" Cepat !!! Apa kamu mau berdosa karna tak mengikuti kemauan suami mu ? "
Melihat Delia yang memulainya dengan ragu, membuat Daren kehilangan kesabaran. Dan hingga akhirnya dirinya yang kini sebagai pemimpinnya.
" Biar ku ajarin cara nya kau memuaskan ku ! Sayang Tasya tak ada, jika tidak aku ga akan membuang waktu ku bercinta dengan ja**** tak berpengalaman. Untuk apa aku bayar kau mahal !
Daren melakukan dengan sangat kasar, dia tak mempedulikan Delia yang terus saja menangis. Terlebih tubuhnya sudah sangat panas, hingga membuat pikirannya kacau.
Tak ada perasaan cinta yang di rasa Daren, dia melakukan hanya karna dia membutuhkan tempat untuk menampung miliknya.
" Aaahhh...sakit..." Teriak Delia saat milik Daren akhirnya menembus dinding pertahanan Delia.
Dengan tiga kali hentakan yang sangat kasar, akhirnya Daren merebus mahkota Delia.
" Ternyata kamu masih perawan, bagus aku tak rugi ! "
" Ya Tuhan sakit sekali rasa hatiku dan milikku, harus menyerahkan mahkota ku kepada pria breng*** ini ! "
Berbeda hal nya dengan Delia, justru Daren sangat menikmati. Ucapan dengan hati nya sangat berbeda.
" Nikmatilah ! Hapus air matamu! Bukankah ini yang kau inginkan ? Mendapatkan kepuasan dari suami mu ?
Daren mengeksplore setiap inci milik Delia.
" Ternyata tubuh wanita ini begitu menggiurkan, bahkan rasa nya lebih nikmat dari milik Tasya..."
" Aaaaahh...." Erangan pertama yang keluar dari mulut Daren, menumpahkan cairan hangat ke lubang kenikmatan milik Delia.
Setelah pelepasan pertama, Daren masih saja bermain - main dengan tubuh Delia. Hingga akhirnya Delia mulai menikmatinya.
Gelora gairah Daren semakin memuncak saat akhirnya Delia mengeluarkan de***** dari bibirnya.
" Apa kau menyukainya sayang ? " Bisik Daren terdengar licik.
Malam ini, menjadi saksi bisu pergulatan panas mereka tanpa cinta.
" Mas...sudah...aku lelah ! "
" Aku tak akan berhenti, sampai ku puas ! "
" Ya Tuhan, kuat sekali pria ini ! Sudah berkali-kali, tapi tenaganya masih saja banyak. "
Dan akhirnya setelah melakukan berkali - kali dengan berbagai gaya, akhirnya Daren ambruk di atas tubuh Delia.
Hawa panas di tubuhnya sudah menghilang.
" Mulai sekarang kamu harus mulai belajar cara memuaskan suami mu ! "
Tanpa dia sadari, dirinya sudah mulai memiliki rasa pada Delia. Bukan hanya karna pengaruh obat perangsang, namun rasa cemburunya yang tak ingin Delia di miliki pria lain.
" Apa kau menikmati ? " Daren menatap wajah Delia.
" Sudahlah kalau kau tak mau menjawab tak apa. Yang penting bagiku, kau ini masih ada fungsinya jika Tasya tak ada. Terlebih perut Tasya nanti semakin membesar, mungkin aku akan lebih sering memintanya padamu. " Ucap Daren santai.
" Benar - benar seorang ib*** ! Bisa - bisa nya membuat aku hanya sebagai cadangan, sebagai ja**** yang dia pakai tanpa cinta. "
" Ingin sekali aku meremas mulutnya, menampar wajahnya, memberontak menolaknya. Tapi aku bisa apa ? Bagaimana pun dia suamiku ? Bukankah akan berdosa jika aku tak memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri ? " Ucap Delia lirih dalam hati.
Delia bangkit dari ranjang, meskipun tertatih namun dirinya tetap berjalan.
Daren tersenyum puas, karna melihat mahakarya hasil perbuatannya.
" Tak seperti di cerita novel atau film. Seharusnya dia membantu ku bahkan menggendong ku, menyiapkan air mandi untuk berendam. "
" Aku jadi ingat sama Tasya ? " Daren mengambil ponselnya di atas nakas dan menghubungi istri keduanya.
Berkali-kali dirinya menghubungi Tasya, dan baru panggilan keempat Tasya mengangkat nya.
" Ya...Sa...yang..." Tasya menjawab terbata - bata.
Bagaimana tidak, saat ini dirinya menjawab telepon karna tangan nakal Dion sedang menggoda nya. Hingga menimbulkan seperti sengatan listrik.
