Meskipun saat ini dirinya sedang mabuk berat, namun dirinya masih bisa melihat jelas bahwa di hadapannya adalah Delia istri pertamanya.
Delia tak mempedulikan ucapan suaminya, terus berusaha untuk lepas dari jeratan suaminya.
Dengan sekuat tenaga Delia mendorong tubuh Daren hingga Daren terjatuh. Delia mencoba kabur, namun dengan sigap Daren langsung menarik tangan Delia kembali dan melempar tubuh Delia ke ranjang.
" Sudah ku bilang jangan coba-coba menolak ku ! " Daren membuka paksa kedua pangkal paha Delia dan membenamkan miliknya dengan kasar hingga membuat Delia menjerit kesakitan dan bahkan sampai meneteskan air mata.
Daren memacu sangat cepat, karna tubuhnya sudah terasa sangat panas. Daren juga terus meraup bibir Delia meskipun Delia mencoba menghindar hingga tangan Daren meraup wajah Delia agar dirinya bebas mengeksplore bibir istrinya. Dan akhirnya milik Daren menyemburkan cairan hangat di lubang kenikmatan milik Delia, hingga akhirnya Daren ambruk di atas tubuh Delia.
\=\=\=\=\=
Di tempat berbeda Tasya juga baru saja menyelesaikan ritual bercinta nya dengan Dion. Namun sepertinya Dion melakukan sangat kasar hingga akhirnya darah segar dari kewanitaan Tasya.
" Honey...**** ********** mu mengeluarkan darah. " Teriak Dion, Tasya pun menjerit kesakitan di perutnya.
Melihat hal itu, Dion merasa panik. Karna dirinya yakin Tasya mengalami keguguran.
Karna mengeluarkan darah yang cukup banyak, akhirnya Tasya pingsan tak sadarkan diri.
Dion segera memakaikan pakaian Tasya begitu juga dirinya. Kemudian dirinya langsung menggendong Tasya berlari keluar dari hotel menuju rumah sakit.
" Sayang...ku mohon bertahanlah ! " Dion berteriak histeris bahkan tubuhnya gemetar dan air matanya menetes melihat wanita yang di cinta nya terbaring lemah.
Sesampainya di rumah sakit, Tasya langsung di mendapatkan peran medis. Dan benar saja janin yang di kandung Tasya tak bisa di selamatkan. Bahkan Tasya di diagnosa ada masalah di rahimnya dan kemungkinan dirinya akan sulit mendapatkan keturunan. Dirinya mengalami infeksi rahim.
" Honey...ku mohon sadarlah ! Bagiku kamu segalanya. Mungkin Tuhan menghukum kita, hingga tak membiarkan anak kita menjadi alat mendapatkan harta Daren..." Dion dengan setia menggenggam tangan Tasya hingga dirinya terlelap.
Tasya perlahan membuka matanya, dan melihat pria yang dia cintai dengan setia menemani dirinya. Merasakan ada pergerakan, Dion membuka matanya.
Dirinya tersenyum bahagia, melihat wanita yang dia cintai sudah sadar kembali.
" Honey...apa yang terjadi padaku ? " Tanya Tasya dengan suara yang masih lemah.
" Kamu mengalami keguguran, kita kehilangan anak kita. " Ucap Dion membuat Tasya menjerit histeris.
" Apa yang aku harus ucapkan pada Daren ? Pasti dirinya sangat marah jika mengetahui aku tak bisa menjaga anaknya. "
" Mungkin Tuhan tak mengizinkan anak itu di jadikan alat untuk membohongi Daren. Bagaimana mana pun kamu harus memberi tahu pada Daren tentang keguguran ini. Bilang padanya bahwa kamu terpeleset di kamar mandi saat syuting. " Ucap Dion membuat Tasya juga akhirnya mengikutinya.
" Sebaiknya kamu pergi dari sini dulu ! Aku harus segera menghubungi Daren, namun tak mungkin jika kamu di sini saat Daren datang ! " Dan akhirnya Dion menyetujui keinginan wanita yang dia cintai meskipun sebenarnya dirinya berat meninggalkan Tasya dalam kondisi masih lemah.
Tasya menghubungi Daren berkali-kali, Namun Daren tak menjawab nya. Daren masih tertidur pulas, akibat pertempuran semalam bersama Delia.
Pagi harinya Delia memilih pergi meninggalkan Daren begitu saja, namun sebelum pergi meninggalkan kamar Daren. Delia memilih memakaikan pakaian Daren lengkap, agar Daren tak menyadari jika semalam dirinya habis bercinta dengan Delia.
Daren mengerutkan keningnya saat melihat sekeliling dan ternyata dirinya kini berada di rumah Delia.
" Mengapa aku bisa di sini ? Apa yang terjadi padaku ? " Daren mencoba mengingat apa yang terjadi. Dirinya berjalan ke kamar mandi untuk segera mandi menyegarkan tubuhnya.
" Tasya ? Ada apa dengan Tasya ? Mengapa dirinya menghubungi ku berkali-kali ? " Gumam Daren yang kini sudah berpakaian rapih.
" Apa Tasya keguguran dan kini di rawat di rumah sakit xxxx ? " Ucap Daren saat membaca pesan dari Tasya.
Daren langsung bergegas keluar kamar dan segera pergi ke rumah sakit tempat Tasya di rawat. Bahkan dirinya tak berusaha mencari keberadaan sang istri pertama. Benar-benar suami tak punya hati. Dan untungnya Delia pun memilih meninggalkan Daren begitu saja ke butik.
" Sayang...apa yang terjadi ? " Ucap Daren saat pertama kali masuk ke ruangan istri kedua nya di rawat.
Dapat terlihat wajah Daren yang panik, bahkan rasa kesalnya pada Tasya hilang begitu saja. Terlebih dirinya melihat wanita pujaannya kini terbaring lemah dengan wajah yang bengap karna terus menangis.
" Sayang...sabar jangan bersedih terus ! Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita menjadi orang tua. Tapi aku yakin jika suatu saat Tuhan akan menitipkan kembali buah cinta kita di rahim mu ! " Daren berusaha menguatkan sang istri.
Daren mengecup kening sang istri dengan lembut, memberikan kekuatan pada istrinya..
Satu Minggu kemudian....
Hoek...Hoek...
" Kenapa aku mual sekali ya ? Kepala ku juga sakit sekali. " Ucap Delia lirih, bahkan kini tubuhnya gemetar dan keluar keringat dingin seperti orang yang masuk angin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Windha Winda
delia pasti hamil..
2023-01-18
0
GOD BLESS
mampoes delia hamil kau kan😠😠
2022-09-22
0
Makkiyah
yaaa elaaa ko delia harus hamil sih thorr🤧🤧
2022-06-02
0