" Kamu lagi apa ? Mengapa cara bicara mu seperti itu ? " Tanya Daren curiga.
" Aku lagi bersama Dion, dan tangan nakal Dion membuat ku terangsang. " Umpat Tasya.
Tentu saja dia tak akan berani bicara seperti itu kepada Daren.
" Tak ada yang aneh ah...mungkin karna aku tadi lagi tidur, dan merasa kaget. " Ucap Tasya berbohong.
" Sayang...nanti setelah aku pulang dari Malang, kamu pulang juga ya. Aku kangen banget sama kamu. Apa kau tau ? Aku kesepian, ga ada kamu di sini. " Rayu Daren.
Hati yang tersakiti. Bagaimana bisa seorang suami yang baru selesai bercinta dengan istri nya, dan sekarang bermesraan dengan wanita lain di panggilan ponsel. Bahkan mengucap merasa kesepian, kangen, dan berharap istri keduanya pulang.
Jadi fungsinya istri pertamanya apa ??? Hanya sebagai wadah tempat pelampiasan ???
Tetap merasa kesepian ? Berharap Tasya pulang ? Dan berkata mesra dengan wanita lain setelah berhubungan dengan Delia ? Dimana perasaan Daren ? Apa kau tak sadar ada hati yang tersakiti dengan ucapan mu ? Yaitu istri pertama mu, istri sah mu.
" Apa pantas seorang suami yang habis bercinta dengan nya langsung bermesraan dengan wanita lain di depan istri sah nya meskipun hanya lewat telepon ? " Ucap Delia menatap tajam ke arah Daren.
Melihat perlakuan Delia yang seperti itu, membuat dirinya merasa geram.
Daren bangkit dan meraup rahang Delia..
" Apa pantas seorang istri berkata kasar pada suaminya ? Padahal suaminya sudah menjalankan kewajibannya, memuaskan dirinya ! " Bukan nya berpikir, justru Daren bertambah marah.
" Cuih...suami macam apa dulu yang harus di hormati !!!! "
" Ternyata kau aslinya bukan wanita yang pendiam, seperti waktu bertemu. Sudah berani melawan ? Silahkan minta cerai saja kamu, jika sudah tak kuat ! Dengan senang hati aku akan mengabulkan nya, tapi sebelum kita resmi aku akan lebih menyakiti mu. Karna aku tak akan melepas mu, sebelum aku puas ! " Daren tertawa keras, dirinya merasa puas menyakiti hati Delia.
" Memangnya salah aku apa ? Sampai kamu begitu jahat padaku ? "
" Apa ? Kau masih menanyakan letak kesalahan mu ? Biar ku kasih tau ! Pertama kenapa kau dekati Mama ku ? Kedua kenapa kamu terima perjodohan dengan ku ? Dan ketiga mengapa kau meminta ku menjadi suami mu ? Padahal aku telah memiliki kekasih yang aku cintai, dan mungkin jika tak ada kau. Tasya sudah menjadi istri ku satu - satunya ! " Daren mendorong tubuh Delia ke atas ranjang dan merobek paksa pakaian yang di kenakan Delia , lalu menciumi tubuh Delia inci demi inci.
" Lepaskan !!!! " Delia mencoba memberontak, karna tak Sudi Daren melakukanya kembali.
" Jangan pernah menolak, jika aku minta ! Selama kau menjadi istri ku, lakukan kewajiban mu ! Untungnya aku sudah sangat lelah, jadi aku akan membebaskan nya ! Namun jika aku mau, kau harus puaskan aku ! Kamu mengerti, Delia ! " Bibir Daren Melu*** bibir Delia dan tangannya meraba bukit kembar milik Delia, sebagai hukuman.
" Untuk saat ini, kau terlepas ! Tidur lah, besok pagi kita harus berangkat ! " Dan Delia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Tes...tes air mata menetes di pipi Delia. Hatinya teramat sakit, seperti sebuah belati yang menusuk ke relung hatinya. Dirinya hanya di anggap istri pemuas, bukan istri yang di cinta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Ma Em
Delia kenapa kamu turuti kemauan Daren kamu mau saja dianggap wanita pemuas napsunya Daren, jgn takut dosa dilihat suami macam apa dulu kalau seperti Daren mah itu jgn dituruti kemauannya yg nanti akhirnya menginjak nginjak harga diri kamu.
2024-05-26
2
Dapur Ibu
sangat bodoh dalia gak bisa menjaga kehormatan. kdrt boleh minta cerai. utk apa bertahan kalau selalu terluka zahir & batin
2022-12-09
0
Noni Kartika Wati
ih Thor ini kejam banget
2022-09-14
0